Mengenal Gunung Ruang: Lokasi, Sejarah Letusan & Potensi Wisata
Pulau Ruang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.


Mengenal Gunung Ruang
Gunung Ruang adalah gunung berapi aktif yang berada di Pulau Ruang, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Provinsi Sulawesi Utara, Indonesia.
Gunung tersebut adalah bagian dari Busur Sangihe, salah satu dari empat busur vulkanik utama di Indonesia.
Gunung Ruang berbeda dengan Gunung Raung yang terletak di Jawa Timur. Keduanya adalah gunung api aktif, namun lokasinya berjauhan dan memiliki karakteristik yang berbeda.
Adapun ketinggian Gunung Ruang adalah 725 meter di atas permukaan laut (mdpl), di mana lokasinya berada di pulau berukuran sekitar 4x5 kilometer.
Pulau Ruang terpisah dari pulau lain di sekitarnya. Di pulau ini terdapat Kampung Limpatehe dan Kampung Pumpente yang hanya berjarak 2,5 kilometer dari puncak Gunung Ruang.
Tak jauh dari Pulau Ruang, terdapat Pulau Tagulandang dan Pulau Pasige. Berbeda dari dua pulau lainnya, Pulau Pasige tak berpenghuni karena daratannya bisa tenggelam akibat pasang.
Lebih detail, tipe vulkanik dari Gunung Ruang adalah Stratovolcano dengan puncak yang sebagian diisi oleh kubah lava hasil aktivitas vulkanik masa lalu.
Sumber foto cover: instagram.com/exploremanado dan Facebook Yusak Boss
Letusan Bersejarah
Gunung Ruang memiliki peristiwa letusan yang tercatat dalam sejarah. Misalnya, letusan pada tahun 1871 yang memicu tsunami setinggi 25 meter.
Gunung Berapi Berdampak
Gunung Ruang adalah salah satu gunung berapi di Indonesia dengan dampak letusan yang signifikan terhadap masyarakat sekitar.
Keanekaragaman Hayati
Dengan areanya yang merupakan tanah vulkanik subur, kawasan Gunung Ruang mendukung keanekaragaman flora dan fauna khas daerah tropis.
Video Gunung Ruang
Sumber video: Channel Youtube eradotid

Sejarah Aktivitas Vulkanik
Berdasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), sejarah erupsi Gunung Ruang tercatat sejak 1808.
Pada 1871, erupsi besar terjadi dan menyebabkan tsunami akibat runtuhnya kaldera ke laut. Tsunami itu menghancurkan desa di Pulau Tagulandang dan menyebabkan ratusan korban jiwa.
Erupsi Gunung Ruang terjadi dalam interval antara 1 hingga 30 tahun, yakni pada 1808, 1810, 1840, 1870, 1871, 1874, 1889, 1904, 1905, 1914, 1915, 1946, 1949. Kemudian, pada 25 September 2002, Gunung Ruang mengalami erupsi setelah masa istirahat selama 50 tahun lebih.
Kemudian pada 2024, Gunung Ruang kembali mengalami serangkaian erupsi eksplosif yang menyebabkan ribuan penduduk dievakuasi dan status gunung dinaikkan menjadi level tertinggi (Awas).
Erupsi itu juga membuat bandara di Manado ditutup sementara sampai aktivitas vulkanik menurun.
Sumber foto: instagram.com/exploremanado dan Facebook Yusak Boss

Potensi Wisata
Gunung Ruang memiliki daya tarik wisata tersendiri, terutama bagi pendaki dan pecinta alam.
Namun, aktivitas wisata di sekitar gunung ini ditangguhkan hingga situasi dinyatakan aman karena pemerintah telah menetapkan zona eksklusi sejauh 6 km dari kawah.
Berikut adalah daya tarik wisata Gunung Ruang di masa depan yang bisa dijadikan referensi:
1. Pendakian Singkat dengan Pemandangan Spektakuler
Gunung Ruang yang memiliki ketinggian 725 meter bisa menjadi tempat mendaki singkat sekitar 90 menit jika kondisinya aman.
Begitu tiba di ketinggian yang sesuai, pendaki bisa melihat panorama 360 derajat yang menakjubkan, termasuk pemandangan Pulau Siau, Gunung Klabat, dan Pulau Ternate.
2. Keanekaragaman Hayati yang Kaya
Bagi kamu yang mencintai flora dan fauna dan ingin melakukan penelitian, Gunung Ruang bisa menjadi salah satu lokasi pilihan di masa depan jika sudah aman.
Gunung Ruang memiliki vegetasi yang beragam, mulai dari hutan hujan tropis di kaki gunung hingga hutan lumut di puncaknya.
Berbagai jenis flora dan fauna endemik dapat ditemukan di gunung ini, termasuk beberapa spesies yang terancam punah.
3. Pulau Vulkanik yang Eksotis
Gunung Ruang membentuk pulau kecil yang luasnya hanya 4 x 5 kilometer.
Dengan begitu, pulau yang unik dan terisolasi ini bisa menjadi destinasi menarik bagi peneliti, pecinta alam, dan fotografer yang ingin mengeksplorasi keindahan alam yang masih alami.
Sumber foto: instagram.com/exploremanado dan Facebook Yusak Boss

Potensi Bahaya di Masa Depan dan Upaya Mitigasi
1. Potensi Bahaya di Masa Depan
Jika melihat catatan sejarah, tentu di masa depan Gunung Ruang masih berpotensi untuk mengalami erupsi.
Jadi, masih ada kemungkinan terjadinya letusan besar berdasarkan siklus letusan rata-rata 32,25 tahun.
Selain itu, terdapat juga risiko tsunami akibat dari longsoran material ke laut.
Paling berbahaya, interaksi antara air laut dan magma yang dapat meningkatkan tekanan dan memicu letusan eksplosif.
2. Upaya Mitigasi dan Pemantauan
Lantaran menyimpan potensi bahaya, baik masyarakat sekitar, peneliti, atau pendaki, harus memahami peringatan dini dan edukasi penyelamatan diri.
Selain itu, terdapat juga peran Badan Geologi melalui PVMBG dalam memantau aktivitas gunung, sehingga semua pihak bisa mengetahui status Gunung Ruang terkini.
Sumber foto: instagram.com/exploremanado dan Facebook Yusak Boss
Waktu Operasional
| Senin | 01:00 - 24:00 | |
| Selasa | 01:00 - 24:00 | |
| Rabu | 01:00 - 24:00 | |
| Kamis | 01:00 - 24:00 | |
| Jumat | 01:00 - 24:00 | |
| Sabtu | 01:00 - 24:00 | |
| Minggu | 01:00 - 24:00 |
Tempat Lain di Sekitar
FAQ 👉
Gunung Ruang berada di Pulau Ruang, Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara.
Saat tulisan ini dibuat, Gunung Ruang terakhir meletus pada April 2024.
Tsunami Gunung Ruang setinggi 25 meter terjadi pada erupsi tahun 1871.
Penyebab Gunung Ruang bisa meletus adalah gempa tektonik yang memicu pergerakan magma ke permukaan, menghasilkan erupsi eksplosif disertai abu vulkanik. Faktor lainnya, bisa jadi karena lokasinya di Busur Sangihe, salah satu dari empat busur vulkanik utama di Indonesia, sehingga rentan terhadap aktivitas tektonik dan vulkanik yang kompleks.