Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah secara Rinci

10 Mar 2020 - Ananda Bayu Pangestu

Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah secara Rinci

Bicara tentang rumah impian, bagi sebagian orang kadang hal ini diwujudkan dengan membangunnya sendiri, bukan membeli.

Berbeda dengan membeli rumah dari developer, di sini Anda harus menghitung biaya bangun rumah sendiri dan membuat anggarannya.

Membuat anggaran biaya akan sangat membantu proses pembangunan rumah ke depannya. 

Anda akan memiliki gambaran jelas mengenai biaya yang akan dikeluarkan, memperkecil kemungkinan adanya pengeluaran tak terduga, hingga kemungkinan renovasi rumah di masa depan.

Nah, agar semua lebih terencana, artikel panduan 99.co Indonesia ini akan membahas bagaimana cara menghitung biaya bangun rumah sendiri. Simak hingga akhir, ya!

Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah Sendiri

Sebelum masuk ke langkah pertama, perlu diketahui bahwa biaya bangun rumah umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor. 

Di antaranya adalah faktor lokasi, luas bangunan, jumlah lantai, jumlah ruangan, jenis material bangunan dan lain-lain. 

Jadi, sebelum membuat estimasi biaya pembangunan rumah, pastikan Anda sudah tahu ingin membangun rumah yang seperti apa, ya! 

Menghitung Luas Tanah atau Lahan

biaya bangun rumah

Menghitung biaya membangun rumah bisa dimulai dari menghitung besarnya lahan atau luas tanah. 

Meski umumnya informasi luas tanah sudah diberikan, lebih baik jika Anda menghitung luas tanah sendiri, agar perhitungan estimasi biaya bangun rumah lebih akurat.

Anda bisa meminta bantuan jasa kontraktor rumah untuk menghitung ulang. 

Jika ingin coba menghitung luas tanah sendiri, berikut cara menghitung biaya bangun rumah yang bisa Anda coba dengan alat-alat seperti kalkulator, waterpass, benang ukur, pengukur sudut, roll meter, dan theodolit.

  1. Bersihkanlah lahan dari benda-benda yang menghalangi.
  2. Ukur panjang dan lebar tanah dengan memakai roll meter atau theodolit.
  3. Ukur sudut tanah dengan pengukur sudut dan theodolit.
  4. Ukur lebar jalan yang melintang depan rumah.
  5. Tulis data ukuran tanah dan buat sketsa hasil ukur tanah.

Dengan demikian, estimasi biaya membangun rumah akan lebih terperinci dan akurat. 

Menghitung Biaya Desain Rumah

Cara menghitung biaya bangun rumah berikutnya adalah memperhitungkan biaya desain rumah. 

Sebagian besar orang melewatkan poin ini karena dianggap sebagai pemborosan. Padahal, desain rumah sangat dibutuhkan jika kita ingin membangun rumah bagus.

Ketimbang asal-asalan, lebih disarankan untuk menggunakan jasa arsitek atau desainer interior profesional. 

Mengapa? Salah satu alasan paling kuat adalah untuk menghindari resiko kesalahan struktur konstruksi rumah yang hendak dibangun.

Lalu, apakah ini merupakan pemborosan biaya? 

Biaya desain rumah memang menambah anggaran, tapi justru nantinya akan menekan pengeluaran tambahan karena semuanya sudah terencana. 

Arsitek dapat membantu Anda membuat RAB rumah yang akurat dan tidak akan membengkak. 

Apalagi, arsitek profesional dapat membantu dalam memberikan saran untuk membangun rumah yang tak hanya sekedar indah, tapi juga bernilai fungsional. Sehingga biaya yang dikeluarkan tidak akan sia-sia atau mengecewakan. 

Lalu seberapa besar jasa ini akan menambah biaya membangun rumah baru Anda? 

Tarif arsitek umumnya didasarkan pada 2 metode. Yang pertama, berdasar per meter persegi bangunan, dan yang kedua berdasar pada persentase RAB. 

Menghitung Biaya Material Bangunan

biaya bangun rumah

Langkah selanjutnya dalam cara menghitung biaya bangun rumah adalah menghitung biaya membeli material. 

Tentu saja, jenis rumah yang akan Anda bangun memengaruhi anggaran yang dibutuhkan.

Misalnya, biaya bangun rumah mewah 1 lantai akan berbeda dengan biaya membangun rumah dengan desain rumah sederhana

Sama halnya dengan berapa kamar yang Anda butuhkan di rumah. Jika ingin membangun rumah 4 kamar tidur, tentu jumlah uang yang dikeluarkan akan berbeda dengan rumah 2 kamar tidur. 

Hitunglah biaya material yang dikeluarkan dari yang terkecil hingga yang terbesar.

Mulai batu kali yang biasa digunakan untuk pondasi, pasir, bata, keramik, harga semen hingga kusen dan material bangun rumah lainnya. 

Buat daftar material tersebut dalam RAB atau anggaran bangun rumah type 45, tipe 70 dan tipe-tipe lainnya.

Menghitung Biaya Tenaga Kerja atau Tukang

biaya bangun rumah

Hal yang selanjutnya harus dihitung adalah biaya tukang. 

Harus Anda ketahui, ongkos tukang bangun rumah biasanya berbeda-beda dan tergantung sistem yang dipilih; sistem upah harian, sistem borongan jasa dan sistem borongan penuh.

Rata-rata, upah harian tukang yaitu Rp100.000 hingga Rp150.000 per orang. Sementara upah borongan jasa dihitung berdasarkan luas lahan untuk membangun rumah yang dapat mencapai Rp600.000 hingga Rp800.000 per meter persegi. 

Bagaimana dengan upah borongan penuh? 

Hampir sama dengan upah borongan jasa, hanya saja ditambah dengan biaya material dengan rata-rata kisaran Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per meter persegi. 

Pemilihan sistem ini tentu akan berpengaruh pada biaya membangun rumah.

Menghitung Biaya Bangun Rumah total

biaya bangun rumahNah, yang terakhir adalah menghitung biaya bangun rumah sendiri secara total. 

Bisa disimpulkan, anggaran bisa didapatkan dari angka biaya desain, material, tenaga kerja dan luas lahannya. 

Arsitek atau jasa kontraktor biasanya akan menawarkan RAB, namun Anda bisa membuatnya sendiri.

Untuk apa? Jika membuat rancangan estimasi biaya bangun rumah sendiri, Anda akan tahu ketika RAB yang ditawarkan jasa kontraktor ternyata lebih dari bujet yang disiapkan. 

Solusinya, Anda bisa mengubah desain rumah sehingga dapat mengurangi biaya pembangunan.

Itu dia 5 langkah cara menghitung biaya bangun rumah sendiri. Tidak rumit, bukan? 

Semoga artikel panduan 99.co Indonesia ini dapat membantu Anda lebih dekat dengan rumah impian, ya! 

Baca juga:

5 Cara Menghitung Estimasi Biaya Renovasi Rumah Sederhana

 

Author:

Ananda Bayu Pangestu