Konsep dan Cara Membangun Rumah Tumbuh. Solusi Bujet Minim!

20 Jul 2020 - Imam

Konsep dan Cara Membangun Rumah Tumbuh. Solusi Bujet Minim!

Semua orang tentunya menginginkan sebuah rumah yang nyaman dan memadai bagi keluarga. 

Namun, membangun rumah memerlukan biaya yang tidak sedikit. 

Hal ini bisa menjadi tantangan tersendiri, apalagi untuk pasangan muda yang baru berumah tangga. 

Pernahkah Anda berpikir untuk membangun rumah secara bertahap? 

Ya, dengan kendala dana tersebut, merencanakan dan membangun rumah tumbuh bisa menjadi solusi.

Ide utama dari rumah tumbuh atau rumah kembang adalah membangun rumah secara bertahap.

Caranya dengan mengutamakan pembangunan ruangan yang menjadi prioritas untuk memenuhi kebutuhan akan hunian yang esensial.

Dengan seiring berjalannya waktu dan dana terkumpul kembali, Anda bisa memodifikasi rumah.

Misalnya memperluas dan menambah bagian rumah, sehingga rumah ikut tumbuh mengikuti kebutuhan Anda yang semakin bertambah.

Panduan 99 Indonesia kali ini, akan dibahas beberapa informasi seputar rumah kembang, mencakup:

  • Konsep rumah tumbuh

  • Kelebihan dan kekurangannya

  • Cara membuat rumah tumbuh

Mari kita lihat sama-sama!

Konsep Rumah Tumbuh


foto: pixabay

Apa itu rumah tumbuh? Apakah itu artinya rumah yang belum jadi? 

Rumah tumbuh adalah rumah yang sudah jadi dan siap huni, namun dirancang dengan desain fleksibel. 

Juga dibangun dengan kerangka yang memungkinkan untuk dikembangkan di masa depan.

Desain rumah tumbuh adalah rumah yang dapat dikembangkan dan ditambah luas bangunannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Contohnya, rumah 1 lantai bagi keluarga kecil dapat dikembangkan menjadi rumah 2 lantai ketika keluarga tersebut menambah anggota keluarga.

Konsep rumah seperti ini cocok terutama bagi keluarga muda dan bagi Anda yang terkendala biaya.

Jadi Anda dapat membangun hunian yang fleksibel dan efisien mengikuti kebutuhan dan anggaran.

Menarik bukan?

Kelebihan dan Kekurangan Rumah Tumbuh


foto: pexels

Keunggulan dari membangun tipe rumah ini ada pada fleksibilitas dalam proses pembangunannya. 

Tentu saja ada keunggulan lainnya, yakni:

  • Bisa mendapatkan harga, kualitas, dan desain yang Anda inginkan karena Anda ikut terlibat dalam pembangunannya

  • Proses pembangunan yang fleksibel menyesuaikan dengan anggaran Anda

  • Lebih bebas menentukan lokasi rumah

Sedangkan hal-hal yang dapat menjadi kekurangan dalam membangun rumah tumbuh meliputi:

  • Lebih memakan waktu pembangunannya karena sifatnya bertahap

  • Anda harus ikut mengawasi pembangunannya sendiri

Langkah-Langkah Membangun Rumah Tumbuh

  1. Buat Rencana yang Matang Sejak Awal


Dalam perencanaannya, membangun rumah tumbuh tentunya berbeda dengan membangun rumah biasa. 

Sementara dalam perancangannya, membangun rumah tumbuh harus melihat prospek pembangunan masa depannya. 

Misalnya, apakah Anda akan membangun rumah ke samping secara horizontal atau membangun ke atas? 

Hal ini dapat dilihat dari luas lahan yang tersedia. Jika lahan memadai, Anda dapat membangun secara horizontal.

Tapi jika lahan terbatas, maka pilihannya adalah membangun rumah ke atas.

Lebih lanjut, arah pengembangan rumah tentunya berkaitan dengan konstruksi dan pondasi rumah yang dibangun. 

Jika Anda akan membangun rumah secara vertikal, maka pastikan untuk membangun rumah dengan kerangka yang memungkinkan untuk dikembangkan jadi rumah tingkat. 

Bahan bangunannya pun harus dipikirkan matang-matang, karena nantinya akan menopang bagian atas rumah 2 lantai. 

Dengan demikian, rumah siap untuk dikembangkan di masa depan menjadi rumah tingkat.

Baca juga:

Panduan Menghitung Biaya Bangun Rumah 2 Lantai secara Tepat

  1. Gunakan Bantuan Ahli

Dalam membuat perencanaan, Anda memerlukan bantuan ahli. 

Dalam pembuatan desain rumah tumbuh memerlukan pengetahuan dan keahlian dari seorang profesional. 

Anda dapat menyewa jasa tenaga ahli perancangan untuk membuat rancang bangun yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhan. 

Bantuan konsultasi arsitektur gratis bisa didapat pula dari Lembaga Bantuan Arsitektur.

Ini adalah lembaga yang dibentuk oleh Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) untuk membantu masyarakat membangun rumah yang aman, nyaman dan sesuai dengan peraturan pemerintah.

  1. Buat Denah dan Utamakan yang Esensial


Buatlah blueprint atau rancang denah bangunan rumah yang Anda butuhkan. 

Denah ini merupakan hal yang penting karena berkaitan dengan pengurusan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Dalam pengurusan IMB, akan ada petugas yang mendatangi lahan dan membuatkan denah.

Setelah mengantongi IMB, selanjutnya prioritaskan membangun ruangan yang penting seperti kamar mandi dan ruang tengah atau ruang keluarga. 

Ruang tengah ini bisa multifungsi, merangkap sebagai kamar tidur dan ruang tamu.

  1. Gunakan Material yang Banyak Ditemui


Karena sifatnya yang bertahap, konsistensi pemakaian material atau bahan bangunan yang sama patut diperhatikan dalam perencanaan membangun rumah. 

Jangan sampai ketika rumah akan dikembangkan di kemudian hari, material yang sama yang Anda gunakan sulit ditemukan.

  1. Kalkulasikan Perhitungan Biaya Secara Detail


foto: pexels

Dalam membangun rumah biasa, ada beberapa hal yang masuk ke dalam perhitungan biaya seperti biaya bahan bangunan, bayaran untuk pekerja dan tenaga ahli. 

Khusus untuk perhitungan biaya rumah tumbuh, Anda perlu memikirkan biaya pengembangan dan perombakan rumah. 

Untuk membuat perhitungan biaya rombak ini, perlu diperhatikan pula prediksi kenaikan harga material dan upah pekerja di masa mendatang.

  1. Buat Jadwal Pembangunan dan Pengembangan

Jadwal pembangunan awal dan pengembangan rumah di masa mendatang dengan jelas dan terukur.

Ini akan menjadi salah satu kunci untuk bisa menghemat biaya dan membangun rumah yang baik. 

Pengerjaan yang terlalu lama tentunya memakan lebih banyak dana. 

Sedangkan pembangunan yang terlalu buru-buru, bisa berujung pada kualitas bangunan yang kurang baik.

  1. Perhatikan Finishing Tampak Rumah


Desain rumah tumbuh bisa terlihat seakan-akan seperti rumah yang belum selesai. 

Untuk menghindari tampilan rumah yang tidak indah, Anda tentunya mesti memerhatikan finishing tampak luar rumah. 

Proses ini memang menjadi salah satu komponen yang menyita porsi besar dalam pembangunan, bisa menyentuh porsi 30% dari total harga yang mesti dikeluarkan. 

Kalau bisa, dinding luar diplester dan dicat. Kalau tidak, Anda bisa mengejar estetika dinding polos namun pengerjaan dinding harus rapi. 

Sementara untuk pemilihan cat, pilihlah warna cat rumah yang terang ya!

  1. Pastikan Pengembangan Tidak Mengganggu yang Sudah Dibangun


Rumah tumbuh dibangun secara bertahap. Karenanya, penting untuk memerhatikan pembangunan tahapan selanjutnya.

Dengan begini, nantinya Anda tidak banyak merusak bangunan yang sudah jadi di tahapan sebelumnya.

Dalam pengembangan tahap selanjutnya, merombak beberapa bagian rumah memang tidak terhindarkan, namun perlu untuk meminimalisir merusak bagian yang sudah ada. 

Lebih jauh, perhatikan pula pengembangannya. Apakah akan mengganggu aktivitas penghuni atau tidak?


Itulah informasi lengkap mengenai kelebihan, kekurangan, konsep dan cara membuat rumah tumbuh. 

Bagi Anda yang lebih memilih untuk membeli rumah tumbuh, alih-alih membangunnya, tersedia banyak perumahan yang menawarkan konsep rumah tumbuh.

Misalnya saja perumahan Tangerang, Grand Amarillo.

Nah, semoga informasi ini dapat membantu Anda dalam mewujudkan rumah impian, ya!

Baca juga:

Rancang Rumah Impian Sendiri. Yuk, Kenali Lebih Jauh Konsep Custom Homes!

Author:

Imam