Syarat IMB Lengkap untuk Anda yang akan Bangun Rumah

22 Jun 2020 - Ferry Fadhlurrahman

Syarat IMB Lengkap untuk Anda yang akan Bangun Rumah

Foto: Pexels


Hingga sekarang Izin Mendirikan Bangunan (IMB) masih menjadi syarat penting untuk membuat rumah. Syarat IMB sendiri sebenarnya tidak rumit, akan tetapi memang orang sedikit malas untuk mengurusi hal-hal administratif.


Mengurus IMB ini penting jika Anda baru saja membeli rumah baru, baik itu cash ataupun melalui KPR. 


Jika rumah Anda tidak memiliki surat-surat tersebut maka akan lemah dimata hukum atau bahkan nilainya akan berkurang. 

Apa Itu IMB?


Jika ini adalah pertama kalinya mendirikan atau membeli rumah, mungkin Anda tidak familiar dengan istilah IMB. 


Tapi sebagai pengenal, IMB adalah produk hukum yang berisi persetujuan atau perizinan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah (Pemkab/Pemkot).


Surat ini wajib dimiliki oleh pemilik bangunan yang ingin membangun, merobohkan, menambah, mengurangi, ataupun merenovasi bangunan. 


Kehadiran IMB pada bangunan penting karena bertujuan untuk menciptakan tata letak bangunan yang aman dan sesuai dengan peruntukan lahan. Bahkan keberadaan IMB juga dibutuhkan ketika transaksi jual beli rumah. 


Jika pemilik rumah tidak memiliki IMB bisa dikenakan denda 10 persen dari nilai bangunan atau bahkan hingga dibongkar oleh otoritas setempat.


Jadi penting untuk Anda membuat IMB jika hendak mendirikan atau membeli rumah tinggal baru. 


Ada beberapa jenis IMB di Indonesia, mulai dari IMB rumah tinggal hingga IMB non rumah tinggal. Syarat IMB antara keduanya berbeda, tapi di sini kita akan bahas tentang syarat IMB rumah tinggal saja.

Syarat IMB Rumah Tinggal yang Baru


Untuk mengajukan IMB Anda harus menyiapkan berbagai dokumen dahulu. Berikut adalah dokumen syarat IMB:


1. Formulir Permohonan Izin IA untuk IMB rumah tinggal yang sudah diisi dan ditandatangani di atas materai Rp 6.000

2. Fotokopi bukti kepemilikan tanah tanah

3. Untuk surat tanah, perlu dilampirkan juga surat pernyataan bahwa tanah yang dikuasai dan/atau dimiliki tidak dalam sengketa

4. Fotokopi KTP pemilik rumah (1 lembar)

5. Gambar konstruksi bangunan minimal 7 set (denah, tampak muka, samping, belakang, rencana utilitas)

6 Persetujuan tetangga (untuk bangunan berimpit dengan batas persil)

7. Bukti pelunasan PBB terakhir

8. Surat perjanjian penggunaan lahan (jika tanah bukan milik pemohon IMB)

9. Formulir dilegalisir kelurahan dan kecamatan tempat bangunan akan didirikan

10. Surat Perintah Kerja (SPK) apabila pembangunan dikerjakan dengan sistem ‘borongan’

11. Data hasil penyelidikan tanah bagi yang disyaratkan


Prosedur pengurusan IMB sebelumnya dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B).


Namun, sejak akhir Desember 2014 lalu, pengurusan IMB kini dialihkan ke Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BTSP). Sementara, lama pembuatan IMB adalah sekitar 20-21 hari.

Alur Mengurus IMB


Ketika syarat IMB sudah dipenuhi, maka Anda tinggal mengurus ke otoritas setempat. 


Jika rumah yang hendak dibangun berukuran di bawah 500 meter persegi, maka pengurusannya bisa langsung ke kantor kecamatan. 


Anda bisa menuju loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kantor kecamatan setempat.


Di sana Anda akan diminta mengisi formulir pengajuan pengukuran tanah. Sekitar satu minggu kemudian petugas akan datang untuk mengukur tanah sekaligus membuat gambar denah rumah Anda.


Setelah itu gambar denah yang sudah berupa blueprint akan dijadikan untuk IMB. Barulah setelah itu dokumen akan diurus oleh pihak Pemda dan Anda tinggal menunggu IMB selesai.

Biaya Mengurus IMB

Biaya untuk mengurus IMB akan berbeda di tiap daerah. Di Jakarta misalnya, biaya pembuatan IMB bisa terbilang mahal karena area Jakarta sudah penuh dengan bangunan dan sulit untuk mendapatkan tanah kosong.

Secara garis besar, perhitungan biaya IMB memperhatikan beberapa poin, yaitu:


1. Luas Bangunan

2. Indeks Kontruksi

3. Indeks Fungsi

4. Indeks Lokasi

5. Tarif Dasar

Untuk penjelasannya, indeks fungsi digunakan untuk membedakan fungsi bangunan apakah untuk hunian, usaha atau keagamaan. Jadi untuk Anda berarti difungsikan untuk rumah tinggal.

Setiap fungsi bangunan akan mempunyai perhitungan dan indeksnya masing-masing. Untuk menghitungnya ada rumus untuk menentukan biaya IMB.

Rumusnya yakni tarif dasar daerah x indeks fungsi x indeks lokasi x indeks konstruksi x luas bangunan. 

Sebagai gambaran, tarif dasar pembuatan IMB saat ini sekitar Rp 2.500 per meter persegi dan dihitung berdasarkan luas rumah tersebut.


Cara Mengajukan KPR Online

Sekarang Anda sudah tahu bagaimana caranya memperoleh IMB untuk rumah idaman. Anda pun sekarang sudah yakin untuk beli rumah idaman yang Anda tunggu-tunggu.

Salah satu skema pembelian yang paling sering digunakan adalah menggunakan skema KPR dari bank.

KPR sendiri adalah fasilitas pinjaman atau cicilan untuk membeli properti seperti rumah, apartemen, ruko atau properti lainnya. 

Mengajukan KPR pun tidak sulit karena sudah banyak bank yang menyediakan pinjaman KPR seperti BTN, Mandiri, BCA, BNI, CIMB dan lain sebagainya.

Selain bank, pinjaman KPR pun bisa didapatkan dari berbagai perusahaan pembiayaan perumahan atau housing financing

KPR pada prinsipnya adalah pinjaman untuk membiayai terlebih dahulu properti yang diinginkan, lalu peminjam membayar kembali pembiayaan tersebut dengan cara dicicil selama beberapa tahun.

Sekarang juga bank menyediakan layanan berupa pengajuan KPR Online. 

Jadi Anda tidak perlu lagi tergesa-gesa untuk pergi ke bank di waktu jam kerja, karena Anda tinggal melakukan pengajuan KPR di depan laptop. 

Untuk mengajukan KPR Online ke bank, adapun syarat KPR yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu. Dokumen-dokumen ini menjadi syarat wajib yang harus diperhatikan oleh Anda yang mau ajukan KPR. 

Berikut ini adalah syarat dokumen pengajuan KPR yang harus disediakan.


Persyaratan Umum:

  1. Warga Negara Indonesia

  2. Berusia minimal 21 tahun saat pengajuan dan pada saat kredit lunas maksimal berusia 55 tahun

Persyaratan dan Dokumen:

  1. Fotocopy KTP (suami dan istri bila sudah menikah)

  2. Fotocopy Kartu Keluarga

  3. Fotocopy Surat Nikah

  4. Fotocopy NPWP Pribadi/SPT PPh 21

  5. Fotocopy Rekening 3 Bulan Terakhir

  6. Asli Surat Keterangan Kerja

  7. Fotocopy Izin Praktek Profesi

  8. Fotocopy Legalitas Usaha

  9. Fotocopy Slip Gaji

  10. Pas Foto (suami dan istri bila sudah menikah)

  11. SK Asli Pengangkatan Pegawai Terakhir atau Kartu Taspen (PNS)

  12. NPWP

  13. Surat Berpenghasilan Tetap Min. 2 Tahun

  14. Dokumen Jaminan Kepemilikan Bangunan (SHM, IMP, PBB)

Setelah Anda melengkapi semua dokumen yang dipersiapkan, Anda pun harus memastikan mengisi formulir pada masing-masing form yang disediakan oleh Bank. 

Anda harus mengisi data-data pribadi yang tersedia di situs bank, biasanya berupa:

  • Nama Lengkap

  • Tanggal Lahir

  • Kota Domisili

  • No Handphone

  • Alamat Email

  • Memilih Kriteria Rumah


Setelah mengisi data tersebut, Anda akan mendapatkan email verifikasi untuk data yang telah didaftarkan. 

Mengajukan KPR secara online pun dapat mempermudah Anda terutama kaum milenial dalam mendapatkan hunian idaman.

Sekarang Anda sudah mengetahui bagaimana memproses IMB rumah dan juga untuk proses mengajukan KPR secara online


Jika masih ingin mencari rumah-rumah idaman, bisa menuju situs jual beli properti 99.co Indonesia!

Author:

Ferry Fadhlurrahman