
foto: Pixabay
Sudah bukan hal yang aneh jika di zaman yang sudah begitu maju in segala sesuatu jadi serba modern. Tak ketinggalan, rumah dengan konsep modern juga makin diminati.
Padahal, rumah-rumah desa juga merupakan hal yang tak kalah menarik untuk dibahas. Bahkan, mungkin belum banyak tahu bahwa ada karakteristik unik rumah desa yang mungkin belum Anda ketahui.
Nah, untuk inspirasi, ini dia 5 karakteristik rumah desa yang menarik untuk ditiru. Kita simak bersama, ya!
Rumah Desa Dibangun Menyesuaikan Kondisi Alam Sekitar
foto: Entity Mag
Karakteristik rumah desa yang pertama adalah bagaimana rumah desa dibangun menyesuaikan kondisi alam sekitar.
Rumah desa dibangun dengan dasar yang harmonis antara pemilik rumah, tanah didirikannya rumah tersebut, vegetasi, juga topografinya.
Dengan demikian, pembangunan rumah desa tidak akan banyak mengusik atau merusak alam di sekitarnya. Hal ini sangat jauh berbeda dengan rumah perkotaan yang sering kali menggusur habis tanah dan apapun yang ada di atasnya sebelum memulai pembangunan.
Tidak jarang kita harus menebang pepohonan yang sudah berumur puluhan tahun untuk sekadar membangun sebuah rumah.
Padahal, jika kita bisa meniru karakteristik rumah desa ini, kita tidak perlu mengorbankan pohon-pohon yang sudah hidup sekian lama itu.
Justru, karakteristik rumah desa yang menyesuaikan alam sekitar ini dapat memberi kesempatan untuk Anda berkreasi dengan bentuk rumah yang hendak Anda bangun.
Misalnya, ada sebuah pohon yang tumbuh di lahan yang hendak Anda bangun. Alih-alih menebang pohon, Anda bisa membangun rumah mengelilingi pohon, sehingga nantinya Anda bisa punya taman kecil di tengah-tengah rumah yang semi terbuka.
Menarik sekali, bukan?
Area Dalam Rumah Desa Dibagi Berdasarkan Jenis Kegiatan
foto: Arsitag
Dalam pembangunannya, rumah desa terkenal dengan pembagian-pembagian area yang detail.
Pembagian ini biasanya didasarkan pada kegiatan yang dilakukan di masing-masing area. Tidak heran, kita bisa menemui rumah-rumah desa dengan bentuk yang terpisah-pisah.
Seperti rumah tradisional Jawa dan Bali, kita bisa melihat karakteristiknya yang tidak sama dengan rumah modern.
Rumah desa seperti ini memiliki konsep rumah utama dan bangunan-bangunan pendukung lainnya di sekitar rumah utama.
Rumah-rumah desa tersebut biasanya memberikan area yang spesifik untuk aktivitas tertentu.
Misalnya, area untuk beribadah, area untuk menerima tamu, area pribadi, maupun area untuk melakukan aktivitas rumah tangga seperti memasak dan mencuci.
Rumah Desa Menggunakan Lahan Secara Optimal
foto: Google Images
Karakteristik rumah desa yang berikutnya adalah mengenai lahan.
Dibandingkan dengan rumah perkotaan, rumah desa cenderung dibangun di atas lahan yang jauh lebih luas. Jarak antara satu rumah desa ke rumah desa lain juga cukup jauh.
Hal ini membuat pemilik rumah desa dapat bereksplorasi dan mengoptimalkan penggunaan lahan. Apalagi jika tanahnya subur dengan ketersediaan air yang cukup.
Tentu saja akan sangat disayangkan jika pemilik tidak memanfaatkan lahan ini untuk berkebun di rumah.
Dengan melakukan hal ini, Anda bisa jadi lebih produktif. Selain dapat menanam sayur mayur sendiri untuk dikonsumsi, Anda juga bisa menjual hasil panen kebun kecil Anda di rumah ke tetangga atau pasar-pasar tradisional.
Sedangkan di perkotaan, ketersediaan lahan adalah masalah yang cukup pelik. Bahkan untuk sekedar menyisakan lahan kosong di belakang rumah pun kadang tidak bisa. Terlebih bagi mereka yang tinggal di apartemen maupun rumah susun.
Namun bila Anda mau, Anda tetap bisa menanam sayuran maupun buah meski tidak ada lahan seperti halnya mereka yang tinggal di rumah desa.
Caranya yakni dengan menanam sayuran atau buah dalam pot. Tentu akan jadi sesuatu yang spesial saat kita mengkonsumsi buah dan sayur hasil panen sendiri meski tinggal di tengah perkotaan.
Selain lahan untuk berkebun, rumah-rumah di desa juga biasanya mempunyai lahan untuk melakukan hal-hal produktif lainnya. Sebut saja lahan untuk beternak atau untuk kolam ikan.
Jika Anda bisa menerapkan ini di rumah Anda, mengapa tidak?
Rumah Desa Cenderung Berbentuk Horizontal
Foto : jhmrad.com
Masih berhubungan dengan lahan, rumah desa cenderung berbentuk rumah horizontal karena masih tersedianya lahan yang luas. Sebab itu kita akan jarang sekali menemukan rumah desa yang dibangun bertingkat.
Berbeda dengan lahan perkotaan yang cenderung sempit, tak heran bila rumah-rumah di kota lebih banyak berdimensi vertikal dengan dibangun menjulang tinggi dan bertingkat.
Bahkan pada apartemen maupun rumah susun, jumlah tingkatnya bisa mencapai belasan hingga puluhan.
Nah, jika memang Anda memiliki lahan yang luas untuk membangun rumah, tidak ada salahnya membangun rumah 1 tingkat saja. Bukan berarti rumah Anda tidak bisa dibuat modern.
Anda bisa temukan banyak desain rumah modern 1 lantai yang bisa Anda jadikan inspirasi.
Selain itu, rumah 1 lantai lebih ramah untuk anak-anak dan orang tua karena tidak harus menggunakan tangga.
Belum lagi, Anda tidak perlu kewalahan angkat perabot ke lantai-lantai atas jika Anda tinggal di rumah 1 lantai seperti rumah-rumah desa.
Rumah Desa Tidak Menggunakan Pagar Tinggi
Foto : building-a-house.com
Karakteristik lain dari rumah desa yang sangat terlihat adalah tidak adanya penggunaan pagar yang tinggi.
Di perkotaan, pemandangan pagar-pagar tinggi bukan lagi sesuatu yang aneh. Apalagi di dalam komplek perumahan elit, pagar-pagar tinggi ini hampir selalu menutupi tampilan rumahnya.
Tentu saja ada alasan tersendiri mengapa rumah-rumah kota cenderung dibangun dengan pagar yang tinggi-tinggi, misalnya karena faktor privasi dan alasan keamanan.
Tingkat kriminalitas yang tinggi di perkotaan menyebabkan orang mendesain rumah mereka agar aman. Salah satunya dengan cara meninggikan pagar dan dinding pembatas yang ada di sekeliling rumah mereka.
Sedangkan untuk rumah desa, hampir jarang ditemui rumah dengan pagar-pagar tinggi. Bahkan, beberapa rumah malah dibiarkan terbuka dan tidak diberi pagar.
Masyarakat desa menyukai kebersamaan dan kontak dengan tetangga di sekitarnya, sehingga ini akan terbatasi dengan adanya pagar tinggi.
Jadi, untuk memutuskan tentang penggunaan pagar rumah, Anda harus sesuaikan dulu dengan kondisi lingkungan sekitarnya.
Jika memang Anda tinggal di lingkungan yang aman, tidak ada salahnya mengikuti karakteristik rumah desa yang satu ini. Rumah Anda pun akan lebih terlihat ramah dan enak dipandang mata.
Itu dia 5 karakteristik rumah desa yang bisa jadi inspirasi Anda membangun rumah. Hal-hal tradisional tidak semuanya membosankan, kan?
Jika Anda mencari hunian menarik dan tera, bisa pertimbangkan beberapa pilihan menarik seperti rumah kampung di Bogor, rumah kampung di Purwakarta dan masih banyak lagi.