5 Fakta Rumah Split Level, Benarkah Lebih Sehat?

Last update: 3 Mei 2025 5 min read
Author:

Foto: archdaily.com

Lahan sempit menjadi masalah umum yang sering ditemui oleh penduduk urban ketika ingin membangun rumah.

Mengingat masalah tersebut, rumah split level pun menjadi populer di tengah masyarakat belakangan ini.

Terutama setelah sebuah rumah split grow house (splow house) di Tebet, Jakarta Selatan meraih penghargaan bergengsi tahun 2017.

Rumah tersebut meraih penghargaan dari Architizer A Plus Awards 2017 untuk kategori Arsitektur dan Hunian Kecil versi Public Choice.

Bagian dalam rumah tampak lapang dan nyaman, meskipun berdiri di atas lahan yang tidak begitu luas, yaitu 6×15 meter.

Rumah splow house ini terdiri dari tiga lantai. Setiap lantainya dihitung setengah, sehingga ada lima lantai mezanin di dalamnya.

Tangga menjadi penghubung antarlantai, sedangkan area void menjadi sumber sirkulasi udara dan cahaya.

Betul, rumah split level memang punya fakta dan keunikan tersendiri. Namun, sudahkah Anda memahami pengertian split level?

Pengertian Split Level dalam Arsitektur

Pengertian Split Level dalam Arsitektur

Dalam dunia arsitektur, rumah split level adalah rumah yang memiliki tingkatan ketinggian lantai berbeda hampir di setiap ruangannya.

Ketinggian lantai yang berbeda-beda itu kemudian disebut split level. Biasanya setengah dari ketinggian lantai biasa.

Pada rumah split level akan terdapat beberapa anak tangga untuk menghubungkan setiap ruangan atau level rumah.

Rumah split level biasanya terdiri dari tiga hingga empat  level. Bisa juga lebih, tergantung kondisi rumah dan keinginan pemiliknya.

Jika dilihat dari sejarahnya, maka rumah split level merupakan varian dari rumah bergaya ranch style.

Rumah bergaya ranch style sendiri memaksimalkan pemanfaatan ruangan yang tersedia dengan sangat baik.

Rumah split level dikembangkan oleh Frank Lloyd Wright pada awal abad ke 20 dengan satu keyakinan.

Frank Lloyd Wright memiliki keyakinan bahwa rumah dengan gaya tersebut merupakan pilihan tempat tinggal yang terjangkau. Khususnya bagi masyarakat Amerika pada saat itu. 

Kemudian, popularitas rumah split level pun semakin berkembang pada 1950-1960-an.

Pada masa tersebut, warga menengah di Negeri Paman Sam memilih gaya split level saat membangun tempat tinggal.

Namun popularitas rumah split level meredup karena berbagai alasan. Ia kembali populer belakangan ini

Fakta tentang Rumah Split Level

Fakta tentang Rumah Split Level

Foto: archello.com

Rumah split level memiliki daya pikat dan keunikan tersendiri sehingga menjadi pilihan masyarakat yang tinggal di kota-kota besar.

Arsitektur dan desain unik rumah split level sangat identik dengan fungsi ruangan berkonsep open space.

Pasalnya, rumah split level dibangun dengan jumlah partisi atau dinding yang tidak begitu masif.

Lantas, apa saja fakta menarik di balik rumah split level yang patut diketahui? Simak penjelasan berikut.

rumah minimalis modern

Foto: Promenade Homes

Tidak Hanya untuk Rumah Lahan Sempit

Rumah split level memang identik dengan rumah yang berdiri di lahan sempit, tetapi faktanya tidak seperti itu.

Rumah yang berdiri di lahan luas pun bisa saja dibangun dengan konsep split level, agar ruangan di dalamnya terasa semakin lapang.

Dengan semakin lapangnya ruangan, penghuni rumah pun semakin leluasa beraktivitas dalam rumah.

Selain itu, rumah split level memberikan efisiensi ruangan yang baik. Anda bisa mendapatkan ruangan dengan fungsi tambahan.

Baca juga:

Hunian di Lahan Sempit? Konsep Compact House Solusinya!

Rumah Lebih Berdimensi

Rumah dengan lantai yang datar akan terlihat begitu-begitu saja apabila tidak dipercantik dengan desain interior menarik.

Ya, berbeda halnya dengan rumah split level yang tidak hanya lebih lapang dan luas, tetapi juga lebih dinamis dan hidup.

Dengan menerapkan konsep split level pada rumah Anda, jangan khawatir suasana dalam rumah akan monoton dan membosankan.

Anda pun bisa lebih leluasa memainkan interior ruangan saat memiliki variasi ketinggian lantai.

Tidak Perlu Banyak Biaya

Tidak Perlu Banyak Biaya

Foto: Promenade Homes

Jika diperhatikan dari konstruksinya yang cukup rumit, maka rumah split level terlihat memakan biaya yang tidak sedikit.

Namun ternyata anggapan tersebut kurang tepat, sebab rumah split level justru bisa memangkas biaya pembangunan rumah.

Pasalnya, biaya pembangunan dinding pembatas bisa dialihkan untuk pembangunan lantai dengan tinggi berbeda.

Perbedaan tinggi lantai tersebut bisa dibuat sekitar 10 hingga 50 cm saja, sehingga biaya yang dikeluarkan pun tidak begitu banyak.

Sirkulasi Udara Semakin Lancar

Telah disebutkan sebelumnya bahwa rumah split level sangat identik dengan konsep open space.

Berkat sifatnya yang terbuka, secara tidak langsung akan tercipta sistem sirkulasi udara dan pencahayaan yang lebih baik.

Sirkulasi udara yang baik membuat kebutuhan akan air conditioner (AC) pun berkurang, karena sudah tersedia yang lebih alami.

Dengan begitu, anggapan rumah split level bisa membuat penghuni rumah lebih sehat bukan isapan jempol belaka.

Baca juga:

Ciri Rumah Sehat yang Bikin Betah, Rumah Anda Masuk Kriteria?

Memicu Semangat Olahraga

Selain fakta di atas, rumah split level  bisa memicu semangat olahraga penghuni rumah.

Tidak hanya menarik, perbedaan tinggi juga berpotensi membantu penghuni rumah menjaga kebugaran tubuhnya.

Gerak naik-turun saat berjalan dari satu ruangan ke ruangan yang lain akan memicu perasaan gembira dan membakar kalori.

Pada rumah  rumah split level, ada banyak titik di mana Anda bisa membuat perbedaan tinggi lantai sesuai dengan kebutuhan.

Itulah lima fakta tentang rumah split level. Tidak perlu diragukan lagi, hunian dengan konsep ini membuat penghuni lebih sehat.

Salah rumah split level super nyaman yang bisa Anda pilih ada di Nivara Resort Townhouse, Kemang.

Namun apabila masih dalam proses pencarian rumah idaman, silakan mampir ke 99.co Indonesia.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Anda!

 

Miyanti adalah senior content writer yang aktif menulis artikel dan mikrokopi sejak 2017. Dia berpengalaman menulis artikel bertema properti, desain, kuliner, keuangan dan traveling. Pada 2020 bergabung dengan 99 Group untuk menulis panduan property Rumah123 dan 99.co Indonesia.