
Bagi orang Indonesia, ada rasa ketertarikan sendiri pada rumah gaya Belanda.
Hal ini tak terlepas dari sejarah negeri ini yang dulu berkaitan dengan Kerajaan Belanda selama berabad-abad.
Di berbagai wilayah di Indonesia sampai kini, masih bisa kita jumpai beberapa bangunan peninggalan pemerintahan Belanda dengan desain arsitektur kolonial yang khas.
Namun di luar hal tersebut, sebenarnya arsitektur rumah Belanda memiliki gaya yang beragam, tak terpatok pada desain bangunan yang hadir di Nusantara.
Dilihat secara kronologis, arsitektur Belanda memiliki dampak signifikan di tiga era.
Yang pertama merupakan desain yang muncul pada abad ke-17 ketika Kerajaan Belanda sedang dalam masa puncak kejayaannya.
Rumah gaya Belanda yang ada di Indonesia masuk pada gaya periode ini.
Lalu yang kedua merupakan desain rumah Belanda pada era modernisme pada abad ke-20.
Yang terakhir adalah desain yang ada saat ini, hasil kreasi para arsitek Belanda kontemporer.
Pada tulisan kali ini, kami akan membahas dua jenis rumah gaya Belanda.
Ragam pertama adalah terraced house atau disebut juga row house dengan tampilan yang dapat Anda lihat pada gambar rumah gaya Belanda di atas.
Dan yang kedua merupakan rumah dengan desain arsitektur Belanda kolonial.
Yuk, simak kedua desain rumah Belanda di bawah ini!
Terraced House di Belanda
foto: iamexpat.nl
Dalam bidang tata kota dan arsitektur, istilah terraced house atau row house adalah rumah-rumah yang saling berdekatan, memiliki desain seragam dengan dinding yang saling menempel.
Kawasan perumahan ini memiliki tingkat kepadatan menengah. Rumah-rumah demikian muncul di Benua Eropa pada abad ke-16.
Model rumah terraced house bukanlah model yang khas ditemukan di Belanda saja.
Anda dapat menjumpai terraced house di Inggris Raya, Irlandia dan negara Eropa lainnya.
Namun ragam rumah ini dirasa sebagai rumah yang terasa sangat Belanda.
Hal ini dikarenakan mayoritas masyarakat Belanda tinggal di rumah model ini.
Dari 17 juta populasi warga Belanda, 10 jutanya memiliki terraced house sebagai hunian.
Melihat dari segi desainnya, rumah bergaya Belanda seperti ini banyak yang memiliki tampilan khas berupa pemakaian warna-warna khas rumah industrial.
Seperti warna alami bata merah pada dinding fasad, bukaan jendela yang lebar, serta atap yang berbentuk segitiga yang lancip.
Desain Rumah Belanda Dutch Colonial Revival
foto: oldhouseonline.com
Desain rumah Belanda yang kedua merupakan rumah bergaya Belanda kolonial modern, lebih tepatnya disebut dengan istilah gaya Dutch Colonial Revival.
Rumah dengan desain ini merupakan model rumah yang didirikan kolonis Belanda di tanah Amerika, terutama di kawasan New Jersey dan New York.
Rumah bergaya Dutch Colonial Revival pada dasarnya memiliki desain yang serupa dengan rumah Belanda kolonial klasik, hanya periode kemunculannya saja yang berbeda.
Dutch Colonial Revival merupakan penghidupan kembali gaya kolonial terdahulu di awal abad ke-20.
Rumah gaya Belanda kolonial klasik merupakan gaya arsitektur hunian yang memiliki karakteristik utama berupa atap gambrel dengan bentuk atap yang melengkung di sepanjang bagian rumah.
Sedangkan gaya Dutch Colonial Revival itu sendiri merupakan versi modern dari desain kolonial klasik tersebut.
Dutch Colonial Revival merupakan subtipe dari gaya yang lebih umum yakni gaya Colonial Revival.
Anda bisa meniru hunian satu ini terutama jika Anda tertarik dengan rumah-rumah kolonial yang begitu kental dengan nuansa artsy.
Sentuhan gaya khas kolonial bisa membuat tampilan rumah jadi lebih unik namun tetap terkesan homey dan nyaman.
Ciri Khas Rumah Belanda Kolonial Modern
foto: Pinterest
Fitur yang menjadi ciri khas rumah gaya Belanda kolonial klasik ini misalnya berupa penggunaan atap gambrel.
Atap gambrel merupakan model atap yang terdiri dari dua sisi dengan dua landaian pada masing-masing sisinya.
Landaian dekat puncak atap memiliki sudut yang lebar sementara landaian yang lebih rendah memiliki sudut yang terjal.
Rumah khas Belanda dengan atap gambrel ini memiliki kelebihan yang memudahkan.
Dengan rancang bangunan tersebut, pemilik rumah bisa memiliki ruang lantai 2 tanpa harus membangun rumah dengan konstruksi bangunan berlantai 2.
Baca juga:
Inspirasi Rumah Minimalis 2 Lantai dan Rekomendasi Terjangkau
Di samping atap model gambrel, rumah gaya Belanda Dutch Colonial Revival memiliki karakteristik lain berupa adanya jendela yang menjorok pada atap.
foto: architecturesstyle.com
Berikut ini selengkapnya ciri-ciri rumah gaya Belanda Dutch Colonial Revival:
- Rumah terdiri dari 1 dan setengah lantai, atau 2 lantai
- Sisi rumah biasanya dari papan atau sirap (batu dan batu bata juga digunakan meski lebih jarang)
- Cerobong asap terletak di bagian ujung/tepi atap
- Bentuk fasad biasanya simetris (jalan masuk rumah bisa berada di pinggir)
- Bentuk jendela bundar di ujung atap
- Beranda rumah berada di bawah atap yang menjorok ke depan
- Panel jendela berjumlah 8×8
- Adanya jendela pada atap
- Adanya tiang atau pilar di beranda rumah pada jalan masuk
Nah, setelah kita lihat terraced house dan rumah Dutch Colonial Revival, dapat diketahui rumah-rumah berdesain ini memiliki tampilan dan desain yang menarik.
Pengaruh Rumah Gaya Belanda di Indonesia
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, rumah peninggalan Belanda juga bisa ditemukan di Indonesia.
Meskipun tidak sama persis, namun beberapa elemen rumah Belanda diadaptasi pada hunian di Indonesia.
Misalnya bentuk bangunan, lapisan tembok yang tebal, langit-langit tinggi, penggunaan lantai tegel, dan lainnya.
Rumah peninggalan Belanda di Indonesia juga disesuaikan dengan kondisi iklim tropis yang cenderung hangat.
Rumah gaya Belanda di Indonesia juga banyak yang dipadukan dengan arsitektur lainnya, seperti art deco.
Rumah peninggalan Belanda banyak ditemukan di berbagai kota di Indonesia, seperti Bandung dan Yogyakarta.
