Cara Menghitung Pemakaian Listrik Rumah Tangga per Bulan dengan Mudah dan Akurat

Last update: 24 Desember 2024 6 min read
Author:

Agar pengeluaran bulanan tidak boncos, penting mengetahui cara menghitung pemakaian listrik rumah.

Meski pemakaian listrik bisa dilihat melalui kilowatt hour (kWh) meterannya, tetapi tetap perlu mengetahui cara menghitungnya secara manual.

Pengetahuan tentang cara menghitung kWh listrik juga berguna ketika meteran listrik rusak.

Saat ini terjadi, tagihan listrik bisa membengkak secara tiba-tiba padahal pemakaiannya normal.

Selain itu, mengetahui cara menghitung tarif listrik per kWh juga penting untuk mengantisipasi kesalahan petugas dan praktik pencurian listrik.

Jika penasaran, berikut cara menghitung pemakaian listrik rumah secara mudah dan tepat.

Begini Cara Menghitung Pemakaian Listrik Rumah

1. Cari Tahu Golongan Listrik Rumah

golongan listrik rumah

Golongan tarif listrik konsumen terdiri dari beberapa macam, mulai dari 450 VA, 900 VA, 2.200 VA, 4.400 VA, hingga lebih dari 6.600 VA. 

Masing-masing golongan dikenakan tarif yang berbeda-beda, seperti:

Golongan Subsidi

  • Batas daya 450 VA biaya Rp415/kWh
  • Batas daya 900 VA biaya Rp605/kWh

Golongan Non-subsidi

  • Batas daya 900 VA biaya Rp1.352/kWh 
  • Batas daya 1.300 VA biaya Rp1.467,28/kWh
  • Batas daya 2.200 VA biaya Rp1.467,28/kWh
  • Batas daya 3.300 VA biaya Rp1.467,28/kWh
  • Batas daya 4.400 VA biaya Rp1.467,28/kWh
  • Batas daya 5.500 VA biaya Rp1.467,28/kWh
  • Batas daya 6.600 VA biaya Rp1.467,28/kWh

2. Catat Semua Peralatan Elektronik di Rumah

alat alat elektronik di rumah

Setelah mengetahui golongan tarif listrik rumah, catat seluruh pemakaian listrik pada alat elektronik di rumah.

Meski terdengar merepotkan, tetapi cara ini cukup efektif.

Misalnya kamu menghuni suatu rumah dengan daya listrik 2.200 VA.

Lalu, di dalamnya terdapat alat-alat elektronik, seperti:

  • 10 lampu (LED), 5 lampu dengan daya 5 watt, 5 lampu dengan daya 10 watt;
  • 3 unit AC setengah PK dengan daya 400 watt;
  • 1 unit LED TV 43 inci berdaya 75 watt, 1 unit LED TV 24 inci berdaya 35 watt;
  • 1 set sound system dengan daya 10 watt;
  • 1 setrika listrik dengan daya 350 watt;
  • 1 unit kulkas dengan daya 300 watt;
  • 1 unit mesin cuci dengan daya 350 watt;
  • 1 unit pompa air dengan daya 200 watt; dan
  • 1 unit rice cooker dengan daya 350 watt.

Apabila sudah dicatat, mari kita asumsikan berapa lama kira-kira perangkat elektronik tersebut biasanya digunakan.

Misalnya kulkas yang selalu menyala sepanjang pagi siang dan malam, tentu berbeda dengan AC dan lampu yang tidak harus dinyalakan sepanjang hari.

Hal yang sama juga berlaku dengan alat elektronik lainnya.

Jadi, tulis segala kemungkinan pemakaian alat-alat tersebut.

3. Hitung Estimasi Konsumsi Listrik Rumah

menghitung estimasi konsumsi listrik rumah

Langkah berikutnya adalah menghitung estimasi konsumsi listrik di rumah. 

Berikut simulasi perhitungan yang bisa kamu ikuti menggunkan rumus; kWh = (watt x jam)/1000.

10 lampu dinyalakan selama 12 jam (mulai pukul 18.00-06.00), maka cara menghitung kWh listrik per harinya adalah;

(5×5 watt x 12 jam) + (5×10 watt x 12 jam) = 900 watt.

Tiga unit AC dinyalakan pada saat tidur atau selama 8 jam (mulai pukul 21.00-05.00).

Total pemakaian listrik dari AC per harinya adalah sebesar;

3x400x8 = 9.600 watt.

LED TV (24 inchi) di ruang tidur menyala selama 4 jam per hari, maka total pemakaian listriknya adalah;

35 watt x 4 jam = 140 watt. 

Sedangkan LED TV (43 inch) yang terdapat di ruang tamu digunakan selama 6-7 jam per hari, sehingga perhitungannya menjadi;

75 watt x 6 jam = 450 watt.

Setrika listrik biasanya dipakai selama 2 jam per hari, maka konsumsi listrik untuk setrikaan tersebut;

350×2 = 700 watt.

Kulkas menyala selama 24 jam setiap hari, maka konsumsi listrik per harinya adalah;

300×24 = 7.200 watt.

Mesin cuci hanya dipakai selama 2 jam per hari, maka konsumsi listriknya menjadi;

350×2 = 700 watt per hari.

Pompa air dipakai rata-rata 2 jam per dua kali, maka konsumsi listriknya adalah sebesar;

200×4 = 400 watt.

Sementara, rice cooker dipakai untuk memasak nasi di pagi hari dan menghangatkan makanan di malam hari.

Jika demikian, cara menghitung pemakaian listrik rice cooker tersebut adalah;

350 watt x 1 = 350 dan 77 watt x 1/2 jam = 38,5 watt per hari.

Nah, bila semua alat elektronik sudah dihitung, selanjutnya jumlahkan masing-masing hasilnya, seperti:

900 watt + 9.600 watt + 140 watt + 450 watt + 700 watt + 7.200 watt + 700 watt + 400 watt + 350 watt + 38,5 watt = 20.475,5 watt per hari.

Karena hitungan tarif listrik sendiri menggunakan satuan kWh per hour, konversikan hasil tersebut ke dalam satuan kWh per hour;

20.475,5 watt : 1.000 = 20,475 kWh.

Setelah mendapatkan jumlah pemakaian listrik dalam satuan kWh, kalikan jumlah tersebut dengan golongan tarif listrik di rumah;

20,475 Kwh x Rp1.467,28 = Rp30.004,256 per hari.

Jika dijumlahkan dalam hitungan bulan, konsumsi listrik rumahmu dalam kurang lebih sebesar:

Rp30.004,256 x 30 hari = Rp901.276,7 per bulan.

Jika ada alat elektronik lain yang harus kamu hitung, cara menghitungnya tidak jauh berbeda seperti contoh di atas, ya.

Baca juga: 5 Cara Menghemat Energi Listrik, Yuk Mulai dari Sekarang!

Cara Menghitung Tarif Listrik per kWh Online

1. Gunakan Kalkulator Listrik

kalkulator listrik online

Jika tidak ingin menghitung dengan rumus manual, ada cara menghitung tagihan listrik menggunakan kalkulator energi rumah tangga.

Fitur tersebut dikeluarkan oleh PLN Batam, serta bisa diakses melalui situs https://www.plnbatam.com/menghitung-listrik-pascabayar/

Dengan fitur tersebut, kamu bisa mengetahui seberapa efisien penggunaan energi di rumah.

Selain itu, pengguna juga akan mendapatkan tips dan trik memakai energi yang hemat dan efisien untuk menekan biaya listrik.

2. Melalui PLN Mobile

pln mobile

Foto: RRI

Perlu alternatif lain untuk menghitung pemakaian listrik rumah? Kamu bisa cek biaya listrik pascabayar melalui aplikasi PLN mobile.

Cukup unduh melalui Google Play untuk pengguna Android dan App Store untuk pengguna Apple.

Setelah berhasil, masuk ke menu “Simulasi Biaya” dan masukkan informasi data yang dibutuhkan.

Nantinya, hasil perhitungan versi PLN akan muncul di layar smartphone-mu.

Itulah tadi beberapa cara menghitung konsumsi listrik di rumah yang bisa dilakukan.

Lalu, bagaimana cara menghemat penggunaan listrik agar tagihan tidak bengkak? Ketahui di bawah ini.

Baca juga: 7 Pendingin Ruangan selain AC, Murah dan Hemat Energi

Cara Hemat Biaya Listrik Rumah

1. Beralih ke Tagihan Prabayar

cara menghitung tarif listrik per kwh

Cara menghemat energi listrik adalah beralih ke tagihan prabayar.

Saat ini, PLN mewajibkan penggunaan meteran listrik dengan sistem pulsa bagi setiap rumah.

Listrik prabayar memungkinkan pengguna lebih bijak dalam mengatur pemakaian listrik, sehingga tidak perlu khawatir tentang pemakaian berlebihan.

2. Matikan Alat Elektronik dan Lampu Bila Tidak Digunakan

Ingatlah untuk mematikan alat-alat elektronik dan lampu pada siang hari atau ketika tidak ada yang membutuhkannya.

Cara sederhana ini cukup efektif untuk menghemat energi listrik sehari-hari.

Jika merasa terlalu gelap, gunakan lampu tidur dengan watt lebih rendah.

3. Pilih Produk Elektronik Berlabel Low Watt

Ketika membeli peralatan elektronik, perhatikan daya listriknya.

Pilihlah produk dengan label low watt atau hemat energi.

Alat-alat tersebut akan membantumu mengurangi konsumsi listrik secara keseluruhan.

4. Atur Suhu dengan Bijak

Jika memiliki peralatan yang menggunakan pemanas atau pendingin seperti water heater dan AC, sebaiknya atur suhu dengan bijaksana.

Hindari suhu yang terlalu tinggi agar tidak membebani konsumsi listrik.

5. Cabut Kabel dari Saklar

Jika kabel masih terhubung ke saklar, beberapa peralatan elektronik tetap mengonsumsi daya listrik meski dalam kondisi mati.

Jadi, pastikan untuk mencabut kabel dari saklar jika tidak digunakan, ya.

Demikian cara menghitung pemakaian listrik rumah.

Semoga informasi ini bermanfaat!

 

Miyanti adalah senior content writer yang aktif menulis artikel dan mikrokopi sejak 2017. Dia berpengalaman menulis artikel bertema properti, desain, kuliner, keuangan dan traveling. Pada 2020 bergabung dengan 99 Group untuk menulis panduan property Rumah123 dan 99.co Indonesia.