Kenali Jenis Plafon dan Cara Mudah Memasangnya

23 Jun 2020 - Miyanti Rahman

Kenali Jenis Plafon dan Cara Mudah Memasangnya

Plafon merupakan salah satu fitur penting yang tidak boleh dilewatkan apabila membahas soal arsitektur dan interior rumah.

Pasalnya, fitur tersebut memiliki fungsi praktis dan estetis sehingga dalam memilih jenis plafon harus dipilih yang paling tepat. 

Plafon rumah merupakan hal yang penting untuk diperhatikan.

Namun, apakah Anda sudah tahu apa itu plafon?

Apa Itu Plafon

Istilah plafon dikenal juga dengan sebutan langit-langit.

Plafon bisa didefinisikan sebagai permukaan interior yang menutupi struktur atap rumah di bagian atas ruangan.

Plafon tidak dikategorikan struktur bangunan, karena merupakan pelengkap.

Ya, meskipun tanpa adanya plafon, sebuah rumah masih bisa terbentuk dan berdiri dengan tegak.

Namun pasti terasa ada bagian yang kurang, sebab plafon memiliki fungsi praktis dan estetis untuk rumah.

Fungsi praktis plafon yaitu untuk menutupi bagian atas ruangan.

Selain itu, juga berfungsi sebagai insulator atau peredam suara dan panas dari atap rumah terutama pada rumah yang beratapkan genteng atau metal.

Baca juga:

Peredam Panas Atap Rumah | Tips, Jenis-Jenis dan Cara Pasang

Sementara fungsi estetis plafon, yaitu untuk memperindah dan merapikan ruangan.

Pasalnya, plafon menutupi sistem perkabelan, pipa, serta kayu-kayu penyangga atau rangka atap rumah yang berada di baliknya.

Plafon sangat berguna untuk membuat bagian atas ruangan tampak bersih.

Dengan adanya plafon, kotoran yang datang dari celah-celah atap rumah tidak akan masuk dan mengotori ruangan.

Permukaan interior yang satu ini juga bisa menahan percikan air hujan dan panas sinar matahari yang diserap oleh atap rumah.

Jenis plafon rumah sangat bervariasi, nah berdasarkan materialnya ada delapan jenis plafon yang perlu diketahui.

Apa saja? Silahkan simak penjelasan berikut ini.

Jenis Plafon Berdasarkan Material

jenis plafon

Plafon Triplek

Jenis plafon berbahan triplek biasanya dibanderol dengan harga murah.

Plafon triplek bersifat fleksibel, bobotnya sangat ringan dan umumnya memiliki ketebalan sekitar 2 hingga 5 mm.

Kelebihan plafon triplek adalah mudah dibentuk dan dipasang.

Namun ada juga kekurangannya, yaitu daya tahan plafon triplek terhadap air dan api kurang meskipun mampu menopang beban ringan.

Plafon Polyvinyl Chloride

Jenis plafon berbahan polyvinyl chloride atau disingkat PVC umumnya dijual dalam keadaan tinggal pasang dan memiliki banyak kelebihan.

Plafon PVC biasanya dipasang di bangunan sekolah atau rumah sakit, tetapi rumah hunian juga banyak yang menggunakan jenis plafon yang satu ini.

Kelebihan plafon PVC di antaranya lebih tahan air dan rayap, lebih lentur, dan lebih ringan dan pastinya lebih tahan lama.

Kekurangan jenis plafon berbahan PVC, yaitu dari harganya cukup menguras dompet mengingat kualitasnya memang patut diacungi jempol.

Plafon Gypsum

jenis plafon

Foto : netnukleer.com.tr

Salah satu jenis plafon yang paling sering digunakan adalah jenis plafon berbahan gypsum.

Jenis plafon gypsum terbuat dari bebatuan sedimen dan sifatnya sangat mudah didekorasi sehingga ada berbagai model dan pola yang ditawarkan oleh produsen.

Baca juga:

Perlu Dicatat, Ini 10 Desain Plafon Minimalis yang Tren di Tahun 2020

Kelebihan plafon gypsum di antaranya pemasangan dan perawatannya mudah, harganya juga murah dan tidak mudah terbakar.

Sementara kekurangannya adalah tidak tahan air dan benturan sehingga harus sangat berhati-hati saat memasangnya.

Plafon Kayu

jenis plafon

Jenis plafon berbahan kayu tidak boleh dilupakan, karena yang satu ini bisa menimbulkan kesan yang sangat rapi untuk ruangan.

Plafon kayu juga bisa membuat penghuni rumah lebih betah karena ruangan akan menjadi lebih natural dan hangat.

Jenis plafon yang satu ini menawarkan nilai estetis yang lebih menarik daripada jenis plafon lainnya.

Namun, harganya sangat mahal serta dari segi pemasangan dan perawatan plafon kayu lebih rumit.

Plafon Asbes atau Eternit

Selanjutnya adalah jenis plafon berbahan asbes atau disebut juga eternit.

Plafon yang satu ini mudah sekali ditemukan di toko bangunan terdekat.

Bahannya ringan sehingga tidak membutuhkan rangka plafon yang terlalu kuat.

Kelebihan plafon asbes di antaranya pemasangannya mudah dan cepat, serta apabila terjadi kerusakan plafon penggantiannya tidak rumit.

Namun sama seperti plafon gipsum, plafon asbes juga mudah rusak dan tidak tahan terhadap benturan.

Plafon Glass Fiber Reinforced Cement (GRC)

Ya seperti namanya, jenis plafon berbahan glassfiber reinforced cement alias GRC terbuat dari campuran serat dan semen.

Berkat kandungan glassfiber di dalamnya, plafon GRC bersifat lebih luwes dan bisa melengkung mengikuti bentuk-bentuk tertentu sehingga mudah dipasang.

Jenis plafon GRC biasanya dipasang di ruangan basah atau ruangan dengan kelembapan tinggi, karena memiliki daya serap tinggi dan lebih tahan air.

Namun, harga plafon GRC relatif lebih mahal karena sulit dibuat secara manual tanpa seorang ahli yang handal.

Plafon Metal

Jenis plafon ini semua panelnya terbuat dari bahan baja atau lempengan metal tipis.

Baja tersebut diembos dan dicetak dalam berbagai ukuran dan motif dengan finishing cat minyak beragam warna.

Jika mengingat materialnya, maka jenis plafon yang satu ini sangat tahan air, api, rayap dan benturan sehingga lebih awet.

Namun sayangnya, harga plafon metal cukup menguras dompet, untuk pengerjaannya juga tidak semudah membalikan telapak tangan.

Plafon Akustik

Plafon akustik merupakan jenis plafon yang sangat cocok untuk meredam kebisingan dari luar dan dalam ruangan.

Jenis plafon yang satu ini biasanya dipasang menggunakan kerangka kayu maupun bahan metal sehingga lebih fleksibel dan bebannya lebih ringan

Kelebihan plafon akustik, yaitu memasang dan menggantinya lebih mudah dan cepat dan bahannya lebih antikarat.

Plafon akustik sering kita jumpai di gedung-gedung perkantoran modern, studio musik, ruang rapat, bioskop dan ruang-ruang privat lainnya.

Baca juga:

Begini Cara Mudah agar Kamar Kedap Suara

5 Langkah Cara Pasang Plafon Mudah

jenis plafon

Jenis plafon berdasarkan material yang menyusunnya memang sangat banyak, tetapi yang paling sering digunakan oleh masyarakat Indonesia adalah plafon gypsum.

Oleh sebab itu, pada bagian ini akan diulas langkah-langkah atau cara pasang plafon gypsum.

Langkah 1

Evaluasi garis ketinggian plafon dengan cara membuat empat spot di tiap sudut ruangan, lalu tarik garis lurus dari spot satu ke spot lainnya,

Nah untuk memudahkan pekerjaan, gunakan waterpass selang.

Langkah 2

Lakukan pemasangan wall angle yang berfungsi sebagai penopang plafon.

Caranya letakkan wall angle pada garis lurus yang telah dibuat lalu paku menggunakan paku beton berukuran 2 cm atau 3 cm, jarak antar paku minimal 30 cm.

Langkah 3

Lakukan evaluasi ulang terhadap wall angle dan buat tanda pada tiap jarak 60 cm, lalu samakan ukuran serta tandanya pada dinding di sisi yang lain.

Nah, evaluasi ini berfungsi untuk pemasangan hollow pada tahap selanjutnya.

Langkah 4

Ukur panjang hollow agar sesuai dengan panjang wall angle, apabila ukurannya sudah pas tumpangkan hollow pada sisi atas wall angle dan sekrup menggunakan bor.

Lalu lakukan evaluasi panjang dan pemotongan ulang pada bagian lainnya.

Langkah 5

Pasang hollow di atas hollow yang lain. Nah, hollow yang diletakkan di bagian atas berguna untuk mengunci hollow di bagian bawah. 

Jangan bosan untuk melakukan evaluasi ya, karena hollow bagian atas harus dievaluasi secara berseberangan dengan hollow bagian bawah.

Jika sudah dipastikan semua hollow bagian atas berada di posisi yang tepat, maka sekrup semua hollow pada sisi kiri, kanan dan tengah.

Langkah 6

Setelah semua hollow bagian atas dipasang, buatlah gantungan dari hollow bagian atas dan hollow bagian bawah ke rangka atap rumah.

Jarak ideal antar gantungan bisa dari 80 cm hingga 120 cm, apabila ingin gantungan yang lebih kuat gunakan jarak 80 cm saja.

Itu dia informasi seputar jenis plafon dan cara mudah memasangnya. Semoga bermanfaat!

Baca juga:

6 Rekomendasi Lampu Plafon LED agar Ruangan Lebih Cantik

 

Author:

Miyanti Rahman