7 Cara Menata Ruang Bermain Anak yang Aman dan Seru di Rumah

15 Okt 2020 - Dyah Siwi Tridya

7 Cara Menata Ruang Bermain Anak yang Aman dan Seru di Rumah

foto: dwell.com

Bermain merupakan hal penting dalam proses tumbuh kembang anak, maka dari itu kehadiran ruang bermain anak sangat diperlukan.

Saat ini anak mengalami darurat ruang bermain karena pembatasan kegiatan di luar ruangan selama pandemi Covid-19.

Hal ini juga membuat keterampilan kognitif dan motorik anak menjadi terhambat dan mengalami masalah serius.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa menghadirkan ruang bermain anak di rumah yang tentu saja akan membuat anak lebih ceria dan aktif.

Mau tahu, bagaimana cara penataannya yang tepat? Yuk, simak dibawah ini ya!

Tips Menata Ruang Bermain Anak di Dalam Rumah

Menciptakan ruang bermain anak  yang sempurna memang tidak mudah. 

Ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan, mulai dari desain, tata letak, safety room, mainan dan pengawasan ekstra saat Si Kecil bermain.

Meskipun tidak mudah, artikel ini akan menunjukkan beberapa kiat yang bisa dicoba dalam membuat ruang bermain anak dengan tepat.

  • Layout Ruang Bermain Anak

Membangun ruang bermain di rumah minimalis pasti susah-susah gampang. Belum lagi ditambah keterbatasan area yang dimiliki.

Untuk menyiasati hal tersebut, Anda bisa merancang dan memanfaatkan area sisa, seperti sudut rumah, ruang bawah tangga, hingga loteng rumah.

Selain itu Anda juga bisa membagi ruang bermain menjadi beberapa zona.

Zona Vertikal

ruang bermain anak

foto: dwell.com

Untuk mendukung minat dan hobi anak, Anda bisa memanfaatkan area dinding dengan menambahkan papan tulis, dinding kaca, atau wall climbing

Penggunaan area vertikal tidak akan mengganggu aktivitas bagian lantai dan ruangan lainnya.

Pemilihan furnitur multifungsi bisa jadi solusi untuk Anda yang tidak menyukai ruangan yang berantakan.

Apalagi zona vertikal atau dinding bisa diterapkan di mana saja, sekalipun untuk rumah sempit.

  • Zona Lantai

ruang bermain anak

foto: motherly

Zona lantai biasanya digunakan untuk anak-anak umur 6 bulan - 2 tahun.

Area bermain ini harus menggunakan material playmat yang lembut dan tidak membuat kulit Si Kecil lecet karena gesekan pada lantai yang terbuka.

Lantai menjadi salah satu zona dengan ukuran lebih luas untuk ruang bermain anak. Namun sayangnya kerap diabaikan.

Area lantai melibatkan aktivitas balita seperti merangkak, berdiri dan berjalan.

Untuk membuat zona lantai yang baik, hindari furnitur besar dan mainan yang tidak memiliki ruang penyimpanan.

Selain membatasi ruang gerak, mainan yang berserakan akan membuat anak terluka saat bermain.

  • Zona Sudut

ruang bermain anak

foto: dwell.com

Area sudut biasanya dibiarkan kosong begitu saja. Padahal alangkah baiknya ruang sudut dimanfaatkan untuk area bermain anak.

Meskipun terlihat kecil, Anda bisa membuatnya dengan tambahan tenda bermain, matras bulu, dan rak mainan.

Selain hemat tempat, Anda juga bisa mengawasi kegiatan anak dari mana saja karena sistem ruang terbuka yang terkoneksi.

  • Memilih Mainan Anak Sesuai Usia

ruang bermain anak

foto: healthXchange

Sebagai orang tua, Anda pastinya akan memberikan yang terbaik untuk buah hati.

Tapi, tanpa Anda sadari justru hal tersebut menjadi bencana ke depannya. Salah satunya saat memilih mainan anak.

Jangan membanjiri anak Anda dengan banyak mainan. 

Karena hal ini hanya akan membatasi kemampuan anak untuk memilih aktivitas yang menarik. 

Mulailah dengan memilih sejumlah mainan yang sesuai dengan usia dan yang paling diminati. 

Lalu jangan untuk menyingkirkan mainan yang tidak lagi mereka mainkan. 

  • Pilih Palet Warna Netral dan Konsep Desain Minimal

ruang bermain anak

foto: pinterest

Setelah Anda memilih tata letak dan mainan apa saja yang harus dipersiapkan, saatnya untuk memulai memilih tema ruang bermain anak.

Untuk rumah minimalis tipe 21, menambahkan cat dinding atau pola warna yang ramai akan membuat ruangan terlihat lebih kecil dan memusingkan.

Warna-warna netral dan desain simpel adalah pilihan yang tepat untuk ruangan yang tidak memiliki sekat.

Apalagi tren ruang bermain minimalis lebih disukai untuk segala usia.

 Jika ingin menambahkan warna, Anda bisa mencocokkan warna dan pola yang berbeda melalui sarung bantal, selimut, karpet,\ dan mainan. 

  • Area Dinding sebagai Pemisah

ruang bermain anak

foto: decoist

Jika Anda lelah untuk memilih tema warna ruang bermain anak, Anda bisa gunakan wallpaper anak sebagai solusinya.

Anda juga tidak perlu pusing lagi untuk membuat ruang tambahan, cukup manfaatkan area dinding sebagai pemisah. Bahkan cara memasang wallpaper pun cukup gampang.

Anda tinggal menempelkan stiker ke dinding dengan perekat. Begitu pun dengan melepaskannya. 

Ketika Anak sudah mulai bosan dengan tampilan ruangannya, Anda hanya perlu melepaskan perekatnya.

Selain wallpaper, mural juga bisa menjadi cara kreatif yang bisa Anda coba untuk daya tarik visual.

  • Gunakan Furnitur Multifungsi

ruang bermain anak

foto: pinterest

Jika rumah Anda didesain dengan ruang terbuka dan tidak ingin ada perabotan besar yang mengganggu, furnitur multifungsi bisa jadi jawabannya.

Anda bisa memasang meja belajar anak di sudut ruangan. 

Jika tidak digunakan  Anda bisa menyembunyikannya di dalam atau di sela-sela lemari.

Bisa juga gunakan meja kopi yang bisa diperbesar untuk menciptakan ruang ekstra membangun lego atau puzzle

  • Jenis Rak Penyimpanan

ruang bermain anak

foto: aplayonchic

Ruang bermain anak harus memiliki banyak rak penyimpanan, hal ini dilakukan agar mainan anak tidak berserakan di penjuru rumah.

Lalu, pertimbangkan jenis penyimpanan dan ukuran yang cocok.

Jika ditempatkan di ruang bermain anak, maka pilihan yang paling cocok adalah rak dinding, laci anak, rak display dan lemari loker.

Anda bisa menyusun mainan anak berdasarkan warna dan sebaiknya ukuran / tinggi rak bisa dijangkau oleh anak.

Kriteria penempatan rak sebaiknya jangan terlalu tinggi atau rendah, jika memungkinkan, sebaiknya rak ditempelkan di dinding agar hemat tempat.

  • Pencahayaan dan Ventilasi Udara

Ruang bermain harus memiliki banyak cahaya dengan sirkulasi udara yang baik.

Cahaya alami memang membuat mood lebih baik dan kegiatan bermain jadi lebih menyenangkan.

Begitu juga dengan ventilasi, sebaiknya hindari membuat atau menata ruang di area yang lembap, karena akan mengakibatkan masalah kesehatan anak.

Jika memang terpaksa membuatnya tanpa jendela, Anda bisa memang pendingin ruangan dengan tambahan cahaya dari lampu.

Pastikan pendingin ruangan diatur di suhu 26-27 derajat celcius.

7 Desain Ruang Bermain Anak

Desain seperti apa ya yang bisa menyatukan ruang bermain anak yang menyenangkan dan fungsional? 

  • Ruang Bermain Anak di Loteng Rumah

ruang bermain anak

foto: dwell

 

Punya loteng rumah yang tidak terpakai?

Yuk, kreasikan dan ciptakan ruang multifungsi untuk Si Kecil bermain dan bereksplorasi sepuasnya dan biarkan imajinasi mereka berkembang.

Anda cukup menambahkan bantalan empuk pada dinding dan hindari furnitur yang memiliki sudut yang tajam.

Pastikan juga Anda menambahkan pendingin ruangan agar anak merasa nyaman saat bermain.

Baca juga:

5 Model Loteng Rumah Paling Unik, Jauh Dari Kesan Angker!

  • Zona Imajinasi

ruang bermain anak

foto: ikea

Contoh desain di atas cocok banget buat anak yang masih bingung dengan cita-cita mereka.

Anda bisa membuat ruangan dengan berbagai tema yang mereka sukai atau baru mereka pelajari.

Tapi, tetap membatasi jumlah mainan agar mereka tidak cepat bosan. Bila perlu jadwalkan permainan setiap 2 minggu sekali.

  • Ruang Bermain Anak Minimalis

ruang bermain anak

foto: pinterest

Buat yang tak mau repot dengan pemilihan warna atau pola, Anda bisa menerapkan ruang bermain anak minimalis yang simpel tapi tetap chic.

Penggunaan warna cat putih yang lebih sederhana dan tambahan aksesoris, sudah cukup untuk membuat anak lebih nyaman.

  • Rak Display Bawah Tangga

ruang bermain anak

foto: hgtv

Memanfaatkan ruang bawah tangga yang sering diabaikan bisa dengan penambahan rak dinding, sehingga mainan tersimpan rapi.

Selain itu, Anda bisa padukan bangku warna-warni yang cerah agar ruangan tidak tampak monoton.

  • Kreasikan dengan Papan Tulis Hitam

ruang bermain anak

foto: decorpad

Antisipasi dinding dari coretan dengan memasang papan tulis. 

Selain bisa dihapus, penerapan media ini bisa membuat anak lebih aktif mengasah kreativitas.

  • Seperangkat Taman Bermain di Dalam Rumah

ruang bermain anak

foto: ana-white

Repot dengan anak yang terlalu aktif?

Inspirasi desain di atas bisa banget nih Anda tiru dan terapkan di rumah.

Selain untuk bersenang-senang, taman bermain mini di atas bisa melatih ketangkasan anak.

Tapi perlu diperhatikan untuk menambahkan matras di bawahnya untuk antisipasi anak jatuh atau terpeleset.

  • Manfaatkan Langit-langit Rumah

ruang bermain anak

foto: dwell

Siapa bilang membuat ruang bermain anak harus di bawah?

Jika Anda memiliki rumah dengan luas yang terbatas, Anda bisa tambahkan jaring-jaring di langit rumah untuk area bermain anak.

Bukan hanya untuk anak saja, Anda juga bisa mencobanya untuk bersantai atau sekedar menemani anak bermain.

Bagaimana? Cukup mudah kan langkah-langkah menata ruang bermain anak.

Anda tak perlu mengeluarkan biaya terlalu mahal.

Hanya bermodalkan cat, wallpaper atau bisa juga memanfaatkan barang-barang bekas, ruang bermain anak sederhana pun bisa dibuat.

Semoga artikel ini membantu!

Author:

Dyah Siwi Tridya