5 Bagian-Bagian Tangga Rumah beserta Standar Ukuran dan Fungsinya

Last update: 5 Maret 2024 4 min read
Author:

Setiap bagian-bagian tangga rumah memiliki fungsi masing-masing, ini penting diketahui sebelum kamu membangun atau membeli sebuah hunian.

Secara umum, tangga berfungsi sebagai penghubung antara lantai satu dan dua pada sebuah bangunan.

Bentuknya menyerupai jalur bertingkat-tingkat, sehingga dapat digunakan sebagai pijakan untuk menuju ke lantai dua.

Tidak sekadar dibuat, tangga ternyata mempunyai struktur yang saling terhubung satu sama lain.

Nah, artikel ini akan mengulas nama dari struktur-struktur tangga yang perlu kamu ketahui.

Agar tidak salah, simak ulasan ini sampai selesai, ya.

Baca juga: Berapa Ukuran Tangga Rumah Tinggi 3 Meter yang Ideal? Ini Penjelasannya

Bagian-Bagian Tangga Rumah

1. Ibu Tangga

bagian bagian tangga di bawah h2

Foto: yudha-arch.blogspot.com

Kamu pasti tidak asing dengan istilah ibu tangga, bukan?

Ibu tangga adalah bagian utama dari sebuah tangga.

Bentuk ibu tangga berupa papan miring sebagai permukaan pijakan tangga. 

Bagian ini memikul beban tubuh seseorang yang melangkah naik atau turun di tangga.

Karena itu, ibu tangga idealnya dibuat dari bahan yang kuat karena menjadi inti konstruksi tangga.

Beberapa bahan yang cocok dibuat jadi ibu tangga seperti baja, beton bertulang, dan kayu keras.

2. Anak Tangga

Bagian-bagian tangga berikutnya adalah anak tangga.

Anak tangga merupakan tepian horizontal pada kaki ibu tangga. 

Elemen tangga ini berfungsi sebagai pijakan kaki saat seseorang naik atau menuruni sebuah tangga.

Tidak boleh asal dibuat, anak tangga harus dirancang dengan jarak yang tepat agar nyaman saat digunakan.

3. Railing Tangga 

Tangga di rumah idealnya mempunyai sebuah pegangan yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan.

Pegangan pada sebuah tangga itulah yang disebut sebagai railing.

Secara arti, railing tangga adalah pegangan tangan yang dipasang di sisi kiri dan kanan ibu tangga, untuk mendukung keseimbangan dan keamanan saat menaiki atau menuruni sebuah tangga. 

Material railing tangga biasanya terbuat dari kayu atau mungkin besi.

4. Baluster 

Fungsi baluster hampir mirip dengan railing, ia bertugas sebagai elemen pengaman di sebuah tangga.

Baluster merupakan komponen vertikal yang berbaris secara berulang di antara pegangan tangan (railing). 

Bagian tangga tersebut berfungsi sebagai pagar atau pembatas di sisi tangga. 

Keberadaan baluster cukup penting, khususnya bila di rumah mempunyai anak kecil.

Dengan adanya baluster, anak-anak yang menaiki tangga akan lebih aman dari risiko terjatuh.

Baca juga: 7 Model Pagar Tangga Minimalis Terbaru

5. Riser Tangga

Riser Tangga

Foto: hargaparket.com

Bagian tangga bernama riser punya fungsi yang cukup penting.

Dari segi arti, riser adalah bagian vertikal dari tangga yang menghubungkan satu anak tangga dengan anak tangga lainnya.

Bagian ini tidak dipijak, tetapi jadi elemen penting dalam menentukan kenyamanan saat menaiki sebuah tangga.

6. Bordes Tangga

Bagian-bagian tangga yang terakhir adalah bordes.

Namun, tidak semua tangga di rumah akan dilengkapi oleh elemen yang satu ini.

Pasalnya, bordes adalah semacam tempat istirahat sementara di setiap beberapa tingkat tangga.

Sederhananya, bordes dipakai sebagai area peralihan jika sebuah tangga mempunyai belokan.

Andai di rumah bentuk tangganya lurus, penggunaan bordes tentu tidak dibutuhkan.

Sebagian orang sering memanfaatkan bordes untuk tempat menyimpan hiasan.

Bordes sendiri punya ukuran yang besar, sehingga cukup untuk menyimpan aneka hiasan seperti tanaman hias.

Baca juga: 9 Ide Model Tangga Rumah, Ada yang Jadi Ruang Kerja!

Ukuran Tangga di Rumah yang Ideal

Setelah mengetahui nama dan unsur-unsur sebuah tangga, kali ini akan ada ulasan tentang standar ukuran tangga yang ideal.

Selain demi kenyamanan, pembuatan tangga di rumah juga harus memerhatikan faktor keamanan.

Karena itu, berikut ukuran tangga yang ideal pada sebuah rumah:

1. Kemiringan Tangga

Kemiringan tangga yang ideal adalah 30-45 derajat

Tangga yang paling banyak dibuat adalah dengan kemiringan 30 derajat. 

Pasalnya, kemiringan tersebut dianggap paling nyaman. 

Sementara, kemiringan yang terlalu curam (>45 derajat) atau terlalu landai (<30 derajat) kurang nyaman dan kurang aman digunakan.

2. Lebar Tangga

Lebar tangga juga harus diperhatikan baik-baik.

Sebuah tanggal biasanya mempunyai lebar antara 90-120 cm. 

Untuk mendapatkan tangga yang nyaman, kamu bisa mengondisikan lebar minimal tangga sekitar 80 cm. 

3. Panjang Riser

Seperti yang sudah disebutkan di atas, riser punya fungsi yang cukup krusial.

Sebaiknya riser tangga di rumah dibuat berkisar 15-18 cm.

Ukuran tanjakan tangga yang terlalu rendah atau terlampau tinggi pasti bisa mengurangi kenyamanan.

Terutama jika kamu punya anak kecil, ukuran riser yang tepat akan mencegah hal-hal buruk terjadi.

Itulah elemen pembentuk tangga di rumah yang perlu diketahui.

Pastikan seluruh elemen tangga memenuhi standar, untuk menjamin kenyamanan sekaligus menjaga keamanan seluruh penghuni.

Semoga bermanfaat!

 

Sejak kuliah sudah aktif menulis di Pers Kampus. Usai lulus, Insan menjadi penulis lepas yang fokus dengan topik gaya hidup dan sepak bola. Kini, menulis di 99 Group dengan membahas seputar properti, termasuk desain rumah dan info KPR.