8 Cara Plester Lantai Supaya Tidak Retak, Mudah Diterapkan!

Last update: 25 Maret 2025 3 min read
Author:

Cara plester lantai harus dilakukan dengan benar.

Jika asal-asalan, hasilnya akan terlihat kurang maksimal dan mudah retak.

Plester lantai merupakan salah satu tahapan penting dalam proses konstruksi.

Proses ini berfungsi untuk meratakan dan memperkuat permukaan lantai.

Karena itu, diperlukan teknik yang tepat agar hasil plester tetap kuat dan tahan lama.

Sebagai referensi, berikut cara plester lantai yang bisa diterapkan.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Lantai Plester, Keunggulan dan Tips Membuatnya

Gunakan Campuran yang Tepat

campuran untuk lantai plester

Salah satu penyebab utama retaknya plesteran lantai adalah campuran semen dan pasir yang tidak sesuai.

Idealnya, perbandingan antara semen dan pasir adalah 1:3 atau 1:4, tergantung pada kebutuhan proyek.

Campuran yang terlalu encer akan mengurangi daya rekat dan kekuatan plester.

Sedangkan campuran yang terlalu kering dapat menyulitkan proses aplikasi.

Pastikan kamu juga menggunakan air dalam jumlah yang cukup agar adukan mudah diaplikasikan.

Bersihkan dan Basahi Permukaan Lantai

Sebelum memulai cara plester lantai, pastikan terlebih dahulu permukaannya dalam kondisi bersih.

Pasalnya, debu, minyak, atau kotoran yang menempel dapat mengurangi daya rekat plester.

Selain itu, basahi permukaan lantai dengan air secukupnya.

Hal ini dilakukan agar lantai tidak menyerap kelembapan dari adukan plester terlalu cepat.

Jika lantai terlalu kering saat plester diaplikasikan, maka risiko retak menjadi lebih tinggi.

Gunakan Lapisan Perekat atau Primer

Gunakan bonding agent atau lapisan primer khusus untuk meningkatkan daya rekat lantai dan plester.

Produk ini biasanya diaplikasikan sebelum plesteran dilakukan.

Fungsinya sendiri adalah memastikan adukan menempel dengan kuat pada permukaan lantai.

Dengan penggunaan bonding agent yang tepat, risiko plester mengelupas atau retak bisa diminimalisasi.

Aplikasikan Adukan secara Bertahap

Jangan langsung menuangkan adukan plester dalam jumlah besar.

Pasalnya, hal ini dapat mengakibatkan ketidakseimbangan tekanan dan retak pada permukaannya.

Sebaiknya, plester diaplikasikan secara bertahap dengan ketebalan sekitar 1-2 cm per lapisan.

Jika diperlukan lapisan yang lebih tebal, biarkan lapisan pertama mengering terlebih dahulu.

Cara terebut dilakukan agar struktur plester tetap kuat dan terlihat maksimal.

Lakukan Proses Pengeringan dengan Benar

proses pengeringan plester lantai

Setelah plester diaplikasikan, pengeringan yang terlalu cepat dapat meningkatkan risiko retak.

Karena itu, untuk mencegah hal ini, lakukan proses curing atau perawatan dengan cara yang tepat.

Kamu bisa menyiram permukaan lantai secara berkala selama beberapa hari pertama.

Lalu, tutup permukaan plester dengan kain basah atau plastik untuk menjaga kelembapannya.

Jika dilakukan dengan benar, maka hasil plester lantai akan lebih awet dan terlihat prima.

Gunakan Tulangan Kawat Ayam atau Wiremesh

Penggunaan tulangan seperti kawat ayam atau wiremesh sangat disarankan

Apalagi jika lantai berada di area yang sering mengalami getaran atau perubahan suhu ekstrem.

Tulangan ini akan membantu memperkuat struktur plester dan mencegah retak akibat pergerakan lantai.

Selain itu, tulangan juga berfungsi untuk menahan tekanan dari atas agar plester tidak mudah pecah.

Buat Celah Pemuaian (Expansion Joint)

Untuk area lantai yang luas, kamu perlu membuat celah pemuaian atau expansion joint.

Hal ini dimaksudkan agar plester memiliki ruang memuai saat terjadi perubahan suhu atau tekanan.

Expansion joint sendiri biasanya dibuat dengan ukuran dan jarak tertentu.

Celahnya bisa pula diisi dengan bahan fleksibel seperti sealant atau karet.

Hal ini dilakukan agar plesteran tetap kuat dan tidak mudah retak.

Gunakan Semen Berkualitas Baik

Terakhir, cara plester lantai yang harus diperhatikan adalah memilih semen berkualitas.

Pasalnya, kualitas semen juga mempengaruhi hasil akhir dari plesteran lantai, lho.

Pilihlah semen berkualitas tinggi yang memiliki daya rekat dan kekuatan baik.

Semen berkualitas rendah cenderung menghasilkan plesteran yang rapuh dan lebih mudah retak.

Baca juga: Ukuran Sloof Rumah 2 Lantai yang Benar agar Strukturnya Kokoh dan Aman

Demikianlah cara plester lantai supaya tidak mudah retak yang bisa kamu coba.

Semoga ulasan di atas bermanfaat.

 

Mengawali karir sebagai Copywriter/Content Writer, Yuhan saat ini bertanggung jawab sebagai Content Editor untuk konten Panduan dan berbagai halaman lain di 99.co Indonesia. Dengan pengalaman +4 tahun, ia memiliki pengetahuan mumpuni dalam membuat konten yang informatif khususnya pada kategori properti. Tidak puas dengan menulis dan menyunting, Yuhan juga memperdalam kemampuannya dengan mempelajari User Experience (UX) dan digital marketing.