
Menerapkan furniture vintage atau retro sebagai elemen dekorasi hunian, menjadi salah satu cara untuk menciptakan desain rumah klasik.
Hanya saja, mencari furnitur klasik yang autentik tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Selain langka, banyak pula orang yang tidak memahami karakteristik konsep vintage pada furniture.
Sehingga sulit bagi mereka mendapatkan furnitur retro yang autentik.
Wajar, karena kata “vintage” memiliki beragam makna, sehingga sulit dipahami alih-alih diucapkan.
Maka itu, sebagai panduan untuk kamu yang sedang mencari furniture retro autentik, berikut kami hadirkan ulasan mengenai pengertian dan karakteristik furniture vintage.
Baca juga: Praktis! 9 Furniture Multifungsi yang Wajib Anda Miliki di Rumah Sempit
Apa Itu Furniture Vintage?
Foto: kathykuohome.com
Pada awalnya, penggunaan kata “vintage” tidak merujuk pada hal-hal yang diasosiasikan sebagai barang kuno.
Kata ini awalnya digunakan oleh para petani anggur dalam menyebut anggur yang hendak dipanen untuk diolah menjadi minuman fermentasi wine.
Namun memasuki abad ke-19, kata vintage mengalami pergeseran makna, sehingga digunakan juga untuk mendeskripsikan hal-hal tua, kuno atau klasik, tapi bermakna.
Melalui penjelasan di atas, dapat diartikan bahwa furniture vintage adalah perabotan rumah dengan bentuk dan desain khas, yang mencerminkan tahun barang itu dibuat.
Baca juga: Pilihan Furniture Minimalis untuk Apartemen Studio agar Lebih Dinamis
4 Karakteristik Furniture Vintage
Foto: bhg.com
Secara umum, furnitur retro dapat dikenali melalui sejumlah karakteristik.
Agar lebih jelas, berikut karakteristik furniture yang diasosiasikan sebagai barang vintage.
Desain
Karakteristik pertama dapat dilihat dari bentuk desainnya, yang mencerminkan dan menunjukkan karakteristik desain pada masa barang tersebut dibuat.
Contohnya furnitur dengan model mid-century modern, yang populer pada era 1950-an.
Furniture tersebut memiliki karakteristik bentuk tegak lurus dan sederhana.
Desain furnitur mid-century modern tentu berbeda dengan bentuk desain furnitur retro lainnya.
Misalnya dengan desain furnitur art deco, yang populer pada 1920-an.
Desain furnitur tersebut identik dengan pola geometris dan warna yang mencolok.
Bahan
Selain bentuk desain, furniture vintage pun dapat dikenali dari material atau bahan baku pembuatannya.
Saat ini, furniture yang dikatakan vintage tidak ada yang dibuat dengan material plastik atau bahan-bahan buatan pabrik.
Secara umum, bahan baku pembuatan furnitur retro cenderung menggunakan material seperti kayu solid, kuningan, ataupun besi.
Usia
Kebanyakan orang, mengkategorikan barang vintage dari usia atau tahun pembuatannya.
Sebuah barang dapat menyandang status vintage apabila telah berusia 20 tahun lebih.
Ketersediaan
Karakteristik lain dari furnitur retro adalah ketersediaannya yang sedikit.
Pasalnya, barang tersebut dibuat pada masa lalu, dan cenderung diproduksi dalam jumlah terbatas.
Sehingga barang-barang vintage agak sulit ditemukan pada era setelahnya, bahkan kerap dianggap sebagai barang langka.
Baca juga: 5 jenis Furniture Minimalis Modern sesuai Ruangan di Rumah
Model Desain Furniture Vintage
Setelah mengetahui pengertian dan karakteristiknya, kini saatnya kamu berkenalan dengan jenis-jenis desain furnitur retro yang banyak ditemui di pasaran.
Rococo
Foto: lifestyleasia.com
Jenis desain furnitur satu ini mulai diproduksi pada era pra-revolusi Prancis.
Furnitur dengan desain Rococo memiliki tampilan mewah dan klasik.
Ciri khas dari furniture Rococo adalah bentuk garis asimetris.
Aspek mewah nan klasik tergambar dari ukiran ornamen dan material yang cenderung dibalut emas ataupun perak.
Federal
Foto: admin.ch
Desain furnitur federal atau lazim juga dengan istilah American Empire, memiliki ciri khas dari tatahan kayu yang dibuat kontras, garis-garis tegas, dengan konstruksi yang cenderung ringan.
Sebagai contoh, seperangkat kursi dan meja makan vintage ala federal biasanya memiliki kaki-kaki berbentuk lurus, dengan diameter yang cenderung kecil dan meruncing.
Chippendale
Foto: thespruce.com
Furnitur bergaya Chippendale memiliki karakteristik berupa garis-garis yang elegan, kaki-kaki yang melingkar dan melebar.
Penggunaan nama “Chippendale” pada desain furnitur ini diambil dari sosok penciptanya, Thomas Chippendale.
Victorian
Foto: antiques.lovetoknow.com
Salah satu desain furnitur klasik yang cukup banyak ditemui dipasaran hingga saat ini adalah furnitur bergaya Victorian.
Pasalnya, ini adalah jenis furnitur retro pertama yang diproduksi secara massal.
Maka itu, furnitur model ini cukup mudah ditemui.
Furnitur bergaya victorian terinspirasi dari desain furnitur yang telah berkembang sebelumnya, rococo dan federal.
Desain furnitur ini memiliki karakteristik dari bentuk terbuka, dengan punggung kursi bulat dan kaki-kaki berliku.
Mid-Century Modern
Foto: thespruce.com
Mid-century modern adalah desain furnitur yang berkembang pada 1950-an.
Desain furnitur ini sangat dipengaruhi model-model furnitur Skandinavia.
Furnitur ini memiliki ciri khas berupa desain yang polos dan simetris tanpa banyak ornamen.
Selain itu, furnitur ini juga cenderung menggunakan warna-warna gelap, garis-garis tegas, serta penggunaan bahan-bahan anorganik alias buatan pabrik, seperti plastik dan stainless steel.
Itulah informasi mengenai furnitur vintage yang menarik diketahui.
Jika sedang mencari rumah dijual atau rumah disewakan, ada banyak pilihannya di laman 99.co Indonesia.
Semoga informasi ini bermanfaat.






