Tentang Desain Rumah Industrial, dari Elemen Dasar hingga Ciri Khasnya

26 Okt 2020 - Miyanti Rahman

Tentang Desain Rumah Industrial, dari Elemen Dasar hingga Ciri Khasnya

Selain desain rumah minimalis yang menjadi primadona, ada pula desain rumah industrial yang tidak kalah hits.

Memang, gaya desain industrial banyak diterapkan pada bangunan komersial seperti restoran atau kafe.

Namun, tidak ada salahnya apabila kamu ingin menerapkannya di rumah idaman yang saat ini sedang dihuni bersama keluarga.

Ya, untuk menerapkannya di rumah memang butuh keberanian, karena gaya desain industrial terbilang cukup unik.

Gaya desain industrial berfokus pada rancangan desain ala pabrik dengan material ekspos.

Tampilannya menimbulkan kesan tidak selesai sehingga akan tampak nyeleneh apabila tidak dirancang sedemikian rupa.

Gaya desain industrial sendiri mulai berkembang pada 1950 dan merebak di kawasan Benua Eropa.

Pasalnya di kawasan berjuluk Benua Biru tersebut banyak bangunan pabrik yang terbengkalai.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, inspirasi desain dan arsitektur justru lahir dari sana.

Gaya desain industrial menawarkan sejumlah kelebihan di antaranya lebih ramah lingkungan dan lebih lancar sirkulasi udara.

Selain itu, gaya desain industrial memberi kesan sederhana, hangat dan nyaman, serta lebih hemat dari segi bujet.

Ada pun elemen-elemen dasar desain rumah industrial yang harus diketahui, yaitu sebagai berikut.

Elemen Dasar Desain Rumah Industrial

desain rumah industrial

Foto Unsplash

Elemen Langit-langit

Langit-langit (atau disebut juga plafon rumah) merupakan bagian rumah yang berada di sebelah atas.

Langit-langit ini menjadi pembatas antara dinding dan atap, serta mempunyai beberapa fungsi lainnya. 

Elemen langit-langit yang diterapkan dalam gaya desain industrial menjadi elemen paling berani.

Pasalnya, elemen ini mengekspos bagian struktur bangunan yang biasanya disembunyikan.

Ada pun struktur bangunan yang diekspos di antaranya kuda-kuda, balok, usuk dan reng.

Elemen Dinding

Elemen yang satu ini merupakan struktur bangunan yang bersifat padat, berfungsi untuk membatasi dan melindungi suatu area.

Secara struktural ada tiga jenis dinding utama, yaitu dinding bangunan, dinding pembatas (boundary), serta dinding penahan (retaining).

Nah, pada desain rumah industrial biasanya elemen dinding menggunakan bata ekspos.

Meskipun menimbulkan kesan belum diplester, visualisasi dinding bata ekspos sangat atraktif.

Saking atraktifnya, dinding bata ekspos khas gaya desain industrial ini banyak diadaptasi oleh gaya desain lainnya.

Elemen Lantai

desain rumah industrial

Foto: Unsplash

Lantai merupakan permukaan bawah dari sebuah ruangan, seringkali lantai menjadi elemen paling dominan.

Bagaimana tidak, barang-barang dalam rumah disimpan di atas lantai, sejumlah aktivitas pun dilakukan di atas lantai.

Banyak sekali material yang dapat digunakan untuk lantai mulai dari lantai kayu, batu, bambu, metal, keramik, marmer dan lain sebagainya.

Namun untuk desain rumah industrial, biasanya elemen yang satu ini menggunakan beton.

Dengan penggunaan beton sebagai materialnya, visualisasi lantai akan terlihat lebih kokoh.

Elemen Pencahayaan

Elemen pencahayaan merupakan elemen penting, karena sangat memengaruhi kenyamanan penghuni rumah.

Sayangnya elemen ini sering luput dari perhatian sehingga aktivitas dalam rumah terganggu akibat buruknya pencahayaan.

Namun, tidak akan terjadi hal seperti itu apabila kamu menerapkan desain rumah industrial.

Sebab elemen pencahayaan dan instalasi lampu digunakan secara bebas dalam seluruh ruangan.

Selain itu, jalur keluar masuk udara yang optimal dalam gaya desain industrial juga akan menambah elemen pencahayaan alami.

Ciri Khas Desain Rumah Industrial

Berdasarkan elemen-elemen dasar yang dijelaskan di atas, dapat ditarik kesimpulan ciri khas rumah industrial.

Setidaknya ada ciri khas dalam pemilihan warna, dekorasi, dan pemilihan material, berikut penjelasannya.

Ciri Khas dalam Pemilihan Warna

Dalam pemilihan warna, ciri khas desain rumah industrial yaitu menggunakan warna-warna gelap.

Namun selain warna gelap, digunakan juga warna-warna netral yang menonjolkan kesan lembut.

Ada pun warna-warna gelap yang sering digunakan di antaranya warna arang, hitam dan abu-abu.

Kombinasi warna gelap dan netral akan sangat membantu dalam menghadirkan kesan industrial yang kental.

Nah, biasanya abu-abu menjadi warna favorit yang digunakan dalam desain rumah industrial.

Ciri Khas dalam Dekorasi

Ya, gaya desain industrial memang berfokus pada rancangan desain ala pabrik dengan material ekspos.

Elemen langit-langitnya pun mengekspos bagian struktur bangunan yang biasanya disembunyikan.

Namun, bukan berarti desain rumah industrial mengabaikan keindahan dekorasi ruangan.

Dalam dekorasi, gaya desain yang satu ini tetap mempunyai sentuhan lembut dan perabotan yang khas.

Contoh perabotannya di antaranya sofa mewah, bantal, karpet, hingga tanaman hias dalam rumah.

Ciri Khas dalam Pemilihan Material

desain rumah industrial

Foto: Unsplash

Ciri khas rumah desain industrial lainnya, yaitu menonjol dalam pemilihan material bangunannya.

Biasanya material dalam gaya desain industrial mempunyai dengan permukaan kasar, terbuat dari metal atau logam berkilau.

Selain itu, kerap menggunakan material warna hitam, warna emas, atau tembaga, serta memadukan logam dan kayu.

Gaya desain industrial juga sering memanfaatkan material upcycle dan recycle atau material daur ulang yang dimodifikasi.

Oleh sebab itulah, desain rumah industrial lebih ramah lingkungan dibanding desain rumah lainnya.

Baca juga:

11 Ide Kreasi Botol Plastik Bekas Ala Veronika Richterová

Nah, itulah ciri khas desain rumah industrial secara umum, bagaimana tertarik untuk menerapkannya di rumah?

Semoga menambah preferensi ya!

Author:

Miyanti Rahman