12 Model Bentuk Atap Rumah Paling Populer dan Estetik

Last update: 29 Agustus 2025 10 min read
Author:

Memilih bentuk atap rumah yang tepat merupakan keputusan penting, baik saat pembangunan maupun renovasi rumah.

Karena setiap model atap memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan yang berbeda, baik dari segi estetika, fungsi, maupun ketahanannya terhadap cuaca.

Dalam artikel ini, kamu bisa mengetahui beberapa tipe atap rumah yang populer, serta kelebihan dan kekurangannya sebagai referensi saat merancang desain eksterior rumah.

Lihat macam-macam bentuk atap dan gambarnya di bawah ini!

Model Atap Rumah

1. Bentuk Atap Rumah Miring

Bentuk Atap Rumah Miring
Foto: Pinterest

Jenis bentuk atap rumah miring atau sandar umumnya diterapkan pada hunian bergaya kontemporer

Selain itu, biasanya atap ini digunakan untuk bangunan tambahan yang diletakkan di samping bangunan utama, misalnya bangunan selasar atau emperan.

Desainnya, bagian tepi atas atap ini dibuat menempel dengan tembok vertikal agar lebih kokoh.

Salah satu contoh perumahan yang menggunakan atap rumah miring adalah Nismara @ Kota Harapan Indah.

Pada rumah Nismara, tidak seluruh bagian atapnya memiliki kemiringan yang sama pada satu arah. Ada sebagian kecil atap yang miring ke arah berlawanan.

Saat dipadukan dengan warna abu, aksen kayu, dan jendela lebar, rumah tampil makin memukau.

Kelebihan

  • Bisa mengalirkan air secara lancar ke satu arah.
  • Lebih tahan terhadap tekanan eksternal karena mampu menyalurkan beban, seperti hujan, ranting pohon, daun, atau salju secara baik.
  • Memiliki estetika menarik.

Kekurangan

  • Biaya konstruksinya bisa lebih tinggi.
  • Perawatannya memerlukan perhatian khusus.
  • Rumah tidak bisa memiliki ruang atap yang optimal.

Baca juga: Ampuh Usir Gerah, Ini 7 Jenis Atap Rumah yang tidak Panas

banner Klasika Grand Wisata

2. Desain Atap Rumah Pelana

Desain Atap Rumah Pelana
Foto: Pinterest

Dari berbagai jenis bentuk atap rumah di Indonesia, bentuk pelana adalah model yang paling populer di Indonesia.

Bentuk atap ini terdiri dari dua bidang miring yang ujung atasnya bertemu pada satu garis lurus.

Contoh perumahan yang menggunakan atap ini adalah Anvaya Townhouse.

Model atapnya tampil cantik dalam warna abu-abu, dan berpadu dengan desain rumahnya secara keseluruhan yang berwarna putih dan memiliki sedikit aksen batu bata ekspos.

Konsep rumah Anvaya yang estetik terwujud dengan mengutamakan desain stylish, modern, dan industrial.

Di bagian atapnya yang berbentuk pelana juga terdapat solar panel yang bisa menghemat penggunaan energi.

Penggunaan solar panel itu merupakan wujud nyata dari konsep green architecture yang diterapkan.

Kelebihan

  • Mudah mendeteksi jika ada atap bocor.
  • Punya daya serap radiasi dan panas yang baik,
  • Bisa memiliki tepi bawah yang digunakan untuk aliran air hujan.

Kekurangan

    • Memiliki permukaan yang cukup besar yang terkena angin dan cuaca.
    • Perlu rutin mengecek genteng atau material atap lainnya.
    • Bisa memberikan keterbatasan dalam ruang di bagian puncak rumah.

3. Model Atap Rumah Minimalis Datar

bentuk atap rumah
Foto: Pinterest

Biasanya, bentuk atap rumah datar diaplikasikan pada rumah-rumah minimalis yang mengutamakan kesederhanaan bentuk.

Karena itu, di Indonesia kini populer atap rumah minimalis datar. 

Untuk merancang model atap rumah minimalis datar, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, yakni sirkulasi udara di ruang bawah agar ruangan tidak panas dan dibuat sedikit miring ke salah satu sisi agar air hujan mudah mengalir.

Penggunaan atap datar yang cantik bisa kita lihat di rumah Surawisesa Kota Baru Parahyangan.

Rumah di sana menerapkan desain kontemporer dengan pendekatan geometris, dan dilengkapi dengan jendela kaca besar.

Dengan penggunaan atap datar, bagian atas rumah jadi memiliki ruang yang lega untuk rooftop.

Ruang itu dapat diubah menjadi taman atap yang bisa menambah keindahan rumah dan memberikan ruang hijau tambahan.

Kelebihan

  • Bisa memberikan kesan elegan dan kontemporer karena garis-garisnya bersih.
  • Bisa untuk instalasi panel surya.
  • Mudah dirawat.

Kekurangan

  • Drainase bisa kurang efisien dan menyebabkan munculnya genangan pada atapnya.
  • Penampilannya bisa kurang variatif.
  • Rentan rusak karena air hujan.

4. Atap Perisai atau Limas

Bentuk Atap Rumah Perisai atau Limas
Foto: Modushome

Bentuk atap rumah perisai atau limas memiliki bentuk yang terdiri dari dua bidang miring berbentuk trapesium.

Dengan menerapkan bentuk atap ini, rumah bisa terkesan lebih artistik, modern, dan unik, apalagi jika ada bagiannya yang terbuat dari kaca, seperti pada contoh gambar di atas.

Salah satu perumahan yang mengadopsi bentuk atap ini adalah Savanna Sumatera Cluster Ananta.

Kelebihan

  • Sudut 30 derajat pada atapnya mampu melindungi dinding bagian luar dari panasnya sinar matahari dan derasnya air hujan.
  • Tampilan lebih stylish.
  • Memiliki struktur yang relatif stabil dan kuat.

Kekurangan

  • Biaya konstruksi lebih tinggi.
  • Perawatan yang memerlukan perhatian khusus.
  • Bisa membatasi fleksibilitas dalam desain interior rumah.

5. Tipe Atap Rumah Rumah Gergaji

Bentuk Atap Rumah Gergaji
Foto: Waz

Umumnya, model atap rumah gergaji diterapkan di pabrik atau rumah di lokasi industri.

Atap ini terdiri dari dua bidang atap atau lebih, yang masing-masingnya punya sudut 30–60 derajat, lalu dibuat berderet.

Sehingga, penampilannya mirip dengan gerigi gergaji yang berfungsi untuk memotong benda tajam.

Adapun fungsi dari bentuk gergaji tersebut berguna untuk melindungi pekerja dan mesin-mesin pabrik dari sinar matahari langsung. 

Kelebihan

  • Bisa membuat tampilan rumah jadi unik.
  • Jika kemiringannya pas, bisa untuk tempat menambah jendela besar atau area kaca.
  • Bisa memberikan fleksibilitas untuk menambah ruangan.

Kekurangan

  • Pembuatannya bisa lebih rumit dan memakan biaya.
  • Perawatannya memerlukan perhatian khusus.

6. Model Atap Rumah Eropa

Model Atap Rumah Eropa
Foto: Pinterest

Bentuk atap rumah Eropa memiliki tampilan yang megah, karena seperti terdiri dari dua atap yang dibuat bertingkat.

Model atap rumah Eropa disebut juga sebagai mansard.

Salah satu perumahan yang menggunakan model atap ini adalah Casa Valli.

Kelebihan

  • Memiliki nilai estetika tinggi, karena terlihat cantik dan unik.
  • Ada ruangan loteng yang bentuknya semi persegi ke atas dan sebagian menyelimuti bentuk rumah.

Kekurangan

  • Konstruksi yang lebih rumit bisa membuat biaya pembuatannya lebih tinggi.
  • Tak semua desain rumah cocok menerapkan model atap ini.

7. Atap Piramida

Bentuk Atap Rumah Miring
Foto: Pinterest

Berikutnya, jenis atap rumah yang mesti kamu ketahui adalah desain atap piramida.

Seperti namanya, atap ini memiliki bentuk segitiga seperti sebuah piramida, terdiri dari empat bidang yang sama bentuknya dan dibuat mengerucut ke atas.

Model atap rumah ini umumnya digunakan untuk rumah dengan porsi luas tanah yang kecil.

Kelebihan

  • Memungkinkan air hujan untuk mengalir dengan baik ke arah tepi atap.
  • Memberikan kesan yang klasik dan monumental.

Kekurangan

  • Pembuatannya memerlukan perhitungan yang akurat karena termasuk rumit.
  • Memberikan keterbatasan dalam ruang di bagian puncak rumah karena kemiringan yang curam.
  • Perlu perhatian ekstra terhadap kekuatan struktural dan sistem pengamanan agar tetap kokoh dan aman.

8. Jenis Atap Rumah Model Joglo

Jenis Atap Rumah Model Joglo
Foto: instagram.com/ardhyfad

Atap joglo adalah atap yang kerap digunakan pada rumah dengan arsitektur tradisional Jawa yang ikonik dan sarat nilai budaya.

Kesan megah dan elegan tercipta dari atap ini karena berbentuk limas bertingkat dengan tiang-tiang penyangga besar.

Tak hanya estetik, atap joglo juga bisa menjaga suhu ruangan tetap sejuk.

Baca juga: Rumah Adat Joglo, Begini Sejarah dan Filosofi di Baliknya

Kelebihan

  • Memiliki desain unik dan berkarakter.
  • Membuat ruangan di bawahnya memiliki sirkulasi udara yang baik, sehingga teras sejuk.
  • Cocok untuk rumah dengan konsep etnik.

Kekurangan

  • Membutuhkan perawatan khusus, terutama pada tiang dan material kayunya.
  • Ukurannya yang besar membuat model atap rumah ini tidak cocok di lahan terbatas.

9. Gambar Atap Rumah Dome

Bentuk Atap Rumah Dome
Foto: gilangharjo.bantulkab.go.id

Desain model atap rumah dome termasuk unik dan artistik, bisa memberikan kesan ikonik pada bangunannya.

Dengan struktur melengkung, atap ini efisien dalam mendistribusikan beban sehingga memberikan ketahanan yang baik terhadap angin dan gempa.

Bentuk atap rumah berbentuk kubah sering digunakan pada bangunan modern dan futuristik.

Kelebihan

  • Lantaran distribusi beban merata, jenis model atap rumah ini tahan terhadap angin kencang dan gempa.
  • Memberikan kesan futuristik dan kesan unik pada rumah.

Kekurangan

  • Pembuatannya membutuhkan keahlian khusus karena konstruksinya bisa kompleks.
  • Sulit menemukan kontraktor yang berpengalaman dalam membangunnya karena bentuk atapnya yang tidak umum.

10. Atap Sandar (Shed Roof)

Rumah dengan Atap Sandar (Shed Roof)

Ini merupakan atap yang mirip atap miring.

Namun biasanya, atapnya hanya terdiri satu bidang saja.

Atap sandar atau shed roof banyak digunakan untuk rumah-rumah dengan desain modern.

Kelebihan:

  • Desain sederhana dan modern, cocok untuk rumah minimalis.
  • Lebih hemat material dibanding atap pelana atau limas.
  • Mudah dibuat dan lebih cepat dipasang.
  • Sudut miring memudahkan aliran air hujan.
  • Bisa dipadukan dengan panel surya karena bidang atap lebar.

Kekurangan:

  • Kurang cocok untuk rumah besar, biasanya dipakai di bangunan kecil.
  • Tampilan bisa monoton jika tidak dikombinasikan dengan desain lain.
  • Satu sisi dinding rumah akan lebih rendah, berpotensi terasa sempit.
  • Membutuhkan perhitungan sudut miring yang tepat agar tidak terjadi kebocoran.

11. Atap Butterfly

Model rumah dengan atap butterfly

Ini adalah atap yang berbentuk seperti huruf V atau sayap kupu-kupu terbalik.

Terdiri dari dua bidang atap miring yang bertemu di tengah.

Desain ini memberikan tampilan modern, unik, dan estetik sehingga banyak dipakai pada rumah tropis kontemporer.

Kelebihan:

  • Desain modern dan estetik, membuat rumah tampak unik.
  • Cocok untuk iklim tropis karena dapat menampung air hujan.
  • Bidang miring bisa dipasang panel surya.
  • Memberikan sirkulasi udara dan pencahayaan alami yang lebih baik bila dipadukan skylight.

Kekurangan:

  • Biaya konstruksi dan perawatan relatif lebih tinggi.
  • Berpotensi bocor di bagian tengah jika tidak dibuat dengan sistem drainase yang baik.
  • Tidak cocok untuk rumah bergaya klasik atau tradisional.

12. Atap Green Roof (Atap Hijau)

Rumah dengan atap hijau
Sumber foto: AD Middle East

Seperti namanya, ini adalah atap yang memiliki konsep hijau karena ditanami vegetasi, baik berupa rumput, tanaman hias, maupun kebun kecil.

Atap ini banyak digunakan pada bangunan ramah lingkungan karena membantu meredam panas dan menyerap air hujan.

Kelebihan:

  • Ramah lingkungan, menyerap karbon dan menghasilkan oksigen.
  • Membantu meredam panas sehingga suhu rumah lebih sejuk.
  • Menyerap air hujan dan mengurangi limpasan air.
  • Menambah keindahan dan bisa difungsikan sebagai taman.

Kekurangan:

  • Biaya pemasangan dan perawatan cukup tinggi.
  • Membutuhkan konstruksi kuat untuk menahan beban tanah dan tanaman.
  • Risiko kebocoran lebih besar jika lapisan waterproofing tidak optimal.
  • Perlu perawatan rutin, seperti penyiraman dan penggantian tanaman.

***

Itulah beberapa jenis model atap rumah yang bisa kamu jadikan referensi.

Selanjutnya, mari ketahui beberapa tips dalam memilih model atap rumah sebagai referensi tambahan.

Tips Memilih Model Atap Rumah

1. Pertimbangkan Kondisi Cuaca

Saat memilih model atap rumah, sebaiknya pertimbangkan kondisi cuaca terlebih dahulu.

Jika daerahmu memiliki curah hujan tinggi, atap pelana akan lebih pas dipilih karena memiliki kemiringan yang memudahkan air mengalir.

Sementara apabila daerahmu memiliki curah hujan rendah, atap datar akan cocok asalkan memiliki sistem drainase yang baik.

Lalu, atap limas bisa digunakan di daerah berangin kencang, karena atap ini memiliki struktur lebih stabil.

2. Sesuaikan dengan Gaya Rumah

Desain rumah seperti apa yang hendak kamu bangun? Apakah rumah minimalis? Atau tradisional?

Sebaiknya, sesuaikan juga atap dengan gaya rumahmu.

Berikut beberapa referensi mengenai kombinasi atap dengan gaya rumah:

  • Rumah Minimalis: Atap datar atau kombinasi atap pelana dan limas memberikan kesan modern
  • Rumah Tradisional: Atap joglo, limasan, atau atap perisai dengan detail ornamen tradisional.
  • Rumah Mediterania: Gunakan atap berbentuk limas dengan genteng tanah liat atau beton berwarna terakota.

3. Fungsi dan Kebutuhan Tambahan

Atap tidak hanya menjadi elemen pelindung rumah saja.

Lebih dari itu, atap juga bisa memiliki fungsi tambahan.

Misalnya, atap datar dengan rooftop bisa memberikan ruang tambahan untuk taman, area bersantai, atau panel surya.

Sementara itu, atap pelana dengan loteng ideal dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan tambahan.

4. Perhatikan Kondisi Lahan

Luas tanah atau kondisi lahan, juga harus dipertimbangkan jika hendak memilih model atap rumah.

Rumah di lahan sempit akan pas jika menggunakan atap datar karena bisa memberikan tampilan modern dan memaksimalkan ruang secara vertikal.

Sedangkan, rumah di lahan luas akan leluasa menggunakan atap limasan atau pelana yang menciptakan kesan megah.

5. Perhatikan Material yang Digunakan

Material apa yang hendak kamu gunakan untuk membuat atap?

Jika ingin menggunakan material beton, tentu atap datar akan lebih cocok.

Sementara itu, material seperti genting dan metal ringan, akan lebih tepat untuk atap pelana atau limas.

***

Setiap model atap memiliki kelebihan dan kekurangan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya hunian.

Dengan memahami karakteristik tiap jenis atap, kamu dapat membuat keputusan yang lebih bijak untuk menciptakan rumah yang nyaman, tahan lama, dan indah.

 

 

Yongky Yulius adalah penulis yang berpengalaman sebagai reporter dan editor berita di media massa. Telah berkarier lebih dari lima tahun. Kini fokus mengulas soal desain hunian, investasi properti, dan info KPR.