Tips Mudah Miliki Hunian ala Rumah Jepang

13 Mei 2019 - Martha

Tips Mudah Miliki Hunian ala Rumah Jepang

Rumah Jepang memiliki ciri desain interior yang sederhana dan praktis, membuatnya jadi inspirasi untuk penerapan konsep hunian minimalis.

Tak hanya sederhana, gaya rumah Jepang juga sangat kental dengan elemen alam yang diyakini bisa membawa ketenangan ke dalam rumah.

Ini salah satu cara orang Jepang memelihara hubungan dengan alam, yakni memasukkan unsur alam seperti kayu atau bambu pada hunian.

Selain menggunakan elemen alami, ruang yang lapang juga jadi hal penting.

Karena itu rumah Jepang dibuat tanpa sekat. Karena dengan konsep ini rumah akan tampak lebih luas dan memiliki sirkulasi udara yang baik.

Untuk mendapatkan kesan luas dan demi kenyamanan, perlu juga menyeimbangkan antara ruang yang tersedia dengan furnitur yang digunakan.

Bisa dibilang desain interior rumah Jepang sangat menyenangkan sekaligus menarik jika diaplikasikan ke dalam hunian.

Bahkan tak hanya di Asia, orang-orang di negara Barat yang mengenal desain rumah Jepang dengan nama Zen, juga banyak yang memilih nuansa ini dalam hunian mereka, terlebih karena mudah dikombinasikan dengan berbagai gaya rumah.

Ciri Khas Rumah Jepang

Nah, kalau Anda tertarik berikut beberapa hal yang bisa jadi catatan dalam mengaplikasikan desain rumah Jepang pada hunian:

  1. Penggunaan Material dan Warna Alami

Dalam hal ini terutama bahan kayu atau bambu. Ini bisa dibilang cara utama dalam menghadirkan hunian bergaya rumah Jepang.

Karena orang Jepang memang menggunakan material ini di hampir setiap bagian rumah, seperti lantai, plafon termasuk desain interior maupun eksterior.

Untuk pilihan kayu yang banyak digunakan di rumah Jepang adalah kayu pinus dengan warna lebih cerah daripada kayu jenis lain.

Selain itu kayu pinus juga lebih mudah diproses dan memiliki serat yang halus.

Untuk bagian lantai, yang khas di sini biasanya menggunakan anyaman Igusa (sejenis rumput) bernama tatami.

Lantai dari bahan ini akan memberikan rasa sejuk di musim panas dan hangat di musim dingin.

Meskipun mahal, lantai tatami dapat bertahan hingga tahunan. Ini salah satunya karena orang Jepang tidak pernah memakai sepatu di dalam rumah.

Selain materialnya, rumah Jepang juga menggunakan warna yang natural misalnya warna coklat. hijau, abu-abu hingga hitam.

Jangan aneh kalau Anda mendapati kayu di rumah Jepang memiliki noda dan terlihat tua. Karena kalau menurut orang Jepang, jika kayu dicat, serat-serat kayu yang dianggap sangat berharga malah akan tertutup.

  1. Penggunaan Furnitur Seminim Mungkin

Selain bahan alami, ruang di dalam rumah Jepang diupayakan bisa seluas mungkin, sehingga tak banyak furnitur yang ditempatkan.

Kalau bisa furnitur yang dipakai bersifat portable atau bisa dibongkar pasang.

Contohnya saja tempat tidur tradisional (futon) yang bisa dilipat dan disimpan di lemari.

Dengan begini, di siang hari ruang besar ini bisa dijadikan ruang makan misalnya dengan meletakkan meja besar.

Atau kalau ingin dijadikan tempat duduk bisa dengan cara lesehan menggunakan alas duduk yang tebal khas Jepang.

Pada desain rumah modern konsep lesehan ini bisa diganti dengan tempat duduk berkaki pendek agar rumah tetap terasa lapang.

Ruang luas yang disebut Washitsu ini memang didesain agar bisa bersifat multifungsi.

Jadi kalau pun ukuran rumahnya kecil, dengan penggunaan furnitur yang praktis dan ruang yang multifungsi seperti di atas, hunian tetap bisa nyaman untuk seluruh anggota keluarga.

Oya, karena banyak furnitur yang mudah dibongkar pasang, maka otomatis juga harus disediakan tempat penyimpanan khusus jika tidak sedang digunakan.

Biasanya ruang penyimpanan ini menyatu atau menempel dengan dinding dengan bentuk pintu geser.

  1. Jendela, Hal yang Penting

Ciri khas lainnya dari rumah Jepang adalah adanya jendela yang bisa jadi tempat melihat pemandangan alam seperti pegunungan yang lebih disukai orang Jepang

Selain itu jendela tentunya juga berfungsi sebagai tempat cahaya masuk. Di Jepang bahkan ada aturan bahwa setiap hunian harus mendapatkan cahaya alami karena itu jadi sebuah hak bagi setiap orang.

Anda bisa membuat jendela berukuran besar yang bisa mengimbangi ukuran ruang yang luas, lagi pula dengan cahaya yang cukup masuk lewat jendela, penggunaan lampu atau listrik pun bisa diminimalisir.

Untuk mendapatkan cahaya dan pemandangan seperti ini tak heran jika kemudian lokasi juga menjadi pertimbangan.

Di Jepang sendiri, untuk memastikan sinar matahari diterima secara maksimal sepanjang hari, maka penempatan rumah umumnya berlokasi di sebelah Utara atau Selatan.

  1. Halaman Luas dengan Taman

Nuansa alami di rumah Jepang juga semakin dipertegas dengan keberadaan taman.

Meski di wilayah perkotaan Jepang sendiri, sama halnya dengan di Indonesia, lahan yang tersedia sudah makin terbatas, namun tidak begitu di kota-kota kecilnya.

Banyak rumah dengan halaman luas yang dijadikan taman atau kebun, mengingat kebanyakan orang Jepang menyukai tanaman hias dan senang berkebun.

Lagi pula selain gunung, pemandangan taman di rumah juga jadi hal yang penting di sana.

Untuk hunian Anda, bisa pilih tanaman seperti bonsai atau bambu yang memang khas Jepang, dan kombinasikan dengan tanaman lain sesuai selera. Sebaiknya pilih tanaman hijau yang sederhana ya…

Itu dia beberapa hal umum yang perlu Anda ketahui seputar rumah Jepang…

Tapi tak hanya itu, karena ada banyak ciri khas lainnya yang bisa Anda aplikasikan pada hunian.

Mungkin tidak semua dari bagian-bagiannya, Anda bisa saja mengambil beberapa bagian untuk mendapatkan hunian dengan sentuhan Jepang.

  1. Pintu Geser

Ini bisa dibilang ciri khas utama pada rumah Jepang yang sangat populer ke seluruh dunia.

Sesuai namanya pintu yang terbuat dari kayu alami dan celah-celah kecil ini digunakan dengan cara digeser.

Dikenal juga dengan nama Shoji, pintu ini biasanya menjadi penghubung antara ruang utama dan taman.

Pintu jenis ini sangat bisa diterapkan bagi Anda yang memiliki rumah mungil, karena dengan model digeser seperti ini lebih praktis dan tidak memakan banyak tempat alias memberikan kesan yang luas dan lapang.

Jika pintu geser Jepang biasanya terbuat dari kertas tembus pandang dengan bingkai kayu, maka Anda bisa kreasikan menjadi lebih modern dengan menggunakan kaca misalnya.

  1. Genkan, Ruang Transisi Dekat Pintu Masuk

Mungkin di film-film Jepang, Anda sering melihat adegan dimana saat masuk ke dalam rumah, orang Jepang akan berhenti di sebuah area dekat pintu masuk.

Biasanya di sini mereka akan mengganti alas kaki dengan sandal khusus di dalam rumah.

Ya, ruang tersebut dikenal dengan nama Genkan.

Di sini Anda bisa melihat ada tempat untuk meletakkan alas kaki bisa berupa lemari atau rak dinding yang dapat menampung banyak sepatu.

Rak atau kabinet khusus untuk menyimpan sepatu ini disebut Getabako.

Selain itu juga biasanya ada benda-benda dekoratif lain seperti keramik, bunga atau karya seni.

Genkan juga bisa berupa anak tangga (yakni satu anak tangga saja) dengan area khusus untuk menyimpan alas kaki.

Setelah meletakkan alas kaki dari luar, Anda bisa melangkah naik ke lantai yang lebih tinggi dan memakai sandal khusus di dalam ruangan.

Ini tentu tujuannya agar alas kaki yang membawa debu dari luar tidak masuk ke rumah, mengotori lantai kayu dan tatami atau bagian lainnya.

  1. Engawa, Lorong di Luar Ruangan

Engawa adalah lorong luas yang berfungsi untuk menghubungkan kamar atau bisa juga menjadi ruang transisi antara ruangan di dalam rumah dengan bagian luar.

Engawa berfungsi sebagai tempat masuknya udara dan cahaya serta sebagai beranda untuk bersantai.

Banyak juga yang menyebutnya sebagai teras, bisa dibilang ini juga menjadi area serbaguna.

Karena juga bisa dijadikan tempat menyambut tamu sambil berbincang dan menikmati pemandangan seperti taman di halaman.

  1. Kamar Mandi dengan Bathtub

Ciri khas kamar mandi di rumah Jepang memiliki tempat berendam (bathtub) air hangat yang dikenal dengan Ofuro. Ini merupakan tradisi yang sudah dilakukan sejak lama.

Kebiasaan berendam di air hangat setelah beraktivitas seharian seolah menjadi hal wajib bagi orang Jepang.

Tidak seperti zaman dulu, dimana banyak orang berendam di tempat pemandian umum karena saat itu hanya orang kaya saja yang mampu membuat Ofuro.

Kini hampir seluruh rumah memiliki Ofuro yang biasanya hanya digunakan untuk berendam. Lalu untuk mandi menggunakan sabun dan membilas di lakukan di luar bak dengan shower atau ember.

Ofuro kini sudah terbuat dari keramik atau batu, sementara dulu materialnya adalah kayu hinoki.


Jadi, sudah dapat inspirasi untuk memberikan sentuhan ala rumah Jepang bagi hunian Anda?

Selamat mencoba ya!

Author:

Martha