7 Ciri-Ciri Rumah Eropa dan Ragam Desainnya

7 Ciri-Ciri Rumah Eropa dan Ragam Desainnya

- Miyanti Rahman
7 Ciri-Ciri Rumah Eropa dan Ragam Desainnya

Foto: iStock

Gaya arsitektur dan desain rumah Eropa banyak ditemukan di seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia.

Terlebih, negara kita sendiri cukup lama dijajah oleh bangsa Benua Biru seperti Portugis, Spanyol, dan Belanda.

Mereka memberikan pengaruh besar terhadap kehidupan sosial dan budaya, serta gaya arsitektur dan desain bangunan di Nusantara.

Sejumlah rumah, gedung, dan bangunan-bangunan lain peninggalan ketiga negara tersebut masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Sehingga, tidak mengherankan apabila banyak hunian di Indonesia menggunakan gaya arsitektur dan desain rumah Eropa.

Sama seperti gaya arsitektur dan desain lainnya, rumah Eropa juga memiliki ciri khas yang berbeda dengan desain lainnya.

Apa saja perbedaan tersebut? Simak penjabarannya berikut ini.

7 Ciri Khas Rumah Eropa

Ciri Khas Rumah Eropa

Foto: iStock

Rumah Eropa identik dengan tampilan megah, yang dihasilkan oleh perpaduan berbagai elemen.

Gaya arsitektur dan desain ini dianggap timeless, sejak zaman dulu hingga sekarang masih diminati oleh masyarakat.

Setidaknya ada tujuh ciri khas rumah Eropa, bisa kita lihat melalui bagian fasad, atap, dan berbagai elemen lainnya.

Fasad Berpilar

Jika kita melihat sebuah rumah, maka bagian fasadnya akan memunculkan kesan pertama.

Ciri khas rumah Eropa sendiri bisa kita identifikasi dari tampilan fasad, di mana terdapat pilar-pilar berukuran besar.

Pilar-pilar tersebut didominasi oleh bentuk silinder yang menjulang tinggi dari lantai hingga langit-langit.

Identik dengan Jendela Besar

rumah dengan Jendela Besar

Selain identik dengan pilar-pilar silinder, rumah Eropa juga identik dengan jendela berukuran besar.

Jendela berbentuk persegi panjang dengan lengkungan di bagian atasnya, tetapi ada pula rumah dengan jendela tanpa lengkungan.

Selain ditutup oleh kaca, jendela dilengkapi oleh teralis besi yang berguna untuk menambah keamanan dan mempercantik rumah.

Memiliki Banyak Ornamen Dekorasi

Penyuka film Disney seperti Cinderella atau Beauty and The Beast, mungkin suka melihat kastil megah milik keluarga kerajaan.

Meskipun ditayangkan dalam bentuk kartun, kastil dan kediaman dalam film itu cukup menggambarkan ornamen dekorasi rumah Eropa.

Anda akan banyak menemukan ukiran, elemen emas dan batu alam, bunga-bunga cantik, serta hiasan berupa tanaman rambat.

Baca juga:

9 Model Pilar Rumah, Membuat Rumah Lebih Elegan dan Mewah!

Atap Miring dan Tinggi

rumah dengan Atap Miring

Rumah Eropa bentuknya bermacam-macam. Contohnya di Perancis, rumah-rumah di sana mempunyai atap berbentuk kubah dan bergaris.

Sementara di Spanyol, bentuk atap cenderung datar. Namun secara umum, rumah Eropa didominasi oleh bentuk atap miring dan tinggi.

Atap miring dan tinggi memiliki kelebihan mudah dibersihkan. Jika hujan datang, maka sampah-sampah di atap akan tersapu bersih.

Dilengkapi Cerobong Asap

Benua Biru memiliki empat musim, di sana akan turun salju ketika musim dingin tiba. Sehingga ada tungku perapian di dalam rumah.

Maka itu, cerobong asap menjadi ciri khas paling ikonik yang bisa kita temukan pada rumah Eropa.

Namun Indonesia memiliki iklim yang panas, sehingga cerobong asap sering ditiadakan karena tidak fungsional.

Memiliki Dua Lantai

rumah 2 lantai

Apabila Anda tinggal di wilayah dengan suhu udara tinggi seperti Kota Bekasi, menerapkan gaya rumah Eropa agaknya cukup sesuai.

Pasalnya, rumah Eropa mempunyai langit-langit tinggi. Biasanya landed house tersebut terdiri dari dua lantai atau lebih.

Dengan langit-langit tinggi, hunian pun akan terasa lebih sejuk dan tidak terasa pengap.

Pintu Utama Megah

rumah eropa sederhana

Bukan rumah Eropa namanya kalau pintu utamanya tidak megah. Umumnya menggunakan pintu kayu berukuran besar.

Biasanya pintu utama memiliki dua bukaan, lalu akan diapit oleh pilar tinggi di sisi kanan dan kirinya.

Bentuk pintunya sendiri bermacam-macam, ada yang persegi panjang tanpa lengkungan atau dengan lengkungan pada bagian atasnya.

3 Desain Rumah dengan Sentuhan Eropa

Di Eropa terdapat 50 negara dengan budaya yang berbeda-beda. Selain itu, gaya arsitektur dan desain setiap negara pun tidak sama.

Misalnya rumah-rumah di Perancis, bentuknya tentu berbeda jauh dengan rumah Inggris atau Spanyol.

Nah di Indonesia sendiri, desain rumah Eropa yang paling populer adalah art deco, Mediterania, dan klasik. 

Untuk ulasan lebih lengkapnya, simak penjabaran di bawah ini.

Baca juga:

Mengenal Lebih Jauh Rumah Gaya Victoria yang Cantik dan Menawan

Art Deco

Art Deco

Gaya hias art deco lahir setelah Perang Dunia I. Gaya hias satu ini banyak diterapkan di berbagai bidang, termasuk arsitektur.

Popularitas gaya art deco memuncak pada 1920-1930-an. Orang-orang menganggap desain ini sebagai gaya yang anggun dan fungsional.

Gaya hunian art deco pun terus berkembang menjadi desain yang paling digemari, khususnya di Eropa Barat dan Amerika Serikat.

Ciri khas dari bangunannya adalah memiliki sisi melengkung, menggunakan atap datar, dan banyak memakai glass block.

Rumah dengan sentuhan art deco sendiri banyak ditemukan di tanah air, seperti unit hunian Citraland Celebes.

Konsep dan desainnya mengembangkan gaya art deco nan mewah, tetapi selaras dengan lingkungan hijau.

Citraland Celebes berada di Kabupaten Gowa, tepatnya di Jalan Tun Abdul Razak yang terhubung dengan Kota Makassar dan Kabupaten Maros.

Mediterania

Mediterania

Selain art deco, gaya rumah Eropa lainnya yang populer di kalangan masyarakat Indonesia adalah Mediterania.

Gaya Mediterania sendiri berasal dari negara-negara Benua Biru yang tidak jauh dari Laut Tengah, seperti Spanyol dan Yunani.

Ciri khasnya identik dengan selasar luas dan lebar, lalu ada courtyard lengkap dengan air mancur.

Sama seperti art deco, pilar juga sangat ikonik bagi rumah bergaya Mediterania terutama di Yunani.

Rumah dengan sentuhan Mediterania di Indonesia, bisa kita temukan pada perumahan-perumahan berikut ini.

Klasik

Klasik

Rumah Eropa selanjutnya identik dengan gaya arsitektur klasik yang muncul pada masa kerajaan Romawi dan Yunani Kuno.

Ukuran bangunan bergaya klasik biasanya besar dan megah, sehingga melebihi kebutuhan dan fungsi, serta memiliki komposisi yang simetris.

Pada masa kerajaan Romawi sendiri, sentuhan klasik diterapkan pada rumah tinggal, rumah peribadatan, dan balai kota.

Dalam gaya klasik, Anda akan menemukan banyak ornamen di hampir setiap sudut ruangan.

Jika tertarik memiliki rumah besar dan megah dengan sentuhan klasik, maka New Villa Esperanza bisa menjadi pilihan yang menarik.

Berlokasi di Semarang, unit rumah di New Villa Esperanza dibangun dengan desain ala Eropa klasik yang mewah nan elegan.

Hunian ini tak hanya menawarkan desain yang ciamik, tetapi juga dilengkapi sejumlah fasilitas modern.

Nah, sekarang Anda sudah tahu ‘kan ciri-ciri rumah Eropa. Jadi, lebih suka yang mana, art deco, Mediterania atau gaya rumah Eropa klasik?

Semoga artikel ini bermanfaat!

Author

Miyanti Rahman