
Foto: perumahan.pu.go.id
Bagi yang ingin punya hunian, rumah swadaya sejatinya bisa menjadi alternatif terutama jika terkendala masalah biaya.
Berdasarkan laman Kementrian PUPR, rumah swadaya adalah rumah yang dibangun atas inisiatif dan upaya masyarakat sendiri.
Jadi, pembangunannya dilakukan berdasarkan atas niatan dari masyarakat baik secara individu ataupun kelompok.
Beda rumah swadaya dan rumah biasa adalah rumah swadaya masuk dalam pantauan dan bantuan dari pemerintah.
Rumah yang masuk kriteria tidak layak huni bisa dibantu dengan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Tertarik untuk mendapatkan bantuan perumahan swadaya? Berikut informasi lengkap yang perlu Anda ketahui.
Tujuan Rumah Swadaya
Foto: voi.id
Tujuan dari program rumah swadaya tak lain dan tak bukan adalah untuk mengurangi jumlah rumah tak layak huni (RTLH) di masyarakat.
Seperti yang kita ketahui, saat ini terutama di kota besar seperti Jakarta atau Bandung ada banyak perumahan tidak layak yang akhirnya mengganggu ketertiban serta keindahan kawasan tersebut.
Tidak hanya mengganggu tata kota, rumah tak layak huni pun dinilai tidak sehat dan kurang aman untuk ditempati, apalagi dalam jangka waktu yang panjang.
Kehadiran rumah swadaya menjadi solusi bagi permasalahan di atas. Walhasil, masyarakat dengan penghasilan rendah dapat menempati hunian layak dan nyaman.
Cara Mendapatkan Rumah Swadaya
Foto contoh rumah swadaya: Gridmotor.id
Perlu Anda ingat tak semua orang bisa mendapatkan bantuan rumah swadaya dari pemerintah.
Cara untuk mendapatkan bantuan rumah swadaya adalah dengan mendaftarkan bantuan pada pemerintah daerah melalui permohonan ke kepala desa atau lurah setempat.
Meski begitu, ada juga kepala desa atau lurah yang secara aktif mendata masyarakatnya guna mendapatkan bantuan.
Berikut tata cara mendapatkan bantuan rumah swadaya yang dikutip dari Modul BSPS:
- Mendaftar bantuan melalui permohonan ke kepala desa atau lurah setempat. Kepala desa atau lurah juga mendata jumlah tak layak huni untuk diusulkan.
- Hasil pendataan tersebut diteruskan ke bupati atau walikota dan diteruskan kembali ke kementerian.
- Kementerian lalu akan menetapkan jumlah penerima bantuan beserta dengan lokasinya.
- Kementerian akan melakukan rekrutmen dan pelatihan tenaga fasilitator lapangan (TFL).
- Tim teknis dan TFL melakukan verifikasi terhadap calon penerima bantuan.
- Calon penerima bantuan menyusun proposal renovasi yang dibantu juga oleh TFL.
- Kementerian menetapkan surat keputusan (SK) jumlah penerima bantuan dan lokasinya.
- Tim teknis dan TFL memberikan sosialisasi serta membentuk kelompok penerima bantuan yang terdiri dari 20 orang maksimal.
- Tim teknis dan TFL melakukan musyawarah kelompok, survei toko dan harga dari bahan bangunan.
- TFL membuat daftar pembelian bahan bangunan.
- Penerima bantuan membuat rekening untuk menerima dana dari pemerintah.
- Bahan bangunan dikirimkan dalam beberapa tahap.
- Penerima bantuan lalu mengirimkan dana pembelian bahan bangunan pada toko bangunan serta penarikan upah tukang.
- Pelaksanaan pembangunan atau renovasi hunian.
Sementara itu, persyaratan umum jika ingin mengajukan rumah swadaya tentu saja harus membuat kelompok, merupakan warga negara Indonesia, memiliki rumah tak layak huni, dan berpenghasilan rendah.
Kelebihan dan Kekurangan Rumah Swadaya
Foto: pikiran-rakyat.com
Setiap bentuk bantuan dari pemerintah termasuk rumah swadaya tentunya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.
Kelebihan dari bantuan rumah swadaya tentunya memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki hunian yang layak untuk ditempati.
Adanya bantuan rumah swadaya juga membantu sebuah kawasan agar terlihat lebih tertata dan rapi, mengingat kondisi hunian menjadi lebih bagus serta layak.
Meski begitu tentu saja ada kekurangannya, salah satu kekurangannya adalah desainnya yang terbatas.
Biasanya hunian swadaya mengusung desain yang sederhana karena disesuaikan juga dengan kebutuhan kelompok.
Bahan bangunan yang digunakan pun terbatas, apalagi pengajuan bantuannya pun bisa memakan waktu yang cukup lama.
Itulah ulasan mengenai rumah swadaya yang bisa menjadi solusi memiliki hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pertanyaan Seputar Rumah Swadaya
Apa itu arti stimulan rumah swadaya?
Stimulan adalah dana bantuan dari pemerintah untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang memiliki rumah tak layak huni.
Apa yang dimaksud rumah swadaya?
Rumah yang dibangun berdasarkan niat dan upaya masyarakat, baik secara perorangan maupun kolektif, dan masuk ke dalam kriteria tak layak huni sehingga mendapatkan bantuan dari kementerian.


