5 Langkah Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah Sendiri

10 Mar 2020 - Ananda Bayu Pangestu

5 Langkah Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah Sendiri

Bicara tentang membangun rumah impian, sering kali prosesnya dimulai dari awal alias dibangun dari tanah kosong. Berbeda dengan membeli rumah baru dari developer, di sini anda harus menghitung biaya bangun rumah sendiri dan membuat anggarannya.

Membuat anggaran biaya pembangunan akan sangat membantu proses bangun rumah ke depannya. Anda akan memiliki gambaran jelas mengenai biaya yang akan dikeluarkan, memperkecil kemungkinan adanya pengeluaran tak terduga dan kemungkinan renovasi rumah di masa depan.

Nah, agar semua lebih terencana, artikel panduan 99.co Indonesia ini akan membahas bagaimana cara menghitung biaya bangun rumah sendiri. Simak hingga akhir, ya!

Cara Menghitung Biaya Bangun Rumah Sendiri

Sebelum masuk ke langkah pertama, perlu diketahui bahwa biaya bangun rumah umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah faktor lokasi, luas bangunan, jumlah lantai, jumlah ruangan, jenis material, dan lain-lain. 

Jadi, sebelum membuat anggaran biaya pembangunan rumah, pastikan anda sudah tahu ingin membangun rumah yang seperti apa, ya! 

  1. Menghitung luas tanah atau lahan


Biaya bangun rumah bisa mulai dihitung dari besarnya lahan atau luas tanah. Meski umumnya informasi luas tanah sudah diberikan, lebih baik jika anda menghitung luas tanah sendiri agar perhitungan biaya bangun rumah lebih akurat.

Anda bisa meminta bantuan jasa kontraktor rumah untuk menghitung ulang. Jika anda ingin mencoba menghitung luas tanah sendiri, berikut cara perhitungan biaya bangun rumah yang bisa anda coba dengan alat-alat seperti kalkulator, waterpass, benang ukur, pengukur sudut, roll meter, dan theodolit.

  • Bersihkanlah lahan dari benda-benda yang menghalangi.

  • Ukur panjang dan lebar tanah dengan memakai roll meter atau theodolit.

  • Ukur sudut tanah dengan pengukur sudut dan theodolit.

  • Ukur lebar jalan yang melintang depan rumah.

  • Tulis data ukuran tanah dan buat sketsa hasil ukur tanah.

Dengan demikian, perhitungan biaya bangun rumah akan lebih terperinci dan akurat. 

  1. Menghitung biaya desain rumah

Cara menghitung biaya bangun rumah berikutnya masuk ke ranah desain. Sebagian besar orang melewatkan poin ini karena dianggap sebagai pemborosan. Padahal, desain rumah sangat dibutuhkan jika kita ingin membangun rumah bagus.

Ketimbang asal-asalan, lebih disarankan untuk menggunakan jasa arsitek atau desainer interior profesional. Mengapa? Salah satu alasan paling kuat adalah untuk menghindari resiko kesalahan struktur konstruksi rumah yang hendak dibangun.

Lalu, apakah ini merupakan pemborosan biaya bangun rumah? Biaya desain rumah memang menambah anggaran, tapi justru nantinya akan menekan pengeluaran tambahan karena semuanya sudah terencana. Arsitek dapat membantu anda membuat RAB yang akurat dan tidak akan membengkak. 

Apalagi, arsitek profesional dapat membantu anda dalam memberikan saran untuk membangun rumah yang tak hanya sekedar indah, tapi juga bernilai fungsional. Sehingga biaya bangun rumah yang anda keluarkan tidak akan sia-sia atau mengecewakan. 

Nah, lalu seberapa besar jasa ini akan menambah biaya bangun rumah? Tarif arsitek umunya didasarkan pada 2 metode. Yang pertama, berdasar per meter persegi bangunan, dan yang kedua berdasar pada persentase RAB. 

  1. Menghitung biaya material bangunan


Cara menghitung biaya bangun rumah berikutnya adalah menghitung biaya material. Tentu saja, jenis rumah yang akan anda bangun mempengaruhi anggaran yang dibutuhkan. Semakin luas dan bertingkat rumah yang akan dibuat.

Misalnya, biaya bangun rumah mewah 1 lantai akan berbeda dengan desain rumah sederhana. Sama halnya dengan berapa kamar yang anda butuhkan di rumah. Jika anda ingin membangun rumah 4 kamar tidur, tentu biaya bangun rumah akan berbeda dengan rumah 2 kamar tidur. 

Hitung biaya bangun rumah dari mulai batu kali yang biasa digunakan untuk pondasi, pasir, semen, bata, keramik, hingga kusen dan material bangun rumah lainnya. Buat daftar material tersebut dalam RAB atau anggaran biaya bangun rumah type 45, tipe 70, dan tipe-tipe lainnya.

  1. Menghitung biaya tenaga kerja atau tukang


Jika anda ingin menghitung biaya bangun rumah sendiri, maka biaya tukang juga harus jadi perhatian anda. Harus anda ketahui, ongkos tukang bangun rumah biasanya berbeda-beda dan tergantung system yang dipilih; sistem upah harian, sistem borongan jasa, dan sistem borongan penuh.

Rata-rata, upah harian tukang yaitu Rp100.000 hingga Rp150.000 per orang. Sementara upah borongan jasa dihitung berdasarkan luas lahan untuk membangun rumah yang dapat mencapai Rp600.000 hingga Rp800.000 per meter persegi. 

Bagaimana dengan upah borongan penuh? Hampir sama dengan upah borongan jasa, hanya saja ditambah dengan biaya material dengan rata-rata kisaran Rp3.000.000 hingga Rp5.000.000 per meter persegi. Pemilihan sistem ini tentu akan berpengaruh pada biaya bangun rumah anda.

  1. Menghitung biaya bangun rumah total

Nah, yang terakhir adalah menghitung biaya bangun rumah secara total. Bisa disimpulkan, anggaran biaya bangun rumah bisa didapatkan dari angka biaya desain, material, tenaga kerja, dan luas lahannya. Arsitek atau jasa kontraktor biasanya akan menawarkan RAB, namun anda bisa membuatnya sendiri.

Untuk apa? Jika anda membuat rancangan biaya bangun rumah sendiri, anda akan tahu ketika RAB yang ditawarkan jasa kontraktor ternyata lebih dari budget yang anda siapkan. Solusinya, anda bisa mengubah desain rumah sehingga dapat mengurangi biaya pembangunan.

Itu dia 5 langkah cara menghitung biaya bangun rumah sendiri. Tidak rumit, bukan? Semoga artikel panduan 99.co Indonesia ini dapat membantu anda lebih dekat dengan rumah impian, ya!

Author:

Ananda Bayu Pangestu