5 Cara Menghitung Estimasi Biaya Renovasi Rumah Sederhana

26 Sep 2019 - Ananda Bayu Pangestu

5 Cara Menghitung Estimasi Biaya Renovasi Rumah Sederhana

Apakah Anda sedang berencana untuk merenovasi rumah? 

Jika iya, sebaiknya Anda membuat rencana keuangan yang matang karena estimasi biaya renovasi rumah tidaklah seringan kelihatannya.

Renovasi rumah memerlukan bujet yang cukup besar mengingat biaya tukang dan harga material terus mengalami kenaikan, sama seperti kenaikan properti setiap tahunnya. 

Nah, agar menjaga keuangan tetap teratur dan terencana, berikut 5 cara menghitung estimasi biaya renovasi rumah sederhana yang bisa Anda terapkan. 

Cara ini dapat meminimalisir pembengkakan biaya yang mengoptimalkan penggunaan dana renovasi rumah. 

Yuk, simak cara-cara menghitung biaya renovasi hunian ini!

Siapkan Skala Prioritas Renovasi Rumah

biaya renovasi rumah

foto: pexels

Yang pertama, Anda harus membuat skala prioritas renovasi rumah.

Jika mengikuti keinginan pribadi atau saran orang lain tidak akan ada habisnya, malah dapat menambah biaya renovasi rumah yang anda keluarkan. 

Oleh sebab itu, buatlah skala prioritas ketika hendak renovasi rumah.

Contohnya, penambahan kamar tidur, reparasi atap rusak, ataupun penggantian keramik. 

Dengan membuat skala prioritas dan menghindari godaan di tengah proses renovasi, biaya renovasi rumah yang Anda keluarkan akan lebih efisien.

Penghitungan Biaya Tukang

biaya renovasi rumah

Setelah skala prioritas sudah jelas, Anda mulai bisa menghitung biaya tukang untuk renovasi rumah. 

Hal ini penting untuk dipikirkan matang-matang karena akan memakan biaya yang signifikan.

Terdapat dua metode pembayaran jasa tukang yang berlaku dan perlu diperhatikan saat menghitung biaya renovasi rumah. 

Yakni pembayaran sistem harian, sistem borongan jasa, dan sistem borongan penuh. 

Terkait pembayaran ini, Anda bisa menyesuaikannya dengan skala proyek renovasi. Pembayaran harian lebih efisien jika renovasi hunian tergolong minor. 

Namun, jika renovasi hunian tergolong besar, sebaiknya Anda memilih sistem borongan jasa.

Estimasi biaya sistem hariannya adalah seperti ini: 

kenek dibayar Rp 100.000 – 110.000 dan tukang dibayar Rp 120.000 – 150.000 per hari. 

Jumlah tersebut belum termasuk biaya material, makan dan lain-lain.

Untuk sistem ini, kemungkinan pembengkakan biaya tukang bisa terjadi. 

Karena waktu sangat berpengaruh dalam melakukan pekerjaan harian.

Sistem rombongan lebih dianjurkan karena biaya renovasi rumah yang dikeluarkan sudah pasti.

Anda tak akan ditagih lagi meskipun proses pengerjaan molor diakibatkan oleh cuaca atau faktor lainnya. 

Untuk biaya sistem borongan jasa, perkiraannya Rp1.100.000 – Rp1.300.000/meter persegi. 

Namun perlu Anda ketahui, biaya untuk jasa tukang borongan ini juga belum termasuk biaya material.

Memang, sistem ini hampir sama dengan sistem harian. 

Tapi, kelebihan sistem borongan jasa adalah lebih efisien dalam hal waktu karena tukang memiliki deadline-nya sendiri. 

Biaya yang akan Anda keluarkan juga berpacu kepada harga per meter (luas bangunan), bukan waktu renovasi yang dibutuhkan.

Baca juga:

Cara Membuat dan Contoh RAB Rumah Terbaru 2020

Pertimbangkan Sistem Borongan Penuh yang Lebih Praktis

biaya renovasi rumah

Pilihan yang lebih praktis sebenarnya ada di sistem borongan penuh, dimana harga yang akan Anda bayar sudah termasuk biaya tukang dan material. 

Tentu paket yang lengkap yang praktis ini akan dibanderol harga yang lebih tinggi.

Namun, jika memang tidak punya waktu untuk mengurus material renovasi rumah dan mau membayar lebih, ini bisa jadi pilihan, asal penyedia jasanya terpercaya dan menawarkan aneka material dengan kualitas baik.

Selain tidak perlu memikirkan material renovasi, Anda juga tidak perlu repot memikirkan konsumsi dan akomodasi tukang, karena semuanya sudah ter-cover dengan biaya sistem borongan penuh. 

Estimasi biaya sistem borongan penuh ini berkisar antara Rp3.000.000 sampai 4.000.000/meter persegi. 

Tentu harga yang ditawarkan menyesuaikan dengan jenis material rumah yang Anda pilih.

Pemilihan Material Renovasi Rumah

biaya renovasi rumah

Penggunaan material berkualitas lebih disarankan karena bersifat jangka panjang. 

Untuk itu, saat membuat anggaran biaya renovasi rumah sederhana, pastikan Anda menentukan penggunaan material bangunan berkualitas.

Meskipun harganya sedikit mahal, ketahanan rumah lebih terjamin.

Misalnya, untuk biaya Rp 4.000.000/meter persegi, Anda akan mendapatkan material premium. 

Untuk lantai, akan diberikan finishing granite tile 60×60 bermerek Niro, Roman serta Essenza.

Sementara itu, cat interior SNI berkualitas seperti Dulux dan Mowilex, cat exterior Weathershield, plafon dan gypsum dari Jayaboard, serta pintu dan jendela aluminium dengan kaca tempered.

Meski demikian, penting juga untuk meminimalisir pengeluaran biaya renovasi rumah dengan memanfaatkan material bekas seperti kayu, daun pintu, genteng dan lain-lain yang masih dalam keadaan baik dan layak guna.

Anda bisa memoles ulang material tersebut sehingga tampak baru dan sesuai dengan konsep hunian yang akan diusung. 

Sementara untuk dekorasi rumah, Anda bisa menghemat biaya renovasi lebih jauh dengan melakukan proyek DIY menggunakan barang bekas misalnya botol plastik.

Menghitung Biaya Renovasi Rumah Sederhana

biaya renovasi rumahDalam menghitung estimasi biayanya, Anda diharuskan teliti menyusun semua komponen pekerjaan. 

Mulai dari tahapan awal, penentuan material, hingga tahapan finishing dengan berdiskusi bersama tukang, kontraktor ataupun toko bangunan terpercaya yang Anda pilih.

Anda bisa memprioritaskan material utama yang akan dibeli, mengingat keperluan sekunder seperti dekorasi bisa menyusul. 

Setelah Anda menentukan biaya renovasi rumah sederhana, pastikan Anda selalu fokus mengikuti rencana renovasi prioritas dan tidak tergiur dengan keinginan baru yang muncul sewaktu pengerjaan renovasi.

Begitu cara menghitung biaya yang akan Anda keluarkan untuk renovasi rumah sederhana. 

Estimasi biaya renovasi ini tentu saja berbeda untuk setiap rumah, karena tergantung dengan rencana kerja, pemilihan tukang dan material, juga hal-hal lainnya.

Selamat menyusun rencana renovasi rumah Anda, ya!

Baca juga:

Ingin Ajukan Pinjaman Renovasi Rumah? Kenali Dulu Jenis Kerusakannya!

Author:

Ananda Bayu Pangestu