
Saat menyusun anggaran pembangunan atau renovasi, jangan lupa untuk memasukkan biaya instalasi listrik rumah.
Biasanya, biayanya meliputi pembelian material listrik hingga jasa pemasangan dan sambungan ke PLN.
Nah, semua itu perlu direncanakan secara baik dan cermat, agar tidak ada kejutan di akhir proses.
Tanpa perhitungan yang tepat, biayanya pun bisa membengkak dan mengganggu pos pengeluaran lainnya.
Agar kamu bisa mendapatkan gambaran lengkap mengenai estimasi biaya instalasi listrik rumah, kami telah memaparkan estimasi perhitungannya di bawah ini.
Estimasi Biaya Instalasi Listrik Rumah
1. Material Instalasi Listrik
Meliputi kabel, pipa listrik (conduit), saklar, stop kontak, fitting lampu, dan MCB (Mini Circuit Breaker).
| Komponen | Estimasi Harga per Unit | Keterangan |
|---|---|---|
| Kabel listrik | Rp1.500 – Rp3.000/meter | Tergantung ukuran dan merek |
| Pipa listrik (conduit) | Rp3.000 – Rp6.000/meter | PVC standard SNI |
| Saklar | Rp10.000 – Rp25.000 | Per titik |
| Stop kontak | Rp15.000 – Rp35.000 | Per titik |
| Fitting lampu | Rp10.000 – Rp20.000 | Per titik |
| MCB | Rp50.000 – Rp150.000 | Tergantung kapasitas dan merek |
Baca juga: Cara Beli dan Cara Mengisi Token Listrik, Paling Praktis!
2. Biaya Jasa Instalasi
Biaya tukang listrik bervariasi, bisa dihitung per titik atau per proyek.
-
Per titik instalasi: Rp30.000 – Rp50.000
-
Paket borongan rumah kecil (tipe 36): Rp1.500.000 – Rp2.500.000
-
Rumah sedang (tipe 45–72): Rp2.500.000 – Rp4.500.000
3. Biaya Tambahan (Opsional)
-
Biaya tambah daya PLN (misal dari 900 VA ke 1300 VA): Rp796.000 – Rp1.200.000
-
Biaya penyambungan baru PLN: Rp1.200.000 – Rp2.500.000 tergantung kapasitas
Total Estimasi Biaya
| Tipe Rumah | Estimasi Total Biaya* |
|---|---|
| Tipe 36 | Rp3.500.000 – Rp6.500.000 |
| Tipe 45 | Rp5.000.000 – Rp8.000.000 |
| Tipe 72 | Rp7.000.000 – Rp11.000.000 |

Baca juga: 8 Cara Instalasi Listrik Rumah yang Benar dan Aman untuk Pemula
Murah vs Aman: Mana yang Lebih Penting dalam Instalasi Listrik?
Menurut kami, keamanan jauh lebih penting dalam hal urusan instalasi listrik.
Jadi, jangan hanya mempertimbangkan untuk merancang anggaran secara murah.
Pasalnya, listrik adalah sistem vital di rumah yang bisa berdampak besar apabila terjadi kesalahan.
Dampak dari keamanan yang tidak diperhatikan adalah adanya korsleting ringan hingga risiko kebakaran.
Tak sedikit kejadian orang yang memilih material murah atau jasa teknisi tidak berizin demi menghemat biaya, tapi akhirnya malah harus mengeluarkan uang lebih banyak untuk perbaikan atau bahkan mengganti seluruh instalasi.
Jadi, baiknya kamu menggunakan material berstandar SNI dan teknisi bersertifikat, meski biayanya lebih tinggi tapi bisa jadi investasi jangka panjang untuk ketenangan pikiran.
Berikut adalah beberapa tips agar instalasi listrik lebih aman:
- Gunakan material berstandar SNI (kabel, MCB, saklar, dll)
- Pakai jasa teknisi listrik bersertifikat atau yang punya reputasi baik
- Rancang titik listrik sesuai kebutuhan, jangan terlalu sedikit atau terlalu padat
- Pisahkan jalur listrik untuk alat berdaya besar (seperti AC, water heater)
- Gunakan MCB sesuai kapasitas daya untuk mencegah overload
- Pasang stop kontak dan saklar di tempat yang aman dari air
- Jangan menyambung kabel sembarangan tanpa konektor standar
- Sediakan grounding sistem untuk perlindungan dari arus bocor
- Rutin periksa instalasi, terutama jika rumah sudah berusia di atas 10 tahun
- Hindari penggunaan colokan bertumpuk berlebihan
Baca juga: Cara Menghitung Pemakaian Listrik Rumah Tangga per Bulan dengan Mudah dan Akurat
***
Demikian pembahasan seputar estimasi biaya instalasi listrik rumah yang bisa dijadikan pedoman awal.
Perlu digarisbawahi, estimasi biaya di atas hanya bersifat perkiraan umum berdasarkan harga pasar saat ini dan standar instalasi konvensional.
Disarankan agar kamu melakukan survei langsung atau konsultasi dengan teknisi profesional untuk mendapatkan rincian biaya yang lebih akurat dan sesuai dengan kebutuhan rumahmu.