
Bisnis villa di Bali merupakan salah satu pilihan tepat jika Anda ingin mencari peruntungan di Pulau Dewata.
Bali dikunjungi banyak wisatawan domestik dan mancanegara setiap tahunnya lantaran menawarkan beragam objek wisata memukau, seperti pantai, pura, pasar seni, dan beachclub.
Dengan berbagai faktor tersebut, opsi tinggal di Bali atau berlibur begitu diminati. Wisatawan tentu membutuhkan tempat tinggal yang eksklusif dan nyaman selama di Bali.
Jika Anda tertarik untuk memulai bisnis villa Bali, berikut ini adalah sekilas info yang bisa menjadi gambaran.
1. Cara Memulai Bisnis Sewa Villa Bali
Foto: alevavilla
Sama seperti memulai bisnis properti lainnya, ada beberapa langkah yang mesti ditempuh saat memulai bisnis villa di Bali.
Berikut rangkuman langkah-langkahnya:
- Mempelajari tren pasar villa di Bali, termasuk soal preferensi wisatawan, lokasi populer, kompetitor, dan identifikasi target pasar.
- Membuat rencana bisnis, termasuk soal proyeksi keuangan, strategi pemasaran, dan rencana operasional.
- Memilih lokasi yang strategis, seperti vila di Seminyak, vila di Ubud, atau vila di Canggu.
- Membeli lahan atau properti yang bangunannya sudah jadi.
- Mengurus perizinan usaha, seperti izin usaha penginapan, Hak Guna Bangunan (HGB), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan memahami soal kewajiban pajak.
- Melakukan renovasi dan dekorasi agar villa-nya bisa sesuai konsep awal, seperti misalnya villa modern tropis atau villa minimalis.
- Melakukan pemasaran dan promosi, baik secara offline maupun online.
Kurang lebih, seperti itu langkah-langkah yang mesti ditempuh dalam menjalankan bisnis villa Bali.
Hal yang perlu digarisbawahi, jika Anda ingin membeli rumah di Bali yang kemudian disewakan, perlu melakukan survei dan perbandingan harga sewa villa di Bali.
Untuk informasi kisaran harga villa di Bali, simak informasi di bawah ini.
2. Harga Villa di Bali
Menurut data 99.co Indonesia pada awal September 2024, kisaran villa dengan luas bangunan 64 meter persegi luas tanah 48 meter persegi di kawasan Pecatu, Badung, dijual mulai dari Rp1,2 miliar.
Kemudian, untuk villa 3 kamar tidur dengan luas bangunan 200 meter persegi dan luas tanah 168 meter persegi di Berawa Canggu, ditawarkan mulai dari Rp6 miliar.
Berikutnya, villa di kawasan Gianyar dengan luas tanah berkisar 1000 meter persegi serta memiliki 4 kamar tidur dan 4 kamar mandi, dipasarkan mulai dari Rp8 miliar.
Di lokasi lainnya, seperti di kawasan Jimbaran, ada villa dengan fasilitas kolam renang, 2 kamar tidur berukuran 240 meter persegi, dipasarkan mulai dari Rp3,7 miliar.
Jika ingin mengincar yang lebih murah, Anda bisa mempertimbangkan villa di Uluwatu dengan luas 100 meter persegi untuk 2 kamar tidur yang dijual mulai dari Rp3 miliar.
Adapun beberapa faktor yang memengaruhi harga villa tersebut adalah:
- kondisi bangunan,
- akses,
- fasilitas, dan
- jarak tempuh ke tempat wisata.
3. Izin Usaha Penginapan
Ada perizinan yang harus diurus jika ingin membuka usaha penginapan di Bali.
Secara umum, untuk membangun villa di Bali, Anda membutuhkan setidaknya lahan seluas 1000 meter persegi.
Lalu, untuk ukuran bangunannya, ada peraturan yang mesti dipatuhi.
Baca juga: Mau Berbisnis, Ini Jenis Penginapan dan Tips Mengelolanya yang Wajib Diketahui
Berdasarkan, Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 16 Tahun 2009 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Bali, bangunan di Bali tidak boleh lebih tinggi dari 15 meter.
Jika konsep villa yang Anda bangun masih berada di bawah tinggi tersebut, berarti saatnya mengurus perizinan usaha penginapannya.
Ada beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan untuk persyaratan dan mekanisme pelayanan izin usaha penginapan yang dikenal sebagai Izin Melati.
Dokumen tersebut ditujukan kepada Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan melampirkan:
- Surat keterangan diri dari pemohon
- Salinan akta pendirian perusahaan
- Surat izin tempat usaha
- Surat rekomendasi dari instansi (IMB, usaha pariwisata)
- Hasil pengecekan hygiene dan sanitasi
- Uraian singkat perusahaan & struktur organisasi
- Denah / peta lokasi
4. Keuntungan Bisnis Villa Bali
Bisnis villa Bali, terbilang sebagai salah satu bisnis yang menguntungkan, karena permintaannya tinggi.
Seperti diketahui, perkembangan jumlah wisatawan di Bali hampir selalu meningkat di setiap tahunnya.
Berikut adalah beberapa keuntungan bisnis villa di Bali yang bisa menjadi pertimbangan.
Punya Pangsa Pasar yang Sangat Tinggi
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, jumlah wisatawan mancanegara per bulan pada tahun 2020 mencapai 528 ribu wisatawan.
Sementara menurut Tourism Board, jumlah kunjungan tertingginya ada pada tahun 2018 yang mencapai 6,5 juta wisatawan.
Bagi pebisnis, itu tentu bukan sekadar angka tanpa makna. Angka tersebut berarti pangsa pasar di Bali sangat tinggi, terutama untuk bisnis yang bergerak di sektor pariwisata.
Jadi, selama villa yang Anda bangun menawarkan kelebihan tersendiri bagi wisatawan, tentu villa itu akan laku disewa.
Baca juga: 7 Wisata Tanah Lot Bali yang Tidak Boleh Dilewatkan
Villa di Bali Dapat Menjadi Investasi
Memiliki villa di Bali bisa menjadi sarana investasi dengan keuntungan yang berlipat.
Pasalnya, nilai bisnis properti di Bali semakin hari bisa semakin melesat karena berada di lokasi yang banyak dikunjungi wisatawan seperti Kuta, Sanur, Seminyak dan Ubud.
Jadi, begitu di tahun-tahun berikutnya pemilik ingin menjual propertinya kembali, ia bisa mendapatkan harga yang lebih tinggi.
Dan tentu saja, harga sewanya pun bisa terus meningkat dari tahun ke tahun.
Villa di Bali Dapat Dijadikan Agunan
Bukan hanya menjadi aset proteksi terhadap inflasi, properti juga bisa menjadi agunan yang ideal, apalagi jika lokasinya di Bali.
Villa tersebut bisa dijaminkan jika di kemudian hari membutuhkan dana pinjaman dari bank atau lembaga keuangan lainnya.
***
Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat hendak memulai bisnis villa Bali.
Yang menjadi fokus adalah banyak pengusaha bahkan wisatawan yang menanamkan modal di Bali dengan membangun akomodasi berupa hostel, hotel dan rumah tamu.
Tentunya saat mulai terjun melakukan bisnis villa Bali, akan ada banyak kompetitor. Sehingga, memerlukan perencanaan yang matang.
Semoga informasi pada artikel ini bisa menjadi referensi awal untuk Anda dalam membangun bisnis villa.
Kunjungi 99.co jika ingin mencari properti di Bali yang siap direnovasi jadi villa.
Catatan: Informasi yang disajikan dalam artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran umum mengenai investasi properti dan bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau investasi yang bersifat pribadi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab Anda. Selalu lakukan riset mendalam, konsultasikan dengan penasihat keuangan atau profesional terkait sebelum membuat keputusan investasi.