+ Pasang Iklan Gratis
/

Kota Serang, Banten: Ibukota Provinsi yang Kaya Sejarah

Kota Serang, Banten, menawarkan wisata sejarah seperti Keraton Surosowan dan Masjid Agung Banten, serta keindahan alam di Pantai Gopek dan Danau Tasikardi. Dari segi warisan budaya, Kota Serang memang begitu memukau. Ada apa lagi di Kota Santri ini? Simak selengkapnya.

 

Banner 1
Banner 2
Banner 3
Banner 4
Banner 5

Seputar Kota Serang

Kota Serang, ibukota Provinsi Banten, terletak di pesisir utara Pulau Jawa, memiliki iklim tropis, dengan mayoritas penduduk bersuku Sunda.

Sebelum ada UU Nomor 23 Tahun 2000, Banten merupakan bagian dari Provinsi Jawa Barat. Setelah menjadi provinsi sendiri, kota Serang resmi berdiri melalui UU Nomor 32 Tahun 2007 dan disahkan pada 10 Agustus 2007.

Kota Serang terbilang cukup unik. Walaupun mayoritas penduduknya bersuku Sunda, namun penduduknya merupakan akulturasi antara Sunda Banten dan Jawa Serang.

Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, jumlah penduduk di Kota Serang pada pertengahan 2024 mencapai 734,87 ribu jiwa dengan kepadatan penduduk 2.765 jiwa per kilometer persegi.

Dengan luas wilayah 266,74 km2, Kota Serang memiliki 6 kecamatan dan 67 kelurahan. Melalui  motto ‘Kota Serang Madani,’ diharapkan Kota Serang dapat mengayomi masyarakat dengan musyawarah mufakat dan berbudaya.

Kota Serang yang asri dan tenang memiliki sejumlah wisata sejarah dan budaya menarik. Mulai dari peninggalan Kesultanan Banten, seni bela diri debus, hingga kekayaan wisata alam.

 

(Foto: Google Maps, Muhammad Rohman; Arka Saputra; Khalyne Kashi; Ariswan Chandra Wiratirta; Nandra Iswahyada)

Icon 0

Kesultanan Banten

Dari abad ke-16 hingga 18, Kesultanan Banten merupakan pusat perdagangan terpopuler di Asia Tenggara. Puncak kejayaannya ada pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Sisa-sisa peninggalannya masih bisa dilihat di kawasan Kota Kuno Banten.

Icon 1

Tempat Wisata Menarik

Kota Serang merupakan tempat yang tepat jika ingin berwisata sejarah atau wisata alam. Tak cuma itu saja, di pusat kotanya pun terdapat banyak pusat perbelanjaan dan taman bermain seperti Aqualand.

Icon 2

Kaya Warisan Budaya

Mulai dari seni bela diri Debus, ritual Seren Taun Cisungsang, hingga tari topeng masih sering dilakukan di Kota Serang. Setiap tahunnya kerap diadakan Festival Cagar Budaya Banten di Tasikardi.

Icon 3

Kuliner Lezat yang Khas

Jangan lupa untuk menjajal makanan khas Banten di Serang! Icip rabeg, makanan kesukaan Sultan Maulana Hasanuddin, nasi bakar sum-sum, sate bandeng, sambal buroq, dan masih banyak lagi.

Banner

Sejarah Singkat Kota Serang

Bicara soal Kota Serang pasti tidak akan jauh dari pembahasan Kesultanan Banten. Kerajaan Islam ini berawal dari Kesultanan Cirebon dan Demak yang memperluas daerahnya ke Pulau Jawa pada 1526.

Salah satu peninggalan seperti Benteng Surosowan merupakan bukti sejarah dari Maulana Hasanuddin yang mengambil alih daerah pelabuhan Teluk Banten.

Maulana Hasanuddin menaklukan pelabuhan tersebut untuk mencegah penjajahan Portugis.

Dari benteng pertahanan tersebut, Surosowan pun berkembang menjadi kawasan kota pesisir dan pusat pemerintahan Banten di zaman kesultanan.

Kesultanan Banten berjaya selama kurang lebih 3 abad hingga akhirnya VOC dan penjajah Eropa lainnya datang.

Perang saudara terjadi demi memperebutkan sumber daya, perdagangan, dan akses ekspor. Apalagi Kesultanan Banten memiliki hubungan erat dengan Inggris.

Kesultanan Banten pun runtuh pada 1813 saat pemerintahan kolonial Hindia Belanda masuk. Peninggalan pemerintahan kolonial bisa dilihat dari desain bangunan di Pendopo Gubernur Banten

Kota Serang pun terbentuk hampir dua abad sejak keruntuhan Kesultanan Banten, yaitu pada 10 Agustus 2007 dengan Walikota Asmudji H. W. sebagai pemimpin pertamanya. Pengesahan Kota Serang ini merujuk dari pemekaran Kabupaten Serang.

Arti dari nama Kota Serang adalah “sawah negara.” Nama ini diambil dari bahasa Sunda Kuno. Sedangkan, semboyan Kota Serang adalah Kota Madani.
 

(Foto: Google Maps, Muthakin Al Maraky)

Objek Wisata Kota Serang, Banten

Banner

Pesona Alam Kota Serang

Secara geografi, Kota Serang berbatasan langsung dengan Kabupaten Serang dan Teluk Banten. Posisinya sedikit jauh dari hiruk pikuk Jabodetabek.

Selain itu, Kota Serang juga berada di dataran rendah. Hal ini membuat ibukota Provinsi Banten tersebut memiliki potensi wisata alam yang besar.

Salah satunya ada Cagar Alam Pulau Burung atau Pulau Dua. Di pulau ini terdapat ratusan jenis burung Asia-Australia, bahkan Afrika, yang bermigrasi di sekitar Maret hingga Agustus.

Kicauan burung dan keasrian hutan mangrove membuat pengunjung akan semakin kagum dengan pesona alam yang dimiliki Serang, Banten. Di sekitar kawasan pun tertanam beragam pohon, mulai dari pohon ketapang, cangkring, dada, dan kepuh.

Tak jauh dari Cagar Alam Pulau Dua ada Pantai Gopek Karangantu.

Di Pantai Gopek Karangantu, wisatawan bisa memancing dan membawa pulang atau langsung mengolah ikan tangkapan, snorkeling, berfoto di jembatan dekat pantai, dan melihat sunset dengan panorama pegunungan.

Pengunjung pun bisa menyewa perahu untuk berkeliling atau menyeberang ke Pulau Lima. Ada juga penyewaan sepeda listrik.

Jika bosan dengan pemandangan laut, pengunjung bisa berlibur ke Danau Tasikardi dan melihat hamparan sawah.

Di lahan seluas lima hektar, Danau Tasikardi tak hanya menyuguhkan pemandangan alam yang asri, tempat ini juga menyimpan sejarah.

Ya, Danau Tasikardi merupakan peninggalan Maulana Yusuf, Sultan kedua Banten. Danau ini sengaja dibuat sebagai tempat menyimpan air konsumsi warga, mengairi sawah, dan tempat santai keluarga Kesultanan.

Kini, wisatawan dapat berkemah dan memancing di Danau Tasikardi.
 

(Foto: Google Map, Thomas Aquinas Cornelis)

Kota Serang, Banten di Masa Modern

Menjadi ibukota provinsi, Kota Serang tentu mengalami berbagai perubahan. Mulai dari fasilitas umum yang memadai hingga pembangunan modern.

Dari segi transportasi umum, Kota Serang sudah memiliki layanan bus Bandara Soekarno-Hatta, bus BRT Trans Banten, KA dan Commuter Line, serta jalan tol.

Beberapa kampus ternama pun berada di Serang, Banten seperti Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), dan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Mengingat jaraknya yang hanya 80-90 kilometer dari Jakarta, properti di kawasan Serang pun diminati untuk investasi.

Pembangunan pusat perbelanjaan seperti Mall of Serang pun turut mengembangkan ekonomi di Serang, Banten.

Pusat perbelanjaan terbesar ini kerap dijadikan tempat hiburan dan berbelanja warga. Terdapat bioskop, foodcourt, dan wahana permainan.

Dengan segala inovasi yang ada, Kota Serang pun sempat dianugerahi Innovative Government Award (IGA) dari Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia pada 2022.

Jual Properti di Kota Serang, Banten

Lihat Semua

Sewa Properti di Serang, Banten

Lihat Semua

Pertanyaan Umum tentang Serang, Banten

Apakah Kota Serang dekat dengan Jakarta?

Jarak antara Kota Serang dan Jakarta Pusat adalah sekitar 81 kilometer. Perjalanan darat bisa melalui Tol Merak, Jalan Raya Pantura, atau KRL Commuter Line jalur Rangkasbitung.

Kota Serang terkenal dengan apa?

Kota Serang, Banten sangat terkenal sebagai pusat peradaban Kesultanan Banten. Dengan pengaruh keislaman yang begitu kuat, kota ini juga mendapat julukan sebagai Kota Santri.

Daerah apa saja yang menjadi kawasan hunian favorit di Serang, Banten?

Beberapa kawasan hunian favorit di Kota Serang ada Cipocok, Walantaka, dan Taktakan.

Apa kelebihan tinggal di Kota Serang?

Selain dekat dengan Jabodetabek, tinggal di Kota Serang juga sangat menguntungkan dari segi bisnis. Hal ini dikarenakan akses dan fasilitas umum yang sangat memadai. Ada pelabuhan, stasiun, terminal, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan sekolah ternama.