Masjid Istiqlal: Sejarah, Fakta Menarik, Lokasi, dan Cara Menuju
Jl. Taman Wijaya Kusuma, Ps. Baru, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710


Sejarah Masjid Istiqlal
Masjid Istiqlal adalah masjid yang terletak di Jakarta dan dinobatkan sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara serta terbesar keenam di dunia.
Masjid Istiqlal merupakan salah satu tempat ibadah kebanggaan masyarakat Indonesia.
Masjid ini dibangun sebagai wujud syukur rakyat Indonesia atas keberhasilan meraih kemerdekaan setelah dijajah selama 350 tahun.
Nama "Istiqlal" sendiri berasal dari bahasa Arab yang berarti "kemerdekaan".
Masjid Istiqlal resmi dibuka untuk umum pada 22 Februari 1978.
Lokasi Masjid Istiqlal berseberangan dengan tempat ibadah umat Katolik, yakni Gereja Katedral Jakarta.
Keberadaan kedua tempat ibadah ini menjadi simbol toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia.
(Photos: Jakarta-tourism.go.id, Expedia.co.id, Jnewsonline.com)
Masjid Terbesar di Asia Tenggara
Memiliki kapasitas hingga 200.000 jemaah, menjadikan Masjid Istiqlal sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara dan salah satu terbesar di dunia.
Destinasi Wisata Religi dan Sejarah
Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Istiqlal menjadi tujuan wisata religi dan sering dikunjungi tokoh-tokoh dunia, termasuk Presiden AS Barack Obama, Raja Salman, dan Paus Fransiskus.
Arsitektur Megah
Masjid Istiqlal memiliki bangunan megah, dengan pilar utama masjid berjumlah 12 yang melambangkan hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Pada 12 Rabiul Awal. Diameter pilarnya 45 meter yang melambangkan tahun kemerdekaan Indonesia, yakni 1945.
Simbol Toleransi Umat Beragama
Letaknya yang berseberangan langsung dengan Gereja Katedral Jakarta, mencerminkan harmoni dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Fakta Menarik Masjid Istiqlal
Sebagai masjid nasional dan tersohor di Indonesia, Masjid Istiqlal menyimpan sejumlah fakta yang menarik untuk diketahui.
Di bawah ini adalah fakta-fakta dari Masjid Istiqlal:
1. Diprakarsai Presiden Soekarno
Pembangunan Masjid Istiqlal sejatinya digagas oleh Presiden Soekarno.
Peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan tempat ibadah umat muslim ini pun dilakukan oleh Soekarno pada 24 Agustus 1961.
Melansir laman Indonesiakaya.com, salah satu hal yang menarik dalam masa pembangunan tempat ibadah ini adalah Masjid Istiqlal diarsiteki oleh F. Silaban, seorang penganut Kristen Protestan.
F. Silaban berhasil terpilih menjadi pemenang dalam sayembara terbuka untuk rancangan Masjid Istiqlal dengan karya “Ketuhanan”.
2. Pembangunan Selama 17 Tahun
Fakta lainnya dari Masjid Istiqlal adalah tempat ibadah ini selesai dibangun selama tujuh belas tahun.
Adapun pembangunannya dimulai pada tanggal 24 Agustus 1961 dan diresmikan pada tanggal 22 Februari 1978 oleh Presiden Suharto.
Pembangunan Masjid Istiqlal memang sempat terhenti beberapa kali.
Sejumlah hal yang mendasarinya antara lain permasalahan soal dana, krisis ekonomi dan politik, hingga pergantian kepemimpinan.
3. Arsitektur Modern
Bangunan Masjid Istiqlal memiliki arsitektur bergaya formalisme baru dengan sentuhan desain internasional.
Bagian dinding dan lantainya dilapisi marmer, serta dihiasi ornamen geometris yang terbuat dari baja antikarat.
Masjid ini memiliki lima lantai serta satu lantai utama sebagai ruang utama peribadatan.
4. Mampu Menampung Ratusan Ribu Jemaah
Masjid Istiqlal memiliki bangunan yang begitu besar dan megah.
Bahkan, tempat ibadah ini memiliki tujuh pintu gerbang yang bisa digunakan oleh umat muslim untuk masuk ke dalam masjid.
Bangunan utamanya memiliki lima tingkat dan di sebelah tenggara ada sejumlah bangunan terbuka.
Untuk tinggi gedung utamanya mencapai 60 meter dengan panjanng 100 meter.
Dengan spesifikasi bangunan tersebut tak mengherankan jika Masjid Istiqlal mampu menampung hingga lebih dari 200.0000 jemaah.
5. Tak Hanya Dijadikan Sebagai Tempat Ibadah
Kegunaan utama dari Masjid Istiqlal memang sebagai tempat ibadah bagi umat Islam.
Namun, masjid ini juga digunakan sebagai kantor dari berbagai organisasi Islam di Indonesia.
Berbagai acara seperti tablig akbar, pengajian, dan perayaan hari besar Islam pun kerap diadakan di sini.
Bukan hanya itu, Masjid Istiqlal juga menjadi salah satu destinasi wisata religi yang kerap dikunjungi oleh wisatawan luar kota maupun mancanegara ketika mereka berada di Jakarta.
(Photo: Beritajakarta.id)

Lokasi dan Cara Menuju ke Masjid Istiqlal Jakarta
Masjid Besar Istiqlal Jl. Taman Wijaya Kusuma Rt.08/02, Kel. Pasar Baru, Kec. Sawah Besar, Jakarta Pusat Sawah Besar, kota Jakarta Pusat.
Letak masjid ini sangat strategis karena berada di dekat Istana Merdeka dan Gereja Katedral Jakarta.
Untuk menuju ke Masjid Istiqlal, ada banyak transportasi yang bisa digunakan, berikut di antaranya:
1. KRL Commuter Line
Naik KRL Commuter Line dan turun di Stasiun Juanda (stasiun terdekat).
Dari Stasiun Juanda, Anda bisa berjalan kaki sekitar 5-10 menit menuju Masjid Istiqlal.
Jika tidak ingin berjalan kaki, Anda bisa menggunakan jasa ojek yang tersedia di area stasiun.
2. TransJakarta
Naik bus TransJakarta koridor 2 jurusan Pulogadung-Harmoni atau koridor 3F jurusan Kalideres-Juanda.
Turun di Halte Juanda, lanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama 5 menit ke lokasi.
3. MRT Jakarta
Naik MRT Jakarta dan turun di Stasiun Bundaran HI.
Dari Bundaran HI, lanjutkan perjalanan dengan TransJakarta koridor 2 dan turun di Halte Juanda.
Untuk menuju ke sana, Anda tinggal berjalan kaki.
4. Kendaraan Pribadi
Jika menggunakan mobil atau motor, Anda bisa menuju Masjid Istiqlal dengan mengambil rute ke arah Jalan Perwira atau Jalan Lapangan Banteng.
Kemudian, ikuti petunjuk jalan untuk menuju Masjid Istiqlal.
5. Transportasi Online
Tak hanya menggunakan kereta maupun TransJakarta, Anda juga bisa menggunakan transportasi online dari titik keberangkatan.
(Photo: Uloom.id)
Waktu Operasional
| Senin | 03:30 - 22:00 | |
| Selasa | 03:30 - 22:00 | |
| Rabu | 03:30 - 22:00 | |
| Kamis | 03:30 - 22:00 | |
| Jumat | 03:30 - 22:00 | |
| Sabtu | 03:30 - 22:00 | |
| Minggu | 03:30 - 22:00 |
Tempat Lain di Sekitar
Harga Tiket Masjid Istiqlal
Untuk masuk ke Masjid Istiqlal, pengunjung tidak dikenakan tiket masuk alias gratis.
Biaya hanya akan dikenakan jika membawa kendaraan pribadi dan memarkirkannya di basement.
Tarif parkirnya sebagai berikut:
- Mobil: Rp5.000 untuk satu jam pertama, dan Rp4.000 untuk jam berikutnya.
- Motor: Rp2.000 untuk satu jam pertama, dan Rp2.000 untuk jam berikutnya.
Ulasan
Tersedia banyak kamar mandi
Saya baru tahu kalau di Masjid Istiqlal, kita bisa menggunakan fasilitas kamar mandi. Fasilitas ini sangat membantu bagi pengunjung dari luar kota yang hendak bepergian ke Jakarta. Dengan adanya fasilitas ini, pengunjung bisa menyegarkan diri, berganti pakaian, dan bagi wanita, menggunakan kosmetik. Kamar mandi yang tersedia juga banyak, jadi meskipun sedang ramai, Anda tidak perlu mengantre terlalu lama.
Mudah dikunjungi
Masjid terbesar di Asia Tenggara, dan masjid terbesar kesembilan di dunia dalam hal kapasitas jamaah. Pembangunan dimulai pada tahun 1961 dan memakan waktu 17 tahun untuk menyelesaikannya. Sebagai non-Muslim, masjid ini mudah dikunjungi dengan tur gratis yang diadakan setiap setengah jam. Bertemu di pusat informasi tempat Anda akan diberikan penutup jika lutut, bahu (kedua jenis kelamin), rambut, atau siku Anda terbuka (untuk wanita). Tur ini memakan waktu setengah jam dan mencakup ruang salat utama dan gendang masjid yang besar (unik untuk masjid-masjid di Indonesia).
Arsitekturnya sangat bagus
Arsitektur masjid ini sungguh luar biasa, berdiri kokoh sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara. Kemegahannya berpadu indah dengan gereja terbesar di dekatnya, menciptakan kontras visual yang mencolok. Di dalam, suasananya bersih dan damai, menyediakan lingkungan yang tenang dan cocok untuk merenung dan berdoa. Hiasan yang rumit dan desain yang rumit tidak dapat disangkal mengesankan, memfasilitasi suasana yang taat dan rendah hati untuk berdoa. Secara keseluruhan, ini adalah kunjungan yang mengagumkan yang memadukan kecemerlangan arsitektur dengan suasana yang tenang. Saya berkunjung untuk salat Jumat yang meningkatkan pengalaman secara keseluruhan.


