Atap Perisai: Pengertian, Kelebihan, Kekurangan, dan Penerapan

Last update: 23 Desember 2025 4 min read
Author:

Kerap terlihat pada hunian orang Indonesia, sebenarnya apa sih keunggulan dari atap perisai?

Bentuk penutup rumah yang mirip seperti perisai ini memang populer di Indonesia.

Kamu bisa melihatnya hampir di seluruh rumah masyarakat Indonesia.

Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya apa sebenarnya keunggulan dari desain ini?

Jika penasaran, langsung saja simak ulasan lengkap karakteristik atap perisai di bawah ini!

Apa Itu Atap Perisai?

karakteristik atap perisai

Atap perisai atau yang juga dikenal sebagai atap limas dalam dunia konstruksi memiliki bentuk simetris dan terlihat menyerupai perisai jika dilihat dari atas.

Ada dua bidang miring yang bertemu pada satu garis lurus sehingga membentuk sudut siku-siku.

Lalu, di kedua sisinya ada segitiga lain yang kemiringannya simetris.

Desain seperti ini membuat kemiringan atap limas cenderung lebih kecil.

Atap terlihat landai dan pendek karena tidak ada dinding penutup yang menjulang ke atas.

Bagi beberapa orang, hal ini sangat menguntungkan karena rumah jadi terlihat minimalis.

Apalagi, tampilan atap bisa kamu padukan dengan berbagai desain arsitektur, mulai dari arsitektur klasik, rustik, modern, hingga japandi.

Baca juga: 12 Model Bentuk Atap Rumah Paling Populer dan Estetik

Kelebihan dan Kekurangan Atap Perisai

kelebihan atap perisai atau limas

1. Kelebihan Model Atap Limas

Setiap model atap tentu memiliki kekurangan serta kelebihannya sendiri.

Pada atap perisai, kelebihan utamanya adalah struktur yang simetris sehingga kuat menghadapi terpaan angin dari berbagai sisi.

Hal tersebut karena pembagian beban di atap lebih seimbang sehingga kekuatannya merata.

Apabila kamu hidup di dataran tinggi, model atap ini tentu lebih aman untuk hunian.

Meski tampilannya landai, atap tetap efektif mengalirkan air hujan yang jatuh ke atasnya.

Kamu hanya perlu memastikan di kanan dan kiri atap ada pipa pembuangan air hujan yang memadai.

Lalu, karena ketinggiannya yang rendah, kamu bisa leluasa memanfaatkan area di balik atap sebagai loteng.

2. Kekurangan Model Atap Limas

Di balik kelebihannya, tentu ada kekurangan atap perisai yang perlu kamu cermati.

Pertama, secara bujet pengerjaan, atap model ini jauh lebih mahal.

Ini karena desain rangkanya cukup kompleks serta membutuhkan banyak material.

Kebutuhan material yang lebih tinggi ini karena struktur atap harus memiliki tumpuan ideal.

Jika tidak, kekuatannya menghadapi perubahan cuaca akan menurun dengan drastis.

Selain itu, ketinggian atap yang landai membuat ruang bawah atap minim ventilasi.

Maka dari itu, jika kamu memasang plafon sebagai pembatas, bagian dalamnya rentan mengalami kelembapan.

Lalu, jika perhitungan kemiringan atap kurang cermat, celah antar bidang atap rawan mengalami kebocoran.

Cara Menghitung Luas Atap Limas

cara mengitung luas atap perisai

Penasaran bagaimana cara menghitung luas atap limas yang benar?

Rumus dasar perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Luas atap = Luas dasar / cos α
  • L = (P+2S) x (L+2S) / cos α

Agar lebih mudah memahaminya, berikut adalah penjabaran dari setiap simbol dalam rumus:

  • P = panjang ukuran bangunan yang akan dipasang
  • L = lebar ukuran bangunan yang akan dipasang
  • S = overstek, yaitu panjang bagian atap yang tidak tertopang oleh bangunan (menempel pada dinding luar bangunan)
  • α = sudut kemiringan

Selanjutnya, mari kita coba aplikasikan dalam sebuah contoh kasus.

Anggaplah kamu memiliki hunian berbentuk persegi dengan ukuran 10×8 meter.

Lalu, untuk atap kamu ingin ada overstek 1 meter dan sudut kemiringannya 30 derajat.

Maka, luas atap keseluruhan yang perlu kamu bangun adalah sebagai berikut:

  • (P+2S) x (L+2S) / cos α
  • (10+2×1) x (8+2×1)/cos 30
  • 12 x 10/0,866 = 138,57 meter persegi

Sebagai catatan, rumus ini sebenarnya mirip seperti perhitungan luas untuk atap pelana.

Apa Saja Tips Menggunakan Atap Perisai?

Atap perisai perlu digunakan dengan cermat karena strukturnya membutuhkan topangan yang ideal.

Pertama, pastikan bangunan benar-benar cocok menggunakan jenis atap ini.

Selanjutnya, proses pemasangannya harus memperhatikan tingkat kemiringan atap.

Hindari kemiringan yang terlalu landai, karena dapat membebani struktur bangunan serta menghambat aliran air hujan.

Untuk memudahkan pemasangan dan meningkatkan kekuatan konstruksi, kamu dapat menggunakan kerangka atap dari baja ringan.

Baca juga: 9 Jenis Atap Rumah yang Cocok untuk Hunian di Indonesia

Itulah serba-serbi atap perisai yang perlu diketahui.

Semoga bermanfaat!

***Header: 99.co/id

 

Penulis di 99 Group. Memiliki pengalaman menulis di bidang kesehatan, gaya hidup, fashion, teknologi, pendidikan, hingga properti. Hobi membuat digital collage art.