Mengenal Konsep dan Cara Membangun Rumah Tumbuh

Mengenal Konsep dan Cara Membangun Rumah Tumbuh

- Imam
Mengenal Konsep dan Cara Membangun Rumah Tumbuh

Semua orang tentu menginginkan sebuah rumah yang nyaman dan memadai bagi keluarga. 

Namun, membangun rumah memerlukan biaya yang tidak sedikit. 

Hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri, apalagi untuk pasangan muda yang baru berumah tangga. 

Pernahkah Anda berpikir untuk membangun rumah secara bertahap? 

Ya, jika mengalami kendala dana, merencanakan dan membangun rumah tumbuh bisa menjadi solusi.

Ide utama dari rumah tumbuh atau rumah kembang, ialah membangun rumah secara bertahap.

Caranya dengan mengutamakan pembangunan area yang menjadi prioritas, untuk memenuhi kebutuhan akan hunian yang esensial.

Sambil terus menabung, Anda bisa memodifikasi hunian tersebut.

Misalnya memperluas dan menambah bagian rumah, sehingga rumah ikut tumbuh mengikuti kebutuhan Anda.

Nah agar semakin paham terkait konsep rumah tumbuh, simak ulasan lengkapnya di bawah ini, ya.

Konsep Rumah Tumbuh

Konsep Rumah Tumbuh

Foto: pixabay

Rumah tumbuh adalah rumah yang sudah jadi dan siap huni, namun dirancang dengan desain fleksibel. 

Bangunan ini juga dibuat dengan kerangka yang memungkinkan untuk dikembangkan di masa depan.

Desain rumah tumbuh adalah rumah yang dapat dikembangkan dan ditambah luas bangunannya, untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Contohnya, rumah satu lantai bagi keluarga kecil bisa dikembangkan menjadi denah rumah dua lantai saat anggota keluarga bertambah.

Konsep rumah seperti ini cocok bagi keluarga muda, serta untuk Anda yang terkendala biaya.

Jadi, Anda dapat membangun hunian yang fleksibel dan efisien mengikuti kebutuhan dan anggaran.

Kelebihan dan Kekurangan Rumah Tumbuh

Kelebihan dan Kekurangan Rumah Tumbuh

Foto: pexels

Keunggulan dari membangun tipe rumah ini ada pada fleksibilitas proses pembangunannya. Tentu saja ada keunggulan lainnya, yakni:

  • Bisa mendapatkan harga, kualitas, dan desain yang Anda inginkan karena Anda ikut terlibat dalam pembangunannya
  • Proses pembangunan yang fleksibel menyesuaikan dengan anggaran Anda
  • Lebih bebas menentukan lokasi rumah.

Sedangkan hal-hal yang dapat menjadi kekurangan dalam membangun rumah tumbuh, meliputi:

  • Lebih memakan waktu pembangunannya karena sifatnya bertahap
  • Anda harus ikut mengawasi pembangunannya sendiri
  • Tidak menutup kemungkinan terjadi kesalahan pembangunan serta desain.

Langkah-Langkah Membangun Rumah Tumbuh

Buat Rencana yang Matang Sejak Awal
Langkah-Langkah Membangun Rumah Tumbuh

Dalam perencanaannya, membangun rumah tumbuh tentu berbeda dengan membangun rumah biasa. 

Sementara dalam perancangannya, membangun rumah tumbuh harus melihat prospek pembangunan di masa depan. 

Misalnya, apakah Anda akan membangun rumah ke samping secara horizontal atau membangun ke atas? 

Hal ini dapat dilihat dari luas lahan yang tersedia. Jika lahan memadai, Anda dapat membangun secara horizontal.

Akan tetapi jika lahan terbatas, maka pilihannya adalah membangun rumah ke atas.

Lebih lanjut, arah pengembangan rumah tentunya berkaitan dengan konstruksi dan pondasi rumah yang dibangun. 

Jika ingin membangun rumah secara vertikal, pastikan kerangka rumah tersebut dapat dikembangkan menjadi rumah bertingkat. 

Bahan bangunannya pun harus dipikirkan matang-matang, karena nantinya akan menopang bagian atas rumah dua lantai. 

Dengan demikian, rumah siap untuk dikembangkan di masa depan menjadi rumah tingkat.

Gunakan Bantuan Ahli

Pembuatan desain rumah tumbuh memerlukan pengetahuan dan keahlian dari seorang profesional. 

Anda dapat menyewa jasa tenaga ahli perancangan, untuk membuat rancang bangunan yang sesuai dengan anggaran serta kebutuhan. 

Bantuan konsultasi arsitektur gratis bisa didapat pula dari Lembaga Bantuan Arsitektur.

Ini adalah lembaga yang dibentuk oleh Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI), untuk membantu masyarakat membangun rumah yang aman, nyaman, dan sesuai dengan peraturan pemerintah.

Baca juga:

Panduan Menghitung Biaya Bangun Rumah 2 Lantai secara Tepat

Buat Denah dan Utamakan yang Esensial

Buat Denah dan Utamakan yang Esensial

Buatlah blueprint atau rancangan denah bangunan rumah yang Anda butuhkan. Ini merupakan hal yang penting, karena berkaitan dengan pengurusan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Dalam pengurusan IMB, akan ada petugas yang mendatangi lahan dan membuatkan denah.

Setelah mengantongi IMB, selanjutnya prioritaskan membangun ruangan yang penting seperti kamar tidur, kamar mandi, dan dapur.

Konsep ruang tengah multifungsi juga dapat digunakan, yakni merangkap sebagai kamar tidur dan ruang tamu.

Gunakan Material yang Banyak Ditemui

Gunakan Material yang Banyak Ditemui

Karena sifatnya yang bertahap, konsistensi pemakaian material atau bahan bangunan yang sama patut diperhatikan.

Jangan sampai ketika rumah akan dikembangkan di kemudian hari, material yang sebelumnya Anda gunakan sulit ditemukan.

Kalkulasikan Perhitungan Biaya Secara Detail

Kalkulasikan Perhitungan Biaya Secara Detail

Foto: pexels

Dalam membangun rumah biasa, ada beberapa hal yang masuk ke dalam perhitungan biaya seperti biaya bahan bangunan, bayaran untuk pekerja dan tenaga ahli. 

Khusus untuk perhitungan biaya rumah tumbuh, Anda perlu memikirkan biaya pengembangan dan perombakan rumah. 

Untuk membuat perhitungan biaya rombak ini, perlu diperhatikan pula prediksi kenaikan harga material dan upah pekerja di masa mendatang.

Buat Jadwal Pembangunan dan Pengembangan

Jadwal pembangunan awal dan pengembangan rumah di masa mendatang dengan jelas dan terukur.

Ini akan menjadi salah satu kunci untuk bisa menghemat biaya dan membangun rumah yang baik. 

Pengerjaan yang terlalu lama tentunya memakan lebih banyak dana. 

Sedangkan pembangunan yang terlalu buru-buru, bisa berujung pada kualitas bangunan yang kurang baik.

Perhatikan Finishing Tampak Rumah

Perhatikan Finishing Tampak Rumah

Desain rumah tumbuh bisa terlihat seakan-akan seperti rumah yang belum selesai. 

Untuk menghindari tampilan rumah yang tidak indah, Anda tentunya mesti memperhatikan finishing tampak luar rumah. 

Proses ini memang menjadi salah satu komponen yang menyita porsi besar dalam pembangunan, bisa menyentuh porsi 30% dari total harga yang mesti dikeluarkan. 

Kalau bisa, dinding luar diplester dan dicat. Kalau tidak, Anda bisa mengejar estetika dinding polos tapi pengerjaannya harus rapi. 

Sementara untuk pemilihan cat, pilihlah warna cat rumah yang terang dan dapat menghidupkan suasana hunian.

Pengembangan Tidak Mengganggu yang Sudah Ada

Pengembangan Tidak Mengganggu yang Sudah Ada

Rumah tumbuh dibangun secara bertahap. Karenanya, penting untuk memperhatikan pembangunan tahapan selanjutnya.

Dengan begini, nantinya Anda tidak banyak merusak bangunan yang sudah jadi di tahapan sebelumnya.

Dalam pengembangan tahap selanjutnya, merombak beberapa bagian rumah memang tidak terhindarkan, namun perlu untuk meminimalisir merusak bagian yang sudah ada. 

Lebih jauh, perhatikan pula pengembangannya. Apakah akan mengganggu aktivitas penghuni atau tidak?

Itulah informasi lengkap mengenai kelebihan, kekurangan, konsep dan cara membuat rumah tumbuh. 

Bagi Anda yang lebih memilih untuk membeli rumah tumbuh, tersedia banyak perumahan yang menawarkan konsep tersebut.

Misalnya saja perumahan di Tangerang layaknya Grand Amarillo atau, perumahan di Malang seperti Singhamerta City.

Semoga bermanfaat!

Baca juga:

Mengenal Konsep Custom Homes untuk Merancang Rumah Impian

Author

Imam