9 Cara Membuat Taman Vertikal yang Dapat Mempercantik Rumah

16 Jan 2020 - Yuhan Al Khairi

9 Cara Membuat Taman Vertikal yang Dapat Mempercantik Rumah

Taman vertikal atau vertical garden atau green wall merupakan cara alternatif dalam membangun sebuah taman di tengah minimnya ketersediaan lahan kosong yang kita miliki.

Membangun taman vertikal berbeda dengan membangun taman konvensional. Jika taman konvensional membutuhkan ketersediaan lahan (landscape) kosong yang cukup luas, taman vertikal justru sebaliknya.

Taman ini bisa kamu tempatkan di seluruh bagian rumah, baik indoor ataupun outdoor. Selain itu, taman vertikal tidak membutuhkan landscape lahan kosong, sebab dibangun menjulang ke atas.

Itu sebabnya, banyak orang membuat taman vertikal untuk mempercantik tampilan rumah yang sempit.

Nah, jika kamu berminat untuk membuat taman vertikal sendiri di rumah, ada beberapa cara membuat taman vertikal yang bisa kamu ikuti. Selengkapnya di bawah ini.

9 Cara Membuat Taman Vertikal di Lahan Sempit

Memiliki taman vertikal di rumah memang ide yang menarik. Namun, kita tidak boleh sembarangan dalam membuat taman tersebut. Sebab, taman vertikal yang buruk justru dapat mempersempit tampilan rumah.

Tidak perlu bingung, jika kamu kesulitan dalam menata taman vertikal di rumah, berikut beberapa cara membuat taman vertikal yang bisa dicoba, di antaranya:

  1. Pikirkan Tema Taman Vertikal yang Sesuai


Cara membuat taman vertikal yang pertama adalah dengan memikirkan tema taman vertikal yang sesuai dengan konsep hunian. Hal ini penting, agar taman tersebut tidak merusak estetika dari hunianmu.

Misalnya, jika kamu memiliki rumah dengan desain minimalis, maka pilihlah tema taman vertikal klasik ataupun modern. Sebab, kedua tema tersebut biasanya lebih cocok diaplikasikan pada hunian minimalis.

  1. Tentukan Lokasi Taman Vertikal

Dalam menentukan lokasi taman vertikal, kamu bukan hanya harus mencari bagian dinding mana yang kosong, namun juga mempertimbangkan apakah dinding tersebut terkena sinar matahari atau tidak.

Pasalnya, taman vertikal pun membutuhkan pasokan sinar matahari. Selain itu, pastikan dinding yang akan dipasangi frame tidak rapuh dan dapat menopang taman vertikal secara baik.

  1. Perhitungkan Luas Dinding secara Baik

Sebelum memasang frame, ada baiknya jika kamu memperhitungkan luas dinding tersebut secara baik. Jangan sampai kamu membuat frame yang memiliki ukuran lebih besar daripada dindingnya.

Selain itu, perhatikan pula apakah lokasi dinding cukup aman untuk ‘ditanami’ taman vertikal. Hindari membuat taman vertikal pada dinding yang terlalu sempit dan dikelilingi banyak barang.

Hal ini dimaksudkan, agar ruangan tersebut tidak menjadi terlalu sumpek dengan adanya taman vertikal.

  1. Membuat Frame Taman Vertikal


Setelah menentukan tempat dan menghitung luas permukaan dinding, saatnya kamu membuat frame tersebut. seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sesuaikan ukuran frame dengan luas dinding.

Selain itu, pilihlah material frame yang cukup kuat untuk menopang taman vertikal tersebut. salah satu material yang bisa kamu manfaatkan adalah pipa PVC berukuran ¾ inch.

Sebaiknya, hindari penggunaan besi ataupun rangka kayu, sebab kedua material tersebut gampang berkarat dan cukup rapuh. Jika mau, kamu juga bisa memanfaatkan kawat tebal sebagai frame taman.

  1. Pilih Tanaman secara Tepat

Jenis tanaman yang kamu pilih sedikit banyak mempengaruhi letak dari taman vertikal tersebut. Pasalnya, selayaknya taman konvensional, taman vertikal juga butuh pengairan, angin, dan suhu yang tepat.

Selain selera, pertimbangan dalam memilih tanaman untuk taman vertikal adalah lokasi dari taman tersebut. Logikanya, kamu tentu tidak bisa meletakkan tanaman outdoor di ruang yang tertutup, bukan?

  1. Gunakan Plastik sebagai Pelindung Dinding

Eits, tunggu dulu! Jangan tergesa-gesa memasang rangka taman vertikal apabila kamu belum menyiapkan plastik sebagai pelindung permukaan dinding rumah.

Plastik sendiri berfungsi untuk mencegah masuknya akar tanaman dan merembesnya air pada dinding rumahmu. Selain itu, gunakan plastik dengan ukuran yang lebih besar daripada ukuran frame.

Hal ini dimaksudkan, agar akar tanaman dan airnya tidak merembes dari celah rangka taman vertikal.

  1. Membuat Pot Tanaman


Pemilihan pot tanaman sendiri tak jauh dari jenis tanaman apa yang ingin kamu tanam pada taman vertikal tersebut. Misalnya, kamu ingin menanam sayur-sayuran, maka gunakan pot yang terbuat dari pipa poli.

Namun, apabila kamu ingin menanam tumbuhan hias, maka kamu bisa menggunakan pot plastik biasa ataupun pot yang terbuat dari kain.

  1. Membuat Sistem Drainase Taman Vertikal

Sistem drainase merupakan hal yang paling penting untuk diperhatikan ketika membangun sebuah taman vertikal. Sebab, fungsi drainase adalah untuk mengatur dan menyerap kandungan air di dalam tanah.

Dengan sistem drainase yang baik, tanaman yang terdapat pada taman vertikal tersebut akan tumbuh lebih sehat. Selain itu, drainase juga akan menyerap kelebihan air agar tidak menggenangi lantai rumah.

Biasanya, orang menggunakan pipa poli sebagai sistem drainase taman vertikal. Apabila kamu menanam sayur-sayuran, pipa poli tersebut dapat berfungsi sebagai pot dan sistem drainase sekaligus.

  1. Rawat Tanaman dengan Baik

Cara membuat taman vertikal yang terakhir adalah dengan merawat tanaman tersebut dengan baik. Percuma saja, jika desain taman sudah menarik, namun tanaman di dalamnya tidak subur dan indah.

Oleh sebab itu, rawat dan peliharalah tanaman tersebut secara baik dan telaten. Penuhi kebutuhan air, matahari, dan juga pupuknya. Pangkas tumbuhan yang terlihat sudah mulai rimbun dan panjang.

Hal ini dimaksudkan, agar tumbuhan tersebut tidak menjalar ke seluruh dinding dan memenuhi ruangan.

Berikut beberapa cara membuat taman vertikal yang benar di dalam rumah yang sempit. Semoga ulasan di atas dapat menginspirasi Anda dalam membangun sebuah taman vertikal ya.

Selamat mencoba!

Author:

Yuhan Al Khairi