+ Pasang Iklan Gratis
/

Monumen Nasional (Monas): Sejarah, Daya Tarik, HTM, dan Jam Bukanya

Merdeka Square, Jalan Lapangan Monas, Gambir, Kecamatan Gambir, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Tutup
4.6/5
Yuhan Al Khairi
Yuhan Al Khairi
Banner 1
Banner 2
Banner 3
Banner 4

Mengenal Monumen Nasional (Monas)

Monumen Nasional atau lebih dikenal sebagai Monas merupakan salah satu landmark paling terkenal di Indonesia.

Terletak di Jakarta, monumen ini memiliki tinggi 132 meter dan dibangun untuk mengenang perjuangan rakyat Indonesia dalam meraih kemerdekaan.

Dengan desain gabungan antara unsur tradisional dan modern, Monas berdiri tegak di tengah Lapangan Merdeka dan dikelilingi oleh ruang terbuka yang luas.

Bukan sekedar tempat wisata, bangunan ini juga menjadi sarana edukasi dan penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.

Sebagai pusat kegiatan nasional, Monas memiliki berbagai fitur menarik yang dapat dinikmati oleh pengunjung, baik dari turis maupun warga lokal.

Sejarah Monumen Nasional

Pembangunan Monumen Nasional memiliki sejarah yang panjang.

Ini dimulai pada 1950, setelah pusat pemerintahan negara kembali dari Yogyakarta ke Jakarta pasca pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda pada 1949.

Saat itu, Presiden Soekarno memutuskan untuk merancang Monas sebagai simbol perjuangan kemerdekaan dan semangat patriotisme bangsa Indonesia.

Lokasinya terletak tepat di depan Istana Merdeka, serta dirancang setara dengan Menara Eiffel.

Merespons rencana tersebut, sebuah komite nasional lantas dibentuk Pada 1954.

Lalu, sayembara desain Monas turut digelar pada tahun 1955.

Dari 51 karya yang masuk, desain karya Frederich Silaban terpilih sebagai pemenang.

Namun, Soekarno meminta agar desain tersebut sedikit diubah agar lebih mencerminkan bentuk lingga dan yoni.

Silaban pun melakukan rancanangan ulang, tetapi desainnya dianggap terlalu besar dan mahal dari segi anggaran pembangunan.

Akhirnya, arsitek RM Soedarsono diminta untuk melanjutkan desain tersebut.

Ia kemudian menyertakan angka 17, 8, dan 45 dalam desainnya sebagai simbol Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Pembangunan Monas dimulai pada 17 Agustus 1961 dan dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni 1961โ€“1965, 196โ€“1968, dan 1969โ€“1976.

Tahapan pertama didanai oleh sumbangan masyarakat, sementara tahap kedua dan ketiga dibiayai oleh pemerintah.

Monas dibuka secara bertahap untuk umum, mulai pada 18 Maret 1972 untuk rombongan tertentu hingga bisa dinikai oleh pengunjung pada tahun 1973.

Area bagian barat Monas yang dikenal sebagai Taman Ria diresmikan pada 10 Juni 1974.

Namun, Monas baru secara sah diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 12 Juli 1975, setelah pembangunan selesai dengan total biaya mencapai Rp58 miliar.

Banner

Daya Tarik Monumen Nasional

1. Puncak Monas dan Pemandangan Jakarta

Puncak Monas adalah tempat yang paling dicari oleh pengunjung.

Pasalnya, dari ketinggian 132 meter, pengunjung dapat melihat pemandangan kota Jakarta dan sekitarnya secara keseluruhan.

Pemandangan ini sangat memukau, terutama saat matahari terbenam dan lampu-lampu kota sudah menyala.

2. Api Abadi

Di bagian puncak Monas terdapat api abadi yang terbuat dari emas.

Ornamen ini melambangkan semangat perjuangan bangsa yang tidak pernah padam.

Api tersebut tetap menyala sebagai simbol semangat kemerdekaan Indonesia yang terus berlanjut sepanjang zaman.

3. Museum Monas

Di dalam Monas terdapat museum yang menyimpan berbagai koleksi sejarah Indonesia.

Pengunjung dapat menikmati diorama yang menggambarkan perjalanan kemerdekaan Indonesia dan berbagai peristiwa penting dalam sejarah.

Museum ini juga menyediakan informasi tentang perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kemerdekaan di berbagai daerah.

4. Relief Sejarah di Dinding Monas

Monas dihiasi oleh relief-relief yang menggambarkan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, dari masa penjajahan hingga kemerdekaan.

Relief-relief ini memberikan edukasi yang menarik bagi pengunjung tentang perjalanan panjang bangsa Indonesia melawan penjajah.

5. Taman Monas yang Asri

Di sekitar Monas terdapat taman yang sangat luas dan asri.

Taman ini menjadi tempat favorit untuk berolahraga, berjalan-jalan, atau sekadar duduk santai menikmati suasana.

Suasana yang hijau dan sejuk membuatnya menjadi tempat yang ideal untuk bersantai di tengah kesibukan kota Jakarta.

6. Upacara Bendera di Lapangan Merdeka

Setiap pagi, di Lapangan Merdeka dilaksanakan upacara bendera sebagai bentuk penghormatan terhadap simbol negara.

Melibatkan petugas TNI, upacara ini dapat disaksikan secara langsung oleh masyarakat umum dari lokasi yang telah ditentukan.

7. Perpustakaan dan Galeri Sejarah

Selain museum, Monas juga memiliki perpustakaan dan galeri yang menampilkan koleksi buku maupun foto-foto mengenai sejarah Indonesia.

Galeri ini merupakan tempat yang tepat untuk memperdalam pengetahuan tentang sejarah perjuangan bangsa.

Harga Tiket Masuk Monas

Tiket masuk Monas menggunakan kartu JakCard atau kartu yang diterbitkan oleh Bank DKI.

Bila belum memiliki JakCard, pengunjung bisa membelinya di loket tiket seharga Rp50.000.

Dengan biaya tersebut, wisawatan akan mendapatkan satu buah kartu JakCard senilai Rp30.000 dengan saldo Rp20.000.

Kartu JakCard hanya dapat dibeli secara offline, tetapi bisa dipakai oleh lebih dari satu orang.

Kemudian, bagi pengunjung yang ingin masuk ke museum dan naik ke area puncak Monas, berikut rincian harga tiketnya:

Puncak Monas

๐ŸŽŸ๏ธ Rp24.000 untuk dewasa

๐ŸŽŸ๏ธ Rp13.000 untuk mahasiswa

๐ŸŽŸ๏ธ Rp6.000 untuk anak-anak

Museum

๐ŸŽŸ๏ธ Rp8.000 untuk dewasa

๐ŸŽŸ๏ธ Rp5.000 untuk mahasiswa

๐ŸŽŸ๏ธ Rp3.000 untuk anak-anak
 

Banner

Fasilitas Penunjang di Monas

Demi menunjang kenyamanan, pemerintah setempat menyediakan berbagai fasilitas pendukung yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Tidak cuma individu, fasilitas yang dihadirkan dapat menyokong kebutuhan wisatawan keluarga hingga grup dengan kelompok besar.

๐Ÿ…ฟ๏ธ Parkir: Tersedia area parkir luas untuk pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi.

๐Ÿšป Toilet Umum: Toilet umum yang bersih dan nyaman tersedia di beberapa titik di sekitar Monas.

๐Ÿฝ๏ธ Kafetaria: Terdapat beberapa kafetaria yang menyajikan berbagai makanan dan minuman.

โ„น๏ธ Pusat Informasi: Pusat informasi membantu pengunjung untuk mengetahui lebih banyak tentang sejarah dan fasilitas yang tersedia.

๐Ÿ› Taman Bermain Anak: Tersedia taman bermain anak-anak yang aman dan menyenangkan di area sekitar Monas.

โ™ฟ Fasilitas Disabilitas: Monas menyediakan fasilitas bagi pengunjung dengan kebutuhan khusus, seperti kursi roda dan lift.

Cara Menuju Monumen Nasional

Monas terletak di pusat Jakarta, tepatnya di Lapangan Merdeka.

Untuk menuju ke Monas, pengunjung dapat menggunakan berbagai jenis transportasi.

Untuk pengunjung yang menggunakan transportasi umum, Stasiun Gambir hanya berjarak sekitar 6 menit berjalan kaki dari Monas.

Sedangkan bagi pengguna Transjakarta, tersedia Halte Monumen Nasional yang berjarak sekitar 7 menit berjalan kaki dari pintu masuk.

Jika datang dari area populer seperti Bundaran HI, lokasi Monas dapat dicapai dalam waktu sekitar 10โ€“15 menit dengan kendaraan.

Taksi dan ojek online juga tersedia untuk pengunjung yang ingin mengunjungi Monas dengan cara lebih mudah dan cepat.

Ulasan

4.6
116023 reviews

Pertanyaan Seputar Monumen Nasional

Apa saja empat bagian dari Tugu Monas?

Melansir akun media sosial @monumen.nasional, Tugu Monas terbagi dari empat bagian, yakni museum, ruang kemerdekaan, pelataran cawan, dan pelataran puncak.

Berapa kilogram emas Monas?

Emas di area lidah api diketahui memiliki massa seberat 38 kg, di mana 8 kilogramnya adalah sumbangan dari filantropi asal Aceh yang bernama Teuku Markam.

Apa arti simbol hieroglif Monas?

Melansir berbagai sumber, simbol hieroglif pada tugu Monas melambangkan kesatuan seluruh ciptaan yang dipengaruhi oleh kekuatan astrologi dan planet.

Properti Dijual di Jakarta Pusat

Lihat Semua

Properti Disewa di Jakarta Pusat

Lihat Semua