+ Pasang Iklan Gratis
/

Gunung Rinjani: Daya Tarik, Rute, dan Tips Pendakian

Sembalun Lawan, Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat
Buka
Alya Zulfikar
Alya Zulfikar
Banner 1
Banner 2
Banner 3

Mengenal Gunung Rinjani

Gunung Rinjani adalah salah satu gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.726 meter di atas permukaan laut. 

Gunung yang terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

TNGR mencakup area seluas 41.330 hektare, meliputi hutan tropis, sabana, dan danau kawah yang menakjubkan. 

Rinjani bukan hanya destinasi pendakian, tetapi juga situs suci bagi masyarakat Sasak dan Hindu Bali yang sering mengadakan upacara keagamaan di puncaknya.

Gunung Rinjani memiliki sejarah geologis yang kaya. 

Kawahnya, Segara Anak, adalah danau vulkanik dengan luas sekitar 1.100 hektare dan kedalaman hingga 230 meter. 

Danau ini dianggap sebagai salah satu keajaiban alam Indonesia. 

Di tengah danau, terdapat Gunung Barujari, sebuah kerucut vulkanik aktif yang terakhir meletus pada tahun 2016. 

Aktivitas vulkanik ini menambah daya tarik sekaligus tantangan bagi para pendaki.

Rinjani juga memiliki nilai budaya yang mendalam. 

Masyarakat lokal percaya bahwa gunung ini adalah tempat tinggal Dewi Anjani, ratu jin yang menjaga keseimbangan alam. 

Setiap tahun, ribuan peziarah mendaki untuk memberikan sesaji di Segara Anak, menjadikan Rinjani sebagai perpaduan antara petualangan alam dan spiritualitas.

(gambar: tripadvisor, trekkingrinjani)

Icon 0

Danau Segara Anak

Airnya yang jernih dan pemandangan Gunung Barujari di tengahnya menciptakan panorama yang memukau.

Icon 1

Pemandangan Puncak

Pemandangan 360 derajat yang mencakup Pulau Lombok, Gunung Agung di Bali, dan bahkan Pulau Sumbawa di kejauhan.

Icon 2

Sumber Air Panas Aik Kalak

Di dekat Segara Anak, terdapat sumber air panas alami yang menjadi tempat relaksasi bagi pendaki setelah perjalanan panjang.

Video Gunung Rinjani

Sumber video: YouTube/The Slacker Hiker TV

Banner

Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Gunung Rinjani memiliki beberapa jalur pendakian resmi, dengan dua jalur utama yang paling populer: Rute Sembalun dan Rute Senaru. 

Berikut penjelasan masing-masing jalur pendakian Gunung Rinjani dari yang paling mudah hingga yang paling sulit.

1. Jalur Senaru (Paling Mudah)

📍Lokasi: Desa Senaru, Lombok Utara (mulai dari 601 mdpl).

Jalur ini adalah yang paling populer dan dianggap paling ramah untuk pendaki pemula karena treknya lebih terstruktur dan memiliki fasilitas yang lebih lengkap. 

Senaru melintasi hutan tropis yang lebat sehingga lebih teduh dibandingkan jalur lain. 

Namun, jalur menuju Plawangan Senaru (2.641 mdpl) cukup curam, terutama setelah Pos III. 

Jalur ini sering digunakan untuk menuju Danau Segara Anak atau sebagai jalur turun setelah summit via Sembalun.

⏳Waktu Pendakian: 6–7 jam ke Plawangan Senaru, 10–12 jam ke Danau Segara Anak.

🚩Pos Pendakian:

  • Pos I (Montong Satas, 1.200 mdpl)
  • Pos II (Montong Gedeng, 1.500 mdpl)
  • Pos III (Mondokan Lokak, 2.000 mdpl)
  • Plawangan Senaru (2.641 mdpl)

⛰️Keunikan: Hutan tropis yang sejuk, sering digunakan untuk ritual adat, dekat dengan air terjun Sendang Gile dan Tiu Kelep.

❓Mengapa Paling Mudah: Jalur ini memiliki trek yang jelas, banyak shelter untuk istirahat, dan lebih sering dilalui, sehingga cocok untuk pemula.

2. Jalur Sembalun

📍Lokasi: Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur (mulai dari 1.156 mdpl).

Jalur ini juga populer dan sering dipilih untuk mencapai puncak Rinjani karena treknya lebih pendek menuju Plawangan Sembalun (2.639 mdpl). 

Sembalun didominasi oleh savana terbuka yang membuatnya panas di siang hari, tetapi pemandangannya luas dan spektakuler. 

Tanjakan menuju Plawangan cukup curam dan summit attack ke puncak (3.726 mdpl) melalui jalur berpasir menambah tantangan.

⏳Waktu Pendakian: 6-7 jam ke Plawangan Sembalun, 3-4 jam tambahan ke puncak.

🚩Pos Pendakian:

  • Pos I (Pemantauan, 1.300 mdpl)
  • Pos II (Tengengean, 1.500 mdpl)
  • Pos III (Pada Balong, 1.800 mdpl)
  • Plawangan Sembalun (2.639 mdpl)

⛰️Keunikan: Pemandangan savana yang luas, jalur favorit untuk summit, pemandangan Pulau Sumbawa dan Bali dari puncak.

❓Mengapa Lebih Sulit dari Senaru: Medan savana yang panas dan jalur berpasir menuju puncak membuatnya lebih menantang, tetapi masih cocok untuk pemula dengan stamina baik.

3. Jalur Aik Berik

📍Lokasi: Desa Aik Berik, Lombok Tengah (mulai dari sekitar 600 mdpl).

Jalur ini tergolong baru (diresmikan 2018) dan lebih cocok untuk menikmati pemandangan Plawangan Umar Maya dan Danau Segara Anak, bukan puncak Rinjani. 

Aki Berik melewati perkebunan kopi dan jeruk, hutan, serta savana. 

Kelebihan utama jalur ini adalah sumber air yang melimpah di Pos I dan II sehingga ramah bagi pendaki.

⏳Waktu Pendakian: 7–9 jam ke Plawangan Umar Maya.

🚩Pos Pendakian:

  • Pos I (2-3 jam dari pintu hutan)
  • Pos II (3-4 jam dari Pos I)
  • Pos III (dekat Air Terjun Umar Maya)
  • Plawangan Umar Maya

⛰️Keunikan: Sumber air melimpah, pemandangan savana dan Danau Segara Anak, dekat dengan air terjun Benang Stokel dan Benang Kelambu.

❓Mengapa Lebih Sulit dari Sembalun: Jalur ini lebih panjang dan fasilitasnya masih terbatas dibandingkan Senaru dan Sembalun, tetapi tidak terlalu ekstrem, cocok untuk pendaki dengan pengalaman sedang.

4. Jalur Torean

📍Lokasi: Desa Torean, Lombok Utara (mulai dari 600 mdpl).

Jalur ini dikenal sebagai “Jurassic World” karena pemandangannya yang dramatis dengan lembah terjal dan jalan setapak sempit di antara Plawangan Sembalun dan Senaru.

Torean sering digunakan sebagai jalur turun setelah summit via Sembalun, tetapi juga menjadi jalur pendakian tradisional untuk ritual adat. 

Medannya menantang dengan banyak cabang jalur yang membingungkan sehingga memerlukan guide berpengalaman.

⏳Waktu Pendakian: 12–14 jam ke Danau Segara Anak atau Plawangan Sembalun.

🚩Pos Pendakian: Tidak ada pos resmi yang jelas, tetapi beberapa titik istirahat seperti Air Terjun Penimbung dan area lembah.

⛰️Keunikan: Pemandangan lembah dan hutan yang eksotis, air terjun Penimbung, sering digunakan untuk ritual adat.

❓Mengapa Lebih Sulit: Jalur ini memiliki medan terjal, jalan setapak sempit, dan minim penanda, sehingga tidak direkomendasikan untuk pemula.

5. Jalur Timbanuh

📍Lokasi: Desa Timbanuh, Lombok Timur (mulai dari 800 mdpl).

Jalur ini adalah salah satu jalur baru dan dianggap ekstrem karena melintasi tebing di punggung gunung bagian selatan. 

Timbanuh menawarkan pemandangan hutan lebat, sungai, dan bunga edelweiss menuju Plawangan Cemara Rompes. 

Namun, jalur ini memiliki fasilitas minim dan hanya direkomendasikan untuk pendaki berpengalaman.

⏳Waktu Pendakian: 7–10 jam ke Plawangan Cemara Rompes.

Pos Pendakian:

  • Pos I (Kokok Blimbing)
  • Pos II (Pancor Tayib)
  • Pos III (Momot Yamin)
  • Pos IV (Cemara Rompes)

⛰️Keunikan: Pemandangan edelweiss, hutan lebat, dan puncak selatan Rinjani (3.150 mdpl).

❓Mengapa Lebih Sulit: Medan yang curam, fasilitas terbatas, dan trek yang menantang membuatnya hanya cocok untuk pendaki profesional.

6. Jalur Tetebatu (Paling Sulit)

📍Lokasi: Desa Loloan, Lombok Utara (mulai dari 600 mdpl).

Jalur ini dianggap paling ekstrem karena pendaki harus melalui lembah terjal dengan jalan setapak sempit dan medan yang sangat menantang. 

Tetebatu jarang digunakan dan hanya direkomendasikan untuk pendaki berpengalaman dengan guide lokal. 

Pemandangannya indah, tetapi risiko kecelakaan tinggi.

⏳Waktu Pendakian: 14 jam ke ketinggian 2.000 mdpl sebelum menuju puncak.

🚩Pos Pendakian: Tidak ada pos resmi yang jelas, hanya titik-titik istirahat di lembah.

⛰️Keunikan: Pemandangan lembah dan hutan yang masih alami, jarang dilalui pendaki.

❓Mengapa Paling Sulit: Medan terjal, jalan sempit, minim fasilitas, dan risiko tinggi membuat jalur ini hanya untuk pendaki profesional.

Banner

Tips Mendaki Gunung Rinjani

Tips Mendaki Gunung Rinjani

Mendaki Gunung Rinjani membutuhkan persiapan fisik, mental, dan logistik yang matang. 

Berikut beberapa tips untuk pendakian yang aman dan menyenangkan:

✅Persiapan Fisik: Lakukan latihan kardio dan kekuatan kaki minimal 1-2 bulan sebelum pendakian. Latihan seperti jogging, hiking, atau squat akan membantu menaklukkan jalur yang panjang dan curam.

✅Pilih Waktu yang Tepat: Musim pendakian resmi adalah April hingga Desember, dengan bulan Juni-Agustus sebagai periode terbaik karena cuaca kering. Hindari musim hujan (Januari-Maret) karena jalur licin dan berbahaya.

✅Gunakan Jasa Porter dan Guide: Rinjani adalah gunung yang menantang, terutama bagi pemula. Porter dan guide lokal tidak hanya membantu membawa logistik tetapi juga memahami medan dan budaya setempat.

✅Packing yang Efisien: Bawa pakaian hangat (suhu di puncak bisa mencapai 5°C), sleeping bag, tenda, dan peralatan masak. Pastikan membawa air secukupnya, terutama di rute Sembalun yang minim sumber air.

✅Jaga Kebersihan: Taman Nasional Gunung Rinjani memiliki aturan ketat soal sampah. Bawa kantong sampah dan turunkan semua limbah Anda. Jangan mencemari Segara Anak atau sumber air panas.

✅Pahami Batasan Diri: Pendakian ke puncak sangat melelahkan, terutama jalur berpasir menuju puncak. Jika merasa lelah, pertimbangkan untuk menikmati Segara Anak saja tanpa memaksakan diri ke puncak.

✅Hormati Budaya Lokal: Rinjani adalah tempat suci. Hindari perilaku yang tidak sopan, seperti berteriak di dekat danau atau meninggalkan sesaji sembarangan.

✅Perhatikan Kesehatan: Bawa obat-obatan pribadi, termasuk untuk mabuk ketinggian (altitude sickness). Pastikan Anda cukup makan dan tetap terhidrasi selama pendakian.

Waktu Operasional

Senin01:00 - 24:00
Selasa01:00 - 24:00
Rabu01:00 - 24:00
Kamis01:00 - 24:00
Jumat01:00 - 24:00
Sabtu01:00 - 24:00
Minggu01:00 - 24:00

Tempat Lain di Sekitar

FAQ

Gunung Rinjani apakah cocok untuk pemula?

Gunung Rinjani kurang cocok untuk pemula karena treknya menantang, membutuhkan stamina dan pengalaman mendaki.

Berapa biaya naik Gunung Rinjani?

Biaya naik Gunung Rinjani sekitar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta, tergantung paket tur dan fasilitas. Apabila tanpa tur, biaya simaksi Gunung Rinjani Rp20.000 per orang per hari untuk wisatawan domestik dan Rp200.000 per orang per hari untuk wisatawan asing.

Gunung Rinjani terkenal karena apa?

Gunung Rinjani terkenal karena Danau Segara Anak dan pemandangan kaldera yang spektakuler.

Gunung Rinjani tertinggi ke berapa?

Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi kedua di Indonesia, dengan ketinggian 3.726 meter.

Properti Dijual di Lombok

Lihat Semua

Properti Disewakan di Lombok

Lihat Semua