4 Cara Menentukan Harga Sewa Rumah, Mudah Dipraktikkan!

Last update: 11 Februari 2025 4 min read
Author:

Tak perlu bingung mengenai cara menentukan harga sewa rumah.

Ada cara mudah yang akan membuatmu bisa dengan cepat menentukan harga sewa yang pas.

Seperti diketahui, menyewakan rumah bisa menjadi salah satu cara untuk mendapatkan pendapatan pasif dalam investasi properti.

Kamu tinggal memanfaatkan properti yang kosong, lalu memoles dan memperbaiki beberapa hal, kemudian memasarkannya.

Maka, rumah yang tadinya tidak terpakai tersebut, bisa menjadi aset penghasil cuan.

Berikut adalah cara menentukan harga sewa rumah.

1. Berdasarkan Target ROI

Ilustrasi hitung-hitungan target ROI
Foto: kanchanachitkhamma via Canva

Semua investasi tentu membutuhkan target ROI (Return on Investment) atau tingkat pengembalian investasi.

Untuk properti rumah tapak biasa, ROI idealnya berkisar dari 4-8 persen saja per tahunnya.

Sementara itu, untuk villa yang berada di daerah wisata seperti di Bali, bisa mencapai 10-15 persen per tahunnya.

Namun perlu digarisbawahi, ROI yang akurat harus mencerminkan keuntungan bersih yang benar-benar diterima investor.

Ambil contoh kamu baru saja membeli rumah seharga Rp500 juta secara cash.

Lalu, kamu menentukan target ROI 6 persen.

Berarti perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Harga beli rumah: Rp500 juta
  • Sewa per tahun: Rp36 juta (Rp3 juta/bulan)
  • Biaya operasional tahunan: Rp6 juta (pajak, perawatan, dll.)
  • Pendapatan bersih tahunan = Rp36 juta – Rp6 juta = Rp30 juta

ROI = (30.000.000 ÷ 500.000.000) × 100% = 6%

Jika rumahnya merupakan rumah bekas yang kemudian direnovasi, kamu bisa menentukan harganya berdasarkan appraisal atau penilaian.

Gunakan terlebih dahulu jasa penilai properti jika kamu kebingungan.

2. Berdasarkan Riset Pasar

Situs jual beli properti 99.co

Cara menentukan harga sewa rumah berikutnya adalah dengan melakukan riset pasar.

Agar lebih mudah, kamu bisa menggunakan platform properti online seperti 99.co atau Rumah123.

Selain melakukan riset pasar secara online, kamu juga bisa melakukan riset secara langsung.

Silakan bandingkan rumah dengan spesifikasi serupa, mulai dari luas, jumlah kamar, dan fasilitasnya, di daerah yang sama.

Misalnya, kamu menemukan ada rumah yang sama di daerah yang sama, dengan harga sewa Rp40 juta per tahun.

Itu artinya, harga sewa rumahmu bisa berkisar Rp40 juta per tahunnya.

3. Berdasarkan Target Penyewa

Ilustrasi target market
Foto: tongstock from Getty Images via Canva

Apa pun bisnis properti yang kamu tekuni, harus tahu terlebih dahulu mengetahui siapa target market yang diincar.

Sebagai contoh, untuk rumah yang berada di dekat kampus, kamu bisa menargetkan mahasiswa.

Namun tentu saja, harga sewa kepada mahasiswa tidak akan semahal untuk keluarga yang sudah mapan.

Selain itu, kamu harus merenovasi rumahnya jadi memiliki banyak kamar.

Sebagai contoh, untuk rumah yang harganya hanya Rp500 juta, kamu bisa menarget harga sewa 3 persen saja, yaitu sekitar Rp15 juta per tahun.

Berbeda halnya jika rumahmu berada di lokasi yang dekat ke perkantoran.

Kamu bisa menargetkan harga sewa yang lebih tinggi.

Misal, untuk rumah harga Rp500 juta, kamu bisa menargetkan harga sewanya 5 persen dari harga rumah, yaitu Rp25 juta per tahun.

4. Berdasarkan Nilai Properti

Ilustrasi properti bernilai
Foto: 89Stocker via Canva

Ini adalah cara paling mudah di antaran cara lainnya.

Pasalnya, kamu tinggal menentukan harga sewa berdasarkan persentase dari harga rumah, tanpa terlebih dahulu menghitung pengeluaran rutin.

Biasanya, harga sewa yang ditentukan adalah dari 3-5 persen dari harga rumah.

Rumusnya adalah sebagai berikut:

Harga Sewa per Tahun = (3%−5%) × Harga Rumah

Contohnya, jika harga rumahnya Rp600 juta, maka harga sewa tahunannya berkisar dari Rp18 juta hingga Rp30 juta.

Catatan Penting Soal Sewa Rumah

Itu dia beberapa cara dalam menentukan harga sewa rumah.

Perlu digarisbawahi, jangan dulu memikirkan balik modal dalam investasi properti, terutama dalam menyewakan rumah.

Namun, yang harus kamu pikirkan adalah rental yield atau ROI yang wajar per tahunnya.

Jangan mengalikan ROI itu bisa berapa lama untuk menjadi 100 persen, karena nantinya harga sewanya malah jadi terlalu mahal.

Balik modal dalam properti tidak usah buru-buru. Itu karena, properti adalah aset bernilai.

Jadi, modal yang kamu keluarkan di awal untuk membeli propertinya tidak akan mudah susut, bahkan malah akan meningkat dalam beberapa tahun.

Saat propertinya dijual kembali, modal kamu akan langsung kembali, dan bisa mendapatkan untung lebih dari capital gain karena harga propertinya kemungkinan besar naik.

Semoga artikel ini bermanfaat ya. Kunjungi laman Panduan 99.co jika ingin informasi lainnya seputar sewa rumah.

**Foto cover: Ivan Samkov from Pexels via Canva

 

Yongky Yulius adalah penulis yang berpengalaman sebagai reporter dan editor berita di media massa. Telah berkarier lebih dari lima tahun. Kini fokus mengulas soal desain hunian, investasi properti, dan info KPR.