
Terlihat mudah, cara pasang keramik lantai sejatinya memerlukan ketelitian yang tinggi.
Bila dikerjakan tanpa perhitungan tepat, pemasangan keramik bisa saja gagal.
Terlebih jika kamu berencana memasang keramik tanpa bantuan tukang.
Penting untuk mengetahui teknik atau cara pasang keramik lantai dari awal.
Sebagai panduan, berikut langkah-langkah pemasangan keramik lantai yang bisa diikuti.
Baca juga: 10 Jenis Keramik Terpopuler beserta Kelebihan dan Kekurangannya
Cara Memasang Keramik dari Awal
1. Persiapkan Alat dan Bahan
Sebelum memasang keramik, kamu harus menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
Adapun alat dan bahan tersebut adalah:
Alat-Alat
- Palu karet
- Waterpas (alat untuk mengukur kerataan bidang)
- Meteran
- Benang
- Cutter keramik atau mesin pemotong keramik
- Sekop semen
- Roskam bergigi
- Ember
- Spons atau kain lap
- Palu dan pahat (untuk membongkar lantai lama jika perlu)
- Crosser/spacer (penjarak antar keramik)
- Kuas
Bahan-Bahan:
- Keramik lantai
- Semen khusus perekat keramik
- Pasir halus
- Semen warna (nat)
- Air bersih
2. Persiapkan Lantai
Supaya pemasangan keramik berjalan dengan baik, pastikan lantainya bersih dari debu dan kotoran.
Bukan hanya bersih, kamu juga harus memastikan bahwa permukaan lantai rata.
Silakan cek menggunakan alat waterpass untuk melihat tingkat kerataan bidang lantai.
Bila ada area yang tidak rata, perbaiki terlebih dulu dengan campuran semen.
3. Pasang Benang sebagai Batas
Setelah permukaan lantai rata, pasang benang agar lantai yang dipasang tidak miring.
Untuk memasangnya, kamu bisa menarik benang di sepanjang pinggir atau tengah lantai.
Usahakan pemasangannya lurus, benang akan menjadi acuanmu dalam memasang keramik.
Sebagai gambaran, kamu bisa menyusun terlebih dulu keramik tanpa perekat pada bidang yang sudah dipasangi benang.
Tujuannya untuk memperkirakan penempatan dan menentukan potongan keramik yang diperlukan, khususnya di area siku dinding.
Baca juga: Cara Menghitung Kebutuhan Keramik untuk Berbagai Ukuran
4. Rendam Keramik
Kamu harus merendam keramik terlebih dulu sebelum dipasang.
Mengapa demikian? Tujuannya untuk melihat daya serap air pada permukaan belakang keramik.
Selain itu, proses perendaman dilakukan untuk mempermudahmu dalam pemasangannya.
Bila keramik tidak direndam terlebih dulu, keramik dapat menyerap air atau kelembapan dari campuran semen.
Akibatnya, keramik tidak dapat melekat dengan baik karena ada celah di antara ubin dan semen.
5. Buat Adukan Semen dan Pasir
Kamu bisa membuat adukan semen dan pasir dengan perbandingan 1:3 atau 1:4.
Lalu, tambahkan pula sedikit air ke dalam adukan tersebut.
Namun, jangan memakai air terlalu banyak agar hasil adukan tidak terlalu encer.
6. Pasang Keramik
Setelah langkah dilalui, kamu sudah siap untuk memasang keramik.
Proses pemasangan keramik cukup simpel, berikut prosesnya:
- Oleskan adukan semen dan pasir pada lantai;
- Gunakan roskam bergigi untuk mengoleskan perekat di area sekitar 1 meter persegi;
- Ratakan perekat dengan sisi bergerigi;
- Pasang keramik pada bidang yang sudah terisi perekat;
- Ketuk permukaan keramik yang sudah dipasang dengan palu karet untuk memastikan tidak ada rongga udara;
- Gunakan crosser/spacer untuk menjaga jarak antar-keramik (biasanya 2-3 mm);
- Gunakan waterpass untuk memeriksa tingkat kerataan keramik;
- Bila seluruh permukaan lantai sudah terisi keramik, tunggu 1-2 hari sampai perekatnya kering;
- Oleskan nat ke celah antara keramik menggunakan spons basah atau alat khusus;
- Tunggu sampai nat kering sempurna sekitar 2-3 jam; dan
- Terakhir, bersihkan permukaan keramik untuk menghilangkan semen atau sisa-sisa kotoran yang menempel.
Cara Pasang Keramik sesuai Ukuran
Pada dasarnya, semua ukuran keramik dapat dipasang dengan teknik yang sama.
Faktor pembedanya hanya terletak pada komposisi adonan semen keramik tersebut.
Misalnya untuk memasang kemarik lantai 40×40, maka kamu membutuhkan takaran adonan standar 1:3 atau 1:4
Ukuran keramik 40×40 tergolong sedang, sehingga tidak membutuhkan adonan yang banyak.
Sementara, untuk keramik 50×50, perbandingan semen dan pasirnya harus mencapai 1:2,5.
Bagaimana dengan keramik 60×60? Mengingat ukuran dan bobotnya lebih besar, keramik ini membutuhkan semen dan pasir dengan perbandingan 1:2.
Semakin besar ukuran keramik, maka adonan semen yang dibutuhkan akan semakin besar.
Hal ini dimaksudkan agar keramik benar-benar kuat dan tidak mudah retak.
Baca juga: 8 Pilihan Warna Keramik agar Rumah Terlihat Luas, Patut Dicoba!
Demikianlah cara pasang keramik lantai yang menarik untuk dipelajari.
Semoga informasi bermanfaat.
Selamat mencoba!

