Tips & Trik Merawat Taman Vertikal di Rumah

22 Jul 2020 - Dyah Siwi Tridya

Tips & Trik Merawat Taman Vertikal di Rumah

foto: dictio

Siapa yang tak ingin memiliki taman di rumah?

Selain membuat rumah kelihatan asri, taman juga memiliki segudang manfaat.

Salah satunya bisa memberikan perasaan menenangkan yang baik bagi Anda yang merasa stress akibat pekerjaan berlebih atau masalah lainnya.

Tapi, lahan yang terbatas lagi-lagi membuat impian memiliki taman di pekarangan rumah harus pupus.

Namun, masalah tersebut bisa diatasi dengan taman vertikal yang bisa diterapkan di luar ruangan atau bisa juga jadi taman dalam rumah.

Selain hemat tempat, biaya pun bisa  hemat dengan tampilan yang cantik dan selaras dengan hunian Anda.

Yuk, cari tahu serba-serbi mengenai taman vertikal ini!

Manfaat Taman Vertikal

Tingginya minat akan taman di daerah perkotaan membuat sebagian orang memilih taman vertikal, alih-alih renovasi rumah.

Minat ini juga seiring meningkatnya kesadaran banyak orang akan pentingnya ruang terbuka, untuk meminimalisir dampak paparan polusi di kota-kota besar.

Oleh karena itu penting sekali kehadiran taman, termasuk taman vertikal di rumah.

Berikut ini beberapa manfaat yang harus Anda ketahui dalam membangun taman vertikal.

  • Sebagai Penyaring Udara

Taman vertikal memiliki manfaat sebagai filter alami udara yang membantu menciptakan lingkungan bersih dan sehat.

Pada dasarnya tumbuhan menyerap karbondioksida dari udara dan menggantinya dengan oksigen yang dibutuhkan manusia.

  • Tampilan Lebih Estetis

Lakukan perawatan yang benar untuk mendapatkan taman vertikal yang memesona.

Bukan hanya memberikan udara bersih, beragam bentuk unik taman vertikal dengan tanaman pilihan, bisa menghasilkan taman yang cantik untuk menghiasi rumah.

  • Sebagai Pelindung & Penyejuk Alami

Membangun taman vertikal di dinding akan melindungi rumah dari paparan sinar matahari langsung.

Karena taman vertikal dapat membuat lapisan isolasi yang menghantarkan panas keluar dan menurunkan suhu di dalam rumah.

Taman vertikal juga dapat menjadi penyejuk alami kira-kira 10 derajat lebih dingin.

Karena taman vertikal memperlambat gerakan udara dan mengeluarkannya ke seluruh area rumah.

  • Hasil Taman Vertikal Bermanfaat

Tanaman untuk taman vertikal tidak hanya berupa tanaman hias, Anda bisa juga menanam buah dan sayur.

Selain bisa dimakan, Anda juga bisa mulai hidup sehat dengan mengurangi bahkan makanan yang terpapar pestisida.

Baca juga:

Manfaat Berkebun di Home Garden dan Inspirasi Tempat Bercocok Tanam di Rumah

4 Jenis Taman Vertikal Paling Populer

  • Green Walls atau Living Walls


foto: gsky

Jika sebelumnya Anda familiar dengan green roof, maka prinsipnya green walls juga sama saja. Dimana permukaan bangunan ditutupi oleh berbagai jenis tanaman. 

Green walls adalah jenis taman vertikal dengan tanaman yang dikemas dengan sistem berbasis substrat, yakni media tanam yang dimasukan dalam wadah atau polybag.

Jenis tanaman yang digunakan adalah jenis semak atau bisa juga pohon-pohon kecil.

Green walls menggunakan sistem hidroponik yang melekatkan tanaman pada busa hortikultural untuk menahan kelembaban tanaman.

  • Green facades


foto: maxresdefault

Green facades tentu saja berbeda dengan green walls karena green facades menggunakan struktur pendukung seperti terali.

Terali yang digunakan adalah penopang baja antikarat yang tahan lama dan kuat, untuk membuat tanaman tumbuh dan merambat ke atas.

Dalam sistem tanamnya, green fasad menggunakan sistem hidroponik.

Sementara untuk tanamannya, dibuat tingkatan seperti kotak dan diisi berbagai macam media tumbuh.

  • Freestanding vertical garden


foto: 5280

Taman vertikal jenis ini biasanya berada di taman-taman komersial. 

Sistem tumbuh tanaman ini adalah membentuk bingkai atau bentuk tertentu.

Jika ingin membuat taman vertikal jenis ini harus menggunakan pemasangan kabel yang direkayasa atau rangka taman vertikal.

  • Pot Taman Vertikal


foto: roomble

Cara mudah untuk membuat taman vertikal adalah menggunakan pot kebun standar.

Anda hanya perlu menyiapkan media tanam atau potnya lalu gantungkan ke dinding. 

Jenis Tanaman untuk Taman Vertikal

  • Dollar Plant

Jenis tanaman ini sangat populer untuk tanaman yang menempel di dinding.

Tanaman merambat jenis ini memiliki akar yang sangat kuat dan menempel pada dinding.

  • Begonia

Begonia memang cocok untuk diterapkan pada tanaman vertikal dan membuat taman tampak teduh dan sejuk.

  • Bunga Kertas

Bunga bugenvil atau bunga kertas memiliki bermacam warna yang cantik dan bunga yang rimbun.

  • Jenis Buah-buahan

Selain tanaman hias, taman vertikal bisa diisi dengan jenis tumbuhan buah.

Adapun jenis buah yang bisa dipilih ada stroberi, markisa, anggur dan masih banyak lagi.

Selain membuat rumah tampak sejuk, hasil tanaman bisa dimanfaatkan sekaligus.

  • Jenis Sayur-sayuran 

Nah, buat Anda yang hobi masak, menanam jenis tanaman sayuran memang pilihan yang tepat.

Ada banyak sayuran yang bisa Anda pilih, mulai dari kangkung, kemangi, terong, paprika, tomat, daun bawang dan jenis sayuran lainnya.

Cara Merawat Taman Vertikal


foto: roomble

Dalam penanaman dan perawatan taman vertikal memang susah-susah gampang.

Apalagi tanaman vertikal lebih cepat mati karena gravitasi dapat memengaruhinya.

Tak usah khawatir, karena Panduan 99 Indonesia bakal berbagi tips dan trik merawat taman vertikal agar tetap segar.

  • Sistem Pengairan

Pertama yang harus Anda perhatikan adalah sistem pengairan dan penyiraman harus dilakukan dari bawah.

Hal ini dilakukan untuk mencegah tumbuhnya gulma dan lumut yang menempel di permukaan tanaman.

Jangan terlalu sering melakukan penyiraman, pastikan tanaman vertikal memiliki media dengan sistem drainase yang baik.

  • Pengendalian Gulma

Ketika Anda memutuskan untuk berkebun atau membuat taman dengan konsep taman vertikal, maka harus bersiap menghadapi musuh terbesar tumbuhan yaitu gulma.

Gulma dapat dikendalikan dengan cara sederhana seperti memberikan lapisan mulsa yang tebal dimulai dari pangkal tanaman.

Tapi sebelum itu gunakan karton atau lapisan koran dan basahi dulu sebelum memberikan lapisan mulsa.

Perhatikan sistem irigasinya, jika sistem irigasi atau penyiraman terlalu berlebih akan membuat gulma cepat tumbuh. 

  • Penggunaan Pupuk

Pemupukan adalah bagian terpenting dalam pemeliharaan taman vertikal. 

Agar mendapatkan hasil tanaman yang baik sebaiknya hindari penggunaan pupuk bersifat kimia.

Pupuk jenis ini akan menyebabkan kerusakan besar pada kesehatan tanah. 

Gunakanlah pupuk organik. 

Walaupun harganya sedikit mahal, pupuk organik dapat memenuhi nutrisi tanaman lebih baik.

Tapi Anda bisa menggunakan pupuk organik buatan sendiri seperti pupuk kompos dari teh atau kotoran.

  • Lakukan Pemangkasan Rutin

Melakukan pemangkasan secara rutin dapat membantu menjaga tanaman tumbuh sehat. 

Selain itu dapat mencegah tumbuhnya jamur dan mempertahankan bentuk tanaman.

Pemangkasan juga sangat penting untuk menghentikan penyakit pada daun akibat jamur dan gulma.

Untuk melakukan pemangkasan ada baiknya untuk mensterilkan alat berkebun Anda, misalnya dengan mencuci menggunakan sabun atau cairan alkohol.

Tujuannya agar tanaman tidak terinfeksi dengan penyakit yang dibawa oleh alat-alat berkebun.

  • Proses Panen

Jika Anda memilih tanaman jenis sayuran dan buah-buahan akan lebih baik mengikuti cara pemanenan di bawah ini:

  1. Pemanenan secara teratur dapat membuat tanaman lebih berenergi dan lebih produktif

  2. Jangan biarkan sayur atau buah yang matang masih melekat pada tanaman. 

  3. Segera buang buah dan sayuran yang busuk agar tidak menular ke tanaman yang lain.

Seru kan membuat taman vertikal di rumah?

Jadi, sudah siap menerapkan konsep green living ke dalam hunian?

Selamat mencoba!

Author:

Dyah Siwi Tridya