Tips Membeli Rumah Impian Pertama Dengan Sukses

7 Nov 2016 - Ryan Achadiat

Tips Membeli Rumah Impian Pertama Dengan Sukses

Beli rumah atau punya rumah adalah tujuan hampir semua orang. Karena rumah merupakan bagian penting dari hidup.

Selain sebagai pelindung, rumah juga jadi tempat tumbuh bersama dengan keluarga. 

Sayangnya saat ini pemenuhan kebutuhan akan rumah, mungkin jadi persoalan tersendiri mengingat lahan yang terbatas dan nilainya yang terus meningkat.

Beruntung, kini banyak banyak rumah yang dipasarkan dengan harga bervariasi sehingga bisa disesuaikan dengan kondisi finansial berbagai kalangan.

Mulai dari rumah bersubsidi yang memiliki harga miring karena ada bantuan dari pemerintah, hingga juga ada rumah yang berharga miliaran rupiah.

Biasanya untuk membeli rumah pertama, seseorang akan lebih mempertimbangkan harga alias kondisi finansial.

Karena itulah rumah minimalis yang cenderung memiliki harga miring, jadi salah satu pilihan yang banyak diminati.

Hal ini disebabkan oleh pembeli rumah pertama kebanyakan adalah pasangan muda yang belum membutuhkan rumah berukuran besar.


Jadi dalam membeli rumah pertama, biasanya disesuaikan dengan kebutuhan yakni berdasarkan jumlah anggota keluarga dan tentunya juga disesuaikan dengan kemampuan finansial.

Persoalan berikut yang muncul adalah memilih dan membeli rumah itu sendiri, yang tidak bisa dilakukan dalam 1 atau 2 hari. 

Artinya bukan pekerjaan mudah jika Anda ingin membeli rumah yang benar-benar tepat. Jadi harus dipertimbangkan secara matang, karena bicara hunian tentunya ini terkait kenyamanan Anda dan keluarga selama bertahun-tahun ke depan.

Karena itu perlu diketahui tips membeli rumah pertama agar sukses dan Anda tidak menyesal di kemudian hari. 

Simak terus uraian berikut ya, karena akan mengupas segala hal yang perlu Anda ketahui seputar beli rumah.

Tips Beli Rumah Pertama

Hal pertama yang perlu Anda tahu adalah tips membeli rumah pertama, yang akan menjadi dasar agar Anda sukses dalam membeli hunian terjangkau sekaligus nyaman untuk keluarga.

Berikut beberapa tips mudahnya:

  1. Pertimbangkan tujuan jangka panjang 


Hal pertama yang harus dipertimbangkan ketika akan membeli rumah adalah tujuan utama dan tujuan jangka panjang membeli rumah. 

Jangan sampai Anda membeli rumah namun tidak dimanfaatkan dengan maksimal, apalagi jika rumahnya dibeli dengan cara mencicil.

Jadi, belilah rumah yang sebisa mungkin bisa memberikan manfaat untuk Anda, baik sebagai hunian maupun investasi. 

Dan jangan terburu-buru membeli rumah hanya karena harga yang ditawarkan sangat murah. Karena disamping harga, banyak pertimbangan lain yang harus Anda pikirkan, agar rumah ini bisa memberi nilai lebih untuk Anda dan keluarga.

  1. Beli rumah sesuai dengan kebutuhan


Sebelum membeli rumah, pastikan Anda telah menghitung kebutuhan dan keperluan keluarga. Lalu sesuaikan rumah yang akan dibeli dengan kebutuhan tersebut.

Misalnya, kalau Anda adalah keluarga kecil yang (berencana ingin) memiliki dua anak, maka Anda bisa membeli rumah dengan 3 kamar tidur. 

Sementara untuk ukuran atau luasnya, bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda dan keluarga.

Selain membuat spesifikasi mengenai ukuran atau fasililtas rumah, Anda juga perlu mempertimbangkan desain yang akan dipilih, misalnya rumah minimalis, modern atau tradisional.

Termasuk pertimbangan terhadap kemungkinan untuk mengembangkan (renovasi) rumah tersebut di kemudian hari. 

  1. Beli rumah di waktu yang tepat 


Sebenarnya, kapan sih waktu yang tepat untuk membeli rumah?

Banyak orang akan menjawab pertanyaan ini dengan jawaban seperti saat kondisi pasar sedang membaik atau saat kondisi ekonomi sedang stabil dan sebagainya.

Jawaban tersebut memang tidak salah.

Namun, waktu yang tepat untuk membeli rumah tentunya adalah saat Anda memang sudah membutuhkan hunian, dan di saat yang bersamaan juga memiliki (sumber) dana untuk membelinya. Kapan pun itu!

Kalau sudah memenuhi kedua kondisi di atas, barulah Anda bisa mulai mempertimbangkan untuk mencari dan memilih rumah, yang tentunya harus dilakukan di momen yang tepat. 

Contoh momen yang tepat itu misalnya saat ada perumahan yang baru dibuka dan memberikan banyak promosi serta potongan harga.

Atau Anda bisa kunjungi event khusus seperti pameran properti, dimana pengembang akan menawarkan potongan harga dan berbagai bonus menarik bagi pembeli rumah di event tersebut.


Saat pameran properti, Anda bisa pula menemukan banyak pilihan rumah dengan berbagai penawaran menarik yang tidak akan Anda temui setiap hari. 

Kelebihan lain dari pameran properti, Anda juga bisa lebih hemat waktu, karena akan lebih mudah bagi Anda untuk membandingkan setiap rumah dengan penawaran menariknya karena semua informasi bisa Anda dapatkan di satu tempat.

Lagi pula, di pameran ini Anda juga bisa dengan leluasa bertanya langsung pada pengembang atau agen properti seputar keunggulan rumah yang mereka tawarkan. Termasuk soal diskon harga, atau DP maupun bonus menarik lainnya.

  1. Konsultasi dengan agen properti


Bicara agen properti, Anda bisa juga konsultasikan mengenai rencana pembelian rumah pertama dengan jasa profesional seperti ini. 

Karena jika Anda masih awam, tentu butuh masukan dari pihak yang berpengalaman. 

Dan mereka akan membantu Anda dalam mendapatkan rumah yang sesuai kebutuhan, bahkan dengan penawaran terbaik.

Jadi, agen properti akan membantu Anda menemukan rumah yang sesuai dengan kondisi keuangan, termasuk juga akan menjelaskan segala hal yang perlu Anda ketahui, misalnya seputar proses dan jenis pinjaman untuk pembelian rumah.

Keuntungan lainnya membeli rumah dari agen adalah biasanya karena mereka memiliki network yang luas, jadi mereka bisa mencarikan hunian yang cocok dan memenuhi kriteria Anda dalam waktu relatif singkat.

Bahkan dalam sebuah survei diketahui bahwa rumah yang dijual oleh agen properti, harganya sama atau bahkan lebih rendah dibanding yang ditawarkan langsung oleh pemilik.

Lagipula, agen pasti akan memberikan penawaran harga yang fair karena mereka mengetahui harga pasaran di setiap daerah. Jadi Anda akan terhindar dari harga yang dipatok secara asal-asalan.

Namun pastikan juga bahwa agen properti yang Anda pilih sudah terpercaya.

Agen properti dengan track record yang baik setidaknya akan memberikan jaminan pada Anda bahwa urusan pembelian rumah akan jadi lebih mudah dengan mereka, dan bukan malah sebaliknya.

Beberapa tips mudah dalam memilih agen properti antara lain adalah mengecek secara online.


Misalnya melalui situs jual beli properti 99.co Indonesia yang memiliki list agen properti terpercaya. Dimana Anda bisa mengencek informasi seputar agen dan perusahaannya. Termasuk jumlah properti yang sudah terjual atau tersewa.

Atau Anda bisa juga cek langsung melaui website perusahaan atau pun memanfaatkan media sosial.

Akan lebih bagus lagi jika agen memiliki website sendiri yang memuat semua informasi seputar dirinya dan track record-nya, karena bisa dibilang ia seorang agen yang terpercaya.

Kalau masih kurang, bisa cari testimoni di media sosial, forum online dan sebagainya atau tanya langsung orang yang sudah menggunakan jasa si agen.

Terakhir, Anda bisa bertemu langsung untuk bertanya secara detail seputar si agen.

Bahkan kalau perlu persiapkan list pertanyaan agar tidak ada hal-hal penting yang justru malah terlewatkan.

Ini juga bisa jadi cara untuk memastikan bahwa si agen cocok untuk Anda ajak kerjasama.

Ya, mencari agen properti juga soal kecocokan.

Karena seperti yang sebelumnya disinggung, bahwa membeli rumah bukan sesuatu yang bisa dilakukan dalam waktu singkat, jadi pastikan si agen bisa bekerjasama dengan baik. 

  1. Tentukan cara pembayaran terbaik


Untuk pembelian rumah, salah satu cara yang bisa dicoba adalah dengan mencicil ke bank lewat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR)

Tapi tentunya juga ada cara pembayaran yang lain, seperti tunai keras dan tunai bertahap.

Nah, ini tentunya dikembalikan pada Anda untuk memilih cara atau metode pembayaran yang sesuai dengan kondisi keuangan.

Meski KPR menjadi cara yang paling banyak diambil, namun jika Anda punya budget untuk membeli rumah secara tunai, tentu ini akan lebih menguntungkan karena selain harganya jadi lebih murah, Anda juga tidak perlu terbebani hutang selama bertahun-tahun.

Hanya saja, memiliki dana yang cukup untuk membeli rumah secara tunai adalah kondisi yang jarang, mengingat nominalnya yang tidak sedikit, yakni ratusan hingga miliaran rupiah.

Karena itu lah KPR jadi salah satu langkah yang banyak diambil, bahkan kini jenis yang bisa dipilih pun ada beberapa.

Salah satunya adalah KPR Syariah yang menawarkan Anda peluang untuk membeli rumah tanpa riba.

Program ini hadir untuk mengakomodir mereka yang ingin memiliki dan membeli rumah berdasarkan syariat Islam. Sehingga kemudian banyak pengembang yang menyediakan properti syariah dan seiring dengan itu juga muncul KPR Syariah.

Beberapa ciri KPR ini adalah transaksi terjadi antara 2 pihak yakni pembeli dan developer, tanpa melibatkan bank.

Lalu rumah yang dibeli melalui KPR Syariah tidak dijadikan jaminan seperti halnya pada bank konvensional. Dan kelebihan lainnya adalah tidak mengeal denda, sita maupun penalti.

  1. Lokasi, lokasi, lokasi


Sekarang, mari kita bahas tips dan cara beli rumah yang lebih spesifik, yakni memilih unit rumah.

Hal pertama yang perlu Anda pertimbangkan saat memilah dan memilih rumah, terlepas untuk hunian maupun investasi, adalah lokasi rumah.

Namun lokasi menentukan harga rumah, dimana semakin strategis lokasinya, maka harga rumah pun akan semakin tinggi.

Jadi, jika Anda memiliki dana yang terbatas, membeli rumah di pinggiran kota dapat menjadi opsi.

Tak perlu khawatir, jika Anda terpaksa membeli rumah di pinggir kota, selama aksesnya mudah dengan infrastruktur dan transportasi yang memadai, ditambah fasilitas sosial yang memadai, maka kebutuhan Anda akan tetap bisa terpenuhi dengan mudah.

Jadi pastikan kemudahan aksesnya ke berbagai fasilitas sosial seperti pusat pendidikan, pusat kesehatan, pusat perbelanjaan serta masih banyak lagi.

Tentunya juga jangan lupakan kemudahan akses ke tempat bekerja, karena jika tidak, nantinya Anda akan kewalahan sendiri, selain akan menguras energi, tentunya juga akan memakan biaya transportasi yang lebih besar untuk pulang pergi kerja.

  1. Lingkungan yang nyaman dan kondusif


Selain lokasi, faktor lingkungan adalah hal yang tak kalah penting ketika Anda ingin membeli rumah, terutama bagi yang memiliki anak.

Lingkungan tersebut nantinya akan menjadi bagian penentu dari pertumbuhan sang anak, baik fisik maupun psikologis. 

Maka dari itu, pastikan bahwa Anda memilih lingkungan yang baik ya!

Tapi secara umum, yang harus jadi perhatian Anda adalah kebersihan dan keamanan dari lingkungan tersebut. 

Misalnya pastikan hunian Anda tidak dekat ke sumber polusi, ataupun tidak rawan bencana dan rawan tindak kejahatan seperti pencurian.

  1. Pastikan rumah dalam kondisi baik


Ini tentunya tidak kalah penting…

Jika Anda membeli rumah yang sudah tersedia unitnya, pastikan bahwa Anda memeriksa seluruh bagian rumah. Pastikan tidak ada cacat yang tertinggal dari proses pembangunan.

Poin satu ini juga bisa jadi tips membeli rumah bekas.

Apabila ada kerusakan atau ketidaksesuaian, bernegosiasilah dengan penjual. Apakah kiranya Anda akan mendapatkan potongan harga, atau rumah akan mendapatkan garansi perbaikan.

Lalu bagian apa saja yang penting untuk diperhatikan ketika membeli rumah? 

Simak terus penjelasan berikut ini ya….

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, ada beberapa bagian yang harus diperhatikan ketika Anda memutuskan untuk membeli sebuah rumah.

Hal ini penting untuk dilakukan karena siapa pun tentu tidak mau dirugikan ketika membeli rumah, apalagi mengingat membeli rumah adalah pengeluaran dalam jumlah yang tak sedikit, atau bisa jadi pengeluaran terbesar dalam hidup seseorang.

Maka dari itu, saat beli rumah, periksalah bagian-bagian berikut untuk memastikan Anda mendapatkan hunian terbaik.

  1. Dapur


Dapur adalah salah satu bagian yang biasanya perlu direnovasi ulang setelah dibeli. Hal ini tentunya akan menguras kantong.

Maka dari itu, pastikan bahwa dapur yang ada di rumah yang Anda minati, ada dalam kondisi baik. 

Periksalah bagian dinding dan pastikan tidak ada yang retak. Lalu jika dapur dilengkapi kabinet, jangan lupa untuk memerikasa kondisinya juga.

Jangan lupa pula mengecek aliran air, pembuangan dan juga sambungan listrik. Semuanya harus berjalan dengan baik.

  1. Kamar mandi


Kondisi kamar mandi juga tak boleh luput dari perhatian. Pastikan perangkat seperti shower dan kran berfungsi dengan baik. Begitu pula dengan aliran air, apakah berjalan lancar atau tidak.

Lalu kalau kamar mandi memiliki bak mandi, pastikan tidak dalam kondisi bocor. Termasuk juga fungsi toilet, harus dipastikan salurannya tidak mampet.

Terakhir, periksalah dinding dan langit-langit kamar mandi apakah ada jamur yang menempel di sana.

  1. Atap, langit-langit dan lantai


Selain di kamar mandi, bagian langit-langiti harus dicek di setiap ruang yang ada di dalam rumah. Pastikan tidak ada jamur, apalagi di bagian langit-langit.

Karena jika ada bagian yang berjamur, maka dapat dipastikan ada bagian atap yang bocor.

Untuk lantai, jika menggunakan ubin atau keramik, pastikan tidak ada bagian yang retak atau menggelembung.

Sementara jika lantai menggunakan bahan kayu, pastikan kondisi materialnya kuat dan kokoh alias tidak dalam kondisi lapuk atau rapuh.

  1. Sirkulasi udara dan cahaya


Terkait kenyamanan, maka poin satu ini jangan sampai diabaikan. Karena rumah yang nyaman, artinya memiliki aliran udara yang baik dan mendapat cahaya yang cukup.

Selain nyaman, faktor ini juga bisa memengaruhi kesehatan Anda dan keluarga yang akan tinggal di dalamnya. 

Periksalah seluruh ventilasi di rumah, termasuk jumlah jendela yang dimiliki, karena ini merupakan saluran udara keluar masuk. Sekaligus sebagai tempat masuknya cahaya, agar rumah tidak terkesan sumpek dan gelap.

  1. Eksterior rumah dan pendukung lainnya


Setelah bagian dalam rumah, maka bagian luar juga jangan sampai terlewatkan. 

Salah satunya memastikan bahwa warna cat tidak pudar dan masih dalam kondisi baik, begitu pula dengan area taman, pagar dan lain sebagainya.

Bagian luar rumah sendiri tidak hanya penting untuk penampilan, tapi juga berperan dalam keamanan.

Begitu pula dengan faktor pendukung seperti aliran air dan listrik yang harus berfungsi dengan baik.

Pastikan air bisa mengalir ke ruangan-ruangan yang diperlukan, sementara aliran listrik sudah tersedia di seluruh ruangan. Jangan menerima unit rumah yang belum dipasangi meteran listrik. 


Intinya jika Anda menemukan kerusakan ataupun kekurangan di bagian rumah, maka segeralah minta penjual untuk memperbaiki dan mengatasinya.

Biaya Ekstra yang Harus Dipersiapkan Saat Membeli Rumah

Setelah memilih rumah dan memastikan kondisinya, maka tips beli rumah berikutnya yang tidak kalah penting untuk dipertimbangkan adalah biaya ekstra.

Ya, biaya tambahan bisa muncul ketika Anda beli rumah. Ini adalah biaya-biaya yang harus Anda keluarkan di luar harga jual rumah yang sudah disepakati.

Banyak yang luput menghitung ini karena biasanya ketika menawarkan produk properti, penjual atau pengembang hanya akan memberikan informasi mengenai harga jual, DP atau booking fee yang harus dibayarkan.

Padahal juga ada biaya lain seperti biaya administrasi dan sebagainya.

Biaya ini kebanyakan timbul karena ada proses mengurus surat-surat atau dokumen terkait kepemilikan properti.

Jadi, sebaiknya perlu Anda tanyakan juga pada penjual atau pengembang biaya apa saja yang dibutuhkan untuk mengurus seluruh proses tersebut. 


Namun sebagai informasi bagi Anda, berikut 3 biaya tambahan yang muncul saat membeli rumah:

  1. Biaya bank

Ketika membeli rumah melalui pengembang dengan metode KPR, biasanya sudah ada bank yang bekerja sama dengan pengembang. 

Pihak bank akan membutuhkan biaya pengecekan administrasi kelengkapan berkas.

Selain itu, bank juga biasanya akan membebankan biaya appraisal ketika harus melakukan pengecekan sertifikat dan legalitas tanah. 

Biaya yang dibebankan biasanya sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu.

Ada juga biaya administrasi bank yang harus dibayar sebesar Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu. 

Harga tersebut tergantung dari persentase total pinjaman yang diberikan kepada nasabah alias pembeli.

Bank juga akan mengharuskan pembeli membayar biaya provisi sebesar 0,5 hingga 1 persen dari total jumlah pinjaman.

  1. Biaya notaris

Untuk mengurus sertifikat dan dokumen lainnya, pembeli harus berhubungan dengan notaris. 

Biaya notaris sendiri biasanya ditanggung oleh pembeli dan besarannya berbeda-beda tergantung dengan lokasi rumah.

Jasa notaris ini memang diperlukan untuk memeriksa sertifikat, perjanjian kredit, Akta Pembebanan Hak Tanggungan (APHT) hingga Akta Jual Beli (AJB).

  1. Biaya Pajak


Saat membeli rumah, selain ke penjual, ada pula biaya pajak yang akan dibebankan ke pembeli. 

Contohnya adalah Bea atas Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau yang biasa disingkat (BPHTB).

Dasar perhitungan BPHTB sendiri adalah nilai transaksi dikurangi dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP), hasilnya lalu dikali 5%. 

Dan masih bicara biaya, selain dana ekstra saat beli rumah, ada pula alokasi dana lain yang harus dipersiapkan.

Karena ketika Anda membeli rumah pertama, pastinya Anda ingin mengisinya dengan perabotan pilihan, termasuk perangkat seperti water heater dan AC yang untuk sebagian orang sudah jadi kebutuhan.

Kemudian Anda juga akan membutuhkan dana untuk perawatan rumah nantinya. Karena itu perlu menyiapkan dana tersendiri.


Hal ini harus dilakukan agar Anda siap jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu yang tidak terduga pada rumah.

Apalagi kalau Anda membeli rumah bekas, dana ini akan sangat berguna. Karena meski Anda sudah memastikan kondisi rumah layak huni, tetap saja ada yang harus diperbaiki setelah Anda menempati rumah.


Nah, bagi Anda yang membeli rumah dan ingin langsung melakukan renovasi, agar sesuai keinginan, berikut beberapa hal penting yang perlu Anda ketahui agar renovasi tersebut efektif dan efisien:

  1. Ketahui karakteristik lahan, lingkungan hingga penghuni rumah 

Untuk lahan akan terkait dengan material yang digunakan pada bangunan rumah. Sementara kalau karakter lingkungan perlu dipertimbangkan terkait desain dan rancangan rumah.


(photo: pixabay.com)

Misalnya apakah bentuk bangunan akan menghalangi pemandangan sekitar dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan gaya hidup Anda dan keluarga. Desain rumah yang baik, tentunya mendukung kebutuhan dan gaya hidup penghuni yang ada di dalamnya.

Misalnya jika Anda biasa menggunakan ruang tamu sekaligus sebagai ruang untuk kumpul keluarga, maka harus dirancang sedinamis dan senyaman mungkin agar memberikan kesan santai dan hangat.

  1. Daya tahan 

Tak hanya material, tapi daya tahan juga membicara desain, yang sebisa mungkin bisa dipakai hingga beberapa tahun ke depan. 

Artinya jangan sampai Anda melakukan renovasi lagi dalam satu atau dua tahun ke depan hanya karena desainnya dianggap sudah tidak sesuai trend.

  1. Kreatif 


Bicara desain atau rancangan rumah, tentu tak lepas dari kreativitas. 

Selain bisa membuat rumah tampak menarik dan tak membosankan, kreativitas juga bisa membuat renovasi lebih efisien. 

Karena jika Anda kreatif, maka biasanya bisa memanfaatkan dana seadanya untuk membuat dekorasi menarik, atau hanya dengan memanfaatkan barang-barang yang ada. 

Kalau begini, jadi lebih hemat bukan?

  1. Prioritas

Bicara hemat, maka sebaiknya lakukan renovasi berdasarkan prioritas.

Jadi jangan memaksakan renovasi menyeluruh jika dana yang Anda miliki tidak mencukupi. Kalau melakukan renovasi berdasarkan prioritas, maka Anda tetap bisa memiliki hunian sesuai keinginan tanpa mengganggu keuangan rumah tangga.


Itu dia tips membeli rumah dan cara mendapatkan hunian yang nyaman. Jadi, sekarang Anda tentu sudah lebih siap untuk beli rumah ya

Semoga bermanfaat…


Author:

Ryan Achadiat