Panduan Lengkap Taman Atap, dari Desain hingga Tips Perawatan

14 Agt 2020 - Dyah Siwi Tridya

Panduan Lengkap Taman Atap, dari Desain hingga Tips Perawatan

foto: archdaily

Kualitas udara yang kian buruk karena tingkat polusi, ditambah masalah global warming, membuat banyak pihak terdorong untuk mengurangi dampaknya.

Salah satunya di bidang arsitektur yang menerapkan “Sustainability and Green Design” pada banyak hunian.

Salah satu bentuk penerapannya adalah pemanfaatan atap rumah menjadi taman atap.

Selain membuat tampilan makin cantik, taman atap dapat membantu mengurangi polusi udara.

Pensaran? 

Langsung saja simak panduan lengkap mengenai taman atap dan pemanfaatannya.

Apa Itu Taman Atap?


Pastinya taman atap dibuat di atap rumah, gedung atau hunian lain.

Taman atap dapat berupa area hijau, taman bunga, taman air, tanaman hias dan beberapa area lainnya.

Kepopuleran taman atap memang sudah ada sejak lama, tapi baru benar-benar diproduksi pada tahun 1970-an.

Karena kepadatan penduduk dan keterbatasan lahan terbuka hijau, pemanfaatan atap rumah menjadi solusi yang tepat.

Manfaat Taman Atap

Struktur atap dalam pembuatan taman tidak boleh sembarangan, maka harus dilakukan oleh ahlinya.

Tapi tidak ada salahnya mencari tahu manfaat apa saja yang akan kamu dapatkan jika membuat taman di atap rumah.

  • Pengurangan limpasan air hujan 

  • Mengurangi penggunaan energi listrik seperti AC dan pemanas

  • Mengurangi polusi

  • Mitigasi perubahan iklim

  • Beradaptasi dengan perubahan iklim

  • Menciptakan keanekaragaman hayati

  • Rekonstruksi dan umum atap yang awet

  • Mendapatkan kualitas udara dan air yang baik

  • Menciptakan area yang nyaman dan tenang

Jenis-Jenis Taman Atap

Taman atap memiliki banyak julukan mulai dari green roof, green building dan green design.

Apapun sebutannya, taman atap juga memiliki beberapa tipe taman berdasarkan kegunaannya, seperti:

Atap Hijau Intensif


Desain taman atap ini dikenali dengan memiliki media tanah untuk tanaman sedalam 6 inci.

Taman jenis ini mendukung semua kegiatan tanam-menanam, taman bermain hingga pohon-pohon kecil.

Dikatakan taman intensif karena semua tanaman yang dibuat di taman atap harus dirawat secara intensif atau rutin.

Dengan penerapan sistem irigasi yang canggih dan modern.

Taman Atap Semiintensif


Taman atap ini adalah perpaduan antara taman atap intensif dan ekstensif.

Memiliki tipe perawatan yang sedang yang karena tanaman yang dibuat adalah tanaman kecil, rumput jepang dan tanaman herba.

Taman atap ini sangat cocok digunakan untuk fasilitas perawatan jangka panjang, area bermain anak, dan tempat piknik.

Taman Atap Ekstensif


Taman ini memiliki perawatan yang rendah karena memiliki media tumbuh yang tidak terlalu banyak.

Jenis taman atap ini lebih hemat biaya dan tidak memerlukan sistem irigasi untuk tanaman yang tahan di segala cuaca.

Taman ini juga sangat cocok untuk rumah yang memiliki atap miring dan retrofit.

Blue Green Roof

Taman atap jenis ini menggabungkan teknologi atap berwarna biru dan hijau.

Atap hijau konvensional menggunakan lapisan drainase untuk menyediakan drainase dan sistem irigasi.

Sedangkan atap biru bertujuan meningkatkan volume air dan mengontrol jumlah air.

Atap Taman Bisolar

Penggunaan green roof dan panel surya semakin marak digunakan.

Bukan hanya sebagai area ruang terbuka, tapi dapat difungsikan sebagai energi terbarukan selain listrik.

Ide Desain Taman Atap

Bagaimana? 

Sudah makin tahu kan mengenai manfaat dan jenis taman atap yang akan kamu gunakan nantinya?

Berikut ini Panduan 99.co Indonesia akan memberikan beberapa ide desain dari berbagai negara yang bisa kamu tiru.

Taman Atap dengan Cahaya Lampu


Taman atap ini bernama “Phoenix Rooftop” di desain oleh BENT Arsitektur, terletak di Melbourne, Australia.

Memiliki luas area 45 meter persegi di atas lantai 30, taman ini menyediakan area fungsional yang mirip dengan taman kota pada umumnya

Tidak hanya menghadirkan berbagai jenis tanaman, taman hijau ini bisa berfungsi sebagai area kumpul keluarga.

Jangan biarkan suasana malam membuat taman atap tampak suram! Kamu bisa tambahkan lampu-lampu dengan warna hangat.

Dan tentu saja membuat taman atap tersebut tampak asyik buat hangout bareng teman dan keluarga.

Taman Atap dengan Kolam Renang


Tak melulu mengenai tanaman, taman atap juga dapat berfungsi sebagai area santai lainnya, seperti kolam renang di atas.

Seperti projek rumah Tel Aviv di atas yang dirancang oleh Pitsou Kedem Architects dengan luas tanah 270 meter persegi dengan 6 lantai ini.

Di area paling atas atau atap rumah, pemilik lebih memilih taman atap dengan area kolam renang dan area santai bersama keluarga.

Opsi ini bisa menjadi pilihan kamu saat akan membuat taman atap.

Taman Atap Kebun Sayur


Bingung mau menanam apa di taman atap?

Sepertinya desain dari TAA Design yang berlokasi di Vietnam ini cocok deh buat kamu yang hobi masak dan kangen suasana pedesaan.

Proyek rumah kecil di area seluas 80 meter persegi memadukan gaya modern dan tradisional, serta mengedepankan hobi pemilik yakni berkebun.

Selain memanfaatkan atap yang miring untuk aktivitas berkebun, taman atap juga berperan sebagai sekat rumah karena dapat mengurangi suhu panas di dalam rumah.

Taman Atap Patio


Proyek bernama 60 White adalah persembahan Bostudio Architecture, di New York.

Bangunan ini memiliki atap menawan yang mewah dan hangat dengan penggunaan material kayu, besi dan beton.

Penggunaan konsep patio pada area atap membuat suasana khusus pertemuan maupun tempat bersantai makin nyaman.

Jika kamu tertarik menerapkan konsep ini ada baiknya untuk menambahkan beberapa tanaman atau pun pot-pot vertikal.

Taman Atap - Area Bermain Anak


Area atap tidak hanya dijadikan taman saja, kamu bisa memanfaatkannya sebagai area bermain.

Seperti desain arsitektur OB Kindergarten and Nursery dari HIBINOSEKKEI + Youji no Shiro di Nagasaki, Jepang.

Taman kanak-kanak ini disulap menjadi area yang menyenangkan dan mengikuti tren arsitektur masa kini.

Memiliki konsep terbang dan melayang di atas laut, membuatnya jadi area yang menyenangkan untuk anak-anak.

Cara Membuat Taman Atap

Sudah siap untuk memulai proyek taman atap?

Tapi sebelum itu sebaiknya kamu harus bekerja di bawah bimbingan ahli professional, karena ada banyak pertimbangan dan resikonya.

  • Berapa standar berat taman pada umumnya?

  • Berapa kemiringan atap untuk membuat taman?

  • Bagaimana cara memperbaiki taman atap?

  • Apa perlu memasang kolam liner untuk tanaman?

  • Seberapa banyak volume air dan drainase pada tanaman?


Beberapa pertanyaan di atas sering dikhawatirkan banyak orang, maka dari itu pendapat para ahli sangat dibutuhkan.

Di bawah ini ada beberapa step yang sering dilakukan oleh tenaga perofesional dalam membuat atap taman, yakni:

Langkah 1 - Perhatikan Sudut Atap

Dalam memasang atap hijau atau green roof dapat dilakukan pada atap datar atau miring.

Jika memilih atap miring, tidak disarankan membangun green roof di atas sudut kemiringan lebih dari 10o .

Karena lebih dari itu akan ada pertimbangan desain agar green roof tidak jatuh tergelincir.

Langkah 2 – Perhatikan Beban Atap

Atap taman memiliki beban berat  60 – 150 kg/meter persegi. Perhatikan apa berat akan bertambah jika turun hujan. 

Memperkuat beban dengan kayu penyangga memang bisa jadi alternatif, tapi ada baiknya konsultasikan dengan ahli professional.

Langkah 3 – Lapisan Tahan Air

Lapisan ini menggunakan bahan karet untuk pelapis kolam yang akan mencegah air atau akar masuk.

Langkah 4 – Kerangka

Kerangka berfungsi sebagai penahan tanah dan tanaman tetap di tempatnya serta menghindari tanah tergenang air saat hujan.

Tips: Buat bingkai dari kayu atau logam, kerangka dapat berbentuk huruf L. 

Untuk kedalamannya sendiri biasanya 100mm serta jarak rangka dan atap sekitar 10mm.

Langkah 5 – Sistem Drainase

Penggunaan kerikil dapat menghindari penyumbatan air yang berlebih, biasanya diletakan di tepi atap.

Pastikan saluran keluar drainase harus dipotong agar air keluar dari atap dan mengalir ke talang atap.

Langkah 6 – Substrat atau Tanah

Kedalaman substrat tentu berbeda berdasarkan vegetasi yang akan ditanam. Pada umumnya kedalaman substrat diantara 70 – 200 mm.

Penggunaan media tanam harus ringan dan rendah nutrisi, jika tidak tanah akan berat dan basah.

Selain itu penggunaan tanah organik dapat membuat tanaman dan gulma tumbuh subur.

Rasio media tanam yang benar adalah 70 – 80% bahan anorganik di campur dengan bahan organik 20 – 30%

Setelah 6 langkah tersebut dijalankan, maka taman atap siap untuk ditanami berbagai vegetasi yang kamu inginkan.

Tips Merawat Taman Atap

Setelah tahu mengenai cara membuat taman atap dengan menggunakan berbagai jenis tanaman, maka kamu juga harus tahu cara merawat tanaman agar tetap sehat dan subur.

  • Perhatikan iklim atau cuaca di atap, hal ini penting memilih tanaman yang tepat

  • Perhatikan datangnya cahaya matahari

  • Pilihlah tanah khusus untuk tanaman yang ada di taman atap

  • Pemasangan sistem irigasi otomatis

  • Pastikan saluran drainase tetap bersih dan bebas dari vegetasi

  • Pastikan tepi kerikil bebas dari vegetasi yang tidak diinginkan

  • Perhatikan jadwal rutin perawatan mulai dari pemangkasan hingga penanaman kembali

Wah, seru banget kan kalau punya taman atap yang nyaman dan bikin betah seharian?

Tapi tetap perhatikan perawatannya dan jangan sampai taman atap dibiarkan begitu saja ya!

Baca juga:

Arsitektur Hijau, Solusi Desain Bangunan yang Ramah Lingkungan


Author:

Dyah Siwi Tridya