+ Pasang Iklan Gratis
/

Pesona Tugu Kujang Bogor: Ikon Sejarah dan Budaya Sunda

Jalan Raya Pajajaran No.1A, Baranangsiang, Bogor Timur, RT.04/RW.02, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16143.
Buka
4.7/5
Imam
Imam
Banner 1
Banner 2
Banner 3

Tentang Tugu Kujang Bogor

Tugu Kujang adalah salah satu ikon paling dikenal di Kota Bogor. 


Monumen ini berdiri di persimpangan strategis Jalan Pajajaran, Jalan Otista, dan Jalan Baranangsiang. 


Menjadikannya landmark yang sulit dilewatkan bagi siapa saja yang memasuki kota dari arah Tol Jagorawi. 


Dengan bentuknya yang menyerupai kujang, senjata tradisional masyarakat Sunda, tugu ini bukan sekadar penanda kota, tetapi juga simbol budaya dan sejarah yang kuat.


Diresmikan pada 4 Mei 1982, Tugu Kujang dibangun di atas lahan seluas 26 x 23 meter dengan tinggi sekitar 25 meter. 


Struktur utamanya terbuat dari beton, dilapisi perunggu dan kuningan, dengan bagian kujang di puncaknya memiliki berat sekitar 800 kg. 


Di setiap sisi beton, terdapat perisai yang menampilkan lambang Kota Bogor, yaitu burung Garuda, Istana Kepresidenan, Gunung Salak, dan senjata kujang itu sendiri.


Di bagian bawah tugu, terdapat sebuah plaza yang menyimpan kutipan dari prasasti Lingga dan Batutulis, peninggalan Kerajaan Pajajaran yang dipimpin oleh Sri Baduga Maharaja Ratu Adil. 


Tulisan tersebut berbunyi, "Dinu kiwari ngancik nu bihari seuja ayeuna sampeureun juga," yang bermakna bahwa apa yang dilakukan hari ini dan esok harus lebih baik dari hari sebelumnya. 


Filosofi ini mencerminkan semangat masyarakat Sunda dalam menjaga warisan dan terus berkembang menuju masa depan yang lebih baik.


Tugu Kujang bukan hanya sekadar monumen, tetapi juga simbol penghormatan terhadap sejarah Kota Pakuan, ibu kota Kerajaan Pajajaran. 


Keberadaannya mengingatkan akan kejayaan masa lalu sekaligus menjadi kebanggaan warga Bogor hingga kini.
 

(Foto: @herdik, @wafihakim_, @akyrayhan/Instagram)

Icon 0

Ikon Kota yang Strategis

Terletak di pusat Kota Bogor, dekat Kebun Raya, Botani Square, dan SB IPB. Akses mudah dari Tol Jagorawi, menjadikannya patokan utama kota.

Icon 1

Tempat Favorit untuk Berfoto

Simbol khas Bogor yang wajib dikunjungi bagi wisatawan dan warga lokal. Spot populer untuk selfie, terutama saat sore hingga malam hari.

Icon 2

Area Nyaman untuk Olahraga

Lingkungan sekitar tugu mendukung aktivitas jogging dan jalan santai. Udara segar dan pemandangan asri menjadikannya lokasi olahraga yang ideal.

Icon 3

Daya Tarik Budaya dan Sejarah

Mengusung filosofi kujang sebagai simbol keberanian dan kekuatan Sunda. Mengingatkan pada sejarah Kota Pakuan sebagai ibu kota Kerajaan Pajajaran.

Footage Drone Tugu Kujang Bogor

Sumber: Jasmine studio bogor/YouTube

Banner

Asal Nama dan Sejarah Tugu Kujang Bogor

Asal Usul Nama Kujang


Nama "Kujang" berasal dari senjata pusaka tradisional etnis Sunda yang dipercaya memiliki kekuatan gaib. 


Senjata ini telah dikenal sejak abad ke-14 pada masa Kerajaan Pajajaran dan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Sunda. 


Awalnya, kujang digunakan sebagai alat pertanian sebelum akhirnya berkembang menjadi simbol keberanian dan perlawanan terhadap penjajah.


Sejumlah sumber menyebutkan bahwa istilah "kujang" berasal dari bahasa Sunda Kuno.

 
Ada yang mengaitkannya dengan kata "kudi," yang berarti senjata bertuah, dan "hyang," yang merujuk pada kekuatan spiritual atau dewa. 


Seiring waktu, kujang menjadi identitas budaya Sunda dan diwariskan turun-temurun sebagai simbol keberanian dan kedaulatan.


Filosofi dan Makna Kujang


Selain sebagai senjata, kujang memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat Sunda. Kujang dianggap sebagai simbol kekuatan, perlindungan, dan identitas budaya. 


Bentuknya yang khas juga memiliki arti tersendiri, di mana lekukan-lekukan pada bilahnya melambangkan hubungan antara manusia, alam, dan spiritualitas.


Dalam filosofi Sunda, konsep Tritangtu Sunda Buana mencerminkan nilai-nilai kehidupan yang terdiri dari tiga unsur utama, yaitu Ratu (pemimpin), Rama (masyarakat), dan Resi (spiritual). 


Simbolisme ini menunjukkan bahwa kujang bukan sekadar senjata, tetapi juga perlambang harmoni dalam kehidupan sosial masyarakat Sunda.


Pendirian Tugu Kujang


Tugu Kujang dibangun pada 14 Mei 1982 di masa pemerintahan Wali Kota Bogor, Ahmad Sobana. 


Pembangunannya bertujuan untuk menggantikan monumen lama di kawasan Air Mancur Bogor serta memperkuat identitas Kota Bogor sebagai bagian dari budaya Sunda. 


Dengan tinggi mencapai 25 meter, tugu ini berdiri di persimpangan tiga jalan utama, yakni Jalan Raya Pajajaran, Jalan Otista, dan Jalan Baranangsiang.


Pembangunan Tugu Kujang menghabiskan biaya sekitar Rp80 juta dan menggunakan material utama berupa beton yang dilapisi perunggu serta kuningan. 


Bagian atas tugu dihiasi dengan replika bilah kujang setinggi enam meter, yang mencerminkan warisan budaya masyarakat Sunda dan Kerajaan Pajajaran.


Kendala dalam Pembangunan


Selama proses pembangunan, pemasangan bilah kujang raksasa sempat mengalami kendala. 


Meski sudah menggunakan alat berat dan bantuan helikopter, pemasangan tetap menemui kesulitan karena bilah kujang yang terus jatuh berulang kali.

 
Situasi ini membuat para pekerja kelelahan dan proyek sempat tertunda.


Merasa ada sesuatu yang tidak beres, pemerintah setempat akhirnya meminta masukan dari para sesepuh Bogor. 


Setelah mengikuti saran yang diberikan, pemasangan bilah kujang akhirnya berhasil dilakukan tanpa hambatan. 


Hingga kini, Tugu Kujang tetap berdiri kokoh dan menjadi salah satu ikon utama Kota Bogor, melambangkan sejarah, budaya, dan filosofi masyarakat Sunda.

(Foto: @aziz_zaenuddin/Instagram)

Waktu Operasional

Senin00:00 - 23:59
Selasa00:00 - 23:59
Rabu00:00 - 23:59
Kamis00:00 - 23:59
Jumat00:00 - 23:59
Sabtu00:00 - 23:59
Minggu00:00 - 23:59

Tempat Lain di Sekitar

Banner

Daya Tarik Tugu Kujang Bogor

Ikon Kota yang Menarik Perhatian


Tugu Kujang tidak hanya menjadi simbol kota, tetapi juga daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Bogor. 


Berlokasi strategis di dekat Kebun Raya Bogor dan Mall Botani Square, monumen ini kerap menjadi objek foto pertama bagi wisatawan yang baru tiba di kota hujan.

 
Keunikan arsitekturnya serta makna historis yang terkandung menjadikannya destinasi yang menarik untuk dikunjungi.


Perpaduan Sejarah dan Estetika


Sebagai salah satu peninggalan budaya, Tugu Kujang menyimpan nilai sejarah yang mendalam. 


Bentuknya yang menyerupai senjata kujang, pusaka khas masyarakat Sunda, menggambarkan perjalanan panjang warisan budaya di wilayah ini.

 
Pengunjung dapat menikmati suasana sekitar yang nyaman sambil mengagumi tugu yang berdiri megah, memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar melihat monumen biasa.


Ritual Ngumbah Kujang: Tradisi Tahunan


Setiap tanggal 3 Juni, masyarakat Bogor melaksanakan ritual ngumbah kujang atau mencuci Tugu Kujang sebagai bagian dari peringatan Hari Jadi Kota Bogor. 


Proses pembersihan ini menggunakan air dari tujuh mata air keramat, seperti Mata Air Cidangiang, Cibogor, dan Cikahuripan di Kebun Raya Bogor. 


Ritual ini tidak hanya bertujuan untuk merawat tugu, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan budaya leluhur yang terus dijaga.


Simbol Kebanggaan dan Identitas Budaya


Lebih dari sekadar monumen, Tugu Kujang mencerminkan kecintaan masyarakat Bogor terhadap budaya Sunda. 


Keberadaannya menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan adat dan tradisi, serta menginspirasi generasi muda untuk terus menjaga warisan leluhur. 


Sebagai ikon kota, Tugu Kujang menjadi bukti bahwa sejarah dan budaya dapat terus hidup dalam kehidupan modern, memperkaya identitas lokal yang khas.
 

(Foto: @28_sofyan/Instagram)

Ulasan

4.7
14320 reviews

Rumah Dijual di Bogor

Lihat Semua
Tipe Properti:

Rumah Disewa di Bogor

Lihat Semua
Tipe Properti: