Stasiun Gubeng Baru: Layanan Kereta, Jadwal, dan Fasilitasnya
Jl. Stasiun Gubeng, Pacar Keling, Kec. Tambaksari, Surabaya, Jawa Timur 60272


Tentang Stasiun Gubeng Baru
Stasiun Surabaya Gubeng (SGU) merupakan salah satu stasiun kereta api terbesar di Surabaya dan Jawa Timur.
Berlokasi di Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, pada ketinggian +5 meter di atas permukaan laut, stasiun ini dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi VIII Surabaya.
Stasiun Gubeng terdiri dari dua bagian utama: Stasiun Gubeng Lama di sisi barat (West Gate) dan Stasiun Gubeng Baru di sisi timur (East Gate).
Kedua bagian ini terhubung secara fisik sehingga memungkinkan penumpang berpindah dengan mudah meskipun memiliki fungsi yang berbeda.
Stasiun Gubeng Baru, yang terletak di Jalan Gubeng Masjid, dibangun pada pertengahan dekade 1990an untuk memenuhi kebutuhan penumpang kereta api kelas bisnis dan eksekutif.
Dengan desain modern yang luas dan fungsional, stasiun ini menjadi pintu utama untuk kereta antarkota kelas bisnis dan eksekutif, seperti ke Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Banyuwangi.
Stasiun ini dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal dengan fasilitas canggih dan aksesibilitas yang lebih baik dibandingkan bagian lama.
(gambar: antaranews.com)
Fasilitas Modern dan Lengkap
Dilengkapi teknologi seperti Face Recognition Boarding Gate untuk proses boarding yang cepat dan Luxury Lounge untuk kenyamanan penumpang kelas eksekutif.
Lokasi Strategis
Berdekatan dengan pusat kota, masjid, dan fasilitas umum seperti PDAM Surabaya, serta dekat dengan destinasi wisata seperti Monumen Kapal Selam dan Tunjungan Plaza.
Konektivitas Antar-Transportasi
Menyediakan layanan GrabNow di area parkir kantor Daop VIII Surabaya, memudahkan penumpang melanjutkan perjalanan dengan transportasi daring.
Sejarah Stasiun Tanjung Priok
Pembangunan Stasiun Tanjung Priok dimulai pada tahun 1914, pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal A.F.W. Idenburg.
Desain bangunan stasiun ini dibuat oleh insinyur utama dari Staats Spoorwegen (SS), perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda saat itu.
Dalam proses pembangunannya, proyek ini melibatkan sekitar 1.700 tenaga kerja, dengan 130 di antaranya merupakan warga Eropa.
Pada awal pendiriannya, Stasiun Tanjung Priok difungsikan untuk menunjang aktivitas perdagangan serta melayani wisatawan Eropa yang datang ke Batavia.
Menariknya, dahulu terdapat fasilitas penginapan di dalam stasiun yang disediakan bagi penumpang yang menunggu kedatangan kapal laut.
Stasiun Tanjung Priok resmi dibuka pada tahun 1925.
Setelah mengalami masa tidak aktif akibat bangunan yang tidak terawat, stasiun ini menjalani revitalisasi besar-besaran pada tahun 2008.
Renovasi tersebut mencakup perbaikan struktur bangunan serta rehabilitasi jalur rel.
Akhirnya, Stasiun Tanjung Priok kembali dibuka untuk umum pada tahun 2009 dan diresmikan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Perbedaan dengan Stasiun Gubeng Lama
Stasiun Gubeng Lama dan Gubeng Baru memiliki peran yang saling melengkapi, namun terdapat beberapa perbedaan signifikan:
👉 Lokasi dan Arsitektur
Gubeng Lama terletak di Jalan Stasiun Gubeng dengan bangunan bersejarah bergaya neoklasik dan sentuhan chalet khas Staatsspoorwegen (SS) dari era Hindia Belanda.
Sebaliknya, Gubeng Baru di Jalan Gubeng Masjid menampilkan arsitektur modern yang lebih luas dan fungsional, dirancang untuk kebutuhan masa kini.
👉 Jenis Kereta yang Dilayani
Gubeng Baru fokus melayani kereta api antarkota kelas bisnis dan eksekutif, seperti KA Bima, Argo Wilis, dan Turangga.
Sementara itu, Gubeng Lama lebih banyak menangani kereta lokal dan ekonomi, baik untuk jarak pendek maupun jauh, seperti KA Penataran dan Dhoho.
👉 Fasilitas dan Aksesibilitas
Gubeng Baru memiliki fasilitas modern seperti Face Recognition Boarding Gate, Luxury Lounge, dan area parkir luas untuk mobil dan kendaraan besar.
Sebaliknya, Gubeng Lama memiliki fasilitas yang lebih sederhana, dengan area parkir yang terbatas terutama untuk sepeda motor dan fasilitas dasar seperti loket tiket serta ruang tunggu tanpa teknologi canggih.
Perbedaan ini mencerminkan bagaimana Gubeng Baru dirancang untuk memenuhi kebutuhan penumpang modern, sementara Gubeng Lama mempertahankan fungsi historisnya sebagai pusat pelayanan kereta ekonomi dan lokal.
(gambar: redigest.web.id)

Jalur Kereta Stasiun Gubeng Baru
Stasiun Gubeng memiliki enam jalur utama yang mendukung operasional kereta api.
Pembagian jalur ini diatur untuk mengoptimalkan pelayanan berdasarkan jenis kereta:
→ Jalur 1: Untuk pemberangkatan kereta ekonomi, baik lokal maupun jarak jauh, ke arah selatan.
→ Jalur 2: Untuk kedatangan kereta dari arah selatan.
→ Jalur 3 dan 4: Sebagai tempat singgah kereta seperti Logawa, Sri Tanjung, dan Penataran Icon selama langsiran lokomotif, serta jalur untuk kereta barang.
→ Jalur 5: Untuk kedatangan kereta seperti Mutiara Selatan dari Bandung dan sebagai jalur kereta barang.
→ Jalur 6: Khusus untuk pemberangkatan dan kedatangan kereta bisnis dan eksekutif, seperti Bima, Argo Wilis, dan Turangga.
(gambar: tribunnews)
Kereta yang Berhenti di Stasiun Gubeng Baru dan Jadwalnya
Stasiun Gubeng Baru, sebagai pusat kereta kelas bisnis dan eksekutif, melayani sejumlah kereta antarkota ternama.
Berikut adalah beberapa kereta yang berhenti berdasarkan Gapeka 2025 (revisi per 21 Maret 2025) beserta jadwalnya:
→ KA Bima (Eksekutif): Surabaya Gubeng–Jakarta Gambir, berangkat pukul 17:00 WIB, tiba pukul 04:30 WIB.
→ KA Argo Wilis (Eksekutif): Surabaya Gubeng–Bandung, berangkat pukul 07:00 WIB, tiba pukul 18:15 WIB.
→ KA Turangga (Eksekutif): Surabaya Gubeng–Bandung, berangkat pukul 18:00 WIB, tiba pukul 05:30 WIB.
→ KA Jayabaya (Eksekutif/Ekonomi): Surabaya Gubeng–Malang–Jakarta Pasar Senen, berangkat pukul 12:30 WIB, tiba pukul 02:00 WIB.
→ KA Sancaka (Eksekutif/Ekonomi): Surabaya Gubeng–Yogyakarta, berangkat pukul 07:30 WIB, tiba pukul 12:45 WIB.
→ KA Logawa (Bisnis/Ekonomi): Surabaya Gubeng–Purwokerto, berangkat pukul 08:00 WIB, tiba pukul 20:30 WIB.
→ KA Pandalungan (Eksekutif): Surabaya Gubeng–Jember, berangkat pukul 19:00 WIB, tiba pukul 02:15 WIB.
Selain itu, Stasiun Gubeng Baru juga melayani kereta lokal seperti KA Penataran Express (Surabaya Gubeng–Malang, berangkat pukul 04:40 WIB) dan KA Dhoho (Surabaya Gubeng–Blitar, berangkat pukul 04:30 WIB).
Penumpang disarankan memeriksa jadwal terkini melalui aplikasi KAI Access atau situs resmi KAI.
Fasilitas Stasiun Gubeng Baru
Stasiun Gubeng Baru menawarkan fasilitas modern yang dirancang untuk kenyamanan penumpang, terutama untuk kereta kelas bisnis dan eksekutif.
Berikut adalah fasilitas yang tersedia:
→ Loket Tiket dan Customer Service: Melayani pembelian tiket jarak jauh (09:00–16:00 WIB) dan tiket go-show untuk kereta lokal, mulai tiga jam sebelum keberangkatan.
→ Face Recognition Boarding Gate: Teknologi pengenalan wajah untuk check-in yang efisien dan aman.
→ Luxury Lounge: Ruang tunggu eksklusif untuk penumpang kelas eksekutif dengan kursi nyaman, Wi-Fi, dan minuman gratis.
→ Ruang Tunggu dan Tempat Duduk: Area luas dengan kipas angin, dengan rencana pemasangan AC.
→ Tenant Makanan dan Minimarket: Pilihan kuliner dari restoran cepat saji hingga toko oleh-oleh, dengan ruang lebih luas dibandingkan Gubeng Lama.
→ ATM Center: Galeri ATM dari berbagai bank.
→ Musala dan Toilet Gratis: Fasilitas ibadah dan toilet yang bersih.
→ Area Parkir Luas: Untuk mobil dan kendaraan besar, dilengkapi layanan GrabNow.
→ Troli Gratis: Membantu penumpang membawa barang berat.
→ Papan Informasi Digital: Menampilkan jadwal keberangkatan dan kedatangan secara real-time.
Ulasan
Luas dan Bersih
Salah satu stasiun utama dari 2 stasiun besar di kota Surabaya yang stasiunnya luas,bersih,fasilitasnya lengkap dan tempat parkir yang luas. Ada restaurant,penjual oleh2,kios minuman dll yang siap melayani para penumpang yang ingin makan,minum ataupun membeli oleh2 tuk keluarga dan saudara dirumah. Kursi tuk menunggu juga tersebar di sekitar stasiun.
Banyak Tenant
Banyak tenant disini, yg mau bawa makan/jajan ke kereta banyak pilihan, ada toko oleh2 juga jadi bisa beli sekalian disana waktu mau ke luar kota. Porter ada banyak, bener2 dibantu dan dibimbing dgn baik. Ada playground jg buat bocil. Nice
Petugasnya Ramah
Bersih, keren, petugasnya ramah-ramah, porter nya juga sangat membantu. Ruang tunggu nya dingin, playground mini nya sangat membantu untuk anak-anak bermain sambil menunggu kereta selanjutnya datang.
Waktu Operasional
| Senin | 00:00 - 24:00 | |
| Selasa | 00:00 - 24:00 | |
| Rabu | 00:00 - 24:00 | |
| Kamis | 00:00 - 24:00 | |
| Jumat | 00:00 - 24:00 | |
| Sabtu | 00:00 - 24:00 | |
| Minggu | 00:00 - 24:00 |