Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan | Dagang dan Manufaktur

Last update: 19 Agustus 2025 7 min read
Author:

Bagi seorang pebisnis, cara menghitung harga pokok penjualan (HPP) sangatlah penting. 

Hal ini berguna untuk mengetahui berapa besaran biaya yang dibutuhkan sebelum proses produksi barang dilakukan.

Istilah HPP sebenarnya cukup sering digunakan, apalagi jika kamu berkecimpung di dunia bisnis

Namun, apabila kamu tidak familiar dengan istilah ini, HPP bisa diartikan sebagai total keseluruhan pengeluaran.

Pengeluaran apakah itu? 

Pengeluaran atau badan yang harus ditanggung oleh sebuah perusahaan – baik langsung ataupun tidak, agar barang yang diproduksi bisa dijual dan juga digunakan.

Berdasarkan penjelasan tersebut kita dapat mengambil kesimpulan, dengan menghitung HPP sebuah perusahaan bisa menentukan harga jual dan menghitung laba rugi dari produk yang akan dipasarkan.

Maka dari itu, bagi kamu seorang wirausahawan yang ingin mengetahui cara menghitung harga pokok penjualan sebuah produk, berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan.

Komponen Penentu Harga Pokok Penjualan

Sebelum kita melihat bagaimana cara menghitung harga pokok penjualan, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu komponen-komponen penentu harga pokok penjualan sebuah produk.

Komponen penentu harga penjualan ini tak kalah pentingnya untuk disimak.

Sebab masing-masing model bisnis perusahaan memiliki komponen penentu harga dan cara menghitung HPP yang berbeda-beda.

Untuk membantumu memahami pembahasan berikut ini, mari kita asumsikan saja jika kamu sedang menjalankan sebuah perusahaan dagang. 

Jika demikian, berikut komponen penentu harga penjualannya:

  • Persediaan Awal Barang Dagangan

Apa itu persediaan awal barang dagangan? 

Istilah yang satu ini merujuk pada persediaan barang/produk yang sedang kamu pasarkan, khususnya di awal periode atau tahun buku berjalan.

Untuk mengetahui besaran saldo persediaan awal barang dagangan, kamu bisa dilihat pada neraca saldo periode berjalan atau neraca awal perusahaan, serta neraca tahun sebelumnya.

  • Persediaan Akhir Barang Dagangan

Selain persediaan awal barang dagangan, salah satu komponen penentu harga pokok penjualan adalah persediaan akhir barang dagangan pada saat akhir periode atau saat akhir tahun buku berjalan.

Berbeda dengan persediaan awal barang dagangan, persediaan akhir barang dagangan ini dapat diketahui saldonya melalui data penyesuaian perusahaan pada akhir periode atau saat akhir tahun buku berjalan.

  • Total Biaya Pembelian Bersih

Biaya pembelian bersih adalah seluruh total pembelian barang dagang yang dilakukan oleh perusahaan.

Pembelian tersebut meliputi barang-barang yang dibeli secara tunai ataupun secara kredit.

Ditambah dengan biaya angkut pembelian, serta dikurangi potongan pembelian dan retur pembelian tersebut.

Setelah mengetahui apa saja komponen penentu harga pokok penjualan pada perusahaan dagang, kini kamu sudah siap untuk mengetahui cara menghitung harga pokok penjualan. 

Selengkapnya di bawah ini.

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan Perusahaan Dagang

Cara menghitung harga pokok penjualan pada perusahaan dagang dapat dilakukan dalam beberapa tahap.

Yakni menghitung penjualan bersih, pembelian bersih, persediaan barang lalu menghitung HPP-nya.

Masing-masing langkah tersebut juga memiliki rumus perhitungannya tersendiri, seperti:

  • Rumus hitungan penjualan bersih:

“Penjualan – (retur penjualan + potongan penjualan) = penjualan bersih”

  • Rumus hitungan pembelian bersih:

“(Pembelian + ongkos angkut) – (retur pembelian + potongan pembelian) = pembelian bersih”

  • Rumus hitungan persediaan barang:

“Persediaan awal + pembelian bersih = persediaan barang”

  • Rumus perhitungan harga pokok penjualan:

“Persediaan barang – persediaan akhir = harga pokok penjualan”

Setelah mengetahui rumus-rumus yang kamu butuhkan dalam melakukan cara menghitung harga pokok penjualan, simak simulasi perhitungan HPP perusahaan dagang di bawah ini.

Simulasi Perhitungan Harga Pokok Penjualan

Dengan menggunakan rumus di atas, kita dapat mengetahui cara menghitung harga pokok penjualan dengan simulasi perhitungan HPP. 

Mari kita asumsikan jika bisnismu bergerak dibidang perdagangan.

Nama usaha dagang milikmu tersebut adalah Toko Moti, lalu kamu ingin menghitung HPP per tanggal 31 Januari 2020. 

Berikut simulasi perhitungan HPP-nya:

Harga Pokok Penjualan

UD. Toko Moti

Per 31 Januari 2020

Persediaan awal barang dagangan Rp20.000.000

Pembelian Rp80.000.000

Beban angkut pembelian Rp2.000.000 +

Total pembelian Rp82.000.000

Retur pembelian dan PH Rp2.500.000

Potongan pembelian Rp3.500.000 +

Total potongan pembelian Rp6.000.000

Total pembelian bersih (Rp82 juta – Rp6 juta) = Rp76.000.000

Barang tersedia untuk dijual (Rp20 juta + Rp76 juta) =Rp96.000.000

Persediaan akhir barang dagangan Rp13.000.000-

Harga Pokok Penjualan (PPH) Rp83.000.000

***

Berdasarkan simulasi cara menghitung harga pokok penjualan di atas dapat diketahui jika UD. Toko Moti, memiliki harga pokok penjualan atau PPH sebesar Rp83.000.000.

Itu apabila usaha yang kamu jalankan merupakan sebuah perusahaan dagang. 

Bagaimana jika usaha tersebut bergerak di bidang manufaktur? 

Maka, cara menghitung harga pokok penjualannya akan sedikit berbeda.

Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan Perusahaan Manufaktur

Secara umum, perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang dagangannya, mulai dari bahan baku yang masih mentah hingga menentukan besaran HPP-nya secara pribadi.

Oleh sebab itu, komponen penentu harga pada perusahaan manufaktur berbeda dengan perusahaan dagang. 

Pada perusahaan manufaktur komponen yang dipakai, seperti:

  • Bahan Baku yang Digunakan

Bahan baku adalah modal utama yang harus diketahui ketika proses produksi barang. 

Selain itu, dengan mengetahui jumlah bahan baku yang tersisa di akhir periode kita bisa menghitung HPP perusahaan.

Rumus perhitungan bahan baku adalah:

“Bahan Baku Terpakai = Saldo Awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku –  Saldo Akhir Bahan Baku”

  • Biaya Produksi Lain

Proses produksi barang, mulai dari bahan mentah hingga dipasarkan ke masyarakat adalah perjalanan yang panjang. 

Banyak biaya lain yang harus diperhitungkan sebelum proses tersebut berlangsung.

Beberapa biaya produksi lain, yang biasanya dikeluarkan oleh perusahaan manufaktur di antaranya biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead (seperti listrik, reparasi, maintenance, dan lain-lain).

  • Total Biaya Produksi

Total biaya produksi atau biasa disebut harga pokok produksi adalah hal yang harus diketahui sebagai cara menghitung harga pokok penjualan perusahaan manufaktur.

Total biaya produksi sendiri adalah sebagian biaya yang dikeluarkan saat suatu barang masuk dalam proses produksi. dan biaya yang harus dikeluarkan ketika produksi barang tersebut sedang berlangsung.

Rumus perhitungan total biaya produksi adalah:

“Total Biaya Produksi = Bahan Baku Yang Digunakan + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Produksi”

Nah, setelah mengetahui apa saja yang harus dihitung saat mencari harga pokok penjualan perusahaan manufaktur, berikut simulasi perhitungan HPP-nya yang bisa kamu simak.

Simulasi Perhitungan Harga Pokok Penjualan Perusahaan Manufaktur

Cara menghitung harga pokok penjualan perusahaan manufaktur sebenarnya cukup mudah, tambahkan harga pokok produksi dengan persediaan barang awal, lalu kurangi dengan persediaan barang akhir.

Secara sederhana, rumus perhitungan harga pokok penjualan perusahaan tersebut adalah:

“Harga Pokok Penjualan = Harga Pokok Produksi + Persediaan Barang Awal – Persediaan Barang Akhir”

Agar semakin mudah memahami proses tersebut, perhatikan simulasi perhitungannya di bawah ini:

Persediaan awal bahan baku xxx

Pembelian xxx

Persediaan akhir bahan baku (xxx)

————————————————————————-+

Bahan baku yang digunakan xxx

Tenaga kerja langsung xxx

Overhead pabrik xxx

————————————————————————-+

Biaya manufaktur/produksi xxx

Persediaan barang dalam proses awal xxx

Persediaan barang dalam proses akhir (xxx)

————————————————————————-+

Harga pokok produksi xxx

Persediaan awal barang jadi xxx

Persediaan akhir barang jadi (xxx)

————————————————————————-+

Harga Pokok Penjualan xxx

***

Bagaimana?

Sudah cukup jelas bukan, cara menghitung harga pokok penjualan perusahaan dagang serta perusahaan manufaktur? 

Semoga cara-cara di atas dapat diterapkan pada perusahaanmu, ya.

Perbedaan Harga Pokok Penjualan dan Harga Jual

Mungkin sekarang kamu sudah mengetahui bagaimana cara menghitung harga pokok penjualan suatu barang. 

Namun, apakah kamu masih berpikir jika HPP dan harga jual adalah dua hal yang serupa?

Sangat disayangkan jika jawabanmu adalah ‘iya’. 

Psalnya keduanya menunjukkan dua situasi berbeda.

HPP atau Cost of Goods Sold (COGS) mengacu pada seluruh biaya langsung atau tidak langsung, yang dikeluarkan untuk memperoleh barang atau jasa yang dijual oleh suatu perusahaan.

Sedang, harga jual adalah besaran harga yang sepenuhnya dibebankan kepada konsumen. 

Besaran harga jual diperoleh dari perhitungan biaya produksi ditambah biaya non-produksi, serta laba bersih yang diharapkan.

Semantara, HPP mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja, dan juga biaya overhead. 

Cara perhitungan keduanya juga berbeda.

Harga jual didapatkan dari metode penetapan harga biaya plus dan mark up.

Sedang, cara menghitung harga pokok penjualan dibuat berdasarkan komponen-komponen penentu harga pokok penjualan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

Demikian hal-hal penting harus perlu kamu perhatikan terkait cara menghitung harga pokok penjualan.

Jangan lupa, kamu bisa mengetahui berbagai macam informasi terkait perhitungan biaya lain, khususnya di bidang properti dengan mengakses laman panduan situs 99.co Indonesia.

Selamat mencoba!

 

Menyajikan insight dan panduan seputar dunia properti, dari tren pasar, tips jual beli, hingga strategi investasi yang tepat.