Stasiun Kedungjati: Sejarah, Harga, Rute dan Jadwal Kereta
Jalan Salatiga-Kedungjati, Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah


Mengenal Stasiun Kedungjati
Stasiun Kedungjati adalah stasiun kereta api kelas III yang berlokasi di Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Terletak pada ketinggian +36 meter di atas permukaan laut, stasiun ini berada di bawah pengelolaan Daerah Operasi (Daop) IV Semarang.
Meski tergolong kecil, Stasiun Kedungjati memiliki nilai sejarah yang tinggi karena sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.
Hingga kini, stasiun tersebut masih melayani perjalanan kereta api komuter dan antarkota, khususnya rute Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Bangunannya yang bergaya kolonial juga masih mempertahankan ciri khas dari masa lalu.
Lokasi yang strategis membuat Stasiun Kedungjati tetap menjadi pilihan bagi warga sekitar untuk bepergian dengan transportasi kereta.
Bangunan bersejarah bergaya kolonial
Arsitektur Stasiun Kedungjati mencerminkan gaya kolonial Belanda yang khas dan masih terjaga hingga kini.
Persimpangan rute penting di masa lalu
Dahulu dikenal sebagai titik cabang jalur menuju Solo dan Ambarawa, menjadikan stasiun ini pusat aktivitas perkeretaapian di Jawa Tengah.
Masih aktif melayani rute komuter
Saat ini, Stasiun Kedungjati tetap melayani kereta komuter dan antarkota yang menghubungkan Grobogan dengan kota-kota seperti Yogyakarta, Solo, dan Malang.
Fasilitas umum yang memadai
Fasilitas dasar seperti area parkir, ruang tunggu, serta pusat informasi tersedia untuk menunjang kenyamanan penumpang.
Sejarah Stasiun Kedungjati

Sumber gambar: Google Reviews @YM Iwan Heryawan
Stasiun Kedungjati mulai dibangun pada tahun 1867 sebagai bagian dari jalur kereta api Samarang–Vorstenlanden.
Meski jalur Samarang–Tanggung selesai di 10 Agustus 1867, Stasiun Kedungjati tidak langsung beroperasi karena sering terjadi longsor di area proyek.
Pembangunan stasiun, depo kereta, dan menara air selesai di tahun yang sama.
Setelah berbagai perbaikan akibat kondisi tanah yang labil dan curah hujan tinggi, akhirnya Stasiun Kedungjati resmi dibuka pada 19 Juli 1868.
Sehari setelahnya, diadakan perayaan peresmian yang dihadiri ratusan warga lokal.
Dari stasiun ini, jalur terbagi dua, yakni satu menuju Stasiun Willem I (Ambarawa) dan satu lagi menuju Solo atau Surakarta.
Jalur ke Solo rampung pada 10 Februari 1870 dan diresmikan pada 18 Februari 1870.
Awalnya, bangunan stasiun ini dibuat dari kayu, tetapi pada 1907 diubah menjadi bangunan permanen dari bata berplester.
Dahulu kala, Stasiun Kedungjati juga tergolong sebagai stasiun pulau, layaknya Stasiun Ambarawa dan Purwosari.
Meskipun jalur ke Ambarawa tidak lagi beroperasi sejak 1976, Stasiun Kedungjati tetap bertahan dan berfungsi hingga sekarang.
Harga, Rute dan Jadwal Kereta di Stasiun Kedungjati
Stasiun Kedungjati melayani beberapa jenis kereta api ekonomi dan eksekutif.
Sebagi referensi, berikut jadwal, rute, durasi dan harga tiket kereta yang berhenti di stasiun ini:
Nama Kereta | Kelas | Waktu Tiba | Tujuan | Durasi | Harga |
| Banyubiru (268) | Ekonomi | 06:42 | Solo | 1j 23m | Rp21.000 |
| Joglosemarkerto (187) | Ekonomi | 06:44 | Yogyakarta | 7j 57m | Rp42.000 |
| Joglosemarkerto (187) | Eksekutif | 06:44 | Yogyakarta | 7j 57m | Rp90.000 |
| Joglosemarkerto (193) | Ekonomi | 15:12 | Solo | 1j 28m | Rp42.000 |
| Joglosemarkerto (193) | Eksekutif | 15:12 | Solo | 1j 28m | Rp90.000 |
| Matarmaja (270) | Ekonomi | 18:47 | Malang | 7j | Rp115.000 |
| Joglosemarkerto (185) | Ekonomi | 22:45 | Solo | 1j 31m | Rp42.000 |
| Joglosemarkerto (185) | Eksekutif | 22:45 | Solo | 1j 31m | Rp90.000 |
Fasilitas di Stasiun Kedungjati

Sumber gambar: Google Reviews @YM Iwan Heryawan
Stasiun Kedungjati menyediakan berbagai fasilitas penunjang bagi penumpangnya, baik untuk kenyamanan maupun keperluan perjalanan.
Beberapa fasilitas yang tersedia, di antaranya:
- Area parkir kendaraan
- Ruang tunggu reguler
- Pusat informasi penumpang
- Toilet umum
- Loket pembelian tiket
- Area penyeberangan penumpang
- Papan informasi digital
- Keamanan dan CCTV
Meski tergolong stasiun kecil, fasilitas yang tersedia memadai untuk melayani penumpang harian maupun pengguna jasa kereta antarkota.
Waktu Operasional
| Senin | 00:00 - 23:59 | |
| Selasa | 00:00 - 23:59 | |
| Rabu | 00:00 - 23:59 | |
| Kamis | 00:00 - 23:59 | |
| Jumat | 00:00 - 23:59 | |
| Sabtu | 00:00 - 23:59 | |
| Minggu | 00:00 - 23:59 |
Tempat Lain di Sekitar
Ulasan
Sejarah Stasiun
Terletak di Kabupaten Grobogan, stasiun aktif ini menjadi saksi sejarah percabangan rel menuju Yogyakarta melalui Magelang dan Ambarawa. Dengan peninggalan arsitektur khas era kolonial, stasiun ini sebenarnya memiliki dua peron ke arah Ambarawa. Kedua peron ini sudah dipasang rel baru dengan bantalan beton. Sayangnya, rel ini terbengkalai. Ya, saya sedang membicarakan soal rencana Ditjen Perkeretaapian untuk mereaktivasi lintas Kedungjati - Ambarawa, yang akan dilanjut ke Secang - Muntilan - Yogyakarta. Rencana ini semula mencuat pada 2008 dan sempat terealisasi pada 2014. Entah karena alasan apa, satu dekade kemudian tidak ada progres sama sekali. Padahal, trase Kedungjati - Tuntang lawas masih terlihat jejaknya, sudah siap untuk dikerjakan dan tersambung. Sayangnya, nampaknya hanya angan-angan belaka. Konon, reaktivasi petak Kedungjati - Secang akan kembali dimulai pada 2029, ketika tol Bawen - Jogja sudah tersambung. Namun tentu, ini masih mungkin batal terjadi.
Terawat dan Asri
Bangunan stasiun masih terawat, lingkungannya masih asri. Sayangnya jalannya masih tanah. Semoga akses jalannya bisa diperbaiki sehingga nyaman dan bisa jadi wisata sejarah buat orang yang sedang singgah ke Kedungjati.
Arsitektur Stasiun
Salah satu stasiun kereta api paling antik di Semarang. Bangunannya mirip banget sama stasiun Ambarawa. Kebetulan mampir di sini beberapa menit ketika naik Brawijaya. Ubinnya antik masih ubin wafel zaman Belanda, udah susah ditemukan di stasiun besar lainnya. Semoga masih tetap dipertahankan. Semoga juga jalur ke Ambarawa dari Kedungjati segera dilanjut reaktivasinya.
Rute Kereta
Stasiun penting jalur Semarang Jogja. Dulu ada 2 rute menuju jogja yaitu via Solo dan Via Ambarawa/Magelang. Saat ini jalur aktif hanya Via Solo yang biasa dilalu KA Joglosemarkerto. Jalur ke Ambarawa-Secang-Magelang-Jogja tutup tahun 1970an hanya menyisakan jalur Tuntang-Ambarawa-Bedono sebagai jalur Ka Wisata. Reaktivasi Kedungjati Tuntang terhenti tahun 2014. Rencana reaktivasi jalur sampe magelang belum terealisasi.
