Membangun Rumah Tahan Gempa: Cara, Prinsip & Syaratnya

Last update: 3 Mei 2025 6 min read
Author:

Rumah tahan gempa adalah hunian yang cocok diterapkan di Indonesia.

Itu karena banyak wilayah di tanah air yang memang rawan gempa karena berada di kawasan Ring of Fire yang merupakan pertemuan tiga lempeng tektonik dunia.

Sayangnya, belum banyak masyarakat yang mengetahui cara bangun rumah tahan gempa.

Padahal, jika desain demikian diterapkan pada hunian, kita bisa lebih tenang ketika sedang beristirahat di rumah.

Melalui Panduan 99.co Indonesia ini, Anda bisa mengetahui beberapa hal penting terkait hunian tahan gempa, mulai dari definisi, prinsip utama, cara membuat, syarat, dan beberapa contohnya.

Yuk, simak ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Rumah Tahan Gempa?

Rumah tahan gempa

Foto: litbang.pu.go.id

Hunian tahan gempa adalah hunian yang dirancang sedemikian rupa agar tidak rusak terlalu parah atau bahkan masih berdiri kokoh ketika diguncang gempa.

Jadi, bangunannya bisa merespons gempa dengan sikap bertahan dari keruntuhan.

Selain itu, konstruksi rumah tahan gempa dirancang agar fleksibel untuk meredam getaran gempa.

Perlu Anda ketahui, salah satu dampak berbahaya dari gempa bumi adalah ketika bangunan roboh dan menimpa penghuninya.

Robohnya bangunan tersebut bisa mengakibatkan seseorang cedera dan meninggal dunia.

Atas dasar permasalahan tersebutlah, hunian tahan gempa dibangun.

Pembuatan rumah tahan gempa tidak harus dari nol. Anda juga bisa renovasi rumah yang sudah berdiri, seperti rumah di Casa Valli atau CitraLand Cibubur.

Prinsip Utama Konstruksi Rumah Tahan Gempa

Rumah yang tahan terhadap gempa

Foto: pu.go.id

Prinsip pembuatan rumah tahan gempa berpatokan pada membentuk bangunan yang kokoh dan tahan terhadap getaran gempa pada skala tertentu.

Jadi, rumahnya dirancang dengan sistem penahan gaya dinamik gempa, memiliki sistem penahan gempa, dan konfigurasi struktur yang memenuhi standar anti gempa.

Jadi, persyaratan pokoknya adalah:

  • bahan bangunan,
  • struktur utama,
  • hubungan antar-elemen struktur, dan
  • pengecoran beton.

Secara lebih rinci, prinsip rumah tahan gempa di Indonesia sudah diatur dalam kaidah dari pemerintah melalui building code Kementerian PUPR.

Contoh konkret dari penerapan building code itu adalah teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).

Rumah tersebut pernah dibangun sebanyak ratusan unit dengan spesifikasi struktur tahan gempa, penggunaan bata ringan dan plester aci, rangka atap baja ringan, penutup atap galvalum, keramik 60×60, pintu & jendela UPVC, dan plafon gypsum.

Cara Membuat Rumah Tahan Gempa

Cara membangun rumah tahan gempa

Foto: detik.com

Untuk membuat struktur rumah tahan gempa, Anda harus berkonsultasi dengan ahlinya. Pasalnya, jika konstruksinya dibuat asal-asalan, bisa membahayakan penghuni.

Namun, Pakar Rekayasa Struktur, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan yang juga Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof.Ir. Iswandi Imran MA.Sc.,Ph.D, pernah menjelaskan dalam laman TribunJabar.id mengenai beberapa tips dalam membuat rumah tahan gempa.

Cara pertama, tentu saja adalah dengan banyak menggunakan material ringan seperti kayu.

Dengan begitu, beberapa bagian rumah tidak berat, tidak mudah pecah, tidak mudah hancur, dan tidak mudah kolaps.

Namun, penggunaan material berat seperti bata dan batako juga boleh-boleh saja, asal ada aplikasi khusus.

Untuk bagian dinding misalnya, bisa mengaplikasikan kolom pengikat khusus dari beton bertulang.

Beton itu dipasang di beberapa kolom agar membentuk satu ikatan utuh agar bangunannya menjadi kompak.

Cara pemasangannya, dinding bata harus disusun secara rapi, diberi celah antar susunan dinding, diberi tulangan berupa beton, dan dicor.

Kemudian, bagian pondasi juga harus dirancang sedemikian rupa mengikuti jenis tanahnya.

Beberapa contoh pondasi rumah tahan gempa yang bisa dibangun adalah pondasi batu kali dan pondasi rumah plat beton lanjur.

Pondasi rumah batu kali dibangun dengan menumpukkan batu kali di sisi bangunan kemudian menempelkannya menggunakan semen.

Sementara itu, pondasi rumah plat beton lanjur dibangun memakai beton tulang dengan ukuran pelat lajur sekitar 70-120 sentimeter.

Berikutnya, bagian rumah lainnya yang mesti diperhatikan adalah bagian atap.

Anda bisa membuat atap dengan material yang ringan, seperti metal tipis atau seng.

Syarat Rumah Tahan Gempa

Tanah yang Keras dan Tidak Porus

Pondasi rumah adalah paling utama dalam membuat rumah tahan gempa. 

Pondasi tersebut juga harus berdiri di atas tanah yang baik untuk memastikan tidak ada kerusakan yang terlalu ekstrem di struktur bawah bangunan.

Pastikan saat kamu beli tanah atau survei lokasi bangunan rumah memiliki kualitas tanah yang baik. Yakni dengan kepadatan yang baik, keras, dan tidak porus atau menyerap air yang tinggi.  

Denah Rumah Sederhana dan Simetris

Saat mendesain rumah tidak perlu membangun rumah dengan aksen dan bentuk yang berlebihan. 

Cobalah mendesain dengan rumah yang simetris dan sederhana. 

Mengapa? Karena bentuk bangunan yang simetris memperkokoh struktur bangunan.

Selain itu rumah yang simetris juga dapat menyerap gaya dari gempa lebih baik. Sehingga rumah kamu lebih kuat saat gempa terjadi. 

Pondasi yang Kuat

Seperti disebutkan tadi, untuk membangun rumah tahan gempa diperlukan pondasi yang dirancang secara khusus dan kuat. 

Karena pondasi ini mempunyai fungsi untuk menyalurkan beban ke tanah. 

Ketika sudah dipastikan tanah keras dan berkualitas baik, maka pastikan pula pondasi rumah harus mempunyai kedalaman minimal 60 hingga 75 cm. 

Selain itu struktur pondasi juga harus terhubung kuat dengan sloof melalui pembuatan angkur antara sloof dan pondasi dengan jarak 1 meter.

Desain Struktur yang Baik

Selain pondasi yang kuat, kamu juga harus mendesain rumah dengan dengan struktur yang baik. 

Struktur rumah harus memiliki kapasitas untuk mendukung gaya, statis dan dinamis, dan memiliki fleksibilitas yang cukup untuk menyerapnya.

Jika strukturnya terlalu kaku, sebelum gempa bumi, akan cenderung retak dan pecah. Jika terlalu fleksibel, berat akan merobohkan satu atau lainnya. 

Oleh karena itu keseimbangan yang tepat harus dicari sedemikian rupa, baik fleksi, kompresi dan daya tarik yang diserap.

Beton Berkualitas

Untuk menghindari kerusakan saat gempa, kamu juga perlu memilih beton yang terbaik untuk rumah tahan gempa. 

Beton yang dipilih harus memiliki komposisi pasir, kerikil, air dan semen yang sesuai dengan kebutuhan ini.

Untuk struktur beton juga dibuat bertulang. Ini juga harus dihitung dengan detail agar mampu menahan beban inersia gempa.

Menggabungkan semuanya dapat memastikan rumah tidak retak saat gempa terjadi.

Setiap Komponen Harus Terikat

Saat mendesain dan juga membangun rumah, pastikan semua struktur elemen dari rumah terkait satu sama lain. 

Baik itu komponen struktural maupun non-struktural. 

Hal ini penting untuk memperkokoh bangunan dan juga membantu menyalurkan beban gempa secara lebih merata. Membuat bangunan lebih kuat saat gempa terjadi. 

Bahan Berkualitas

Setelah rancangan selesai, sekarang kamu harus memastikan material yang digunakan untuk membangun rumah tahan gempa adalah material yang tepat. 

Selain rancangan, pemilihan bahan bangunan juga berperan penting untuk memastikan rumah yang kamu bangun dapat bertahan dari guncangan gempa. 

Misalnya kamu bisa mengganti konstruksi atap konvensional dengan atap baja ringan. Material batu bata atau batako juga bisa diganti menjadi bata ringan. 

Dengan material yang tepat, efek gempa pada hunian bisa diminimalisir.

Ingin menjual atau menyewakan rumah? Pasang iklan rumah cepat dan mudah di 99.co Indonesia.

 

Yongky Yulius adalah penulis yang berpengalaman sebagai reporter dan editor berita di media massa. Telah berkarier lebih dari lima tahun. Kini fokus mengulas soal desain hunian, investasi properti, dan info KPR.