+ Pasang Iklan Gratis
/

Gunung Gede: Daya Tarik, Jalur Pendakian, dan Cara Dapatkan SIMAKSI

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Jl. Raya Cibodas, Cimacan, Cipanas, Cianjur 43253
Buka
4.7/5
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman
Banner 1
Banner 2
Banner 3
Banner 4

Sekilas Mengenai Gunung Gede

Gunung Gede adalah salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia.

Terletak di wilayah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Gunung Gede mencakup tiga kabupaten, yaitu Cianjur, Sukabumi, dan Bogor.

Gunung Gede termasuk ke dalam salah satu gunung tertinggi di Jawa Barat yang memiliki ketinggian sekitar 2.958 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Saat ini, Gunung Gede menjadi tempat konservasi dan rumah bagi beragam flora dan fauna endemik, seperti owa jawa, macan tutul, hingga bunga edelweis.

Gunung Gede merupakan gunung yang sangat populer di kalangan pendaki karena menawarkan pemandangan alam yang memukau.

(Foto: Unsplash/Instagram @adisastr)

Icon 0

Panorama Alam Indah

Gunung Gede menawarkan pemandangan indah, mulai dari kawah aktif, padang edelweis, hutan tropis, dan air terjun Cibeureum yang memesona.

Icon 1

Keanekaragaman Hayati

Kawasan TNGGP menjadi rumah bagi ratusan spesies flora dan fauna, termasuk yang endemik dan langka.

Icon 2

Rute Pendakian yang Bervariasi

Gunung Gede memiliki jalur pendakian yang bervariasi, mulai dari rute mudah hingga relatif sulit.

Icon 3

Mudah Diakses

Gunung Gede mudah diakses dari Jakarta dan kota-kota, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Rute Pendakian Gunung Gede

1. Rute Pendakian via Cibodas

Rute pendakian Gunung gede via Cibodas adalah jalur pendakian paling populer di kalangan pendaki.

Terletak di kawasan Cibodas, Kabupaten Cianjur, jalur ini masuk melalui kawasan TNGGP.

Jalur pendakian Gunung Gede via Cibodas dimulai dari pintu gerbang Cibodas menuju Telaga Biru, kemudian melintasi Rawa Gayonggong, Air Terjun Cibeureum, dan Pos Panyangcangan Kuda.

Setelah itu, perjalanan akan terus menanjak melewati Kandang Batu dan Kandang Badak, dua pos yang sering dijadikan tempat istirahat dan berkemah.

Dari Kandang Badak, pendaki dapat beristirahat sebelum melakukan summit pada malam hari untuk menuju puncak Gunung Gede.

Jalur Gunung Gede via Cibodas relatif landai dan memiliki pemandangan alam yang memukau, seperti air terjun, hutan tropis, dan sumber air panas.

Meski lebih panjang dibanding jalur lain, trek ini cocok untuk pendaki pemula karena rutenya lebih bersahabat.

2. Rute Pendakian via Gunung Putri

gunung gede .jpg

Jalur pendakian Gunung Gede via Putri merupakan salah satu alternatif lain yang cukup populer, terutama bagi pendaki yang ingin langsung menuju Puncak Gunung Gede tanpa melewati jalur Cibodas.

Gunung Putri terletak di Cipanas, Cianjur, yang menawarkan rute pendakian lebih pendek.

Meskipun demikian, Gunung Gede via Putri memiliki medan yang lebih menanjak dan menantang.

Jalur pendakian Gunung Gede via Putri dimulai dari basecamp Gunung Putri, lalu dilanjutkan menuju Pos Legok Leunca, dan terus mendaki hingga mencapai Alun-Alun Surya Kencana.

Dari Surya Kencana, pendaki hanya perlu menempuh waktu sekitar satu jam untuk mencapai puncak Gunung Gede.

Rute Gunung Putri lebih disukai oleh pendaki yang ingin tantangan fisik dan waktu tempuh lebih singkat.

3. Rute Pendakian Selabintana

Selanjutnya adalah Gunung Gede via Selabintana yang terletak di Sukabumi.

Jalur pendakian Gunung Gede via Selabintana adalah rute paling jarang digunakan dan dianggap sebagai rute paling berat.

Alasannya, rute Selabintana memiliki trek yang panjang dan terjal.

Pendakian Gunung Gede via Selabintana dimulai dari kawasan perkebunan teh, kemudian menembus hutan hujan tropis yang masih sangat alami.

Selama perjalanan, pendaki akan menemui tanjakan curam, akar-akar pohon besar, dan medan berlumpur yang sangat licin saat musim hujan.

Jalur ini cukup terpencil dan minim penunjuk arah sehingga disarankan hanya untuk pendaki berpengalaman atau didampingi oleh pemandu profesional. 

Banner

Cara Mendapatkan SIMAKSI dan Syarat Mendaki Gunung Gede

Bagi pendaki yang ingin mendaki Gunung Gede, wajib mengantongi Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI).

SIMAKSI Gunung Gede adalah surat izin masuk kawasan konservasi yang dikeluarkan oleh Balai Besar TNGGP.

Melansir booking.gedepangrango.org, berikut adalah cara daftar mendapatkan SIMAKSI Gunung Gede:

 

  • Pendaftaran menggunakan NIK sebagai ID pendaki dan upload KTP atau Kartu Keluarga bagi yang belum memiliki.
     
  • Usia pendaki minimal 5 tahun dan pendaki usia kurang dari 17 tahun melampirkan Surat Izin Orang Tua/Wali yang ditandatangan di atas meterai dan fotokopi identitas orang tua/wali.
     
  • Jumlah pendaki dalam 1 kelompok minimal 3 orang.
     
  • Pembayaran pendaftaran dilakukan secara online.

 

Jika sudah mengantongi SIMAKSI Gunung Gede, pendaki wajib melapor pada petugas di pintu masuk pendakian pada jam yang sudah ditentukan, yaitu sebagai berikut:

 

  • Hari kerja 07.30 s.d. 14.00 WIB
     
  • Hari libur 07.00 s.d. 16.00 WIB

 

Setelah mendaki Gunung Gede, pendaki juga wajib melapor pada pintu keluar pendakian pada jam sebagai berikut:

 

  • Hari kerja 10.00 s.d. 16.00 WIB
     
  • Hari libur 10.00 s.d. 18.00 WIB

 

Bagi pendaki wanita yang sedang menstruasi atau hamil, disarankan untuk tidak melakukan pendakian.

Harga Tiket Mendaki Gunung Gede

Penting untuk mengetahui harga tiket masuk Gunung Gede bagi para pendaki.

Melansir booking.gedepangrango.org, biaya tiket pendakian per orang sudah termasuk asuransi.

Berikut adalah harga tiket mendaki Gunung Gede:

 

  • WNI (hari kerja) Rp72.000
     
  • WNI (hari libur) Rp92.000
     
  • Pelajar WNI (hari kerja) Rp52.000 (dengan identitas pelajar/mahasiswa minimal 5 orang)
     
  • Pelajar WNI (hari libur) Rp62.000 (dengan identitas pelajar/mahasiswa minimal 5 orang)
     
  • WNA (hari kerja) Rp435.000 dan WNA (hari libur) Rp435.000.

 

Pembayaran biaya tiket pendakian dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan TNGGP dan biaya yang sudah dibayarkan tidak dapat dikembalikan.

Tips Mendaki Gunung Gede

1. Persiapan Fisik yang Matang

Mendaki Gunung Gede membutuhkan kondisi fisik dan mental yang prima karena beberapa jalur pendakian cukup menantang.

Selain itu, di Gunung Gede juga bisa terjadi perubahan suhu yang ekstrem sehingga menuntut stamina yang baik.

Jadi, penting melakukan latihan fisik sebelum melakukan pendakian, seperti jogging atau latihan beban secara rutin minimal dua minggu sebelum pendakian.

Tidak hanya fisik, kesiapan mental juga wajib diperhatikan untuk mengantisipasi kondisi tidak terduga, seperti hujan deras, kelelahan, atau kehilangan arah.

2. Perizinan dan Pendaftaran Resmi

Sebelum mendaki Gunung Gede, pendaki wajib melakukan pendaftaran melalui sistem booking atau mengantongi SIMAKSI dari TNGGP.

Hal ini penting untuk mendapatkan kuota pendakian karena pendakian ke Gunung Gede biasanya dibatasi.

Saat melakukan pendaftaran, pastikan semua data yang dimasukkan sesuai dengan identitas resmi.

Jangan pernah melakukan pendakian secara ilegal melalui jalur tidak resmi karena membahayakan.

3. Pemilihan Jalur Pendakian yang Sesuai

potret mount gede.jpg

Gunung Gede memiliki beberapa jalur pendakian resmi, yaitu Gunung Gede via Cibodas, Gunung Putri, dan Selabintana.

Jalur Cibodas terkenal dengan medan yang panjang dan relatif landai.

Sementara itu, jalur Gunung Putri menawarkan rute lebih singkat, namun memiliki trek yang lebih terjal.

Untuk jalur Selabintana, rute paling jarang dipilih karena cukup jauh dan medannya relatif lebih liar.

Jadi, pemilihan jalur sebaiknya disesuaikan dengan tingkat pengalaman, kondisi fisik, dan tujuan pendakian masing-masing.

4. Siapkan Perlengkapan dan Logistik yang Lengkap

Tips mendaki Gunung Gede selanjutnya adalah membawa perlengkapan demi kenyamanan selama mendaki.

Pastikan membawa peralatan sesuai standar, mulai dari carrier, jaket gunung, sleeping bag, matras, tenda, senter atau headlamp, perlengkapan memasak portabel, persediaan air, obat-obatan, jas hujan, topi, sarung tangan, dan lainnya sesuai kebutuhan.

Dalam hal logistik, pastikan membawa makanan berenergi tinggi, seperti roti, mie instan, cokelat, dan air minum yang cukup minimal 3 liter per orang.

5. Didampingi Orang yang Berpengalaman

Mendaki Gunung Gede sangat disarankan untuk didampingi oleh orang yang berpengalaman, terutama bagi pendaki pemula.

Pendaki berpengalaman biasanya sudah memahami dengan baik karakteristik jalur Gunung Gede.

Hal ini sangat berguna untuk menghindari salah jalur atau membuang-buang tenaga karena salah strategi pendakian.

6. Cek Status Pendakian dari TNGGP

Sebelum melakukan pendakian, sangat penting untuk mengetahui status pendakian Gunung Gede apakah sedang dibuka atau ditutup.

Status pendakian Gunung Gede bisa dicek melalui website resmi TNGGP atau akun media sosial mereka.

Biasanya, informasi pendakian Gunung Gede akan mencantumkan tanggal buka-tutup, alasan penutupan, dan prosedur terbaru untuk pendaftaran.

Jadi pastikan kamu selalu cek sumber resmi sebelum naik Gunung Gede.

Waktu Operasional

Senin00:00 - 23:59
Selasa00:00 - 23:59
Rabu00:00 - 23:59
Kamis00:00 - 23:59
Jumat00:00 - 23:59
Sabtu00:00 - 23:59
Minggu00:00 - 23:59

Tempat Lain di Sekitar

Ulasan

4.7
2243 reviews

Properti Dijual di Cianjur

Lihat Semua
Tipe Properti:

Properti Disewa di Cianjur

Lihat Semua
Tipe Properti: