Ukuran Sloof Rumah 2 Lantai yang Benar agar Strukturnya Kokoh dan Aman

Last update: 4 Maret 2025 4 min read
Author:

Berapa ukuran sloof rumah 2 lantai? Kisarannya mencapai 15×35 cm atau 20×30 cm.

Ukuran ini dianggap ideal karena mampu menopang beban tambahan dari lantai atas bangunan.

Namun, lebar, ketinggian, ketebalan, dan jarak masing-masing sloof juga perlu diperhatikan.

Hal ini dimaksudkan agar sloof dapat berfungsi dengan baik dalam menjaga struktur rumah 2 lantai.

Lantas, apa yang dimaksud dengan sloof? Bagaimana pula fungsinya pada sebuah bangunan?

Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Pengertian dan Fungsi Sloof Rumah

gambar sloof Rumah 2 lantai

Sloof adalah bagian dalam struktur bangunan yang berfungsi sebagai penghubung antara pondasi dan dinding.

Bagian ini berperan dalam mendistribusikan beban hidup dan mati dari bangunan ke pondasi agar strukturnya lebih stabil.

Beban hidup adalah aktivitas penghuni, perabot, serta benda-benda yang berpindah di dalam rumah.

Sedangkan beban mati merupakan berat material rumah, seperti dinding, atap, dan lantai atasnya.

Karena itu, jika tidak menggunakan sloof, rumah menjadi lebih rentan terhadap gempa atau tekanan angin.

Bahkan, tidak hanya rumah bertingkat, sloof juga digunakan pada bangunan satu lantai.

Fungsinya relatif sama, yakni memperkuat fondari rumah terutama jika berdiri di tanah yang kurang stabil.

Ukuran Sloof Rumah 2 Lantai

Pada dasarnya, ukuran sloof untuk tiap-tiap rumah 2 lantai berbeda-beda.

Hal ini bergantung pada beban struktur, kondisi tanah, dan desain konstruksi.

Karena itu, sebaiknya libatkan tukang profesional dalam menentukan ukuran sloof rumah 2 lantai yang tepat.

Namun, sebagai referensi, berikut standar lebar, tinggi, tebal, dan jarak antar-sloof  yang menarik diketahui.

1. Lebar Sloof

Pada rumah 2 lantai, lebar sloof biasanya dibuat dengan ukuran standar, yakni 15-30 cm.

Namun, jika rumah tergolong besar atau memiliki material berat, sloof bisa dibuat selebar 30-40 cm atau lebih.

2. Tinggi Sloof

Tinggi sloof untuk rumah 2 lantai disarankan berkisar 20-40 cm.

Ketinggian ini dinilai ideal karena masih menyediakan ruang antara konstruksi dinding dan lantai rumah.

Hal ini penting karena dapat meminimalisasi terjadinya kerusakan struktur dan bangunan roboh.

3. Tebal Sloof

Tingkat ketebalan sloof rumah 2 lantai biasanya berkisar 7,5-10 cm.

Semakin besar beban strukturnya, maka semakin tebal pula sloof yang harus dibuat.

Selain itu, kebutuhan besi beton tulangan untuk sloof tersebut juga menjadi lebih besar.

Umumnya menggunakan 6 batang besi beton berdiameter 12 mm.

4. Jarak Antar-sloof

Terakhir, jarak antar-sloof biasanya dibuat sekitar 2-3 meter.

Namun, semakin besar lebar, tinggi dan tingkat ketebalan sloof, maka semakin besar pula jarak antar-sloof yang kamu butuhkan.

Material dan Komposisi Besi untuk Sloof Rumah

ukuran kolom balok dan sloof rumah 2 lantai

Sloof dibuat menggunakan beton bertulang dengan campuran sesuai kebutuhan bangunan.

Secara umum, material pembentuk sloof sendiri, di antaranya:

  • Beton dengan campuran standar 1:2:3 (semen, pasir, dan kerikil) untuk mendapatkan beton berkualitas tinggi.
  • Besi tulangan utama dengan ukuran 12-16 mm, tergantung pada kebutuhan struktur.
  • Besi begel atau stirrup berukuran 8 mm dengan jarak pemasangan sekitar 15-20 cm untuk menjaga bentuk dan kekuatan sloof.

Pemilihan material berkualitas sangat penting untuk memastikan sloof dapat bertahan dalam waktu lama.

Beton yang terlalu encer atau tidak memiliki proporsi tepat bisa mengakibatkan sloof mudah retak.

Karena itu, proses pencampuran beton harus dilakukan dengan baik dan benar.

Bahkan, jika perlu, gunakan beton ready-mix untuk memastikan kualitasnya lebih terjamin.

Cara Membuat Sloof Rumah yang Benar

Membuat sloof rumah 2 lantai sendiri memang tidak direkomendasikan.

Proses ini harus melibatkan tenaga profesional agar hasilnya maksimal dan aman digunakan.

Namun, tidak ada salahnya jika kamu ingin mempelajari bagaimana cara membuat sloof rumah yang benar.

Secara singkat, berikut beberapa tahapan yang akan dilalui:

  1. Persiapan: Menentukan ukuran dan menggali tanah sesuai rencana konstruksi. Penggalian harus dilakukan dengan kedalaman yang cukup agar sloof memiliki daya dukung yang baik.
  2. Pemasangan Bekisting: Membuat cetakan kayu atau besi untuk menahan beton saat pengecoran. Bekisting atau kotak cetak harus dipasang dengan kokoh agar tidak berubah bentuk selama pengecoran.
  3. Pemasangan Tulangan Besi: Menyusun besi tulangan utama dan begel sesuai desain struktur. Pemasangan harus dilakukan dengan rapi dan mengikuti jarak yang sudah ditentukan.
  4. Pengecoran Beton: Menuangkan campuran beton ke dalam bekisting secara merata dan memadatkannya. Proses ini harus dilakukan secara bertahap agar tidak ada rongga udara yang dapat melemahkan sloof.
  5. Perawatan Beton: Menyiram beton secara berkala selama 7-14 hari untuk mencegah retak akibat pengeringan cepat. Perawatan ini sangat penting untuk meningkatkan kekuatan beton secara optimal.

Demikianlah pembahasan lengkap mengenai ukuran sloof rumah 2 lantai yang penting untuk diketahui.

Semoga ulasan di atas bermanfaat, ya.

Selamat membangun rumah!

 

Mengawali karir sebagai Copywriter/Content Writer, Yuhan saat ini bertanggung jawab sebagai Content Editor untuk konten Panduan dan berbagai halaman lain di 99.co Indonesia. Dengan pengalaman +4 tahun, ia memiliki pengetahuan mumpuni dalam membuat konten yang informatif khususnya pada kategori properti. Tidak puas dengan menulis dan menyunting, Yuhan juga memperdalam kemampuannya dengan mempelajari User Experience (UX) dan digital marketing.