Trik Merancang Desain Rumah Tumbuh Berdasarkan Tata Ruang

5 Agt 2020 - Miyanti Rahman

Trik Merancang Desain Rumah Tumbuh Berdasarkan Tata Ruang

Hampir setiap rumah mengalami perkembangan atau perubahan dari desain awalnya, misalnya jumlah ruang yang ditambah.

Faktor yang mendorong perkembangan tersebut di antaranya pertambahan jumlah keluarga dan kebutuhan aktivitas.

Selain itu, faktor sosial budaya dan kultural, serta kebutuhan untuk mengekspresikan diri juga turut memicunya.

Konsep desain rumah tumbuh perlu dipahami oleh Anda yang ingin membangun rumah sendiri atau berniat untuk renovasi rumah.

Bagi yang biasa berkutat di dunia desain dan konstruksi atau sanggup menyewa jasa profesional, hal ini boleh jadi mudah-mudah saja.

Namun lain halnya bagi yang belum berpengalaman dan awam, karena tidak semua orang memahami apa itu rumah tumbuh.

Maka dari itu, Panduan 99.co Indonesia akan berbagi trik merancang desain rumah tumbuh agar Anda tidak bingung.

Ada banyak trik yang bisa dilakukan untuk merancang desain rumah tumbuh, tetapi yang termudah yaitu berdasarkan tata ruang.

Nah, sebelum membahas trik merancang desain rumah tumbuh berdasarkan tata ruang, sebaiknya pahami dulu apa itu rumah tumbuh.

Apa Itu Rumah Tumbuh?

Tidak bisa dipungkiri, keterbatasan lahan dan anggaran menjadi tantangan besar saat ingin membangun rumah sendiri.

Berangkat dari persoalan itu, konsep rumah tumbuh hadir ke tengah-tengah masyarakat sebagai solusi.

Konsep ini menjadi alternatif pemecahan masalah pengolahan desain rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Rumah tumbuh bisa diartikan sebagai istilah pembangunan rumah secara bertahap dan terencana secara matang sesuai anggaran yang tersedia.

Jika ditinjau dari artinya, maka konsep rumah tumbuh dinilai sebagai cara yang tepat dan ringan untuk mengembangkan hunian.

Jenis Rumah Tumbuh

Desain rumah tumbuh terbagi ke dalam dua jenis. Pembagian ini didasarkan kepada arah pengembangannya.

Anda penasaran apa saja jenisnya? Yuk, langsung simak saja penjelasan detail di bawah ini.

Rumah Tumbuh Horizontal

Rumah tumbuh horizontal merupakan rumah tumbuh yang berkembang ke arah samping, depan atau belakang.

Dengan arah pertumbuhan yang horizontal tersebut, luas rumah pun secara otomatis akan bertambah.

Jadi, Anda perlu menyiapkan lahan kosong yang cukup luas untuk mengembangkan rumah tumbuh horizontal.

Rumah Tumbuh Vertikal

Sementara rumah tumbuh vertikal adalah rumah yang berkembang ke arah atas hingga ketinggian bangunan bertambah.

Dengan begitu, rumah pun mempunyai lebih dari satu lantai. Oleh sebab itu, Anda perlu menyiapkan pondasi yang kokoh.

Wajib digarisbawahi, pondasi yang kokoh merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi agar bangunan dan penghuni rumah aman.

Baca juga:

Panduan Menghitung Biaya Bangun Rumah 2 Lantai secara Tepat

Tata Ruang dalam Desain Rumah Tumbuh

Desain awal rumah harus bisa mengakomodasi aktivitas dasar penghuni seperti tidur, makan, kerja, duduk, mandi, kakus, cuci dan masak.

Selanjutnya harus bisa memenuhi kebutuhan ruang gerak lainnya yang tidak disebutkan di atas.

Berdasarkan hasil kajian dari beberapa sumber, bisa disimpulkan kebutuhan ruang per orang adalah 9 m2.

Oleh karena itu, pemerintah menetapkan luas minimal perumahan rakyat adalah 36 m2. Artinya, luas bangunan yang memenuhi kebutuhan 4 orang.

Syarat luas di atas harus dipenuhi saat merencanakan desain rumah tumbuh, agar rumah mempunyai tata ruang ideal.


Trik merancang desain rumah tumbuh berdasarkan tata ruang, yaitu dengan mengetahui pengelompokan ruang.

Berikut lima pengelompokkan kebutuhan ruang yang perlu diketahui saat merancang desain rumah tumbuh.

Kebutuhan Ruang Publik

Ruang publik dalam sebuah rumah sifatnya terbuka dan umum, contohnya adalah ruang tamu dan teras.

Karena sifatnya terbuka dan umum, ruang ini pun sering diberi jendela besar dengan standar luas ? atau ? luas lantai.

Ruang tamu termasuk dalam ruang primer yang harus didahulukan pembangunannya.

Ruang ini sebaiknya dirancang di bagian paling depan agar publik yang hadir ke rumah tidak melewati ruang yang sifatnya lebih tertutup.

Kebutuhan Ruang Semipublik

Ruang ini mempunyai fungsi untuk bersantai dengan keluarga, menonton televisi, membaca buku hingga mendengarkan musik.

Ruang ini bersifat semiterbuka karena diperuntukkan bagi keluarga, kerabat, teman akrab dan sebagainya.

Sama seperti ruang tamu, ruang ini sifatnya primer sehingga harus didahulukan dalam desain awal rumah.

Pada desain rumah tumbuh, ruang semipublik sebaiknya terletak di antara ruang publik dan ruang privat.

Kebutuhan Ruang Privat

Ruang ini disediakan untuk kegiatan yang menuntut privasi sehingga harus bebas dari gangguan.

Akses ke ruang privat biasanya ketat, tidak semua penghuni rumah memilikinya. 

Contohnya kamar tidur, kamar mandi dan ruang kerja.

Pada desain rumah tumbuh, ruang privat meliputi 1 kamar tidur utama dan 2 kamar tidur anak.

Kamar tidur utama bisa diletakkan di depan sejajar ruang tamu. Namun dengan pintu yang menghadap ke ruang yang lebih privat.

Kebutuhan Ruang Semiprivat

Ruang semiprivat yaitu ruang yang bisa dimasuki orang-orang yang dikehendaki saja oleh pemilik rumah.

Contohnya adalah ruang keluarga, makan dan dapur. Kegiatan dalam ruang semiprivat biasanya untuk berinteraksi dan berkomunikasi.

Pada desain rumah tumbuh, ruang ini jumlahnya cukup satu saja, tetapi bisa ditambah dengan ruang lain misalnya ruang baca.

Pada desain rumah tumbuh, ruang semiprivat sebaiknya diletakkan di paling belakang setelah ruang semipublik.

Kebutuhan Ruang Layanan

Ruang layanan adalah ruang pemeliharaan dan dibuat untuk melayani kebutuhan pribadi pengguna ruangan.

Contoh ruang layanan adalah garasi, tempat jemur, dapur, gudang dan ruang yang bersifat fungsional lainnya.

Pada desain rumah tumbuh setidaknya harus ada ruang layanan berupa dapur, gudang dan garasi.

Sama seperti ruang semiprivat, ruang layanan sebaiknya diletakkan di bagian rumah paling belakang.


Bagaimana, sudah terbayang trik merancang desain rumah tumbuh berdasarkan tata ruangnya?

Namun apabila Anda mengurungkan niat untuk membangun rumah sendiri, karena takut ribet, cari rumah jadi di 99.co Indonesia saja.

Situs ini mempunyai ribuan iklan rumah dengan beragam harga dan spesifikasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Yuk, segera temukan rumah impian!

Author:

Miyanti Rahman