
Keramik 40×40 merupakan salah satu ukuran keramik yang cukup populer.
Pasalnya, ukuran ini dianggap tidak terlalu besar maupun kecil sehingga cocok digunakan di berbagai jenis ruangan, mulai dari kamar mandi, dapur, ruang tamu, hingga teras.
Namun, seperti halnya penggunaan keramik pada umumnya, diperlukan perhitungan yang matang sebelum memasang keramik ukuran 40×40 agar kamu terhindar dari kelebihan atau kekurangan material.
Banyak orang menganggap bahwa menghitung kebutuhan keramik 40×40 itu sulit.
Padahal, kenyataannya, perhitungan kebutuhan keramik ukuran ini cukup mudah dilakukan selama mengikuti langkah-langkah di bawah ini!
Cara Menghitung Kebutuhan Keramik 40×40

1. Cara Menghitung Kebutuhan Keramik 40×40 dengan Mengukur Luas Lantai
Cara pertama untuk menghitung kebutuhan keramik 40×40 adalah dengan mengukur luas lantai.
Jika ruangan berbentuk persegi atau persegi panjang, kamu bisa menggunakan rumus sederhana, yaitu Panjang × Lebar.
Namun, apabila ruangan memiliki bentuk tidak beraturan, seperti segitiga atau lingkaran, perhitungan perlu disesuaikan dengan rumus masing-masing bentuk bidang tersebut.
Sebagai contoh, jika ruangan terdiri dari kombinasi bentuk kotak dan segitiga, kamu bisa menghitung luas masing-masing bagian secara terpisah.
Gunakan rumus persegi untuk area berbentuk kotak, dan rumus segitiga untuk area berbentuk segitiga.
Baca juga: 13 Model Keramik Lantai Minimalis untuk Interior di Rumah Impian!
2. Menghitung Luas Keramik
Setelah mengukur luas lantai, cara menghitung keramik lantai selanjutnya adalah mengetahui luas satu keping keramik.
Dalam perhitungan ini, kamu juga perlu memperhitungkan celah antar keramik atau nat yang akan digunakan.
Adapun rumus yang dapat digunakan adalah:
Luas Satu Keramik = (Panjang Ubin + Lebar Nat) × (Lebar Ubin + Lebar Nat)
Nat sendiri menjadi faktor penting yang harus diperhitungkan, karena berfungsi untuk menjaga keramik tetap stabil, meredam tekanan, serta memperindah tampilan lantai atau dinding.
3. Hitung Jumlah Keramik

Cara menghitung kebutuhan keramik lantai 40×40 cm ini merupakan langkah paling penting dalam merencanakan pemasangan keramik.
Untuk mengetahui jumlah keramik yang dibutuhkan, kamu dapat menggunakan rumus berikut:
Jumlah Keramik = Total Luas Ruangan ÷ Luas Satu Keping Keramik
Sebagai contoh, sebuah ruangan memiliki luas 70 m2, dan luas satu keping keramik ukuran 40×40 cm adalah 0,16 m2.
Maka, perhitungannya adalah:
70 m² ÷ 0,16 m² = 437,5 (dibulatkan menjadi 438) keping keramik.
Jadi, kamu membutuhkan sekitar 438 keping keramik untuk menutupi seluruh ruangan tersebut.
4. Ketahui Kebutuhan Keramik per Dus
Umumnya, satu dus keramik berisi beberapa keping.
Untuk keramik ukuran 40×40 cm, satu dus biasanya berisi 6 keping.
Setelah mengetahui jumlah keping yang dibutuhkan, kamu bisa menghitung jumlah dus yang harus dibeli.
Gunakan rumus berikut untuk menghitungnya:
Jumlah Dus = Total Kebutuhan Keramik ÷ Jumlah Keramik dalam 1 Dus
Sebagai contoh, jika kebutuhan keramik yang diperlukan adalah 438 keping, maka perhitungannya adalah:
438 ÷ 6 = 73 dus keramik.
Dengan demikian, kamu perlu membeli 73 dus keramik untuk menutupi seluruh ruangan.
5. Siapkan Cadangan Keramik
Perhitungan yang telah disebutkan di atas tidak bersifat mutlak, karena kamu perlu menyesuaikannya dengan kebutuhan sebenarnya.
Saat menghitung jumlah keramik per dus, penting untuk mempertimbangkan cadangan.
Keramik cadangan diperlukan untuk mengantisipasi kerusakan, pecah, atau kekurangan bahan selama pemasangan.
Adapun persentase cadangan yang disarankan adalah:
- 3% untuk keramik yang dipasang secara horizontal
- 7% untuk keramik yang dipasang secara vertikal
Dengan tambahan cadangan ini, kamu bisa lebih tenang menghadapi kemungkinan kekurangan bahan saat pemasangan.
Baca juga: Cara Pasang Keramik Lantai dari Awal untuk Berbagai Ukuran
Demikian informasi lengkap seputar cara menghitung kebutuhan keramik 40×40.
Semoga informasi di atas membantu!