Memulai Bisnis Properti untuk Pemula

25 Agt 2016 - Ryan Achadiat

Memulai Bisnis Properti untuk Pemula

Banyak yang berpikir memulai bisnis properti membutuhkan modal atau uang dalam jumlah besar. Padahal tidak juga…

Memang benar, jika Anda ingin menjadi seorang investor atau developer, tentunya uang menjadi sesuatu yang harus dimiliki.

Namun, jika memang Anda tidak memiliki modal besar, berkecimpung di bisnis properti bukannya tidak mungkin.

Anda dapat memulainya dengan mencoba cara bisnis properti kecil-kecilan alias memulai usaha dari nol, misalnya dengan menjadi seorang broker (agen) properti.

Apalagi di berbagai media, kini sudah banyak yang berbagi cara memulai bisnis properti, termasuk untuk Anda sebagai pemula. 

Jangan takut untuk memulai usaha dari nol, karena ini bisa mengajarkan Anda untuk punya daya tahan dan daya juang dalam berbisnis

Pada umumnya, tips memulai bisnis properti sebagai seorang agen ataupun memulai bisnis lainnya antara lain adalah:

  1. Belajar dan terus tambah pengalaman


photo: pixabay.com

Dalam memulai bisnis properti atau bisnis lainnya, belajar adalah hal yang harus terus dilakukan untuk menambah wawasan. Selain itu, perlu juga menambah pengalaman.

Misalnya Anda bisa mencoba cari informasi dan belajar teknik marketing baik dengan membaca atau bertanya pada yang ahli atau yang sudah berpengalaman. 

Jadi jangan sampai berhenti belajar dan mengasah kemampuan. 

  1. Perluas jaringan

Selain memperluas wawasan, memperluas jaringan dan kenalan juga hal yang tak kalah penting dalam dunia usaha. 

Memiliki lebih banyak kenalan, relasi dan sejenisnya akan sangat membantu bisnis Anda ke depannya. 

Cara memperluas jaringan ini sekarang semakin dipermudah dengan adanya internet. 

Karena Anda bisa memanfaatkan media sosial, atau forum dan grup-grup terkait, dalam hal ini properti.


photo : pixabay.com

Kalau Anda senang menulis, isi waktu dengan menulis blog dimana Anda bisa berbagi tentang segala hal terkait agen properti.

Ini bisa jadi peluang untuk menarik lebih banyak relasi. 

Bahkan bukannya tidak mungkin, cara ini bisa membuka peluang Anda untuk dikenal dan dikontak oleh calon klien.

Jadi bisa dibilang, secara tidak langsung Anda sudah mempromosikan bisnis sendiri.

Kembali lagi pada kelebihan dari memiliki jaringan dan relasi yang luas, Anda bisa juga dengan mudah mendapatkan informasi seputar klien potensial untuk memulai bisnis properti ini.

  1. Tekun dan sabar

Memulai bisnis dari nol, bukanlah sesuatu yang mudah dimana hasilnya bisa Anda langsung nikmati dalam waktu dekat. 

Jadi Anda perlu tekun dan sabar hingga ada di titik sukses dan bisnis ini menghasilkan keuntungan.

Bahkan juga harus siap bahwa ada kemungkinan usaha Anda tidak akan langsung berhasil sesuai harapan.

Dengan tekun dan sabar, tentunya Anda tidak akan mengenal kata menyerah. Karena memulai bisnis dari bawah memang membutuhkan usaha dan tenaga ekstra sekaligus komitmen yang kuat.

  1. Berani mengambil tantangan dan resiko


photo : pixabay.com

Tantangan dan resiko sudah menjadi satu paket dalam memulai bisnis. Maka bersiaplah untuk menghadapinya. 

Namun segala sesuatunya tentu harus terukur dan penuh perhitungan. 

Misalnya saat nanti ingin mengembangkan bisnis, Anda mendapat tantangan untuk mencoba hal baru yang dianggap beresiko. 

Maka buatlah perhitungan dan pertimbangan yang matang sebelumnya akhirnya memutuskan.

Bila perlu, siapkan rencana cadangan sehingga jika rencana awal gagal, Anda tidak stuck dan bisa terus jalan.

  1. Tunjukkan sikap profesional 

Ini juga kunci dari kesuksesan bisnis.

Misalnya dalam melayani klien yang sedang mencari rumah, Anda harus bisa mendengarkan kebutuhan mereka dan memberikan saran yang baik.

Bersikap profesional seperti ini sekaligus bisa memberikan impresi yang baik kepada klien. Sehingga bukannya tak mungkin nantinya mereka akan merekomendasikan Anda jika nanti ada yang sedang membutuhkan tenaga agen properti.

Kendala Memulai Bisnis Properti



photo: pixabay.com 

Selain tantangan dan resiko, juga ada kendala.

Mempersiapkan diri untuk menghadapi segala kemungkinan adalah sebuah keharusan, apalagi dalam memulai bisnis dari nol.

Dan kalau Anda baru memulai bisnis properti dengan menjadi agen, maka setidaknya Anda harus paham akan menghadapi beberapa situasi seperti di bawah ini:

  1. Perasaan ragu dan kesulitan menjalin kerjasama


photo: pixabay.com

Sebagai pemula, sudah wajar jika Anda di awal akan merasa ragu dan sungkan untuk menghubungi klien. 

Jadi usahakan untuk mempersiapkan diri dengan komunikasi yang baik. Karena jika tidak, bisa saja Anda akan kesulitan nantinya menjalin kerjasama. 

Komunikasi yang baik ini bisa membuat klien Anda, baik itu pemilik yang akan Anda bantu untuk menjual propertinya atau pun calon pembeli properti, bisa lebih yakin untuk menggunakan jasa Anda sebagai broker.

Apalagi jika Anda adalah pemula yang belum memiliki pengalaman apa pun dan bekerja secara independen. Meraih kepercayaan klien adalah hal yang penting.

Soal kerjasama ini, dalam beberapa kasus ada pemilik properti yang justru mempersulit, misalnya dengan enggan menyisihkan komisi.

Sementara dalam posisi Anda sebagai agen pemula tentu akan berat jika Anda menaikkan harga properti, tidak seperti agen resmi yang biasanya oleh pemiliki ditugaskan untuk menentukan harga hingga mengurus masalah legalitas.

Di sini lah tantangannya, dan Anda dituntut untuk bisa bernegosiasi.

Misalnya dengan meyakinkan pemilik bahwa Anda akan membantu memasarkan properti dan besaran komisi diserahkan kepada pemilik.

Untuk di awal tak masalah jika Anda dibayar seadanya. Karena ini bisa sekaligus dijadikan ajang latihan.

  1. Banyak yang lebih memilih agen resmi dan berpengalaman


Karena Anda memulai sebagai agen independen, tentu Anda belum memiliki track record yang bisa memvalidasi kinerja Anda.

Ini juga jadi kendala tersendiri. 

Apalagi saat ini banyak agen resmi yang tergabung dalam perusahaan dan mereka mengerjakan segala proses terkait penjualan, sehingga pemilik properti hanya terima beres.

Sementara Anda sebagai agen independen, mungkin baru bisa sebatas mempertemukan calon pembeli dan pemilik properti.

  1. Persepsi negatif 

Tak bisa dipungkiri bahwa saat ini masih banyak yang menilai bahwa profesi broker atau agen adalah bisnis yang tidak baik. 

Dan banyak pula yang beranggapan bahwa broker adalah orang yang sering menaikkan harga semaunya.

Selain kendala, ini sekaligus bisa jadi tantangan bagi Anda untuk menghapus persepsi ini.

Salah satu caranya adalah dengan melakukan pekerjaan sesuai dengan kesepakatan dan tetap bersikap profesional.


Nah, setelah mengetahui hal mendasar dalam memulai bisnis properti sebagai pemula, dan juga mengetahui dan memahami betul tantangan serta kendala yang akan dihadapi, maka saatnya Anda ke tahap selanjutnya.

Cara Memulai Bisnis Properti 

Memulai bisnis dari nol memang tidak mudah, tapi Anda dapat belajar dengan baik bagaimana untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul di kemudian hari. 

Dengan begini, Anda juga akan memiliki daya juang yang lebih dibanding orang-orang kebanyakan.

Berikut tips-tips untuk memulai bisnis properti yang bisa Anda coba lakukan:

  1. Mulailah dari lingkungan terdekat


Jika Anda ingin memulai sesuatu yang besar, maka mulailah dari lingkungan di sekitar Anda. Mulai dari hal yang kecil, dan mulai sekarang juga!

Anda dapat bertanya ke lingkungan sekitar, apakah ada kerabat atau tetangga yang ingin menjual atau membeli rumah.

Dengan ngobrol santai bersama tetangga atau kerabat, Anda dapat mengetahui informasi tentang siapa yang sedang membutuhkan atau ingin membeli properti baru.

Tanyakan hal-hal penting tentang properti tersebut. Jika sudah dilakukan, Anda tinggal mencari pembeli yang membutuhkan rumah tersebut.

Tidak perlu terburu-buru, yang penting adalah Anda tetap fokus untuk membantu mencarikan pembeli jika ada informasi rumah yang dijual. 

Atau mencarikan rumah, jika ada informasi seseorang sedang mencari dan ingin membeli rumah.

  1. Ikuti iklan properti di daerah Anda


Saat ini sudah banyak media yang digunakan untuk memasarkan properti. Mulai dari koran harian, majalah, tabloid, radio, banner dan spanduk di jalanan, hingga situs jual beli online seperti 99.co.

Semuanya dapat Anda manfaatkan dengan cara menawarkan iklan tersebut pada kenalan Anda yang sedang membutuhkan dan mencari properti.

Ketika menawarkan harga, jika pemilik properti enggan memberikan komisi, Anda dapat mematok harga yang sedikit lebih tinggi untuk memperoleh keuntungan.

Tapi perlu diingat, harus bisa sewajar mungkin dalam mematok harga, jangan terlalu tinggi. Apalagi lebih tinggi dari tarif pasaran di wilayah tersebut. Ini hanya akan memperburuk image Anda sebagai agen.

  1. Perkaya informasi tentang properti yang diperjualbelikan


Mencari informasi tentang rumah atau properti yang akan dijual menjadi salah satu hal terpenting.

Jika ada seseorang yang meminta bantuan untuk membeli rumah, maka perkaya informasi tentang rumah yang sedang dijual.

Dapatkan informasi yang detail mengenai rumah tersebut untuk diberikan kepada klien.

Usahakan untuk tidak mencari informasi satu rumah saja. Hal ini dilakukan agar calon pembeli punya pilihan, jika tidak tertarik dengan rumah yang ditawarkan.

Namun perlu diingat juga untuk tidak langsung menawarkan banyak rumah ke calon pembeli karena nanti pembeli akan kebingungan memilih; tawarkan rumah secara satu persatu.

Setelah calon pembeli memilih rumah yang diinginkan, Anda dapat membuat perjanjian dengan penjual rumah; apakah itu dengan developer, broker seperti Anda atau pemilik langsung.

Perjanjian yang dibuat bisa memuat tentang persenan komisi yang didapat dari penjualan rumah.

Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, ada baiknya perjanjian ini dibuat dalam bentuk tertulis alias hitam di atas putih.

Informasi juga sangat penting jika Anda mendapatkan klien untuk menjual rumah.

Informasi mengenai spesifikasi, fasilitas, harga, usia properti, dan lain-lain sangat penting untuk diketahui sebelum menjual rumah.

  1. Gunakan kemampuan marketing dengan maksimal


Setelah melakukan perjanjian dan mendapatkan informasi mengenai rumah yang akan dijual, langkah selanjutnya adalah mencari pembeli dan menjual rumah.

Mencari pembeli bisa dilakukan dengan beberapa cara. Jika Anda baru memulai bisnis, Anda dapat menggunakan media bebas biaya untuk menjual rumah. 

Setelah mendapatkan pembeli, Anda harus dapat menggunakan kemampuan menjual Anda. Gunakan informasi mengenai rumah yang Anda jual untuk meyakinkan pembeli.

Sebutkan segala macam keunggulan dan keuntungan membeli properti tersebut. 

Ingat, jangan sampai berlebihan, tapi jangan pula berbohong mengenai informasi rumah tersebut.

Karena sekali Anda berbohong, hal ini akan merusak reputasi Anda. Dan jika reputasi rusak, bisa jadi tidak akan ada lagi yang mau menggunakan jasa Anda.

Meyakinkan pembeli bisa jadi merupakan hal yang sulit dilakukan. Hal ini dapat dipelajari dengan terus melatih skill marketing untuk meyakinkan pembeli.

Maka teruslah berlatih dan membaca referensi marketing agar skill Anda dapat terus berkembang.

  1. Gunakan media promosi yang efektif


Sebagai pemula dalam dunia bisnis properti, ada baiknya Anda memulainya dengan menggunakan media promosi yang efektif.

Untuk menjual rumah dan meminimalisir keluarnya modal, Anda bisa menggunakan dan mengoptimalkan situs jual beli properti online gratis seperti 99.co.

Situs ini memberikan layanan untuk mengiklankan rumah tanpa dipungut biaya.

Selain itu, juga menyediakan beberapa fitur yang dapat memaksimalkan informasi untuk calon pembeli. 

Rating wilayah, harga sekitar dan lainnya tentu dapat membuat calon pembeli tertarik terhadap rumah yang diiklankan.

Lalu memanfaatkan sosial media untuk memasarkan barang juga kerap dilakukan oleh banyak orang saat ini. 

Karena sosial media membuka peluang untuk iklan dilihat dan diakses dengan mudah oleh banyak orang dari mana pun dan kapan pun.

Facebook misalnya, jutaan orang menggunakan Facebook di Indonesia. Hal ini tentunya memperbesar peluang menjual rumah.

Tidak hanya Facebook, Twitter dan Instagram juga bisa menjadi pilihan.

Berpromosi di sosial media, jangan lupa untuk memanfaatkan fitur tanda pagar (#) atau hashtag untuk memasarkan rumah.

Misalnya #rumahdijual #rumahmurahdijual #rumahdijualdibandung dan lain sebagainya.

Atau Anda juga bisa memanfaatkan blog untuk memasarkan produk Anda. Manfaatkan domain .blogger atau .wordpress yang tidak memungut biaya.


photo: pixabay.com

Dengan membuat website, Anda dapat mempertemukan penjual juga pembeli di website tersebut.

Keuntungan lain yang dimiliki dengan memasarkan lewat media online adalah Anda dapat menjangkau calon pembeli di luar pulau atau luar daerah.

Selain itu, cara konvensional seperti dari mulut ke mulut juga bisa dilakukan.

Cara konvensional dengan menyebarkan berita bahwa Anda sedang menjual rumah ke kerabat atau kenalan merupakan salah satu cara yang ampuh untuk menjual rumah. Tidak perlu mengeluarkan biaya, informasi tersebut akan menyebar dengan sendirinya.

Meski tidak ada jaminan berhasil, tapi ini cara paling mudah untuk menjalankan bisnis yang dimulai dari nol.

  1. Ciptakan brand usaha sendiri


Walaupun memasarkan dengan gratis, Anda tetap harus menjaga brand dan image agar usaha Anda dikenal baik oleh masyarakat luas. 

Sehingga berpotensi mendatangkan banyak klien di kemudian hari dan tentunya membuat usaha yang Anda bangun bisa terus berkembang.

Ketika bisnis Anda mulai berkembang, ciptakanlah brand sendiri agar terlihat lebih profesional di mata klien.

Gunakan nama yang mudah diingat orang sebagai merek usaha Anda. Kalau perlu, buat juga kartu nama untuk menunjukkan profesionalitas usaha.

  1. Rekrut karyawan yang memiliki visi sama


Ketika bisnis properti sudah berkembang, tidak ada salahnya untuk rekrut karyawan guna membantu jalannya bisnis.

Hal ini perlu Anda lakukan karena tidak mungkin selamanya Anda melakukan segala sesuatu sendiri, apalagi jika usahanya sudah berkembang.

Karyawan ini tentu nanti haruslah siap membantu dan mengisi kekosongan di bagian-bagian yang tidak bisa lagi Anda kerjakan.

Karena di titik ini, tentunya Anda mulai harus fokus pada upaya untuk terus mengembangkan usaha.

Sebagai tambahan, sebaiknya rekrutlah karyawan yang memiliki visi serupa dengan Anda agar tujuan mengembangkan bisnis dapat dicapai bersama. Terlebih bisa membuat komunikasi dan lainnya akan terasa lebih mudah.

Kiat Menjual Rumah Secara Online


Seperti salah satu poin yang sudah diuraikan di atas, bahwa sebaiknya gunakan media promosi yang efektif.

Dewasa ini, masyarakat dari berbagai kalangan sudah terhubung dengan internet. Sosial media dan situs belanja online juga sangat banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.

Maka berpromosi melalui media online adalah hal yang paling efektif dan efisien yang bisa Anda coba.

Sama halnya dengan pembeli yang jadi semakin mudah dalam memenuhi kebutuhan karena kini bisa belanja lewat satu perangkat saja, penjual pun bisa memulai bisnisnya dengan modal smartphone saja.

Situs jual beli dengan segala fitur yang tersedia dinilai lebih praktis, mudah dan cepat, baik bagi pembeli maupun bagi penjual. 

Bahkan, beberapa layanan untuk mengiklankan barang ada pula yang gratis. 

Sehingga tentu saja ini sangat membantu usaha penjualan berbagai barang kebutuhan, mulai dari pakaian hingga properti.

Meski sudah tersedia berbagai kemudahan, tetap saja banyak orang yang harus mengiklankan propertinya berbulan-bulan hingga tahunan karena tak kunjung laku.

Apa Anda salah satunya?

Tak perlu khawatir, karena berikut berbagai kiat agar Anda dapat menjual rumah di situs online dengan lebih optimal.

  1. Gunakan foto menarik dan berkualitas baik


Dalam jual beli online, foto memiliki peran penting. Sayangnya banyak penjual yang mengabaikan hal ini.

Padahal, kesan pertama pembeli online tentunya bersumber pada foto. Jadi jika foto dikemas secara sembarangan, jangan heran jika banyak dari mereka yang kemudian mundur.

Sebaliknya, foto yang baik bisa menarik perhatian banyak calon pembeli, terlepas spesifikasi rumah dan yang lainnya belum tentu sesuai dengan yang mereka cari.

Tapi jika mereka sudah tertarik pada foto yang Anda pasang, tentunya ini sudah jadi satu langkah bagus dalam upaya penjualan properti. 

Pertama, foto lah bagian rumah yang penting seperti kamar tidur, kamar mandi, tampak depan, ruang tamu, keluarga, dan juga fasilitas-fasilitas yang bisa jadi keunggulan dari rumah yang Anda jual.

Kedua, jangan sampai memotret dengan asal-asalan. Karena foto yang baik dan layak adalah yang bisa menggambarkan kondisi produk secara jelas dan sesuai dengan yang sebenarnya.

Jadi usahakan saat memotret ada pencahayaan yang cukup. 

Ketiga, usahakan untuk menggunakan kamera yang memadai, setidaknya yang memiliki resolusi yang baik.


photo: pixabay.com

Perangkat yang digunakan juga bisa mempengaruhi kualitas gambar yang diambil. 

Tapi jangan salah, Anda tak perlu menggunakan kamera mahal, cukup yang standar. Kalau tidak punya, pinjam saja punya teman atau saudara.

Untuk jumlahnya, usahakan menyertakan foto sebanyak mungkin dalam iklan properti Anda. Semakin banyak dan detail foto yang disertakan, tentunya pembeli akan semakin tertarik.

Selain itu, pembeli juga akan senang karena merasa terbantu dalam mendapat gambaran yang jelas dari rumah yang Anda tawarkan.

  1. Jabarkan spesifikasi secara lengkap


photo: pixabay.com

Spesifikasi juga adalah fitur yang harus dioptimalkan oleh penjual. Pembeli tentunya akan melihat spesifikasi rumah untuk disesuaikan dengan kebutuhannya.

Maka dari itu, mengisi spesifikasi dengan benar sangat dianjurkan.

Namun sama halnya dengan foto, tak sedikit pemasang iklan yang mengabaikan hal ini. Mungkin karena berpikir bahwa calon pembeli akan menelpon atau mengontak mereka secara langsung untuk menanyakan detail properti lebih lanjut.

Kalaupun ada yang melakukan hal tersebut, yang pasti banyak pula yang enggan melakukannya.

Jadi, bayangkan berapa banyak calon pembeli potensial yang akan mundur saat melihat iklan yang tidak detail karena mereka tidak tahu persis apa saja kelebihan atau keunggulan rumah yang Anda tawarkan.

Karena itu, isilah spesifikasi dengan lengkap. Dan tak hanya lengkap, tapi juga harus tepat sehingga nantinya dapat memberikan informasi kepada calon pembeli dengan benar.

Jangan lupa di dalam kolom deskripsi untuk menggunakan bahasa yang lugas serta menarik. Artinya, jangan buat pembeli justru kebingungan dengan deskripsi Anda.

  1. Manfaatkan situs user friendly


Iklankan rumah Anda pada situs yang mudah digunakan oleh banyak orang dan memiliki fitur yang dapat membantu pembeli.

Situs jual beli rumah seperti 99.co memiliki banyak fitur yang memudahkan seperti rating wilayah, harga sekitar, simulasi KPR dan juga peta yang dapat memudahkan pembeli untuk mendapat informasi lebih.

Jadi, Anda dapat memanfaatkan fitur tersebut agar jual beli properti lebih optimal.

Berinvestasi Properti dengan Tepat


photo: pixabay.com

Bila kita berbicara bisnis, bukan berarti hanya bicara mengenai jual dan beli barang saja, apalagi di bidang properti.

Sudah banyak yang sepakat bahwa bisnis properti menguntungkan, bahkan dalam jumlah yang tak sedikit.

Hal ini dikarenakan harga produk properti setiap tahunnya terus naik. Bahkan naik melebihi nilai investasi lain yang menjanjikan seperti emas, dolar atau deposito.

Penyebabnya adalah ketimpangan jumlah properti yang ada, dengan angka kebutuhan terhadap properti yang terus meningkat. Apalagi tanah, yang memang tidak akan bertambah jumlahnya.

Jadi tidak heran ya jika banyak orang yang memilih investasi dalam bentuk properti. 

Keuntungan properti juga makin terasa, karena setelah Anda membeli properti untuk investasi dan menunggu waktu yang tepat untuk menjualnya kembali, Anda bisa menyewakannya sehingga bisa menjadi sumber passive income.

Investasi properti sendiri bisa difokuskan pada beberapa pilihan, yaitu investasi rumah, tanah, apartemen, ruko, rukan, bahkan hingga kos-kosan.

Namun, tidak seperti bisnis jual-beli properti, bisnis investasi properti sendiri memiliki perbedaan mendasar; utamanya soal modal. 

Modal memulai bisnis properti untuk berinvestasi sangat besar. Besarannya tergantung pada investasi apa yang Anda ingin fokuskan.

Maka dari itu, akan lebih baik jika Anda memulai bisnis investasi properti setelah sukses meraup untung di bisnis jual beli properti. 

Jadi, jika Anda mendapatkan keuntungan dari setiap penjualan rumah di bisnis properti, sebaiknya tabung keuntungan tersebut.


Keuntungan tersebut dapat Anda gunakan untuk mengembangkan bisnis. Misalnya dengan kembali membeli properti lain dan kemudian menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Atau, Anda bisa menggunakannya untuk investasi lain. 

Misalkan, jika biasanya Anda hanya berkonsentrasi pada jual beli rumah. Namun karena memiliki keuntungan yang disisihkan, Anda dapat memulai untuk juga berkonsentrasi pada bisnis jual beli tanah.

Dan jika Anda ingin mulai melirik bisnis investasi di bidang properti, ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan, salah satunya adalah dengan menguasai segala hal yang berkaitan dengan properti.

Dengan membaca tulisan di bawah ini, Anda akan dapat mengaplikasikan tips bagaimana berinvestasi di bidang properti dengan tepat.

Memilih properti yang sesuai

Memilih tipe properti yang sesuai untuk investasi sangatlah penting. Karena, beberapa tipe properti memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga nilai investasinya berbeda pula.

  1. Investasi tanah murah dan menguntungkan


photo : pixabay.com

Murah karena biasanya investasi tanah tidak menghitung biaya bangunan, hanya lahannya.

Namun, investasi ini sangat menguntungkan karena harga tanah hampir tidak mungkin mengalami penurunan. 

Seperti yang disinggung di atas, lahan yang terbatas dan tidak akan bertambah, menjadi alasan nilainya jadi terus naik.

Walau begitu, Anda tetap perlu untuk melihat pergerakan harga tanah yang Anda beli. Memang harga tanah akan selalu naik, tapi pastikan bahwa harganya naik dengan progresif, tidak lambat.

Hal ini bisa ditunjang oleh beberapa faktor, salah satunya adalah faktor lokasi tanah berada.

  1. Investasi bervariasi rumah, apartemen, ruko, rukan, dan kos-kosan


Tapi berinvestasi pada properti yang memiliki bangunan juga menguntungkan. 

Anda dapat membeli bangunan tersebut, dan juga kemudian menjualnya dengan harga yang lebih tinggi setelah beberapa tahun.

Namun, ada cara lain untuk memaksimalkan nilai investasi dari properti berupa bangunan. 

Rumah, apartemen, ruko, rukan, dan juga kos-kosan dapat Anda sewakan kepada yang sedang membutuhkan.

Dengan menyewakan properti yang Anda miliki, Anda dapat untung dua kali. Pertama Anda akan mendapat keuntungan bayaran rutin baik itu mingguan, bulanan, atau tahunan. 

Kedua, jika Anda menjualnya kembali di saat yang tepat, Anda bisa mendapat untung dari selisih harga beli dan harga jual.


Jadi, sudah siap memulai bisnis properti?

Author:

Ryan Achadiat