Tips, Biaya, dan Ide Renovasi Rumah Kampung

Last update: 4 Mei 2025 6 min read
Author:

Ada kalanya rumah kampung yang dibangun di pedesaan mengalami kerusakaan yang mendesak untuk diperbaiki.

Atau, bisa jadi pemilik ingin menambah ruangan atau fasilitas lain di rumah kampung itu untuk kebutuhan tertentu.

Jika kondisinya seperti itu, Anda sebagai pemilik rumah wajib merenovasi agar kondisi hunian semakin nyaman ditinggali.

Namun tentu saja, renovasi rumah kampung yang dilakukan sebaiknya jangan sampai mengubah esensi dari rumah kampung itu sendiri.

Dibandingkan dengan rumah megah di perkotaan, rumah kampung biasanya dibangun secara sederhana alias tak banyak dekorasi, banyak ruang untuk tumbuh, dan lebih banyak menggunakan material yang terkesan alami.

Sebagai panduan, kami telah merangkum sejumlah informasi penting seputar renovasi rumah kampung, mulai dari tips renovasi rumah kampung, biaya renovasi rumah kampung, dan model renovasi rumah kampung.

Tips Renovasi Rumah Kampung

Pertahankan Kesederhanaan Desain Rumahnya

Desain yang sederhana pada rumah kampung memiliki beberapa kelebihan bagi pemiliknya.

Pertama, sederhana artinya tidak memiliki banyak dekorasi. Jadi, pemilik rumah tak perlu repot membersihkan aspek dekoratif pada rumah, seperti misalnya pahatan, pilar, atau lampu gantung.

Saat membersihkan rumah, pemilik bisa lebih fokus membersihkan aspek penting saja, seperti meja di ruang tamu, kasur di kamar tidur, dan sofa di ruang keluarga.

Kelebihan kedua, desain sederhana pada rumah kampung biasanya selaras dengan lingkungan di sekitarnya yang masih asri.

Jika desain ini diubah, tampilan rumahnya bisa jadi malah kurang estetik.

Jadi, tips pertama dalam renovasi rumah kampung adalah, tetap pertahankan kesederhanaan desainnya.

Apabila ingin mengikuti tren terkini, seperti desain skandinavia, japandi, atau industrial, sebaiknya jangan langsung menerapkannya pada hunian.

Agar penerapan desainnya tetap pas, Anda bisa melihat referensi desain rumah terlebih dahulu pada kompleks perumahan baru, seperti di Summarecon Mutiara Makassar atau Kurnia Puri Harmoni.

Jangan Menghilangkan Ruang untuk Tumbuh

Desain Rumah Kebun Sederhana

Sebagian besar rumah kampung yang berada di pedesaan dilengkapi lahan tambahan, baik di belakang maupun depan rumah.

Lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk banyak hal, seperti tempat bercocok tanam, tempat memelihara hewan, atau tempat bermain anak.

Jika dimanfaatkan sebagai tempat bercocok tanam, rumahnya tentu terkesan lebih asri.

Karena itu, baik ketika renovasi teras rumah maupun renovasi belakang rumah kampung, jangan menghilangkan ruang tumbuh tersebut.

Apalagi jika Anda berencana untuk menempati rumahnya dalam jangka waktu lama. Di kemudian hari, bisa saja Anda membutuhkan ruang tambahan baru lagi sebagai tempat untuk anak cucu.

Tetap Jaga Kebersihan Rumah

Rumah kampung yang berada di pedesaan harus tetap bersih agar senada dengan lingkungannya yang masih asri.

Jadi, ketika merenovasi rumah kampung tersebut, jangan melupakan unsur kebersihannya.

Kebersihan bisa diwujudkan dengan penyediaan fasilitas-fasilitas penunjang, seperti tempat sampah organik, tempat sampah anorganik, dan alat-alat seperti sapu dan serokan.

Saat merenovasi rumah, pastikan Anda tetap menyediakan ruang khusus untuk peralatan tersebut.

Jangan hanya karena ingin menambah ruangan dan fasilitas baru di rumah, Anda jadi lupa untuk menempatkan tempat sampah di lokasi yang mudah dijangkau.

Gunakan Jasa Tukang yang Sudah Dikenal

Selanjutnya, tips lain mengenai renovasi rumah kampung berkaitan dengan penghematan biaya.

Lantaran rumah kampung cenderung sederhana, baik dari segi luas maupun desainnya, sebaiknya jangan terlalu banyak menggunakan jasa tukang.

Bila perlu, Anda sebagai pemilik rumah dan anggota keluarga lainnya juga bisa ikut merenovasi agar bisa menghemat bujet.

Kebiasaan tersebut biasanya memang masih sering dilakukan di pedesaan karena selaras dengan prinsip gotong royong.

Selain itu, sebagai tips renovasi rumah hemat biaya, Anda juga bisa mengandalkan jasa tukang yang sudah dikenal.

Dengan begitu, Anda bisa bernegosiasi lebih nyaman ketika menentukan harga upah per harinya.

Gambaran Biaya Renovasi Rumah Kampung

cara menghitung modal bisnis kos

Untuk memperkirakan biaya renovasi rumah kampung, ada beberapa aspek yang mesti dihitung, yakni biaya tukang, biaya pembelian alat dan material, serta biaya tak terduga.

Biaya tukang terbagi menjadi dua jenis, yakni sistem harian dan sistem borongan.

Pada sistem harian, berarti tukang dibayar per hari, dengan kisaran Rp50-150 ribu per harinya. 

Besarannya tergantung permintaan tukang dan negosiasi, namun biasanya harga tukang di pedesaan lebih murah ketimbang di perkotaan.

Biaya renovasi rumah di kampung bisa lebih hemat daripada biaya renovasi rumah di Jakarta atau rumah di Surabaya. 

Berbeda dari sistem harian, pada sistem borongan, biaya renovasi rumah kampung biasanya akan dihitung berdasarkan per meter persegi, berkisar pada Rp600-800 ribu per meter persegi.

Berikutnya, untuk biaya material dan peralatan, Anda harus mengetahui harga-harga material seperti pasir, semen, cat, bata, paku, dan lain-lain.

Semakin berkualitas material yang dipilih, harganya akan semakin mahal.

Sebaiknya pilihlah material berkualitas tinggi agar lebih tahan lama. Jadi, di kemudian hari Anda tak akan direpotkan lagi dengan biaya perbaikan tambahan karena materialnya rusak.

Selanjutnya, biaya yang mesti disiapkan dalam renovasi rumah adalah biaya tak terduga.

Pasalnya, bukan tidak mungkin ketika proses renovasi terdapat perbaikan tambahan yang mesti dilakukan.

Sebagai saran, Anda bisa menyiapkan sekitar 10-15 persen biaya tak terduga dari total biaya renovasi secara keseluruhan.

Inspirasi Desain Renovasi Rumah Kampung

Jika tujuan Anda merenovasi rumah kampung adalah agar tampilan huniannya lebih cantik, berikut beberapa model rumah yang bisa dijadikan inspirasi.

Rumah dengan Atap Segitiga dan Tembok dari Batu

Rumah dengan Atap Segitiga dan Tembok dari Batu

Foto: Housing

Rumah kampung yang satu ini memiliki atap segitiga, dinding putih, dan halaman luas yang dilindungi pagar dari batu.

Kombinasi warna rumahnya sederhana, yakni merah, putih, krem, dan abu-abu. Kombinasi tersebut terasa pas dengan halaman rumahnya yang hijau karena rumput dan tanaman.

Desain rumah ini akan cocok jika diterapkan untuk rumah kampung yang berada di pedesaan.

Halaman rumahnya yang luas bisa dimanfaatkan untuk beragam hal, mulai dari tempat bersantai ketika sore hari, tempat bercocok tanam, dan tempat memelihara hewan.

Rumah Kampung dengan Material Kayu

Rumah Kampung dengan Material Kayu

Foto: Brick & Batten

Seperti disebutkan pada awal artikel, rumah kampung identik dengan penggunaan material alami seperti kayu.

Pada desain rumah kampung di atas, kita bisa melihat huniannya didominasi oleh material kayu, baik pada bagian kayu, jendela, dan dindingnya.

Sebagai tips, Anda bisa memilih material kayu berwarna cokelat gelap agar pas dipadukan dengan halaman rumah yang hijau karena rumput dan tanaman.

Penggunaan material kayu itu bisa memberikan ketenangan ketika penghuni beristirahat di rumahnya.

Model Rumah Kampung yang Didominasi Warna Putih

Model Rumah Kampung yang Didominasi Warna Putih

Foto: The House Plan Company

Rumah yang satu ini terkesan bersih karena pemilihan warna putih pada bagian temboknya.

Material yang digunakan pun termasuk alami, yakni material kayu dan batu alam.

Meski terlihat estetik, salah satu tantangan dari rumah berwarna putih adalah perawatannya yang harus lebih ekstra.

Jika ada kotoran sedikit saja pada rumah tembok putih, itu akan terlihat jelas.

Jadi, pastikan Anda memiliki jadwal rutin untuk membersihkan dan merawat rumah yang didominasi warna putih ini secara keseluruhan.

 

Yongky Yulius adalah penulis yang berpengalaman sebagai reporter dan editor berita di media massa. Telah berkarier lebih dari lima tahun. Kini fokus mengulas soal desain hunian, investasi properti, dan info KPR.