
Cara membuat dinding kamprot tidak boleh sembarangan.
Meski finishing-nya terlihat seperti belum jadi, tetapi permukaan dinding kamprot yang kasar memiliki sejumlah manfaat.
Bahkan, saat ini teknik kamprot dinding jamak diaplikasikan oleh masyarakat Indonesia.
Lantas, apa itu dinding kamprot ? Lalu, bagaimana fungsi, keuntungan dan cara membuatnya di rumah?
Untuk mengetahui jawabannya, simak artikel ini sampai selesai!
Pengertian dan Fungsi Dinding Kamprot

Foto: Pinterest
Dinding kamprot adalah metode finishing pada permukaan tembok menggunakan adukan plester yang hasil akhirnya terlihat kasar.
Meski kasar dan tidak rapi, justru tampilan tersebutlah yang menjadi daya tarik dari teknik finishing ini.
Pasalnya, kamprot menghasilkan tekstur yang tampak unik dan estetis pada hunian.
Umumnya, tembok kamprot diaplikasikan pada eksterior rumah, khususnya di bagian samping atau fasad bangunan.
Lalu, apa sih fungsi penerapan dari teknik kamprot tembok? Berikut di antaranya:
- Melindungi rumah dari cuaca ekstrem seperti angin kencang, hujan deras, atau panas matahari yang berlebihan.
- Mencegah tembok retak atau rembes yang diakibatkan dari curah hujan yang tinggi.
- Memberi elemen dekoratif untuk meningkatkan penampilan eksterior rumah.
- Teknik kamprot tembok juga dapat menjadi pendukung struktur rumah.
- Membantu mengurangi kebisingan dari luar jika dibuat dengan campuran yang tepat.
- Mampu meningkatkan privasi penghuni.
Cara Membuat Dinding Kamprot

Sebelum membuat dinding kamprot di rumah, kamu harus menyiapkan beberapa bahan yang diperlukan.
Meski bisa dibuat sendiri, finishing dinding kamprot sebaiknya dikerjakan oleh tukang yang ahli dan profesional.
Pasalnya, teknik kamprot dinding memerlukan komposisi bahan yang pas dan proses yang mendetail.
Secara umum, bahan yang diperlukan untuk membuat tembok kamprot adalah:
- Semen putih
- Pasir
- Saringan dari kawat ayam atau kain dan diberi bingkai dari kayu
- Sarung tangan, sendok atau cetok semen, roskam
- Cat emulsi.
Setelah alat dan bahan siap, berikut cara membuat dinding kamprot yang bisa diikuti:
- Tentukan dinding mana yang akan dikamprot, lalu plester dinding tersebut secara merata dan sempurna
- Ayak pasir sampai tidak ada batu kecil atau kerikil di dalamnya
- Siapkan saringan dari kawat ayam atau kain dan beri bingkai dari kayu
- Aduk semen dan pasir dengan perbandingan 1:3.
- Bahan tembok kamprot sudah tersedia, tinggal tempelkan ke dinding yang sudah diplester memakai roskam
- Gosok dengan pola memutar, lalu tunggu sampai dinding setengah kering sebelum menggosoknya lagi menggunakan roskam dan kain
- Jika menggunakan saringan kawat, maka bisa melempar adukan keras-keras dari jarak sekitar 30 cm ke dinding melewati saringan
- Terakhir, gunakan cat emulsi untuk mengurangi tingkat kekasaran dinding.
Selain saringan kawat dan kain, teknik kamprot dinding juga bisa dilakukan memakai spray gun, yakni dengan menempelkan adukan pada dinding.
Dibandingkan dua cara tadi, menggunakan spray gun memang cenderung lebih cepat.
Namun, harga alat tersebut cukup mahal dan harus dilakukan oleh ahlinya.
Kelebihan dan Kekurangan Dinding Kamprot

Nah, sama seperti teknik finishing lain, ada pula sejumlah kelebihan dan kekurangan tembok kamport yang perlu diperhatikan.
Di luar fungsinya, berikut kelebihan dan kekurangan tembok kamprot:
1. Kelebihan
- Tahan lama: Teknik finishing tembok ini mempunyai daya tahan yang bagus, apalagi bila campuran plester yang dibuat punya komposisi bahan yang sesuai.
- Cocok untuk berbagai jenis hunian: Tembok kamprot bisa diaplikasikan untuk berbagai jenis hunian, mulai dari minimalis, industrial, hingga modern.
- Mudah dirawat: Kamprot dinding sangat mudah untuk dirawat karena daya tahannya yang bagus.
2. Kekurangan
- Rentan menggores: Tembok kamprot yang berbentuk kasar tidak jarang mempunyai permukaan yang tajam, sehingga rentan menggores kulit seseorang.
- Mudah berjamur: Bila kondisi lingkungan kurang cahaya matahari atau lembap, tembok tersebut mudah berjamur atau berlumut.
- Perlu biaya tambahan: Dibanding dinding biasa, pembuatan kamprot tembok membutuhkan biaya tambahan yang jumlahnya tidak sedikit.
Perbedaan Dinding Kamprot Kasar dan Halus

Walau dinding kamprot identik dengan tampilan kasar, tetapi ada pula jenis kamprot halus yang cukup dikenal oleh masyarakat.
Selain teksturnya, kedua jenis kamprot ini juga memiliki sejumlah perbedaan lain.
Agar tidak salah pilih, berikut perbedaan dinding kamprot kasar dan halus.
1. Penggunaan
Kamprot kasar cocok diaplikasikan pada eksterior bangunan, seperti dinding pagar, dinding teras, atau dinding garasi.
Sedangkan kamprot halus, selain eksterior, penggunaannya juga dapat diaplikasikan pada interior rumah.
2. Teknik Pembuatan
Pengerjaan kamprot kasar cenderung lebih mudah dan tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi.
Sedangkan kamprot halus mesti dibuat dengan keterampilan lebih, mengingat teksturnya yang rata dan rapi.
Inspirasi Motif Dinding Kamprot yang Estetik
1. Motif Halus dan Rapi

Dinding kamprot yang halus ideal diterapkan pada rumah dengan konsep minimalis.
Selain itu, dinding jenis ini terbilang lebih aman karena motifnya tidak mudah menggores kulit seseorang.
2. Motif Kamprot Ombak

Foto: Archi Expo
Selanjutnya, ada motif dinding kamprot horizontal yang bisa menjadi variasi untuk dinding tembok luar.
Motif ini cocok diterapkan pada dinding taman maupun halaman belakang rumah.
Selain garis horizontal, kamu juga bisa menerapkan garis vertikal pada dinding tersebut, lho.
3. Motif Garis Kotak

Foto: Gmboel
Motif dinding kamprot bergaris dengan bentuk persegi panjang bisa menjadi opsi berikutnya.
Meski estetis, tetapi motif tersebut tampaknya tidak bisa dibuat oleh sembarang orang.
Karena itu, kamu harus menggunakan jasa tukang berpengalaman agar hasilnya lebih maksimal.
4. Motif Kamprot Roster
Foto: Inspirasi Griya
Lalu, ada teknik kamprot yang diterapkan pada dinding roster.
Ide ini mampu memberi kesan unik sekaligus estetis pada hunian.
Seperti yang terlihat, hasilnya pun berbeda dengan dinding roster pada umumnya.
5. Motif Kamprot Taman

Foto: Instagram @rumamalika
Terakhir, ada contoh dinding kamprot yang cocok diaplikasikan di area taman rumah.
Pasalnya, dinding dengan corak kamprot pada dasarnya memberi vibes natural.
Terlebih, pada contoh di atas, terdapat aksen garis yang membuat dinding terlihat lebih hidup.
Penggunaan lampu sorot juga cukup esensial karena mampu menyinari area taman saat malam hari.
Itulah pengertian, fungsi, hingga cara membuat dinding kamprot yang menarik diketahui.
Semoga informasi bermanfaat!
