+ Pasang Iklan Gratis
/

Mengungkap Pesona Tersembunyi Kabupaten Bekasi: Lebih dari Sekedar Kawasan Industri

Kabupaten Bekasi adalah destinasi wisata menarik dengan berbagai daya tarik. Ya, kabupaten ini bukan cuma tentang industri. Pelancong bisa menikmati pesona alam yang memukau di Kabupaten Bekasi. Selain itu, di kawasan urbannya pun terdapat banyak spot kuliner dan hiburan menarik. Ada apa saja? Simak selengkapnya.

Banner 1
Banner 2
Banner 3
Banner 4

Sekilas Tentang Kabupaten Bekasi

Kabupaten Bekasi, yang terletak di Provinsi Jawa Barat, memiliki 23 kecamatan. Ibukotanya adalah Cikarang Pusat, pusat pertumbuhan industri dan perdagangan.

Secara geografis, Kabupaten Bekasi berbatasan dengan DKI Jakarta, Kota Bekasi, Laut Jawa, dan Kabupaten Karawang.

Dekat dengan kawasan Jabodetabek membuat Kabupaten Bekasi menjadi wilayah industri yang menarik.

Pasalnya, upah minimum kerja (UMK) Kabupaten Bekasi masuk dalam sepuluh besar UMK tertinggi se-Indonesia.

Tak heran banyak pencari kerja dan pengusaha yang datang ke Kabupaten Bekasi, khususnya Cikarang.

Dengan wilayah seluas 1.041,25 km2, Kabupaten Bekasi memiliki 3,289,743 penduduk menurut data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) per 30 Juni 2024.

Kebanyakan penduduk kabupaten ini bersuku Sunda. Biarpun demikian, bahasa yang digunakan sangat berbeda dengan Basa Sunda yang digunakan orang wilayah lain di Jawa Barat.

Penduduk Kabupaten Bekasi memiliki campuran aksen dan kosakata Betawi pada penggunaan Basa Sunda mereka.

Asimilasi budaya Betawi dan Sunda ini juga terlihat dari Tari Kembang Bulak. Tarian tradisional ini menggabungkan pakem Tari Topeng Betawi dengan Tari Jaipong.


(Photos: Google Maps, Ari Setiawan; Kolis Karto Pawiro; Teguh Rohiman; Take)

Icon 0

Dekat ke Jabodetabek

Lokasinya cukup strategis. Meskipun bukan kota besar, Kabupaten Bekasi tetap memiliki aksesibilitas yang baik serta fasilitas modern seperti pusat perbelanjaan, rumah sakit, dan sekolah.

Icon 1

Peluang Usaha

Dengan pertumbuhan penduduk dan ekonomi yang terus meningkat, Kabupaten Bekasi menawarkan berbagai peluang usaha bagi penduduk setempat. Selain itu, banyak kawasan industri besar berada di Kabupaten Bekasi, memberikan peluang kerja yang lebih besar bagi penduduk setempat.

Icon 2

Perkembangan Infrastruktur

Kabupaten Bekasi terus mengalami pembangunan infrastruktur, termasuk jalan tol dan transportasi umum yang menghubungkannya dengan Jakarta dan sekitarnya.

Icon 3

Keberagaman Budaya

Sebagai daerah penyangga ibu kota, Kabupaten Bekasi memiliki penduduk dari berbagai latar belakang, menciptakan lingkungan yang beragam dan dinamis.

Banner

Sejarah Kabupaten Bekasi: Daerah Agraris yang Jadi Pusat Industri

Sejarah panjang Kabupaten Bekasi tidak bisa dilepaskan dari Kerajaan Tarumanagara, dibuktikan dengan Prasasti Tugu yang menyebutkan tentang Kali Candrabhaga, cikal bakal nama Bekasi.

Ya, nama Bekasi diambil dari kata Candrabhaga yang memiliki arti bulan (candra) dan bagian (bhaga). Jadi bisa dikatakan arti nama Bekasi adalah bagian dari bulan.

Karena pengaruh Bahasa Belanda, kata Bhaga tersebut sering ditulis menjadi Bacassie. Itulah asal muasal nama kabupaten ini.

Setelah Kerajaan Tarumanegara runtuh di abad ke-7 masehi, Kabupaten Bekasi dipengaruhi oleh Kerajaan Pajajaran kemudian Kerajaan Mataram.

Posisi Kabupaten Bekasi yang strategis dan dekat dengan Laut Jawa menjadi salah satu alasan mengapa wilayah ini begitu diincar kerajaan.

Memasuki era kolonialisme, Kabupaten Bekasi terkenal sebagai wilayah pertanian yang subur dan produktif. Tuan tanah dari Eropa dan Cina banyak memiliki lahan di Kabupaten Bekasi dan rakyat setempat tetap memiliki tanah hidup yang kekurangan.

Kemudian organisasi Sarekat Islam (SI) pun mulai membesarkan namanya dan menjadi penggerak perubahan. Mulai dari protes tentang kerja rodi, protes petani di Setu, hingga pemogokan pembayaran “cuke.”

Belum selesai sampai situ, di masa penjajahan Jepang, generasi muda Kabupaten Bekasi berkumpul dan membentuk organisasi Gerakan Pemuda Islam Bekasi (GPIB). Organisasi ini kemudian bergabung ke BKR.

GPIB pun berkembang dan memiliki banyak cabang seperti di daerah Tambung, Kranji, Cakung, dan Ujung Malang. Melihat hal ini, timbul keinginan untuk membentuk pemerintahan.

Pada 1950, R. Soepardi, K.H. Noer Alie, Aminudin, dan Marzuki Urmaini pun kemudian membentuk “Panitia Amanat Rakyat Bekasi” dan mengadakan rapat di Alun-Alun Bekasi. Peristiwa ini dikenal dengan Resolusi 17 Januari.

Wakil presiden Indonesia kala itu, Mohammad Hatta, akhirnya menyetujui penggantian nama Kabupaten Jatinegara menjadi Kabupaten Bekasi.

Jadi, dulu Kecamatan Jatinegara di Jakarta Timur pernah berstatus kabupaten di Batavia (Jakarta). Wilayahnya mencakup Bekasi.

UU No. 14 Tahun 1950 tentang Pembentukan Kabupaten-Kabupaten di Provinsi Jawa Barat dan Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1950 dikeluarkan, secara resmi Kabupaten Bekasi terbentuk pada 15 Agustus 1950.

Begitulah transformasi Kabupaten Bekasi dari wilayah perkebunan yang subur, menjadi pusat industri yang modern.


(Foto: Google Maps, Yuni Fiftini)

Banner

Lebih dari Sekedar Kawasan Industri

Tidak hanya industri, Kabupaten Bekasi juga menyimpan potensi wisata yang menjanjikan. Curug Parigi, Situ Cibeureum dan Pantai Muara Beting misalnya yang menawarkan keindahan alam yang masih asri.

Apabila sedang mencari hiburan di area perkotaan, ada Transera Waterpark, salah satu kolam renang terluas dengan banyak wahana permainan menarik.

Ada juga tempat penangkaran buaya terbesar dan terlengkap di Asia, Taman Buaya Indonesia Jaya.

Gedung Juang Tambun atau dikenal juga dengan Gedung Tinggi bisa dijadikan opsi bagi kamu yang ingin napak tilas ke situs bersejarah. Gedung ini merupakan salah satu saksi bisu perjuangan rakyat Bekasi pada zaman kolonial.

Setiap tahunnya, Kabupaten Bekasi kerap mengadakan event dan festival yang seru dan menarik seperti Festival Sakura Matsuri, Festival UMKM, Ramadan Festival, dan sebagainya.

Jika dilihat lebih jauh, Kabupaten Bekasi memang tak hanya sekedar kawasan industri yang maju. Dari segi wisata, banyak tempat menarik yang bisa dijelajahi bahkan kamu bisa menemukan hidden gem di sini.


(Foto: Google Maps, Herry Cijolang)

Tempat Wisata di Kabupaten Bekasi

Mencicipi Kelezatan Kuliner Khas

Saat melancong, rasanya tak lengkap tanpa mencicipi makanan khas daerah yang dikunjungi.

Kabupaten Bekasi memiliki beragam kuliner legendaris yang patut dicoba. Mulai dari Sayur Gabus Pucung, Bandeng Rorod, hingga Kue Dongkai.

Sayur Gabus Pucung adalah sajian olahan pucung atau kluwek yang secara visual mirip dengan rawon dengan cita rasa yang gurih dan segar.

Lalu ada Bandeng Rorod. Ikan bandeng tanpa duri akan dimasak dengan presto menggunakan bumbu khas.

Jika kamu ingin membawa pulang Bandeng Rorod sebagai oleh-oleh, tak perlu khawatir akan basi. Berkat cara masaknya, Bandeng Rorod dapat bertahan cukup lama.

Untuk urusan rumah makan, Kabupaten Bekasi pun tak kalah menarik.

Beberapa tempat makan recommended ada Angkringan Tepi Sawah Setu, Talaga Sampireun, dan Rumah Makan Cobek Ulek Marlinda. Pengunjung bisa makan di saung lesehan sambil menikmati view cantik, banyak tempat foto.

Jual Properti di Kabupaten Bekasi

Lihat Semua

Sewa Properti di Kabupaten Bekasi

Lihat Semua

Pertanyaan Seputar Kabupaten Bekasi

Berapa jumlah kecamatan di Kabupaten Bekasi?

Ada 32 kecamatan di Kabupaten Bekasi, yaitu:
Babelan, Bojongmangu, Cabangbungin, Cibarusah, Cibitung, Cikarang Barat, Cikarang Pusat, Cikarang Selatan, Cikarang Timur, Cikarang Utara, Karangbahagia, Kedungwaringin, Muara Gembong, Pebayuran, Serang Baru, Setu, Sukakarya, Sukatani, Sukawangi, Tambelang, Tambun Selatan, Tambun Utara, dan Tarumajaya.

Apa julukan untuk Kabupaten Bekasi?

Kabupaten Bekasi memiliki kaitan yang erat dengan perjuangan bangsa Indonesia pada masa penjajahan, tak heran Dubes Jepang, Masaki Yasushi, menjuluki Kabupaten Bekasi sebagai Kota Jepang. Julukan lainnya adalah “Kota Patriot.”

Kapan hari jadi Kabupaten Bekasi?

Hari jadi Kabupaten Bekasi ditetapkan pada 15 Agustus 1950.