9 Jenis Plafon beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Last update: 4 Mei 2025 7 min read
Author:

Ada banyak jenis jenis plafon rumah yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Kali ini, 99.co akan mengajak kamu mengenali sekaligus mempelajari cara pemasangannya.

Plafon merupakan salah satu fitur penting yang tidak boleh dilewatkan. Bagian ini memiliki fungsi praktis dan estetis, sehingga memilih jenis plafon harus dipilih yang paling tepat.

Jadi supaya tak salah belanja, sebaiknya simak terlebih dahulu penjelasan apa itu plafon rumah dan macam macam plafon berdasarkan material. Mari kita simak!

Apa Itu Plafon?

Istilah plafon dikenal juga dengan sebutan langit-langit. Arti plafon rumah adalah permukaan interior yang menutupi struktur atap rumah di bagian atas ruangan.

Plafon tidak dikategorikan struktur bangunan, karena merupakan pelengkap. Tanpa adanya plafon, sebuah rumah masih bisa terbentuk dan berdiri dengan tegak.

Walaupun demikian, pasti terasa ada yang kurang kalau rumah tidak berplafon, mengingat fungsi estetikanya. Selain itu, hunian tanpa langit-langit terasa lebih panas.

Fungsi Plafon Rumah

Pasalnya, plafon berfungsi sebagai isolator atau peredam suara dan panas dari atap rumah terutama pada rumah yang beratapkan genteng atau metal.

Plafon bisa menutupi sistem perkabelan, pipa, serta kayu-kayu penyangga atau rangka atap rumah yang berada di baliknya. Alhasil ruangan bagian atas terlihat bersih.

Dengan adanya plafon, kotoran yang datang dari celah-celah atap tidak akan masuk dan mengotori ruangan. Plafon juga bisa menahan percikan air hujan dan panas sinar matahari.

Jenis plafon rumah sangat bervariasi. Nah, berdasarkan materialnya ada delapan jenis plafon yang perlu diketahui. Mari kita simak penjelasan berikut ini.

Jenis Plafon Rumah

1. Plafon Triplek

Plafon Triplek

Plafon triplek adalah salah satu jenis plafon yang populer digunakan untuk berbagai jenis bangunan, khususnya rumah.

Plafon triplek terbuat dari lembaran kayu tipis yang direkatkan dan dipres menjadi lapisan-lapisan yang lebih tebal.

Jenis ini populer karena mudah dipasang dan tersedia dalam berbagai ketebalan.

Kelebihan Kekurangan
  • Harga relatif murah.
  • Mudah didapatkan dan dipasang.
  • Dapat dicat atau diwarnai sesuai keinginan.
  • Ringan dan mudah dibentuk.
  • Tidak tahan terhadap kelembapan, mudah lapuk jika terkena air.
  • Rentan terhadap serangan rayap.
  • Daya tahan relatif rendah dibandingkan material lainnya.

2. Plafon PVC

Plafon Polyvinyl Chloride

Plafon PVC (polyvinyl chloride ) terbuat dari bahan plastik polimer yang ringan, tahan air, dan tahan rayap.

Material ini memiliki permukaan yang halus dan tersedia dalam berbagai motif.

Kelebihan Kekurangan
  • Tahan air dan kelembapan.
  • Ringan dan mudah dipasang.
  • Banyak pilihan warna dan motif.
  • Bebas dari serangan rayap dan jamur.
  • Tidak ramah lingkungan (terbuat dari bahan plastik).
  • Relatif mahal dibandingkan triplek dan gypsum.
  • Sulit diperbaiki jika rusak, biasanya harus diganti.

3. Plafon Gypsum

Plafon Gypsum

Plafon gypsum terbuat dari material berbasis mineral gypsum yang dicetak menjadi lembaran.

Jenis plafon ini biasanya dipasang dengan rangka logam karena bobotnya yang lumayan berat.

Meski demikian, plafon gypsum tetap populer digunakan karena mudah dibentuk untuk menyesuaikan dengan desain interior.

Kelebihan Kekurangan
  • Permukaan halus, cocok untuk finishing yang rapi.
  • Mudah dibentuk dan dimodifikasi untuk desain modern.
  • Dapat menahan panas untuk isolasi termal.
  • Harga terjangkau.
  • Tidak tahan air, mudah rusak jika terkena kelembapan.
  • Rentan terhadap keretakan dan perlu perawatan berkala.
  • Tidak tahan terhadap benturan.

4. Plafon Kayu

Plafon Kayu

Plafon kayu akan menimbulkan kesan yang sangat rapi untuk ruangan.

Penghuni pasti betah, karena suasana dalam rumah menjadi lebih hangat dan natural.

Jenis plafon ini menawarkan nilai seni yang lebih menarik secara visual dibandingkan jenis plafon lain.

Sayangnya, dari segi harga sangat mahal dan perawatannya rumit.

Kelebihan Kekurangan
  • Estetika alami dan elegan, memberikan kesan mewah.
  • Tahan lama jika diproses dan dirawat dengan baik.
  • Memberikan isolasi termal yang baik.
  • Harga mahal, terutama jenis kayu berkualitas tinggi.
  • Rentan terhadap rayap jika tidak dilindungi.
  • Butuh perawatan khusus untuk menjaga keindahannya.

5. Plafon Asbes atau Eternit

Plafon Asbes atau Eternit

Selanjutnya adalah jenis plafon berbahan asbes atau disebut juga eternit.

Plafon yang satu ini mudah sekali ditemukan di toko bangunan terdekat.

Bahannya ringan sehingga tidak membutuhkan rangka plafon yang terlalu kuat.

Kelebihan Kekurangan
  • Harga murah dan mudah dipasang.
  • Tahan terhadap panas dan kelembapan.
  • Tidak mudah terbakar.
  • Mengandung bahan berbahaya (asbes) yang dapat mengganggu kesehatan.
  • Rentan terhadap keretakan.
  • Desain kurang menarik dibandingkan bahan lain.

6. Plafon Glass Fiber Reinforced Cement

Plafon Glass Fiber Reinforced Cement

Seperti namanya, plafon berbahan glass fiber reinforced cement (GRC) terbuat dari campuran serat dan semen.

Maka dari itu, plafon GRC bersifat lebih fleksibel dan mudah dipasang.

Plafon GRC biasanya dipasang di ruangan basah atau ruangan dengan kelembapann tinggi.

Hal ini karena material penyusunnya mempunyai daya serap tinggi.

Sayangnya, harga plafon GRC relatif lebih mahal karena sulit dibuat secara manual tanpa seorang ahli yang andal.

Kelebihan Kekurangan
  • Tahan terhadap air dan kelembapan.
  • Tahan api dan tahan lama.
  • Dapat digunakan untuk area luar ruangan.
  • Ringan tetapi kuat.
  • Mengandung bahan berbahaya (asbes) yang dapat mengganggu kesehatan.
  • Rentan terhadap keretakan.
  • Desain kurang menarik dibandingkan bahan lain.

7. Plafon Metal

Plafon Metal

Plafon metal terbuat dari bahan logam seperti aluminium atau baja ringan.

Material ini memiliki daya tahan tinggi dan sering digunakan dalam bangunan industri atau komersial.

Kelebihan Kekurangan
  • Sangat tahan lama dan kuat.
  • Tahan terhadap api, air, dan serangan hama.
  • Memberikan kesan modern dan industrial.
  • Mudah dibersihkan.
  • Harga mahal.
  • Rentan terhadap karat jika tidak dilapisi dengan baik.
  • Bisa menimbulkan kebisingan saat terkena hujan.

8. Plafon Akustik

Plafon Akustik

Plafon akustik adalah jenis plafon yang dirancang khusus untuk menyerap suara dan mengurangi kebisingan.

Penggunaan sering ditemukan pada plafon gedung modern, studio musik;

  • ruang rapat;
  • gedung bioskop;
  • dan lain sebagainya.
Kelebihan Kekurangan
  • Kemampuan menyerap suara sangat baik, cocok untuk ruang akustik.
  • Mudah dipasang dan diganti.
  • Ringan dan tersedia dalam berbagai motif
  • Tidak tahan terhadap kelembapan.
  • Relatif mahal.
  • Mudah rusak jika terkena benturan.

9. Plafon Kalsiboard

jenis plafon kalsiboard
sumber: lawangindahbeton

Plafon kalsiboard adalah jenis plafon yang terbuat dari bahan fiber semen, yaitu campuran serat selulosa, pasir silika, dan semen yang diproses dengan teknologi tinggi.

Plafon ini terkenal karena sifatnya yang tahan lama, tahan terhadap air, dan tahan api, sehingga cocok untuk digunakan di berbagai jenis bangunan.

Kelebihan Kekurangan
  • Tahan terhadap air dan kelembapan.
  • Tidak mudah terbakar.
  • Tahan terhadap rayap.
  • Permukaan rata, cocok untuk finishing cat.
  • Harga lebih tinggi dibandingkan gypsum.
  • Rentan terhadap keretakan jika pemasangan tidak tepat.
  • Proses pemasangan membutuhkan ketelitian.

Cara Pasang Plafon Mudah

5 Langkah Cara Pasang Plafon Mudah

Jenis plafon berdasarkan material yang menyusunnya memang sangat banyak. Namun seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, favorit masyarakat Indonesia adalah plafon gypsum.

Pada bagian ini 99.co akan mengulas langkah-langkah memasang plafon gypsum. Jadi, mari kita simak penjelasan selengkapnya.

  • Evaluasi garis ketinggian plafon dengan cara membuat empat spot di tiap sudut ruangan, lalu tarik garis lurus dari spot satu ke spot lainnya. Nah, untuk memudahkan pekerjaan, gunakan waterpass selang.
  • Lakukan pemasangan wall angle yang berfungsi sebagai penopang plafon. Caranya letakkan wall angle pada garis lurus yang telah dibuat. Lalu, paku menggunakan paku plafon beton berukuran 2 atau 3 sentimeter, jarak antar paku minimal 30 sentimeter.
  • Lakukan evaluasi ulang terhadap wall angle dan buat tanda pada tiap jarak 60 sentimeter, lalu samakan ukuran serta tandanya pada dinding di sisi yang lain. Evaluasi ini berfungsi untuk pemasangan hollow pada tahap selanjutnya.
  • Ukur panjang hollow agar sesuai dengan panjang wall angle. Apabila ukurannya sudah pas, tumpangkan hollow pada sisi atas wall angle dan sekrup menggunakan bor.
  • Lakukan evaluasi panjang dan pemotongan ulang pada bagian lainnya. Pasang hollow di atas hollow yang lain. Nah, hollow yang diletakkan di bagian atas berguna untuk mengunci hollow di bagian bawah.
  • Pastikan semua hollow bagian atas berada di posisi yang tepat, maka sekrup semua hollow pada sisi kiri, kanan dan tengah.
  • Setelah semua hollow bagian atas dipasang, buat gantungan dari hollow bagian atas dan hollow bagian bawah ke rangka atap rumah. Jarak ideal antar gantungan bisa dari 80 sampai 120 sentimeter.

***

Demikian informasi mengenai jenis plafon beserta kelebihan dan kekurangannya.

Segera dapatkan hunian impianmu di www.99.co/id!

 

Miyanti adalah senior content writer yang aktif menulis artikel dan mikrokopi sejak 2017. Dia berpengalaman menulis artikel bertema properti, desain, kuliner, keuangan dan traveling. Pada 2020 bergabung dengan 99 Group untuk menulis panduan property Rumah123 dan 99.co Indonesia.