15 Jenis Jamur Tembok di Rumah dan Bahaya yang Bisa Ditimbulkan

Last update: 4 Mei 2025 6 min read
Author:

4 menit

Ada banyak jenis jamur tembok yang perlu kamu waspadai kehadirannya di rumah. Pasalnya, kehadirannya bisa mengganggu kesehatanmu dan keluarga, lo. Berikut penjelasan lengkapnya!

Ketika rumah bocor ataupun rembes, bukan hanya genangan air yang perlu kamu khawatirkan.

Risiko munculnya jamur dan bakteri pada tembok yang lembap juga perlu menjadi fokus utama.

Pasalnya, kedua hal tersebut dapat menimbulkan masalah kesehatan pada penghuni.

Ini sejalan dengan pendapat Dr. Richard Shaughnessy, Direktur Program Udara Bersih Universitas Tulsa, yang menyatakan bahwa ada banyak bahaya dari dinding lembap.

Jamur, bakteri, hama, dan tungau debu di rumah akan menjadi lebih agresif di rumah dengan kelembapan yang tinggi.

Namun, sebenarnya apa saja sih jenis jamur tembok rumah yang berbahaya?

Yuk, pelajari dalam ulasan di bawah ini!

Apa Penyebab Jamur di Tembok?

Sebelum mengetahui jenis jamur tembok, kamu perlu memahami terlebih dahulu penyebab jamur di tembok.

Adapun beberapa penyebab munculnya jamur di tembok antara lain:

  • Tembok rumah terlalu lembap
  • Sirkulasi udara di rumah kurang bagus
  • Ada atap atau pipa yang bocor
  • Lantai kayu lapuk
  • Tembok terkena banjir.

15 Jenis Jamur Tembok Rumah yang Berbahaya

1. Alternaria

jamur tembok putih

Sumber: Haysandsons.com

Jenis jamur ini kerap kali ditemukan di rumah, baik ruangan dalam maupun luar.

Umumnya alternaria berwarna hitam atau abu-abu dan termasuk dalam jenis jamus kelas B.

Biasanya mereka muncul di area lembap seperti, wastafel, shower, area gelap atau remang-remang, dan area yang rentan kotor.

Masalah kesehatan yang bisa ditimbulkan dari jenis jamur ini ialah asma dan alergi.

2. Jamur Aspergillus

Aspergillus termasuk jamur yang sangat membahayakan orang-orang  disekitarnya.

Jamur ini sangat umum bila ditemukan pada dinding, kertas, baju, sekat-sekat, dan berbagai tempat lainnya,

Reaksi yang akan terjadi termasuk infeksi pernafasan, alergi, dan paru-paru yang meradang.

Warna dari jamur ini memiliki variasi mulai dari coklat hingga hitam.

Aspergillus termasuk spesies jamur yang masuk kedalam kelas A hingga B.

3. Aureobasidium

jamur dinding berbahaya

Sumber: Istock.com

Jamur aureobasidium paling sering terlihat pada perabot kayu, permukaan, dinding, dan wallpaper yang dicat serta sekitar jendela.

Ciri-ciri dari spesies jamur ini adalah bintik-bintik dengan warna merah muda dan hitam.

4. Jamur Tembok Chaetomium

Chaetomium dapat kamu temukan pada dinding yang telah mengalami kerusakan air hingga menimbulkan efek  kelembapan.

Mendeteksi adanya jamur chaetomium sangatlah mudah.

Apabila kamu mencium bau apek itu tandanya ada kehadiran spesies jamur ini pada di lingkungan tersebut.

5. Jamur Tembok Cladosporium

Cladosporium termasuk salah satu spesies pencemar udara terburuk dalam ruangan.

Kamu dapat menemukan jamur ini dalam area dingin dan hangat seperti karpet, lantai kayu, lemari kayu, dan kain-kain yang umurnya sudah tua.

Jamur warna hijau ini termasuk dalam kelas B dan C.

Penampakan jamurnya bisa ditandai dengan bercak-bercak berwarna hijau, coklat, abu-abu, hingga hitam.

6. Fusarium

Fusarium dapat menyebabkan reaksi alergi standar serta infeksi dan peradangan pernapasan.

Jenis jamur tembok ini dapat tumbuh pada area yang lebih dingin dan basah serta memiliki warna kuning.

Bila menemukan jamur warna kuning di tembok kamar mandi, segera basmi hingga akarnya, ya.

7. Jamur Penisilin

Penisilin adalah jenis jamur yang dapat kamu temukan di dalam ruangan seperti, isolasi, perabotan yang sudah rusak namun digenangi air, karpet, dan masih banyak lagi.

Jamur ini dikenal dapat dengan cepat menyebar ke seluruh rumah dan dapat menyebabkan pemilik rumah mengalami masalah pernafasan.

8. Jamur Stachybotrys Chartarum

Spesies ini dikenal sebagai jamur beracun.

Racunnya dikenal sebagai mikotoksin yang bisa menyebabkan korbannya mengalami depresi, kelelahan, asma, dan masih banyak lagi.

Stachybotrys dapat ditemukan pada area yang lembap, seperti pipa dan saluran pendingin ruangan.

Jamur hitam ini termasuk dalam kelas A, yaitu kategori jamur yang membahayakan.

9. Jenis Jamur Tembok Penicillium

Penicillium termasuk dalam kelas B dan C.

Kamu dapat mengetahui jenis jamur ini dilihat dari warnanya yang berwarna biru, kuning, hijau, sampai hitam.

Jamur kuning di tembok ini biasanya dapat kamu temui pada bagian sekat-sekat dinding maupun lantai.

Menariknya, di dunia kedokteran jamur ini ternyata merupakan salah satu bahan untuk membuat antibiotik, lo!

Baca Juga: 9 Rekomendasi Merk Cat Tembok yang Mengkilap Terbaik untuk Interior dan Eksterior Rumah

10. Serpula Lacrymans

Serpula lacrymans umumnya ditemukan di luar, tetapi juga dapat tumbuh di permukaan kayu.

Jamur ini menyebabkan pembusukan yang kering di dalam kayu karena hanya memakan permukaannya saja.

Ciri utama serpula adalah warnanya kekuningan dan sekilas terlihat seperti noda air.

11. Jenis Jamur Trichoderma 

tipe jamur Trichoderma di dinding

Kamu dapat menemui jamur ini di dalam karpet basah, wallpaper, dan permukaan yang serupa.

Kerugian dari korban penghisap jamur ini bisa menyebabkan infeksi sinus, reaksi alergi, dan masih banyak lagi.

12. Ulokladium

Ulokladium biasanya ditemukan di daerah yang rusak parah oleh air seperti di lantai dan dinding rumah yang pernah mengalami banjir.

13. Acremonium

Jamur ini memiliki beragam penampakan mulai dari berwarna putih, abu-abu, hingga hitam.

Beberapa spesiesnya termasuk dalam kelas membahayakan bagi manusia yaitu, kelas A dan kelas B.

14. Jamur Mucor

Jamur tembok ini berwarna putih dan sering terlihat dalam bentuk bercak yang tebal.

Kamu akan menemukan jenis jamur tembok ini di karpet basah atau dekat unit pendingin udara seperti, air conditioner.

Paparan jamur tembok putih ini bisa menyebabkan risiko kesehatan yang ektrem seperti, infeksi sinus.

15. Geotrichum 

dindgin lembap berjamur

Jamur tembok yang terakhir bernama geotrichum.

Geotrichum biasanya berwarna putih dan tampak seperti tepung.

Jenis jamur ini sering dikaitkan dengan gangguan kondisi kesehatan seperti, TBC hingga infeksi paru-paru.

Jamur geotrichum berkembang biak di lingkungan yang lembap serta iklim sedang.

Biasanya bisa menyebar di udara sehingga mengakibatkan mata gatal, kelelahan, sampai sakit kepala kronis.

Baca Juga: 8 Rekomendasi Cat Tembok yang Bisa Dilap dan Dibersihkan dengan Mudah, Dinding Rumah Bebas dari Noda!

Bagaimana Cara Menghilangkan Jamur di Rumah?

Setelah mengetahui berbagai jenis jamur, tentunya kamu penasaran bagaimana cara menghilangkannya, bukan?

Nah, berikut ini adalah cara efektif untuk menghilangkan jamur di tembok rumah.

1. Gunakan Baking Soda

Bahan rumahan seperti soda kue atau baking soda nyatanya dapat menghilangkan jamur di tembok dengan cepat.

Caranya, campurkan baking soda dengan air dingin dan gunakan kain kering untuk mengaplikasikan campuran di dinding rumah.

Jika sudah, bilas area tembok dengan air bersih.

2. Larutan Cuka

Menurut kanal YouTube GO VLOG ID, salah satu cara efektif untuk membersihkan jamur pada dinding adalah dengan menggunakan larutan cuka.

Langkah pertama, siapkan bahan dan alat yang dibutuhkan, seperti sikat gigi bekas, wadah, air, dan cuka.

Tuangkan sedikit cuka ke dalam wadah, lalu celupkan sikat ke dalam larutan cuka tersebut.

Setelah itu, usapkan sikat pada bagian dinding yang berjamur hingga bersih.

Sesudahnya lap dinding dengan kain.

3. Pemutih Pakaian

Cara menghilangkan jamur di tembok rumah lainnya adalah menggunakan pemutih pakaian.

Campurkan pemutih pakaian menggunakan air, gosokkan secara perlahan pada tembok, lalu bersihkan.

***

Itu dia ulasan lengkap mengenai jenis jamur tembok dan bahayanya.

Kunjungi laman www.99updates.id dan Google News untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.

Beli rumah kini bisa #SegampangItu bersama www.99.co/idlo!

 

Membagikan panduan praktis dan informasi terpercaya, mulai dari langkah awal memiliki properti hingga tips merawat rumah agar tetap nyaman.