
Foto: Narukuma
Menciptakan ruang dan memanfaatkannya secara maksimal, merupakan tantangan terbesar bagi rumah di perkotaan.
Terletak di lingkungan kota yang padat dan lahan terbatas, memaksa orang untuk mencari solusi dari masalah ini.
Pendekatan konsep apartemen bisa menjadi satu dari sekian banyak cara untuk memecahkan masalah ini.
Bangunan vertikal dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menciptakan rumah modern yang sempurna.
Salah satu cara yang tepat adalah, dengan menerapkan konsep split level yang membagi ruangan menjadi tingkatan yang berbeda.
Nah, mau tau apa itu split level-home dan hal menarik lainnya? Yuk, simak penjelasan di bawah ini.
Mengenal Apa Itu Split Level
Foto: Narukuma
Split level mulai populer pada tahun 1970-an dengan sebutan rumah tiga tingkat. Rumah split level bisa didefinisikan sebagai sebuah rumah, di mana setiap lantai saling tergantung
Untuk pemisah ruangan, terdapat dua set tangga pendek yang memisahkan kamar tidur dengan ruang bawah.
Jadi, sederhananya split level membuat rumah memiliki beberapa tingkatan, memisahkan serta membagi area sesuai kebutuhan pemilik.
Jumlah level pada konsep ini bervariasi. Untuk split level standar memiliki tiga sampai empat level.
Sementara split level bertumpuk memiliki lima sampai tujuh tingkat.
Karakteristik Split Level
Foto: pinterest
Cukup mudah untuk mengenali beberapa karakteristik split level pada sebuah hunian, antara lain adalah:
- Atap lebih rendah
- Orientasi horisontal, persegi panjang, atau berbentuk L
- Fasad asimetris
- Penggunan jendela gantung ganda dan jendela besar
- Pintu kaca geser
- Garasi terintegrasi dengan rumah
- Memiliki sisi split atau back-split
- Beberapa loteng dengan ruang penyimpanan
- Dapur level bawah, lokasi bagus untuk ruang keluarga
- Ruang tamu besar dengan ruang makan formal
- Bahan alami, termasuk lantai kayu, kayu dan eksterior bata
- Dekorasi minimal terbatas pada penopang atap teras dan braket, daun jendela.
Keunggulan Menggunakan Split Level
Cocok untuk Rumah Sempit di Lahan Terbatas
Foto: Archello
Selain mengatasi masalah rumah sempit, split level juga akan membuat tampilan rumah terlihat lebih lapang.
Bisa dibilang kalau konsep satu ini sangat efisien dalam menciptakan area multifungsi bagi rumah berukuran kecil dan lahan terbatas.
Desain rumah mungil tanpa sekat memang menjadi incaran banyak orang dewasa ini.
Sebagian di antaranya bahkan menerapkan konsep open-plan tepat di bagian ruang tengah.
Dengan begitu, rumah tersebut pun dapat dimaksimalkan sedemikian rupa. Contoh terbaiknya bisa Anda lihat di Pesona Remboelan Resort atau Istana Regency Jatinangor.
Menyediakan Area Privat bagi Anggota Keluarga
Foto: ArchDaily
Hampir sama dengan sekat ruang tamu kecil, fitur split level dapat memberikan kemudahan bagi keluarga yang memiliki banyak anak.
Karena anak akan tumbuh besar dan pada akhirnya menginginkan privasi. Dalam hal ini, penerapan split level bisa menjadi solusi.
Hemat Ruang
Foto: Homedit
Kelebihan memilih konsep ini adalah tidak perlu pusing untuk menempatkan ruangan dalam satu area.
Karena perbedaan level, akan memudahkan Anda mendesain ruangan yang tepat.
Contohnya saja, area dapur berada di tingkat paling bawah dan pintu masuk sejajar pada level kedua.
Hal ini meminimalisir penumpukan fungsi area pada level yang sama.
Berpadu dengan Open Plan Concept
Foto: ArchDaily
Meski sudah disebut pada beberapa poin sebelumnya, open plan atau konsep ruang terbuka belum dijelaskan pada artikel ini.
Singkatnya konsep open plan merupakan konsep yang meminimalisir penggunaan partisi permanen pada ruangan rumah, baik itu dinding maupun pintu
Dalam konsep ruang terbuka, biasanya untuk memisahkan area satu dengan lainnya menggunakan kaca, tangga, warna, atau furnitur.
Jika dipadukan dengan split level maka akan tercipta ruangan yang terlihat luas dan lapang.
Perawatan yang Relatif Mudah
Foto: Divisare
Tak perlu repot dalam merawat dan membersihkan hunian dengan konsep ini.
Karena memiliki ketinggian berbeda yang dipisahkan oleh tangga, Anda dapat dengan mudah membersihkan setiap sudut ruangan sesuai level.
Kekurangan Menerapkan Split Level
Atap dan langit-langit yang rendah
Foto: Narukuma
Penggunaan split level dengan tingkatan yang banyak dan sempit akan membuat langit-langit menjadi lebih rendah.
Hal inilah yang menyebabkan konstruksi dan perencanaan split level kurang menarik.
Bahkan dalam beberapa penerapan split level bisa membuat rumah menjadi sempit, gelap dan tidak fungsional.
Rawan untuk Lansia dan Anak-Anak
Split level dapat mengganggu mobilitas lansia menuju area-area penting seperti dapur, ruang makan dan kamar tidur.
Selain itu, memiliki anak-anak yang aktif dan suka berlari kesana kemari akan membahayakan jika mereka bermain di area tangga.
Sebaiknya dipikirkan kembali untuk menerapkan split level bagi keluarga dengan lansia dan anak-anak.
Biaya Mahal
Meski memiliki banyak keunggulan dalam pemanfaatan dan pemisah ruangan, nyatanya konsep split level memiliki biaya konstruksi yang lebih mahal karena beberapa hal.
Jadi sebelum memilih split level, ada baiknya konsultasikan dahulu dengan ahli, ya.
Tujuannya untuk mendapatkan konsep split level yang sempurna, fungsional dan nyaman sesuai dengan kebutuhan.
Jika Anda enggan untuk membuat rumah dengan ide ini, bisa juga langsung membeli hunian yang menyajikan konsep serupa.
Situs properti 99.co Indonesia menyediakan beberapa rekomendasi terbaiknya, seperti Zena BSD City, Seion Serang, dan masih banyak lagi.
Semoga bermanfaat!