Investasi Rumah atau Tanah? Ini Kelebihan & Kekurangannya

Last update: 8 Juli 2025 5 min read
Author:

Investasi rumah atau tanah kerap jadi pertimbangan jika ingin menanamkan modal di sektor properti.

Itu karena, keduanya bisa menawarkan potensi keuntungan menjanjikan.

Baik rumah maupun tanah, bisa menawarkan keuntungan dari nilainya yang meningkat seiring berjalannya waktu.

Namun dengan catatan, propertinya berada di lokasi yang strategis dan terus berkembang.

Selain itu, baik rumah maupun tanah juga bisa menciptakan arus kas jika disewakan.

Di bawah ini, kamu bisa memahami lebih lanjut mengenai dua jenis investasi tersebut, termasuk soal kelebihan dan kekurangannya.

Apa Itu Investasi Rumah?

Terravia BSD City
Rumah di Terravia BSD City

Investasi rumah adalah sebuah aktivitas investasi di mana seorang investor membeli rumah dengan tujuan mendapatkan keuntungan melalui peningkatan nilai (capital gain) atau dari pendapatan pasif seperti menyewakannya.

Peningkatan nilai pada investasi properti terjadi karena adanya apresiasi karena lokasinya yang terus berkembang atau karena fasilitasnya yang makin lengkap.

Sementara itu, rumah bisa mendapatkan pendapatan pasif karena bisa disewakan ke pengontrak melalui sistem sewa tahunan.

Kelebihan lainnya, rumah juga bisa dijadikan sebagai aset juga bisa dijadikan jaminan pinjaman (agunan) jika dibutuhkan.

Contoh rumah yang berada di kawasan strategis adalah Terravia BSD City.

Lokasi rumahnya hanya 15 menit dari Gerbang Tol Serbaraja, 21 menit dari Eka Hospital, dan 12 menit dari QBIG.

Fasilitas yang ditawarkan rumah tersebut pun terhitung lengkap, seperti smart door lock, solar panel, vertical garden, air purifier, dan integrated waste management system.

Harga rumah Terravia BSD City mulai dari Rp2,3 miliar saja.

Apa Itu Investasi Tanah?

Tanah kavling di Kawasan Vanya Park BSD City
Tanah kavling di Kawasan Vanya Park BSD City

Investasi tanah adalah aktivitas investasi di mana seorang investor membeli sebidang tanah dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga (capital gain) di masa depan atau pendapatan pasif dengan disewakan.

Tidak seperti rumah, tanah dianggap sebagai aset yang tidak memerlukan perawatan rutin.

Namun secara kenaikan harga, tanah juga akan diapresiasi pasar jika lokasinya berada d kawasan strategis yang terus berkembang.

Biasanya, tanah disewakan ke pihak yang ingin membangun peternakan, perkebunan, atau gedung yang sifatnya tidak permanen.

Baik tanah atau rumah, sama-sama merupakan aset investasi yang tidak likuid alias tidak bisa dicairkan kapan saja.

Contoh tanah kavling yang ada di lokasi strategis adalah Kawasan Vanya Park BSD City.

Lokasinya hanya 20 menit dari Gerbang Tol JORR, 20 menit dari RS Eka, 6 menit dari IPEKA, dan 9 menit dari QBIG.

Tanah kavlingnya ada yang memiliki luas tanah 93 meter persegi hingga 302 meter persegi. Harga tanahnya mulai dari Rp1,47 miliar saja.

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Rumah

Kelebihan

  • Pendapatan Pasif dari Sewa: Rumah bisa disewakan dan menghasilkan penghasilan rutin setiap tahun.
  • Nilai Properti Cenderung Naik: Rumah yang berada di lokasi strategis, harganya berpotensi naik dari waktu ke waktu.
  • Lebih Mudah Digunakan sebagai Agunan: Bisa dijadikan sebagai jaminan pinjaman atau agunan kredit.
  • Permintaan Tinggi: Kebutuhan akan tempat tinggal selalu ada. Jadi, rumah merupakan aset yang mudah disewakan.
  • Aset Nyata dan Terlihat: Jika dibandingkan dengan obligasi atau saham, rumah adalah investasi berwujud yang bisa dimanfaatkan secara langsung, seperti ditinggali atau diwariskan.

Baca juga: Tips Investasi Properti di Indonesia

Kekurangan

  • Biaya Perawatan dan Renovasi: Kamu perlu mengalokasikan biaya rutin untuk perawatan berkala, seperti pengecatan, perbaikan atap, atau instalasi listrik.
  • Pajak dan Biaya Tambahan: Ada biaya lain yang mesti dibayar secara rutin, yaitu biaya pajak bumi dan bangunan (PBB), asuransi, dan lainnya terkait dengan legalitas.
  • Likuiditas Rendah: Menjual rumah bisa memakan waktu lama dan tidak bisa dicairkan secepat investasi lain seperti saham.
  • Terpengaruh oleh Kondisi Pasar: Apabila kondisi pasar properti sedang lesu, nilai rumah bisa stagnan atau bahkan turun.

Baca juga: Sebelum Berinvestasi Properti Syariah, Ketahui Hal-Hal Ini

Kelebihan dan Kekurangan Investasi Tanah

Kelebihan

  • Nilai Cenderung Naik Seiring Waktu: Jika tanahnya berada di lokasi strategis yang berkembang dan terus punya infrastruktur baru, harga tanah berpotensi meningkat dari waktu ke waktu.
  • Biaya Perawatan Minim: Tanah tidak membutuhkan biaya perawatan rutin seperti rumah, sehingga biaya operasionalnya bisa lebih rendah.
  • Fleksibel untuk Berbagai Kebutuhan: Tanah bisa kamu kembangkan jadi properti baru, seperti rumah, ruko, gudang, lahan parkir, atau disewakan untuk kegiatan tertentu.
  • Risiko Kerusakan Fisik Sangat Kecil: Tanah tidak rentan terhadap kerusakan struktural karena cuaca, usia, atau bencana. Tidak seperti rumah yang bisa mengalami kerusakan fisik.
  • Potensi Capital Gain Besar: Harga tanah bisa mendapatkan lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa tahun, terutama jika lokasinya tepat. Misalnya, tanahnya berada di kawasan yang akan dikembangkan jadi pusat kota baru.

Baca juga: Cocok Jadi Investasi, Segini Harga Rumah Tipe 36 Sekarang

Kekurangan

  • Likuiditas Rendah: Sama seperti menjual rumah, menjual tanah bisa memakan waktu lama, tergantung lokasi dan kondisi pasar.
  • Risiko Terlantar dan Tidak Produktif: Apabila tidak dimanfaatkan, tanah hanya menjadi lahan kosong yang tidak menghasilkan apa-apa.
  • Potensi Sengketa dan Masalah Legalitas: Jika tidak teliti, membeli tanah rawan masalah legalitas seperti tumpang tindih sertifikat atau status lahan yang belum jelas.
  • Terbatasnya Kenaikan Nilai Jika Lokasi Tidak Strategis: Jika lokasi tanah berada di lokasi yang tidak berkembang, nilainya bisa stagnan dalam waktu lama.

Baca juga: Panduan Investasi Properti | Definisi hingga Keuntungannya

***

Demikian pembahasan antara investasi rumah atau tanah.

Keputusan investasi sangat bergantung pada tujuan finansial, profil risiko, dan jangka waktu investasi.

Informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan edukasi dan referensi umum mengenai investasi properti.

Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi keuangan, tujuan, serta profil risiko masing-masing.

Selalu lakukan riset mendalam dan konsultasi dengan ahli atau profesional keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

 

Yongky Yulius adalah penulis yang berpengalaman sebagai reporter dan editor berita di media massa. Telah berkarier lebih dari lima tahun. Kini fokus mengulas soal desain hunian, investasi properti, dan info KPR.