Cara Mencegah dan Mengatasi Genteng Bocor

22 Apr 2019 - Ananda Bayu Pangestu

Cara Mencegah dan Mengatasi Genteng Bocor

foto: Pixabay

Waktu musim penghujan datang, genteng bocor adalah salah satu musuh utama yang harus diatasi. Bagaimana tidak? 

Kalau kita tidak mengatasi genteng bocor, bisa-bisa kenyamanan keluarga di rumah akan terganggu.

Selain itu, permasalahan ini dapat merusak furnitur yang ada di rumah. Dan untuk jangka panjang, bangunan rumah bisa rusak kalau kita tidak segera mengatasi genteng bocor, karena titik bocornya akan meluas.

Lantas, memangnya sebab aja saja yang dapat membuat genteng bocor? 

Di sini, Anda dapat menemukan penyebab sekaligus cara mengatasi genteng bocor.

Tidak hanya itu, Anda juga akan mendapat tips yang bisa dijadikan acuan untuk mencegah terjadinya genteng bocor.

Penyebab dan Cara Mengatasi Genteng Bocor

mengatasi genteng bocor

foto: Pixabay

  • Genteng bocor dapat disebabkan oleh posisi genteng yang tidak pas atau berantakan. Jika ini penyebabnya, Anda hanya perlu merapikan letak genteng hingga posisinya presisi untuk mengatasi genteng bocor.
  • JIka ada bagian genteng yang pecah atau rusak, segera ganti dengan genteng yang sama bentuknya untuk mengatasi genteng bocor. Tapi, jika Anda kesulitan mencari genteng yang sama, bisa gunakan material waterproofing plus serat kassa. Potong serat kassa pada bidang genteng sesuai ukuran, lalu olesi dengan larutan waterproof.
  • Selanjutnya, ketika adukan di bawah nok ada yang retak, Anda harus tambal bagian retak pada adukan bawah nok-nya dan beri pelapis antibocor.
  • Penyebab lain juga bisa karena konstruksi atapnya melengkung atau tidak kuat menahan beban atap. Untuk mengatasi genteng bocor karena ini, Anda sebaiknya mengganti konstruksi dengan atap baja ringan.
  • Talang seng yang berkarat atau bolong juga bisa membuat genteng Anda bocor. Kita bisa menggantinya dengan jenis zincalume yang lebih tahan karat untuk mengatasi genteng bocor.
  • Sedangkan jika talang dak betonnya yang retak, kita bisa menambalnya dengan material waterproofing.

Baca juga:

Ketahui Pelapis Genteng agar tidak Bocor dan Aman saat Musim Hujan

Tak Mau Repot Mengatasi Genteng Bocor? Ini Tips Pencegahannya

mengatasi genteng bocor

foto: Pixabay

Pepatah untuk “sedia payung sebelum hujan” merupakan pepatah yang cocok sekali untuk kita aplikasikan ke dalam hal mengatasi genteng bocor ini.

Kita memang harus selalu bersiap-siap untuk mencegah terjadinya kebocoran pada atap rumah kita pada saat musim hujan datang.

Berikut adalah tips untuk mencegah terjadinya genteng bocor yang bisa Anda lakukan sebelum musim hujan datang.

1. Anda perlu periksa bagian atap rumah, apakah ada bagian yang lepas atau asbes bolong, atau gentengnya ada yang harus diganti.

2. Perhatikan juga kemungkinan adanya retak-retak kecil pada atap yang terbuat dari beton, asbes, atau sirap. 

Jika Anda, lapisi dengan kawat kasa dan lem waterproof. Sedangkan untuk retak yang berukuran besar, Anda harus buka dan plester kembali.

3. Sebaiknya anda melakukan pemeriksaan rutin dua atau tiga bulan sekali untuk mencegah kebocoran karena retak halus. 

Biasanya, kebocoran baru terlihat setelah tiga atau empat kali terkena hujan besar. Jangan dibiarkan, sebab akan membuat atap rumah lapuk.

4. Plafon rumah yang lembab akibat rembesan air juga perlu diganti. Sudut-sudut antara tembok dan atap juga harus diperiksa karena di sana sering terjadi kebocoran. Perbaiki sedini mungkin untuk keselamatan dan menekan biaya perbaikan.

5. Anda dapat menggunakan aluminium foil ukuran satu sampai dua mili sebagai pelapis antara plafon dan genteng. Fungsinya untuk melindungi plafon dari tetesan air akibat pemasangan genteng yang kurang sempurna dan mengurangi penyerapan panas.

Baca juga:

Ampuh Usir Gerah, Ini 7 Jenis Atap Rumah yang tidak Panas

6. Perhatikan sudut kemiringan genteng. Sudut ini berfungsi untuk membentuk ketahanan terhadap hujan. 

Misalnya, untuk genteng keramik membutuhkan sudut kemiringan lebih dari 30 derajat, sedangkan asbes 15 derajat.

Gunakan pula lidah atap dengan panjang dan lebar yang telah disesuaikan untuk melindungi bagian teras dan dinding rumah dari tampias hujan angin.

Jika atap rumahnya terlampau landai, Anda bisa gunakan pelindung berupa alumunium foil, plastik tebal, atau karpet yang dipasang persis di bawah genteng di atas reng.

Solusi ini tetap bersifat sementara karena rembesan air tetap akan masuk secara pelan-pelan dan berpotensi merusak reng kayu dan plafon.

Dalam jangka panjang, pertimbangkan mengubah sudut kemiringan atap atau mengganti material atap dengan yang berbentuk lembaran.

7. Jika rumah Anda menggunakan atap asbes, sangat penting diperhatikan pemasangan baut atau pakunya dengan baik. 

Karena pemakuan asbes yang tidak benar dapat menimbulkan titik-titik rembesan air baru.

Asbes tidak dapat dipaku dengan paku sembarangan. 

Gunakan paku khusus asbes dan sebelumnya harus dibor dulu, kemudian dipasang paku yang sudah dilapisi karet dan dipaku pada area yang telah dibor tersebut.

8. Khusus untuk daerah tropis seperti kita ini, atap rumah yang sesuai adalah yang berbahan genteng keramik. 

Karena bersifat liat sehingga mampu menghadapi perubahan cuaca dan suhu yang silang berganti dan lebih tahan lama.

Author:

Ananda Bayu Pangestu