Green Roof pada Bangunan, Panduan Membangun hingga Manfaatnya

25 Jun 2020 - Miyanti Rahman

Green Roof pada Bangunan, Panduan Membangun hingga Manfaatnya

Foto: Unsplash

Green roof atau atap hijau merupakan contoh implementasi konsep arsitektur hijau yang berguna untuk mengatasi masalah lingkungan.

Tak dapat dipungkiri, masalah lingkungan seperti banjir dan polusi udara semakin buruk dari hari ke hari terutama di daerah perkotaan.

Masalah di atas tambah mendesak, karena tak ada lagi lahan untuk membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH), padahal RTH sangat diperlukan untuk mengurangi polusi udara.

Ketiadaan lahan untuk membangun RTH membuat green roof ramai diperbincangkan oleh berbagai ahli, mulai dari ahli lingkungan, arsitek, hingga perusahaan pengembang.

Kendati demikian, masih banyak masyarakat Indonesia yang asing dengan istilah green roof dan mereka bertanya-tanya apa itu green roof?

Apa Itu Green Roof?

Istilah green roof memang enggak begitu populer di telinga masyarakat Indonesia, bahkan penghuni kawasan urban pun banyak yang belum mengetahuinya.

Padahal teknologi green roof sudah dikembangkan sejak lama, yaitu pada 1980 di Jerman, kemudian menyebar ke seluruh penjuru Eropa seperti Swiss, Austria, Belanda, Inggris, Italia dan lain-lain.

Sebagai negara pelopor, Jerman memiliki bangunan yang beratapkan green roof dalam jumlah besar, bahkan mencapai 10% dari semua bangunan di sana.

Sementara Swiss baru serius mengembangkan green roof pada 1990. Sedangkan Austria tak jauh berbeda dengan Jerman, karena memiliki banyak proyek green roof sejak 1983.

Secara harfiah green roof dapat diartikan sebagai konstruksi atap bangunan yang sebagian dan atau seluruh permukaannya dilapisi oleh vegetasi tanaman.

Implementasi arsitektur hijau yang satu ini dapat diaplikasikan di berbagai bangunan, mulai dari gedung perkantoran, fasilitas sosial, pusat perbelanjaan, apartemen hingga rumah.

Pembangunan green roof sendiri bertujuan untuk meminimalisir dampak global warming terhadap lingkungan alam dan manusia.

Nah, supaya pemahaman Anda tentang green roof semakin memadai, mari simak ulasan tentang jenis-jenis green roof di bawah ini.

Jenis-jenis Green Roof


Foto: Unsplash

Ada tiga jenis green roof yang dikembangkan hingga saat ini, yaitu extensive green roof, semi intensive green roof dan intensive green roof.

Ketiga jenis green roof di atas dikategorikan berdasarkan kedalaman media tanam dan intensitas perawatan, berikut penjelasan detailnya.

Extensive Green Roof

Jika ingin memiliki green roof, tetapi tak punya banyak waktu untuk merawatnya, maka extensive green roof cocok untuk Anda.

Pada green roof jenis ini media tanam yang digunakan adalah tanah semi subur yang biasa digunakan untuk menanam rumput.

Namun sayangnya, green roof jenis ini enggak bisa memfasilitasi aktivitas manusia di atasnya, karena lapisannya sangat tipis.

Extensive green roof hanya memiliki kedalaman media tanam sekitar 15 cm dan satu jenis vegetasi tanaman seperti rumput sedum.

Rumput sedum sendiri merupakan vegetasi tanaman hias yang bisa tumbuh di tanah kering dan berbatu, serta tak akan mati meskipun diterpa panas dan hujan.

Extensive green roof sangat cocok diterapkan pada bangunan rumah tinggal.

Semi Intensive Green Roof

Semi intensive green roof memiliki kedalaman media tanam yang lebih tebal apabila dibandingkan dengan extensive green roof.

Oleh karena itu, jenis green roof yang satu ini mampu menampung berbagai jenis vegetasi  tanaman dan lebih fleksibel untuk dekorasi.

Mengingat kemampuanya seperti yang disebutkan di atas, maka semi intensive green roof memerlukan struktur atap bangunan yang lebih kuat.

Intensive Green Roof

Jenis green roof selanjutnya adalah intensive green roof yang memerlukan media tanam lebih tebal lagi dari extensive dan semi intensive green roof.

Kedalaman media tanam yang diperlukan untuk intensive green roof, yaitu lebih dari 20 cm dan media tanamnya menggunakan tanah yang subur.

Tanah yang subur tersebut diperlukan untuk menanam berbagai jenis vegetasi tanaman yang jumlahnya bisa sangat banyak.

Adapun contoh vegetasi tanaman yang sering ditanam di intensive green roof adalah rumput, semak belukar, petak bunga dan pepohonan.

Perancangan intensive green roof dapat diaplikasikan pada bangunan yang memiliki luas atap besar sehingga bisa dibangun taman dan sistem pengairan.

Intensive green roof tentunya perlu yang sangat intensif.

Lapisan Green Roof

Green roof tak hanya bermanfaat untuk meminimalisir dampak global warming, tetapi juga bisa membuat atap bangunan terlihat lebih menarik.

Secara umum konstruksi green roof terdiri dari beberapa lapisan atau layer yang terdiri dari dak beton hingga vegetasi tanaman.

Berikut detail lapisan green roof.

Dak Beton

Pada dasarnya dak beton sama dengan plat lantai yang terbuat dari coran beton sehingga lebih kuat dipijak dan mampu menahan beban dinamis.

Oleh sebab itu, dak beton yang kuat memiliki berbagai fungsi selain sebagai pelindung, yaitu sebagai tempat didirikannya green roof.

Waterproof Membrane

Selanjutnya seluruh permukaan atap dak beton harus dilapisi oleh waterproof membrane agar ruangan di bawahnya tak terkena rembesan air.

Lapisan ini sangat menentukan keberhasilan pembangunan green roof, karena seringkali air hujan merembes dan membuatnya gagal.

Lapisan Drainase

Lapisan ini berguna sebagai tempat bergeraknya aliran air yang berasal dari air penyiraman dan atau air hujan menuju pembuangan.

Air tidak akan tergenang di atap dengan adanya lapisan drainase, bahan untuk membuatnya yaitu lapisan kerikil dan batu apung.

Filter

Saat air disalurkan menuju pembuangan maka harus melalui filter, lapisan ini harus memiliki sistem penyaringan yang kuat meskipun tipis.

Filter harus mampu menahan tanah, kerikil, atau batuan agar tak ikut tersaring, bahan yang dapat digunakan diantaranya polyester ataupun polypropylene.

Media Tanam

Media tanam yang digunakan biasanya tanah liat atau pasir yang ditambahkan dengan humus atau lapisan tanah yang paling atas.

Media tanam tersebut dipilih karena mampu menahan pertumbuhan rumput liar dan mengandung nutrisi yang baik untuk tumbuhan.

Install Drip

Lapisan selanjutnya adalah install drip yang berguna  untuk menyediakan air secara merata pada seluruh tanaman khususnya pada bagian akar.

Install drip juga dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan pupuk pada saat tanaman baru selesai ditanam pada green roof.

Tanaman

Terakhir adalah lapisan tanaman atau rumput yang harus dipertimbangkan secara matang dalam pemilihannya agar tahan cuaca.

Memilih tanaman atau rumput yang tepat akan memudahkan Anda dalam perawatan green roof, juga supaya terhindar dari kerumitan.

Cara Membuat Atap Beton untuk Green Roof


Foto: Unsplash

Sebagai penopang green roof dak beton harus memenuhi empat syarat utama yaitu solid atau kuat, rata, efisien dan ekonomis.

Nah, untuk memenuhi kriteria yang disebutkan di atas, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan saat membuat dak beton yaitu sebagai berikut.

Perhitungan Besi Tulangan dengan Tepat

Jangan menggunakan besi yang berlebihan, karena akan menambah bobot struktur dak beton dan menguras biaya pembuatan.

Sebaiknya hitung terlebih dahulu dimensi dan jumlah besi tulangan yang pas untuk membuat dak beton sesuai dengan ukuran ruangan.

Perhatikan Ketebalan Dak Beton

Pada umumnya dak beton untuk atap bangunan yang mengaplikasikan green roof dibuat dengan ketebalan rata-rata 12 sampai 8 cm.

Ketebalan dak beton ini harus cukup untuk menahan gaya tekan yang dinamis karena keberadaan green roof memungkinkan aktivitas di atap bangunan.

Sesuaikan Kualitas dan Kebutuhan Struktur

Kualitas dak beton dengan kebutuhan struktur harus disesuaikan, terutama apabila di atas dak beton akan diletakkan benda-benda dalam ukuran bobot yang tidak lazim.

Seperti halnya lapisan benda-benda dalam pembuatan green roof sehingga kualitas dan kebutuhan struktur wajib diperhatikan.

Perhatikan Pengadukan Bahan Dak Beton

Bahan untuk membuat dak beton harus benar-benar homogen (merata), komposisinya juga tidak boleh terlalu cair maupun kental.

Selain itu, jangan sampai muncul segregasi atau butiran terpisah pada bahan dak beton karena akan berpengaruh pada kualitas pengerjaan.

Manfaat Green Roof


Foto: Unsplash

Menambah Pasokan Oksigen

Bangunan-bangunan di daerah perkotaan biasanya diselubungi oleh polusi udara yang ketebalannya cukup mengkhawatirkan.

Oleh karenanya, keberadaan green roof akan sangat membantu mengurangi polusi udara tersebut dan menyediakan pasokan oksigen lebih banyak.

Selain itu, keberadaan green roof juga akan memperindah eksterior bangunan dan membuatnya terlihat lebih segar.

Memperluas Outdoor Sitting Area

Tempat nongkrong tak harus dibangun di lahan horizontal, membangunnya di lahan vertikal juga bisa bahkan lebih menarik.

Bayangkan saja, saat nongkrong bersama teman-teman atau menghabiskan waktu bersama keluarga Anda akan disuguhi pemandangan kota yang lebih luas.

Pembangunan green roof yang dilengkapi dengan gazebo pun sangat disarankan agar area untuk bersantai lebih luas.

Mengurangi Terpaan Panas Matahari

Kita memang membutuhkan sinar matahari, tetapi apabila terlalu banyak akan meningkatkan suhu bangunan.

Oleh karena itu, green roof sangat bermanfaat karena mampu mengurangi panas matahari yang menerpa bangunan.

Dengan begitu ruangan dalam bangunan akan terasa lebih sejuk dan penggunaan energi listrik untuk air conditioner pun berkurang.

Menyediakan Lahan Tanam

Tak perlu lahan tambahan, karena dengan mengimplementasikan pembangunan green roof pada atap bangunan otomatis lahan tanam bertambah.

Anda pun bisa lebih produktif dengan menanam berbagai tanaman hias, obat, sayuran, maupun bumbu di sana.

Jika bisa memproduksi sendiri bahan pangan secara organik, maka hidup pun akan lebih sehat dan terasa memuaskan, bukan?


Itulah sederet hal yang patut diketahui tentang green roof, jangan lupa mampir ke situs 99.co/id apabila Anda sedang mencari hunian yang cocok untuk dipasangi green roof.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Author:

Miyanti Rahman